Connect with us

Kabar Sumsel

HD : Penggunaan Angaran Harus Memberikan Manfaat Bagi Masyarakat

Published

on

SERAHKAN : Gubernur Sumatera Selatan H Herman Deru, melakukan Penyerahan DIPA petikan, Daftar Alokasi Transfer Ke Daerah dan Dana Desa Tahun 2019. Bertempat di Ballroom Hotel Swarnadwipa Palembang, Selasa (18/12).

REL, Palembang – Gubernur Sumatera Selatan H Herman Deru, melakukan Penyerahan DIPA petikan, Daftar Alokasi Transfer Ke Daerah dan Dana Desa Tahun 2019. Bertempat di Ballroom Hotel Swarnadwipa Palembang, Selasa (18/12).

Selain penyerahan DIPA petikan juga dilakukan penandatanganan nota kesepakatan bersama antara Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan dengan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan. Serta silaturahmi Gubernur Sumsel dengan Bupati/ Walikota dan  Ketua TP PKK, para FKPD Kabupaten/kota se-Sumatera Selatan.

Acara ini dihadiri juga  Wakil Gubernur Sumsel H Mawardi Yahya, Kapolda Sumsel, Sekda Sumsel, Ketua TP PKK Sumsel, Bupati/Wako dan tamu undangan penting lainnya.

Gubernur HD dalam sambutannya menyebutkan,   Daftar Alokasi Transfer ke Daerah dan Dana Desa kepada 17 Kabupaten/kota serta DIPA 2019  kepada satker penerima DIPA  Se-Sumatera Selatan  tahun 2019 sebesar Rp 32 triliun lebih.

Anggaran tersebut didistribusikan ke pemerintah provinsi sumsel dan 17 kab/kota untuk penguatan fiskal daerah.

Total Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) sejumlah 542 DIPA dengan total anggaran Rp 13 triliun lebih yang berasal dari 45 kementerian atau lembaga. Yang jika ditotal menjadi Rp 45 triliun lebih anggaran dari pusat untuk pembangunan di Sumatera Selatan.

“Sesuai peraturan Pemerintahan nomor 17 tahun 2018, maka pada tahun 2019 ini juga dianggarkan dukungan pendanaan untuk kelurahan di Sumatera Selatan,” tegas Gubernur.

Didalam pidatonya dihadapan Bupati/ Wako, para kanwil dan lebaga instansi vertikal  kali ini HD juga menyampaikan enam poin pesan Presiden RI  yang sebelumnya juga telah disampaikan Presiden  saat penyerahan DIPA dan Daftar Alokasi Transfer ke Daerah dan Dana Desa di Istana negara pada 11 Desember 2018 lalu,   yakni meminta agar alokasi belanja APBN  maupun APBD digunakan dengan baik dan akuntabel untuk peningkatan kesejahteraan  rakyat  dan percepatan pembangunan.

Presiden RI juga lanjut HD meminta persiapkan   dengan baik program 2019 sehingga dapat berjalan dengan efektif pada awal tahun 2019. Itu artinya lelang harus dilakukan lebih awal.Kemudian  penggunaan angaran harus memberikan manfaat optimal dan seluas-luasnya bagi masyarakat.

“Pastikan semua program berjalan dengan maksimal. Pantau terus kegiatan dan realisasi anggaran secara berkala, bulanan maupun triwulanan. Jangan sampai ada penyalahgunaan angaran, optimalkan pengawasan oleh pangawas intern,” lanjutnya.

Sedangkan khusus untuk anggaran perlindungan sosial, Presiden tegas HD, harus dipastikan dapat diterima oleh yang membutuhkan dan tepat sasaran, serta data penerima manfaat harus akurat.

“Bupati, Walikota, Inspektur harus mengawasi dengan ketat  proses penggunaan dana ini, jangan sampai terjadi penyimpangan,” tandasnya.

Sebelumnya ditempat yang sama   Tauhid selaku Kepala Kantor Wilayah Diektorat Jendral Perbendaharaan Provinsi Sumatera Selatan dalam sambutannya menegaskan, khusus di Provinsi Sumatera Selatan pada momentum prosesi penyerahan DIPA Petikan APBN 2019, pihaknya memutuskan memberikan stimulus berupa pengakuan(acknowledgement) pada 14 desa di Sumatera Selatan sebagai desa yang dipandang prospektif sebagai penyelenggara Good Governance dalam pengelolaan Keuangan Desa tahun 2018.

Sedangkan untuk Dana transfer ke daerah tahun 2019 lanjut, Tauhid  selain dana desa mencapai Rp 756,77 Triliun (naik sebesar Rp 50,6 Triliun atau 7,16 persen dari alokasi APBN tahun 2018  sebesar Rp 706,20 Triliun.

Adapun dana transfer ke daerah dan dana desa (TKDD) untuk Wilayah Sumatera Selatan Tahun 2019 dialokasikan sebesar Rp 32,56 Triliun  yang diperuntukan bagi pembiayaan pemerintahan desa dan 386 pemerintahan kelurahan. (reles)

 

Empat Lawang

Dua Jam Seusai Dilantik PJ Sekda Empat Lawang Meninggal

Published

on

Foto : PADRI / REL Caption : Pj Sekda Empat Lawang (Meninggal) saat di RSUD Empat Lawang saat dikinjungi Bupati Empat Lawang

REL,Empat Lawang – Berselang sekitar dua jam setelah pelantikan,Pejabat sementara Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Empat Lawang Drs, Mahalisi,SH,M.si meninggal dunia diduga akibat serangan jantung.

Dari informasi yang didapat PJs Sekda Empat Lawang mengalami drop di ruangannya seusai melakukan pelantikan di ruang rapat madani.

