Connect with us

Kabar Sumsel

Herman Deru : Tekad Kami Pemerataan Pembangunan di Sumsel

Published

on

SERAHKAN : Gubernur Sumsel Herman Deru mengapresiasi Walikota Palembang H Harnojoyo beserta jajaran yang telah menjadikan Kota Palembang menjadi kota yang aman.

REL, Palembang – Gubernur Sumsel Herman Deru mengapresiasi Walikota Palembang H Harnojoyo beserta jajaran yang telah menjadikan Kota Palembang menjadi kota yang aman, nyaman serta kota yang maju di Sumatera Selatan.

Hal tersebut diungkapkan Gubernur Sumsel Herman Deru saat  menghadiri Welcome Dinner dengan Peserta Seminar dan Dialog Nasional  yang bertemakan “Pengelolaan Sumber Daya Alam di Era Revolusi Industri 4.0” yang  diselenggarakan oleh Perhimpunan Organisasi Alumni PTN Indonesia (HIMPUNI) bertempat di Rumah Walikota Palembang, Selasa (12/2) malam.

“Kita tau tentang Kota Palembang di masa lalu. Sekarang ini sudah banyak sekali perubahan dan kemajuan. Saya salah satu warga Kota Palembang yang merasakan kemajuan di Kota Palembang dan itu membuat bangga. Saya mengapresiasi kerja Walikota dan jajaranya yang luar biasa,” ungkap Herman Deru.

Kota Palembang sebagai etalase Provinsi Sumsel tegas Herman Deru,  mempunyai sejumlah kelebihan jika dibanding dengan daerah lainnya di tengah beragamnya suku dan adat dan istiadat warga yang bermukim di kota Palembang namun kerukunan ini tetap terjaga dengan baik dan tidak  pernah terjadi konflik.

“Salah satu kontribusi terbesar  yang paling aktif menjadikan Sumsel zero konflik adalah Kota Palembang. Terima kasih kepada pak Walikota beserta jajaran dan seluruh masyarakat kota Palembang,” tambah Herman Deru.

Lebih lanjut Gubernur Sumsel ini menegaskan dirinya senantiasa bertekad untuk terus menjalankan program pembangunan disemua bidang secara merata di 17 kabupaten/kota di Provinsi Sumatera Selatan. Upaya tersebut diharapkannya mendapatkan dukungan dari kepala daerah bupati atau walikota.

“Tekad kami memeratakan pembangunan yang berkeadilan. Bidang pariwisata misalnya kemarin lalu Menteri Pariwisata telah menyetujui  Danau di OKU Selatan akan dijadikan sebuah destinasi baru selain wisata juga olahraga,” tandasnya.

Sementara itu Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dalam pertemuan tersebut sempat memuji Gubernur Sumsel Herman Deru. Menurut dia  Herman Deru merupakan  gubernur yang enerjik dalam mimpin Sumsel.  Dia yakin dalam kepemimpinan Herman Deru akan membawa Provinsi Sumsel lebih baik lagi di masa datang.

“Saya yakin Sumsel dan Kota Palembang bisa maju dengan para pemimpin yang hebat. Kedepan mari kita bangun kota ini agar lebih maju lagi,” ucapnya.

Sebelumnya  Walikota Palembang Harnojoyo mengucapkan terima kasih kepada Menhub Budi Karya Sumadi, Anggota 1 BPK RI Agung Firman Sampurna, Gubernur Sumsel Herman Deru dapat hadir pada acara welcome dinner di kediamannya. Dikesempatan ini Walikota menyampaikan komitmen  mendukung program kerja Pemerintah Provinsi Sumsel.

“Mari kita rapatkan barisan untuk mewujudkan visi Sumsel Maju Bersama dan Palembang Emas Darussalam,” tutur Harnojo.

Hadir pada Welcome Dinner kali ini Gubernur Sumsel H Herman Deru, Menteri Perhubungan RI Budi Karya Sumadi , Anggota 1 BPK RI Agung Firman Sampurna, Walikota Palembang Harnojoyo, Wakil Walikota Palembang Fitriyanti beserta para pejabat dilingkungan Pemkot Palembang dan para Anggota HIMPUNI. (reles)

Empat Lawang

Jubir Covid-19 Muratara Angkat Bicara, Kasus PDP di Muratara Masih Menunggu Hasil Lab

Published

on

Caption : Teks foto: Jubir GugusTugas Covid-19 Muratara Susyanto Tunut

 

REL,Muratara – Simpang siur pemberitaan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) 01 Muratara, pihak Kabupaten Muratara belum menerima hasil laboratorium, baik dari Provinsi maupun dari pihak Rumah Sakit Siloam Lubuklinggau.

Hal tersebut di ungkapkan oleh Juru Bicara (Jubir) Gugus Tugas Covid-19 Muratara Susyan Tunut, sampai saat ini masih menunggu hasil pemeriksaan dari laboratorium Sumsel, dan terus upayakan agar hasil lab tersebut bisa segerah di publikasikan, apakah memang terjangkit atau tidaknya.

Juru bicara (Jubir) Gugus tugas Covid-19 menggadakan konferensi pers, terhadap berita yang beredar di metroTV tentang informasi yang di sampaikan oleh jubir Sumsel, terkait pemakaman PDP 01 yang ada di Muratara, dalam pemakamannya tidak sesuai dengan protokoler, karena bukan penolakan dari keluarga, melainkan gugus tugas Covid-19 Muratara tidak siap, berita tersebut tidak benar bahkan kebalikannya.

