Connect with us

Empat Lawang

Hubungan Dua Provinsi Putus

Published

on

REL, Lahat – Sejak ruas jalan negara yang menghubungkan Sumsel-Bengkulu, di Desa Tanjung Sakit, Kecamatan Tanjung Sakti Pumi, Kabupaten Lahat, tertutup longsor, Minggu (18/2) atau sekitar pukul 18.00 WIB, aktivitas masyarakat pun ikut berimbas. Hubungan  masyarakat dua provinsi pun ikut putus. Sebab ruas jalan yang menghubungkan Lahat-Bengkulu Selatan itu, satu-satunya akses terdekat masyarakat.

Kebutuhan ikan air tawar dan hasil bumi berupa pisang dan kelapa yang didatangkan dari wilayah Kabupaten Bengkulu Selatan, Kaur dan Selama, Provinsi Bengkulu, terpaksa dihentikan. Begitu juga sebaliknya kebutuhan sayuran dari wilayah Lahat dan Kota Pagaralam tidak dapat didistribusikan ke wilayah Bengkulu bagian selatan itu.

Padahal kebutuhan ikan air tawar masyarakat Kota Pagaralam, Lahat, Muara Enim didatangkan dari Bengkulu Selatan, selain dari Lubuk Linggau. “Sama sekali tidak bisa melintas. Ada puluhan titik longsor yang menutup badan jalan,” ujar Toni (42), sopir ekspedisi ikan air tawar ke wilayah Muara Enim, dihubungi via seluler.

Toni mengungkapkan, puluhan armada ikan yang setiap hari bermuatan ikan dari Bengkulu Selatan menuju wilayah Sumsel, tidak beraktifitas sama sekali. Begitu mobil yang biasanya membawa kelapa dan pisang. “Bukan saja angkutan barang seperti kami ini. Penumpang saja tidak bisa berangkat. Banyak kawan-kawan yang terjebak di wilayah Tanjung Sakti,” ujarnya.

Tiga unit alat berat yang diturunkan untuk membersihkan material longsor belum mampu membersihkan sekitar 20 titik longsor, di wilayah Desa Tanjung Sakti, Kecamatan Tanjung Sakit Pumi, Kabupaten Lahat itu. Hingga berita ini ditulis proses pembukaan badan jalan masih berlangsung. “Ada 10 titik besar, ini baru titik ke lima,” kata Camat Tanjung Sakti Pumi, Samsul Bahri, via seluler Senin sore (19/2).

Sejak Senin pagi hingga sore, ungkap Samsul, alat berat belum mampu menyingkirkan batu besar yang menutup badan jalan di titik longsor ke lima. Sehingga proses pembersih diperkirakan masih membutuhkan waktu lama. “Ada batu besar yang sama sekali belum bisa disingkirkan. Belum bisa dipastikan kapan jalan bisa dilewati, saya masih di. lokasi,” jelasnya. (32)

Empat Lawang

Saat Hendak Memikat Burung,Dua Remaja Tewas Mengenaskan

Published

on

Caption : Korban ditemukan tergeletak di rel kereta api desa Sawah Kecamatan Saling

REL,Empat Lawang – Warga Desa Sawah Kecamatan Saling Kabupaten Empat Lawang digegerkan penemuan dua sosok mayat laki laki remaja tewas tergeletak di jalan rel kereta api dengan kondisi yang mengenaskan.

Dari informasi yang didapat identitas korban yakni Nopri (16) Bin Hatta Warga Desa Suka Kaya Kecamatan Saling dan Pebriansyah (14) warga Desa Tanjung Gelang Kecamatan Kota Padang Kabupaten Rejang Lebong .

Adapun kronologis kejadian yang dijelaskan oleh Dodi (20) kakak korban (Nopri) berawal pada hari Senin tanggal 23 November sekitar pukul 10 : 00 wib adiknya berpamitan keluar rumah untuk memikat burung bersama temannya.

Hingga sampai larut malam,adik korban juga tidak kunjung pulang kerumah,lalu kakak korban berusaha mencari keberadaan korban dan alhasil korban juga tidak ditemukan.

Namun ke esokan harinya sekitar pukul 07 : 00 wib kakak korban mendapatkan kabar bahwa adiknya ditemukan tewas ditabrak kerta api (Kereta tanki) dengan kondisi yang sangat mengenaskan.

Dan kedua korban dibawa ke RSUD Empat Lawang untuk dilakukan VER.

