oleh

Istri Korban Bakal Tuntut Keadilan

REL, Lahat – Awalnya sebelum terjadi penembakan terhadap Suherman alias Anggu (42) Umar (71) dan Wiri (33) ketiganya warga Desa Suka Makmur (SP III) Kecamatan Gumay Talang, Kabupaten Lahat.

Informasi dilapangan, tiga berana ini diipanggil koordinator lapangan (Korlap). Ketiga dimintak agar supaya menghadap Manager kebun PT London Sumatra (Lonsum) yang bernama Fikri, pada Selasa (28/5/2019), sekira pukul 11.00 WIB.

Diceritakan Yupiapriani (30) setiba dikantor PT Lonsum ketiga sempat lama menunggu Manager Lonson tapi tak kunjung datang. Lalu, tiba tiba tiga berana ini digerbek, dan ditangkap oleh Anggota Brimob yang jaga diperusahaan terus ditembak ditempat.

Istri korban yang didampingi PH nya Imam Rustandi SH dan M Fedri Setiawan SH menegas, penangkapan terhadap tiga berana ini, patut dipertanyakan.

“Karena dilapangan dimulai penangkapan sampai ditembaknya klien kami patut kami pertanyakan. Silakan mereka tangkap asal memiliki bukti yang lengkap,” ujar Imam Rustandi SH, Kamis (30/5/2019).

Mirisnya lagi, banyak data yang didapat dilapangan yang didapat diantaranya, istri korban sampai saat ini, belum menerima surat penangkapan, penahanan. Selanjutnya, penahan terhadap kendaraan milik korban yang sampai saat ini, tidak ada kejelasan.

“Mobil pribadi milik korban juga dibawa oleh petugas. Yang jadi pertanyaan kami mobil itu apakah melakukan pencurian sawit, kok dibawa begitu saja oleh petugas,” tanya Imam lagi. seraya menambahkan, terkiat persoalan ini akan kami bawa kejalur hukum.

Terpisah, Manager Lonsum Fikri dikonfirmasi membantah terhadap dirinya ada memanggil Suherman alias Anggu, Umar, dan, Wiri. “Tidak benar, dan saya merasa tidak pernah memanggil mereka untuk datang kekantor,” kilah Fikri.

Namun, diakuinya, ditangkapnya terduga pelaku pencurian sawit bernama Suherman alias Anggu ini, karena, sawit milik PT Lonsum telah dicuri sebanyak 3 ton. Sedangkan, terduga lainnya Umar dan Wiri lantaran ada dilokasi kejadian. Sehingga, ketiganya diamankan ke Polda Sumsel.

“Saat kejadian saya sedang rapat dimenara 62. Jadi, penangkapan mereka saya tidak mengetahui secara detail. Cuba koordinasi dengan Humas Lonsum Suheri,” kata Fikri.

Sementara, Kapolres Lahat AKBP Ferry Harahap SIK.M.Si dimintaki tanggapan sebelumnya menjelaskan, pihaknya terkesan kecolongan akibat dugaan aksi warganya ditembak petugas pengamanam PT Lonsum anggota Brimob dari Polda Sumsel.

“Benar, adanya warga wilayah hukum Polres Lahat ditangkap dan ditembak tegas dan terukur. Memang kasus tersebut ditangani langsung Polda Sumsel,” tegas Ferry.

Diakui Kapolres Lahat, disesalkan sampai melakukan penembakan peluru karet terhadap terduga pelaku bernama Suherman alias Anggu. Terkait kasus ini, selanjutnya Ferry, memerintahkan anggota Intel Polres Lahat melakukan Lidik kelapangan, guna memastikan korban tersebut, dan menjalani perawatan medis dimana.

“Ternyata, anggota kita mendapati data korban sedang menjalani perawatan medis di Rumah Sakit Umum Daerah Dr.H.M Rabain Kabupaten Muara Enim. Harapan kita, kedepan agar pihak Polda dapat berkoordinasi dengan kita, karena kalau ada apa apa kedepan Polres Lahat pasti jadi terdepan,” pungkas Kapolres Lahat, seraya mencontohkan seperti kasus pengerusakan kantor BKSDA Lahat lokasi Pelatihan Gajah yang dilakukan warga Desa Perangai kita melakukan penyelidikan terbilang cukup panjang dan ekstra hati hati, karena menyangkut warga Lahat. (mg21)

BACA JUGA