Connect with us

Kabar Sumsel

Ini Janji Bung Aan Untuk Anggota PWI Sumsel

Published

on

Aan Santana didampingi Andrian Eka, bersilaturahim dengan pengurus dan anggota PWI Kabupaten OKU dan OKU Timur.

BATURAJA – Asuransi bagi wartawan anggota Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sumatera Selatan menjadi program unggulan, jika terpilih menjadi Ketua PWI Provinsi Sumatera Selatan. Demikian diungkapkan Bung Aan, begitu panggilan Aan Sartana, salah seorang kandidat calon Ketua PWI Sumsel, kepada pengurus dan anggota PWI Kabupaten OKU dan OKU Timur, Kamis (27/12) di Kedai Soto Chavie, Baturaja.

Pernyataan ini disampaikan dalam silaturahmi menjelang Konferensi Provinsi (Konferprov) atau pemilihan Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) yang akan digelar 26 Januari 2019 mendatang.

Dikatakan, tetapi asuransi wartawan ini memiliki syarat. Diantaranya, anggota PWI biasa dan atau sudah bersertifikat kompeten baik tingkat muda, madya atau utama. “Artinya wartawan tersebut sudah dinyatakan kompeten alias telah mengikuti Uji Kompetensi Wartawan (UKW),” ujar Aan.

Khusus mengenai UKW kata Aan, ini sangat penting dan dia bangga dengan pengurus PWI Sumsel saat ini mendapat penghargaan masuk 10 besar penyelenggara UKW terbanyak se Indonesia. “Kita patut bangga dengan kepengurusan PWI Sumsel sekarang, khusuanya kepada Bung Oka (Oktap Riady SH) ketua PWI Sumsel dan pengurus yang lainnya,” papar Aan.

Kedepan UKW akan tetap dilanjutkan dan tidak menutup kemungkinan akan digelar serentak se Sumsel memecahkan rekor MURI. “Target kita semua wartawan anggota PWI sudah semua UKW. Jadi kedepan zero UKW. Kita upayakan gratis,” tegasnya.

Aan, yang saat ini menjabat sebagai Pemimpin Perusahaan pada portal LKBN antaranewssumsel.com, itu mengakui memang berniat maju menjadi ketua PWI Sumsel.

Kedatangan dirinya ke Bumi Sebimbing Sekundang, tak lain untuk mensosialisasikan pencalonan dirinya dan mengenalkan program kerja kepada pengurus dan anggota PWI OKU

“Saya tak secara khusus mencari dukungan. Intinya disini kita jalin silaturahmi. Karena silaturahmi ini memperpanjang tali silaturahmi dan memperpanjang umur,” ujar Wakil Ketua PWI Sumsel Bidang Kesra dan mantan Bendahara PWI di periode sebelumnya itu.

Menurut Aan, para kandidat Ketua PWI tentu mempunyai visi misi yang sama. Dimana ujungnya ingin memajukan PWI. Hanya, metode atau caranya saja yang berbeda.

“Saya yakin, semua visi misi kandidat sama. Ingin majukan PWI. Caranya saja yang beda. Tinggal bagaimana memanagenya,” sebutnya.

Dirinya sendiri mengaku mempunyai tiga program unggulan yang mesti dibenahi. Yakni, Sumber Daya Manusia (SDM), Organisasi dan Keuangan. “Itu saja yang pingin saya benahi,” imbuhnya.

“Sebanyak apapun program, kuncinya harus bersinergi, koordinasi dan komunikasi. Nah kita ini penyakitnya malas komunikasi. Sehingga kerap timbul suudzon. Malas komunikasi inilah yang bikin kita tidak maju,” sambung mantan wartawan Sumatera Ekspres itu.

Mengenai identitas atau ID card anggota muda atau rekrutmen anggota baru, lanjut Aan, jika terpilih, akan bekerjasama dengan pihak bank. Misalnya Bank Sumsel Babel. Kartu anggota baru sangat bisa sekali karena kartunya dikeluarkan oleh PWI Provinsi Sumsel. “Jadi kartu ini menggunakan Chip. Selain sebagai kartu anggota bisa digunakan sebagai ATM,” katanya.

Sementara itu, Ketua PWI OKU, Purwadi menyatakan, pihaknya akan dengan tangan terbuka menerima kedatangan siapapun calon ketua PWI Sumsel, yang ingin silaturahmi dan memaparkan programnya di OKU.

“Siapapun kandidat yang mau hadir, kita terima. Masalah pilihan tergantung masing – masing,” singkatnya.

Untuk diketahui, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) sendiri, sudah kedatangan dua calon ketua. Yang pertama Hadi Prayogo, yang bertandang pada Jumat (7/12) lalu.

