oleh

Hepy : Harus Jadi Contoh yang Baik Bagi Rekan Kerja

 

#Jangan Mentang-Mentang Istri Bupati

 

Menjadi Istri Bupati Kabupaten Empat Lawang tak serta merta membuat Hepy Safriani menyalahgunakan posisi tersebut. Hepy yang juga merupakan seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) menjalankan profesional kerja sesuai dengan praturan yang ada. Penasaran dengan sosok istri Bupati Kabupaten Empat Lawang ini, simak kisah selengkapnya.

>>> Anita Silvia  – Empat Lawang <<<

 

REL, Empat Lawang – Seperti hari Senin biasanya, birokrasi di Kabupaten Empat Lawang dimulai dengan apel bagi seluruh ASN. Satu per satu instansi melakukan cek kehadiran personil, namun ada hal yang menarik, ketika komandan sudah berada di tengah lapangan, dari kejauhan tiba-tiba terlihat seorang ASN senior, dengan seragam coklat berlari kecil masuk ke dalam pasukan.

Sekilas memang tampak biasa saja, pemandangan umum yang biasa ditemui saat apel hendak dimulai, namun yang menjadikannya luar biasa adalah sosok yang berlari tersebut ternyata bukan orang sembarangan.

Dia adalah Hj. Hepy Safriani Joncik, Kepala Bidang Pengendalian Penduduk pada DPPKB Kabupaten Empat lawang yang merupakan Ketua TP-PKK Kabupaten Empat Lawang.

Tentu hal tersebut suatu keteladanan di kalangan ASN, bagaimana istri orang nomor satu di Empat Lawang masih bersemangat untuk mengikuti kewajiban apel. Padahal bisa saja beliau diperlakukan spesial, kalaupun beliau tidak melaksanakan apel juga tidak akan ada yang berani memberi sanksi.

Namun keteguhan pada prinsip dan kode etik ASN tetap Hepy pegang, meski sudah berpuluh tahun menjadi istri orang penting mulai dari DPRD Kabupaten, DPRD Provinsi hingga saat ini menjadi istri orang nomor satu di Empat Lawang.

Hepy mengatakan bahwa antara jabatan sebagai Istri pejabat dan jabatan ASN adalah dua hal yang berbeda.

“Kita harus mampu menyesuaikan diri. ASN adalah pekerjaan yang mulia, jangan dikotori dengan embel-embel apapun,” Begitulah pesan ibu dari dari empat orang anak ini.

Selama puluhan tahun menjadi istri pejabat penting beliau teguh berprinsip tidak ingin dicap “mentang-mentang”, menurutnya semakin berada pada level yang tinggi maka kedisiplinan harus semakin tinggi, dan jangan menjadikan ‘posisi’ sebagai aji mumpung untuk bermalasan atau berbuat seenaknya.

“Sebaliknya kita harus mampu memberikan contoh baik dan menjadi teladan bagi bawahan dan rekan-rekan lainya. Misalnya dalam berpakaian maka kita adalah pedoman mereka. Kalau saya seragamnya sesuai aturan, jilbabnya sesuai aturan, sepatunya sesuai aturan, maka otomatis yang lain pada juga tertib, malu sendiri kalau melanggar” ujar ketua Duta Literasi Empat Lawang ini.

Salah seorang ASN, Aldiwan Haira Putra mengutarakan rada takjubnya. Menurut ceritanya ia pernah berjumpa dengan Hepy di kantin Pemkab. Di sana Diwa tidak mengetahui kalau ternyata Hepy adalah istri Bupati Empat Lawang.

“Kemudian kami banyak diskusi tentang inovasi. Beliau sangat humble dan enerjik, sederhana dalam penampilan namun luar biasa dalam ide dan gagasan” ujar Diwan. (Mg15)

BACA JUGA