Connect with us

Empat Lawang

Jamu Sebagai Solusi Pencegahan Covid-19?

Published

on

Sabili Abdul Haqqul Mubiin (Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung)

Jamu Sebagai Solusi Pencegahan Covid-19?

Oleh : Sabili Abdul Haqqul Mubiin
(Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung)

Saat ini dunia tengah menghadapi wabah Covid-19 yang berdampak besar pada perekonomian terutama kesehatan. Di Indonesia saat ini telah terkonfirmasi sebanyak 3710 korban yang telah meninggal dunia. Penyakit yang disebabkan oleh Virus Corona ini memiliki beberapa gejala diantaranya demam, batuk kering, kelelahan dan gangguan pada sistem pernapasan pada sistem pernapasan seperti radang tenggorokan.

Radang tenggorokan adalah penyakit yang bisa membuat penderita menjadi demam, tenggorokan gatal, bahkan tidak nyaman ketika menelan makan dan minuman. Radang ini bisa menimbulkan rasa khawatir karena merupakan salah satu tanda-tanda seseorang yang terinfeksi Virus Corona yaitu menderita radang tenggorokan. Oleh karena itu penting sekali untuk mewaspadai gejala yang timbul salah satunya dengan meminum jamu.

Jamu merupakan istilah buat obat tradisional untuk Indonesia yang berasal dari bahan-bahan alam, berbentuk bagian dari tanaman semacam rimpang (akar- akaran), daun- daunan, kulit batang, serta buah. Seiring berkembangnya waktu jamu mulai dikenal dengan herbal.

Secara umum jamu banyak diminati orang karena tidak beracun dan tidak menimbulkan efek samping berlebih. Khasiat jamu telah teruji oleh waktu, masa dan sejarah, serta kenyataan empiris langsung pada manusia sejauh ratusan tahun. Penyembuhan tradisional terhadap penyakit dengan memakai ramuan ramuan berbahan dasar tanaman yang terletak di alam ataupun yang lebih diketahui dengan jamu terus dilestarikan oleh masyarakat saat ini.
Jamu baik untuk dikonsumsi karena memiliki khasiat sebagai antioksidan, anti radang, dan mampu meningkatkan imunitas tubuh. Dalam sebagian permasalahan, peradangan umumnya dapat hilang dengan sendirinya. Akan tetapi, terdapat sebagian permasalahan peradangan yang dapat beresiko sebab dapat menimbulkan kehancuran jaringan. Untuk keadaan ini, diperlukan agen anti radang yang dapat menolong kamu mengatur peradangan dalam tubuh. Berikut bahan alam yang terdapat dalam jamu yang bisa menjadi agen anti radang sebagai berikut:

1. Kunyit

Kunyit kerap kali digunakan sebagai pengobatan tradisional serta umumnya dijual di pasar ataupun supermarket dalam wujud bubuk ataupun rimpang. Tipe rempah ini memiliki bahan kimia yang disebut kurkumin, yang bisa jadi mempunyai sifat anti radang. Menurut jurnal (Nasser, 2020) kurkumin dalam jahe bisa menolong dalam mengurangi peradangan serta ketidaknyamanan pada pengidap artritis, ialah peradangan pada persendian. Di sisi lain, kurkumin mempunyai antioksidan, anti bakteri, dan antikanker.

2. Jahe

Jahe atau Zingiber officinale adalah tanaman tropis yang telah lama dipercaya dalam pengobatan tradisional. Memiliki sifat anti inflamasi, banyak kandungan zat di dalam jahe yang dapat membatasi produksi zat pemicu peradangan. Menurut I Wayan Redi Aryanta dalam jurnal berjudul “Manfaat Jahe Untuk Kesehatan” telah menemukan bahwa jahe mengandung gingerol, beta-ceroten, capsaicin, curcumin, asam cafeic, dan salisilat yang bermanfaat sebagai anti radang dan antioksidan. Selain itu jahe bisa untuk penguat tubuh atau meningkatkan imunitas sehingga sulit terjerat penyakit. Jamu yang berbahan dasar jahe bisa dibuat sendiri di rumah dengan cara memasak satu ruas jahe dan tiga bulatan gula merah ukuran kecil dengan air 200 mL. Setelah masak hingga mendidih saringan air disaring.

3. Kencur

Kencur ialah tanamann obat yang bernilai murah lumayan besar sehingga banyak dibudidayakan. Menurut Reandy Ilham Andriyono dalam jurnal “Kaempferia galanga L. sebagai Anti-Inflamasi dan Analgetik” kencur ternyata bisa sebagai agen anti radang karena mengandung flavonoid, saponin, dan minyak atsiri. Manfaat dari kencur yaitu sebagai obat batuk, gatal-gatal pada tenggorokan, pengompres radang, dan pegal-pegal.

4. Kayu manis

Kayu manis termasuk dalam salah satu jenis rempah yang efektif meredakan peradangan pada tenggorokan. Menurut Janet Walangit, dkk dalam penelitiannya bahwa di dalam kayu manis terdapat Asam asetil salisilat yang berperan sebagai anti radang. Rempah yang beraroma khas ini mengandung antibakteri yang dapat membunuh bakteri penyebab radang tenggorokan.

Daftar Pustaka

Andriyono, R. I. (2019). Kaempferia galanga L. sebagai Anti-Inflamasi dan Analgetik. Jurnal Kesehatan, 10(3), 495-502.

Kusumo, A. R., Wiyoga, F. Y., Perdana, H. P., Khairunnisa, I., Suhandi, R. I., & Prastika, S. S. (2020). JAMU TRADISIONAL INDONESIA: TINGKATKAN IMUNITAS TUBUH SECARA ALAMI SELAMA PANDEMI. Jurnal Layanan Masyarakat (Journal of Public Services), 4(2), 465-471.