Terbaru, pengurus PWI OKU menyambut kedatangan Aan Sartana, Kamis (27/12), di RM Chavie Baturaja.

Hadir dalam pertemuan tersebut, Ketua PWI OKU, Purwadi, Ketua PWI OKU Timur Edwar Ferdinan, dan sejumlah pengurus PWI di dua kabupaten itu. (win/ril)

Empat Lawang

Dua Jam Seusai Dilantik PJ Sekda Empat Lawang Meninggal

Published

on

Foto : PADRI / REL Caption : Pj Sekda Empat Lawang (Meninggal) saat di RSUD Empat Lawang saat dikinjungi Bupati Empat Lawang

REL,Empat Lawang – Berselang sekitar dua jam setelah pelantikan,Pejabat sementara Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Empat Lawang Drs, Mahalisi,SH,M.si meninggal dunia diduga akibat serangan jantung.

Dari informasi yang didapat PJs Sekda Empat Lawang mengalami drop di ruangannya seusai melakukan pelantikan di ruang rapat madani.

Bupati Empat Lawang H.Joncik Muhammad yang didampingi wakil bupati Yulius Maulana mengatakan pemerintahan kabupaten Empat Lawng merasa berduka yang sangat luar biasa ,kehilangan pejabat empat lawang yang baru saja dilantik yang harapannya dapat mengontrol empat hal dalam pemerintahan

“Tapi Allah berkendak lain dan saya bersaksi bahwa almarhum orang yang baik semoga husnul khotimah,kita sampaikan ke anak istri beliau ikhlaskan karena ini sudah ketentuan kehendak allah swt,” Ungkap Joncik

Masih dikatakan Joncik,beliau meninggal sebagai ASN dipuncak karir menjabat sekda walaupun berusia dua jam.

“Saya kaget tadi beliau masuk keruanganya saja belum saya diberitahu masih di ruangan asisten dan saya suruh bawa ke RSUD dan diberikan pertolongan yang terbaik tapi allah berkendak lain,”Sambung Joncik

Sekali lagi atas nama pemerintahan Kabupaten Empat Lawang mohon dimaafkan segala kesalahan almarhum semasa hidup dan kita doakan semoga beliau husnul khotimah

“Malam ini dan besok pemda Empat Lawang akan melayat ke rumah duka (Rumdin Sekda) dan besok akan dibawa ke desa kelahiran almarhum di Desa Simpang Prigi untuk dimakamkan,”Ucapnya

Sementara Direktur RSUD Empat Lawang dr.Devi Andrianti mengatakan mendapat kabar bahwa beliau mengalami drop di ruang asisten dan almarhum langsung di bawa ke UGD dan ditangani dengan pertolongan pertama tapi takdir berkehendak lain

“Beliau dianogsa serangan jantung dan beliau memang mempunyai riwayat gagal jantung sebelumnya,”Tukasnya.(Mg20).

Baca Selengkapnya

Empat Lawang

Napi Tahanan Lapas IIB Empat Lawang Diduga Gantung Diri

Published

on

Caption : Korban saat ditemukan tegantung di Kamar sel no 2 tempat korban ditahan.

REL,Empat Lawang – Diduga salah satu narapidana (Napi,Red) tahanan lapas II B Kabupaten Empat Lawang meninggal dunia dengan cara menggantungkan diri didalam kamar sel nomor 2

Diketahui Napi itu adalah Sandi Agustian (25) Bin Sukarman warga Desa Muara Betung Kecamatan Ulu Musi Kabupaten Empat Lawang,dirinya di tahan dengan Kasus Pembunuhan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 338 KUHP.

Belum diketahui motif atau penyebab korban ( Napi,Red) nekad mengakhiri hidupnya dengan cara menggantungkan diri dikamar tahanan itu.

Namun,dari data yang dihimpun kronologis kejadian berawal pada hari Minggu, tanggal 27 Desember 2020, sekitar pukul 18.30 wib. Piket Pawas Polsek Tebing Tinggi mendapat telpon dari Piket Lapas 2B Empat Lawang Pengamanan Pintu Utama (P2U,Red),

Bahwa di Lapas Empat Lawang Kecamatan Tebing Tinggi Kabupaten Empat Lawang ada seorang Laki-laki meninggal Dunia akibat Gantung Diri di dalam kamar sel no.02 yang mana napi tersebut ditahan dengan Kasus Pembunuhan.

Sekira pukul 19.00 wib, Piket Pawas beserta anggota piket SPKT Polsek Tebing Tinggi, anggota Intel, anggota Reskrim Polsek Tebing Tinggi, Beserta Anggota Identifikasi Polres Empat Lawang dan Piket Intel Polres Empat Lawang, langsung mendatangi TKP.