“Dari gugus tugas Covid-19 sudah menyiapkan mulai dari ambulans penjemputan sampai dengan pemakaman secara protokoler,”ujarnya, Kamis (16/4/2020)

Sambungnya, dan kita menyiapkan skenario penjemputan jenaza PDP 01 yang ada di rumah sakit Siloam Lubuklinggau, tiba-tiba di tengah perjalanan jenaza di pulang paksa oleh pihak keluarga untuk segerah di makamkan.

Untuk saat ini kita semuanya sepakat , untuk mengetahui jika seseorang memang betul-betul terjangkit Covid-19 atau tidaknya itu kita sedang menunggu hasil dari laboratorium provinsi dan hasil lab Rumah Sakit Siloam, kemudian di berikan kepada gugus tugas Covid-19 kota lubuklinggau, sebab merekala yang mengambil Sempel dari pasien tersebut, tambahnya

Ia menyebutkan, pihaknya menunggu hasil yang benar-benar murni, untuk kedepannya langkah apa saja yang nantinya akan ambil, jika hasil tersebut sudah di keluarkan.

“kita semua berharap dari hasil lab tersebut Negatif, dan tidak ada simpang siur masala pemberitaan di tengah-tengah masyarakat muratara, terkait Covid-19.(16)

Baca Selengkapnya

Kabar Sumsel

Kemenag Terapkan Pelayanan Tanpa Tatap Muka

Published

on

Teks foto:Kankemenag Muratara H Iksan Baijuri

 

 

Rel Muratara–Untuk menjaga dari terjangkit dan menyebar Corona Virus Disease (Covid-19) Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Musi Rawas Utara menerapkan pelayanan publik tanpa tatap muka langsung.

Alasan penerapan pelayanan tersebut tertuang dalam edaran Kemenag Muratara nomor 77 tahun 2020 tentang pelaksanaan protokol penanganan Covid-19 dan surat edaran Kantor Wilayah Kementetian Agama Propinsi Sumatera Selatan nomor 494 tahun 2020 pertanggal 26 Maret tentang pelayanan publik tanpa tatap muka.

Kankemenag Muratara H Ikhsan Baijuri mengatakan, ditengah hangatnya masalah Covid pelayanan publik di kantor kemenag dilakukan tanpa tatap muka.

“Nanti setiap pelayanan akan dilakukan melalui hand phone, whatshap dan surat elektronik,”katanya, Kamis (26/3)

Lanjutnya, pelayanan tanpa tatap muka akan berlansung dari tanggal 26 Maret hinggga 30 Maret atau menunggu perkembangan selanjutnya. Jika kondisi Covid sudah benar benar steril dari muka bumi, maka aktivitas akan seperti biasa.

Ia mengatakan, pelayanan tanpa tatap muka, sudah disampaikan surat edaran di setiap Kantor Urusan Agama (KUA) pada Tujuh Kecamatan dalam wilayah Muratara.

“Silakan nanti, Kepala KUA masing masing menyampaikan edaran ini pada setiap kepala desa, atau menyampaikan langsung kepada masyarakat,”ujarnya

Ditambahnya, bagi masyarakat yang ingin melakukan urusan dengan kemenag tidak parlu datang ke kantor, karena di surat edaran sudah di sediakan atau melalui surat elektronik atau email kabmuratara@kemenag.go.di. (16)

Baca Selengkapnya

Kabar Sumsel

Cegah Masuk Covid-19 di Muratara, Pemda Mendirikan Posko GTPP

Published

on

BERSAMA:Bupati, Sekda Foto bersama petugas posko GTPP

 

 

REL,Muratara – Guna Penanganan secara intensif, Pemerintah Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) mendirikan dan meresmikan posko Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Corona Virus Disease (Covid-19) di perbatasan Kabupaten Surulangun Jambi, tepanya di simpang Nibung Rawas, Kecamatan Rawas Ulu, Muratara. Selasa (24/3)

Juru Bicara GTPP Kabupaten Muratara Siswanto Tunut menyampaikan pendirian dan peresmian posko ditengah hangatnya masalah Covid-19 tersebut adalah upaya pencegahan dari pemerintah.

“Ia, hari ini bersama Bupati, TNI, Polisi meresmikan dan mulai bergerak melakukan pengecekan secara menyeluruh pengendara yang masuk ke Kabupaten Muratara,”katanya

Sambungnya, terutama bagi pengendara yang datang dari jauh, jambi, batam. Dan orang tersebut singah, pulang kampung atau menginap di Kabupaten kita.

Ia menyebutkan, jika ada orang, warga atau pengendara yang kategori tidak aman, menunjukan suhu badan pada 38 keatas, maka yang bersangkutan masuk dalam Orang Dalam Pengawasan (ODP).

“Melalui rekan tim, Dinas kesehatan memantau secara berkalah yang masuk dalam ODP itu,”ujarnya

Kesempatan yang sama, Bupati Muratara H M Syarif Hidayat menyampaikan posko tersebut sebagai antisipasi Kabupaten Muratara, sebagai bentuk kepedulian pemda terhadap Covid-19.

“Posko ini adalah posko kemanusiaan. Kita harus ada tindakan yang tegas terhadap Covid-19. Ini bukan rahazia terhaadap surat menyurat kendaraan pengendara atau yang lain. Saya mintak yang melintas untuk membantu, berhenti dan turun untuk dilakukan pengecekan,”ajaknya

Lanjutnya, Posko GTPP akan berdiri dan melayani lebih kurang selama tiga bulan. kita pantau sampai kondisi di Muratara umumnya indonesia benar benar bersih dari Covid-19 ini.

Untuk diketahui, petugas pokso terdiri dari tim Kesehatan, BPDB, dibantu pihak kepolisian, Pol PP, Dishub dan TNI yang berjumlahkan sebanyak 33 orang. (16)

Baca Selengkapnya

Trending