Nasser, G. A. (2020). Kunyit sebagai agen anti inflamasi. Wellness And Healthy Magazine, 2(1), 147-158.

Redi Aryanta, I. W. (2019). Manfaat Jahe untuk Kesehatan. Widya Kesehatan.

Advertisement

Empat Lawang

Giliran TNI, Polisi serta Guru

Published

on

Caption - Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) memeriksa vaksin gelombang kedua tiba di Dinas Kabupaten Empat Lawang.

/// Sasaran Vaksin Covid Tahap II

REL,Empat Lawang – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Empat Lawang, kembali menerima vaksin covid-19 tahap II di Dinas kesehatan Empat Lawang, kemarin (2/3).

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes ) Empat Lawang Sulni melalui Kabid Pencegahan dan pengendalian penyakit ( P2P), Dr. Ivon Meliyani mengatakan sebanyak 250 vial vaksin covid -19 diterima dengan sasaran 1.741 orang.

“Gelombang dua ini, sasaran TNI-Polri dan tenaga pendidikan,”Kata Ivon saat menerima vaksin.

Masih dikatakan Ivon data yang telah masuk kedinas kesehatan sebanyak 1200 orang yang akan divaksin,

“Data yang sudah masuk ke kita ada 1200 orang sedangkan kita mendapatkan kuota sebanyak 1.741,”Ujarnya.(Pad/rel)

Baca Selengkapnya

Empat Lawang

Luring terapkan Sistem 5S

Published

on

Foto : Anita / REL Caption : Siswa dites thermogun saat masuki ruangan

REL,Empat Lawang – Di era pandemi, dunia pendidikan masih menerapkan sistem pembelajaran jarak jauh (PJJ). Hal ini dilakukan untuk memutus penyebaran Covid-19.

Semua sekolah di Kabupaten Empat Lawang masih menerapkan sistem PJJ baik secara daring ataupun luring sekarang ini. Salah satu sekolah yang menerapkan sistem PJJ yakni SMP N 1 Muara Pinang.

Kepala SMP N 1 Muara Pinang, Hadi, mengatakan sekolahnya menerapkan sistem pembelajaran daring bagi siswa yang mempunyai handphone, dan pembelajaran luring bagi siswa yang tak mempunyai hanpdhone.

“Anak belajar di rumah, guru mengajar dari sekolah via handpone,” kata Hadi.

Pada saat siswa ke sekolah, sekolah menerapkan sistem 5S yakni Senyum, Salam, Sapa, Sopan dan Santun untuk menyambut kedatangan siswa. Tentunya penerapan 5S tersebut dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

Penerama program 5S sendiri menurut dikatakan Hadi, sejak tahun 2016 sudah mulai diterapkan di sekolah.(Ian/rel)

Baca Selengkapnya

Empat Lawang

Budiman Terpilih Ketua PGRI Paiker

Published

on

FOTO: IST FOR REL PGRI: Konferensi Kecamatan PGRI Paiker sedang berlangsung, Sabtu (27/2).

#SMP N 1 Paiker Tuan Rumah Konferensi PGRI Paiker

 

REL, Empat Lawang – SMP Negeri 1 Pasemah Air Keruh (Paiker) jadi tuan rumah dalam agenda konferensi kecamatan Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Paiker, Sabtu (27/2).

 

Konferensi tersebut bertujuan untuk membentuk kepengurusan PGRI Paiker yang selama ini dijabat oleh Sutikno. Konferensi diikuti oleh 22 ranting PGRI Paiker.

 

Ketua Panitia konferensi, Bustomi menjelaska setelah mendengarkan pendapat dari masing-masing perwakilan dari SD, SMP, muncul kesepakatan PGRI Paiker bahwa secara aklamasi Budiman dipilih menjadi Ketua PGRI Paiker periode 2020-2025

 

Ketua terpilih, Budiman dalam sambutannya meminta kerjasama kepada semua anggota, khususnya yang menjadi pengurus untuk bersama-sama membangun kejayaan PGRI di Paiker.

 

“Terima kasih atas amanah yang telah diberikan, saya meminta agar kepengurusan PGRI Paiker terus kompak untuk kejayaan PGRI Paiker,” kata Budiman, Sabtu (27/2).

 

Sementara itu, Ketua PGRI Kabupaten Empat Lawang, H. Joncik Muhammad melalui Safrin selaku wakil ketua PGRI Empat Lawang meminta PGRI untuk aktif melaksanakan kegiatan, baik yang bersifat mengasah kemampuan guru dalam mendidik peserta didik maupun kegiatan sosial kemasyarakatan.

 

“Teruslah bergerak untuk meningkatkan kemampuan guru-guru yang ada di Empat Lawang,” ucap Safrin.

 

Di tempat yang sama, Noperman Subhi selaku Camat Paiker meminta kepada pengurus PGRI yang baru terpilih untuk dapat membuka TK PGRI Paiker dengan memanfaatkan aset yang ada sebagai unit usaha dan sebagai ajang partisipasi lebih jauh PGRI membangun dunia pendidikan di tingkat dasar.

 

“Pembina PGRI yang sekaligus ketua Dewan Pendidikan, Nurdin yang didampingi sekretaris PGRI Empat Lawang dalam mengurus PGRI butuh orang-orang yang mau berkorban segalanya dan butuh orang yang punya gagasan yang inovatif membangun pendidik,” ujar Noperman. (Ian)

Baca Selengkapnya

Trending