Kepala Desa (Kades ) Suka kaya Hernaen dikompirmasi wartawan membenarkan kejadian tersebut

“Ya benar itu warga saya,pagi tadi saya mendapatkan informasi bahwa warga saya meninggal di tabrak kereta api,”Tukasnya.(Mg20)

Baca Selengkapnya

Empat Lawang

H. Joncik Muhammad dan Istri Tercinta Dinyatakan Sembuh

Published

on

Foto : RATI / REL CAPTION : Bupati H. Joncik Muhammad Dan Istri Tercinta

REL,Empat Lawang – Beberapa pekan yang lalu bupati kabupaten Empat Lawang dan istri dinyatakan terkompirmasi positif virus covid -19 (Virus Corona), kini Bupati Empat Lawang beserta istri dalam keadaan sehat.

Hal tersebut diungkapkan oleh sang istri tercinta orang nomor satu di bumi saling kruani sangi krawati Hj. Hepy Safriani Joncik ketika dihubungi awak media melalui via seluler.

“Alhamdulillah kondisi kesehatan kami berdua sekarang sudah sangat baik, setelah isolasi selama dua pekan,” Ungkapnya, Senin (23/11).

Lanjut Hepy, bapak bupati Empat Lawang sudah menjalani 4 kali swab, dengan hasil yang berbeda dan Alhamdulillah hasil swab terakhir sudah dinyatakan negatif dan sudah bisa pulang kerumah.

“Swab ke2 Negatif, swab ke3 positif lagi, subhanallah hasil swab ke 4 sudah negatif, dan sudah boleh pulang, namun bapak masih harus istirahat total untuk pemulihan kondisi, sebelum pulang kembali ke Kabupaten Empat Lawang,” Ujarnya.

Iapun menjelaskan, ketika virus corona menerjang tubuhnya. ia tidak merasakan atau memiliki gejala apapun, dikarenakan bapak bupati dinyatakan positif,lanjutnya ia berinisiatif untuk memeriksa dirinya dan dinyatakan positif covid-19 juga.

Kendati demikian, Belajar dari pengalamannya, dirinya mengimbau kepada masyarakat untuk benar-benar serius waspada terhadap virus covid-19 dan tetap selalu menerapkan protokol kesehatan.

“Kalau dibilang covid itu tidak ada, covid itu benar ada. Jadi bukan hoax, Jadi saya tetap berpesan untuk semua jangan menganggap ini enteng. Karena saya sudah ngerasain banget kemarin seperti apa. Mungkin karena kekuatan doa, berkat doa semua yang sayang dan cinta sama saya dan keluarga. Alhamdulillah dengan izin Allah saya dan bapak bupati masih bisa dikasih kesehatan” jelasnya. (Mg24).

Baca Selengkapnya

Empat Lawang

Kesehatan Bupati Empat Lawang dan Istri Berangsur Membaik

Published

on

Ist/ REL Caption : Bupati Empat Lawang dan Istri tercinta

REL,Empat Lawang – Setelah sempat dinyatakan terkompirmasi positif virus covid -19 (Virus Corona),kini Bupati Empat Lawang beserta istri dalam keadaan membaik.

Hal tersebut diungkapkan oleh sang istri tercinta orang nomor satu di bumi saling kruani sangi krawati Hj,Hepy Safriani Joncik ketika dihubungi awak media melalui via seluler.

“Alhamdulillah kondisi kesehatan kami berdua sekarang sudah membaik,setelah isolasi selama dua pekan,”Ungkapnya.

Namun,lanjutnya masih menunggu hasil swab ke Empat yang mana kata Hepy bupati telah melakukan swab selama 3 kali dengan hasil yang berbeda

“Swab ke2 Negatif ,swab ketiga positif lagi nah,sekrang menunggu hasil swab ke 4, jika hasil swab ke4 dinyatakan negatif maka dinyatakan sembuh dan boleh pulang,”Ujarnya

Iapun menjelaskan, ketika virus corona menerjang tubuhnya. ia tidak merasakan atau memiliki gejala apapun, dikarenakan bapak bupati dinyatakan positif,lanjutnya berinisiatif untuk memeriksa dirinya dan dinyatakan positif covid-19 juga.

Kendati demikian,Belajar dari pengalamannya, dirinya mengimbau kepada masyarakat untuk benar-benar serius waspada terhadap virus covid-19 dan tetap selalu menerapkan protokol kesehatan.

“Kalau dibilang covid itu tidak ada, itu ada. Jadi bukan hoax. Jadi saya tetap berpesan untuk semua jangan menganggap ini enteng. Karena saya sudah ngerasain banget kemarin seperti apa. Mungkin karena kekuatan doa, berkat doa semua yang sayang dan cinta sama saya dan keluarga. Alhamdulillah dengan izin Allah saya dan bapak bupati masih bisa dikasih kesehatan” jelasnya. (Mg24).

Baca Selengkapnya

Trending