Sesampai di TKP, korban sudah dalam keadaan Meninggal Dunia dengan posisi badan masih tergantung di dalam kamar sel no. 02 dengan menggunakan seutas Kain Sarung yang berwarna coklat.

Korban ditemukan pertama kali oleh petugas piket yang bernama Hidayat (37) Bin Zuheri ayub saat mau mengecek para narapidana didalam sel dan mendapati korban (Sandi Agustian) sudah tergantung didalam kamar sel nomor 2 dalam keadaan sudah meninggal dunia

Kepala Lapas IIB Empat Lawang Ridwantoro melalui Kepala Keamanan Kalapas IIB Empat Lawang A.Hamid ketika dikompirmasi melalui pesan singkat whatsapp membenarkan kejadian tersebut

“Ya benar korban gantung diri pakai kain di kamar,kini kita sudah serahkan ke polres, untuk sebagai tindakkan awal dan pihak polres membawak jenazah ke rsud untuk di visum,untuk penyebabnya belum diketahui,”Jelasnya.

Sementara itu,dr.Arga Sena Setiawan Dokter yang pada saat itu memvisum jenazah korban (Napi,Red) di RSUD Empat Lawang mengatakan itu murni bunuh diri.

“Iya itu aku yang visum di RSUD dan Murni bunuh diri karena tidak ada tanda tanda kekerasan lain ditubuh korban kecuali dileher,sekarang lanjut arga jenazah masih di kamar jenazah rsud menunggu dijemput oleh keluarganya,”Kata Arga.(Mg20).

Baca Selengkapnya

Empat Lawang

GP Ansor Empat Lawang Optimis Gus Yaqut Dapat Menjalankan Amanah Sebagai Menag

Published

on

Caption : Ketua GP Ansor Empat Lawang saat menerima SK dari pelantikan di Kabupaten Muba

REL,Empat Lawang – GP Ansor Empat Lawang belum lama ini telah dibentuk dan dikukuhkan.

Pembentukan GP Ansor Empat Lawang bertempat di pendopoan rumah dinas bupati empat lawang dan yang terpilih menjadi ketua yakni Defi Abusyairi.

Selain memilih ketua GP Ansor Empat Lawang puluhan anggota langsung dikukuhkan dan diambil sumpah janji sebagai pemuda ansor.

“GP Ansor Empat Lawang dibentuk pada 3 Februari tahun 2020 dan semua anggota langsung dikukuhkan,”Ungkap ketua GP Ansor Empat Lawang Defi Abusyairi

Masih dikatakan Defi,GP Ansor Empat Lawang sangat bangga atas terpilihnya Yaqut Kholil Qoumas (Gus Yaqut) sebagai menteri agama di Kabinet Indonesia Maju untuk periode 2020-2025.

Diketahui Yaqut Kholil Qoumas resmi diumumkan Presiden Joko Widodo menjabat Menteri Agama Menggantikan Fakhrul Razi, lewat kanal Youtube Sekretariat Presiden Selasa Sore,Kemarin ( 22 Desember 2020 ).

“GP Ansor Empat Lawang optimis bahwa Gus Yaqut dapat menjalankan amanah sebagai Menag dengan sebaik-baiknya,”Ucap Defi.Kamis (24/12).

Lebih lanjut Defi mengatakan bahwa sebagai Menag, diyakininya Gus Yaqut dapat menciptakan suasana beragama yang lebih kondusif, aman, dan tentram.

“Dengan terpilihnya Gus Yaqut sebagai Menag, kami yakin bahwa akan terciptanya suasana beragama di republik ini yang lebih kondusif, aman, tentram, dan mengedepankan prinsip-prinsip berketuhanan skaligus prinsip kemanusiaan,”Jelasnya.

Dijelaskan Defi,Menag yang baru ini, tumbuh dan dibesarkan di lingkungan Pesantren, sudah barang tentu kehidupan yang mewarnainya sangat religius. Pondok Pesantren Raudhatut Thalibin tempat menempa ilmu agamanya di bawah bimbingan langsung oleh ayahanda K.H. Cholil Bisri, ulama terkemuka Rembang, kakak dari K.H. Ahmad Musthofa Bisri.

Dikutip dari berbagai sumber, Gus Yaqut muda menyelesaikan pendidikan formalnya di sekolah umum mulai dari tingkat Dasar sampai ke Perguruan Tinggi. Universitas Indonesia menjadi pilihan Gus Yaqut untuk menyelesaikan Sarjananya, selama menjadi Mahasiswa beliau aktif di organisasi ekstra kampus yaitu Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) dan bahkan Ketum GP Ansor ini menjadi pendiri PMII di Depok pada waktu itu.(Mg20).

Baca Selengkapnya

Trending