Bupati Empat Lawang H.Joncik Muhammad yang didampingi wakil bupati Yulius Maulana mengatakan pemerintahan kabupaten Empat Lawng merasa berduka yang sangat luar biasa ,kehilangan pejabat empat lawang yang baru saja dilantik yang harapannya dapat mengontrol empat hal dalam pemerintahan

“Tapi Allah berkendak lain dan saya bersaksi bahwa almarhum orang yang baik semoga husnul khotimah,kita sampaikan ke anak istri beliau ikhlaskan karena ini sudah ketentuan kehendak allah swt,” Ungkap Joncik

Masih dikatakan Joncik,beliau meninggal sebagai ASN dipuncak karir menjabat sekda walaupun berusia dua jam.

“Saya kaget tadi beliau masuk keruanganya saja belum saya diberitahu masih di ruangan asisten dan saya suruh bawa ke RSUD dan diberikan pertolongan yang terbaik tapi allah berkendak lain,”Sambung Joncik

Sekali lagi atas nama pemerintahan Kabupaten Empat Lawang mohon dimaafkan segala kesalahan almarhum semasa hidup dan kita doakan semoga beliau husnul khotimah

“Malam ini dan besok pemda Empat Lawang akan melayat ke rumah duka (Rumdin Sekda) dan besok akan dibawa ke desa kelahiran almarhum di Desa Simpang Prigi untuk dimakamkan,”Ucapnya

Sementara Direktur RSUD Empat Lawang dr.Devi Andrianti mengatakan mendapat kabar bahwa beliau mengalami drop di ruang asisten dan almarhum langsung di bawa ke UGD dan ditangani dengan pertolongan pertama tapi takdir berkehendak lain

“Beliau dianogsa serangan jantung dan beliau memang mempunyai riwayat gagal jantung sebelumnya,”Tukasnya.(Mg20).

Baca Selengkapnya

Empat Lawang

Napi Tahanan Lapas IIB Empat Lawang Diduga Gantung Diri

Published

on

Caption : Korban saat ditemukan tegantung di Kamar sel no 2 tempat korban ditahan.

REL,Empat Lawang – Diduga salah satu narapidana (Napi,Red) tahanan lapas II B Kabupaten Empat Lawang meninggal dunia dengan cara menggantungkan diri didalam kamar sel nomor 2

Diketahui Napi itu adalah Sandi Agustian (25) Bin Sukarman warga Desa Muara Betung Kecamatan Ulu Musi Kabupaten Empat Lawang,dirinya di tahan dengan Kasus Pembunuhan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 338 KUHP.

Belum diketahui motif atau penyebab korban ( Napi,Red) nekad mengakhiri hidupnya dengan cara menggantungkan diri dikamar tahanan itu.

Namun,dari data yang dihimpun kronologis kejadian berawal pada hari Minggu, tanggal 27 Desember 2020, sekitar pukul 18.30 wib. Piket Pawas Polsek Tebing Tinggi mendapat telpon dari Piket Lapas 2B Empat Lawang Pengamanan Pintu Utama (P2U,Red),

Bahwa di Lapas Empat Lawang Kecamatan Tebing Tinggi Kabupaten Empat Lawang ada seorang Laki-laki meninggal Dunia akibat Gantung Diri di dalam kamar sel no.02 yang mana napi tersebut ditahan dengan Kasus Pembunuhan.

Sekira pukul 19.00 wib, Piket Pawas beserta anggota piket SPKT Polsek Tebing Tinggi, anggota Intel, anggota Reskrim Polsek Tebing Tinggi, Beserta Anggota Identifikasi Polres Empat Lawang dan Piket Intel Polres Empat Lawang, langsung mendatangi TKP.

Sesampai di TKP, korban sudah dalam keadaan Meninggal Dunia dengan posisi badan masih tergantung di dalam kamar sel no. 02 dengan menggunakan seutas Kain Sarung yang berwarna coklat.

Korban ditemukan pertama kali oleh petugas piket yang bernama Hidayat (37) Bin Zuheri ayub saat mau mengecek para narapidana didalam sel dan mendapati korban (Sandi Agustian) sudah tergantung didalam kamar sel nomor 2 dalam keadaan sudah meninggal dunia

Kepala Lapas IIB Empat Lawang Ridwantoro melalui Kepala Keamanan Kalapas IIB Empat Lawang A.Hamid ketika dikompirmasi melalui pesan singkat whatsapp membenarkan kejadian tersebut

“Ya benar korban gantung diri pakai kain di kamar,kini kita sudah serahkan ke polres, untuk sebagai tindakkan awal dan pihak polres membawak jenazah ke rsud untuk di visum,untuk penyebabnya belum diketahui,”Jelasnya.

Sementara itu,dr.Arga Sena Setiawan Dokter yang pada saat itu memvisum jenazah korban (Napi,Red) di RSUD Empat Lawang mengatakan itu murni bunuh diri.

“Iya itu aku yang visum di RSUD dan Murni bunuh diri karena tidak ada tanda tanda kekerasan lain ditubuh korban kecuali dileher,sekarang lanjut arga jenazah masih di kamar jenazah rsud menunggu dijemput oleh keluarganya,”Kata Arga.(Mg20).

Baca Selengkapnya

Empat Lawang

GP Ansor Empat Lawang Optimis Gus Yaqut Dapat Menjalankan Amanah Sebagai Menag

Published

on

Caption : Ketua GP Ansor Empat Lawang saat menerima SK dari pelantikan di Kabupaten Muba

REL,Empat Lawang – GP Ansor Empat Lawang belum lama ini telah dibentuk dan dikukuhkan.

Pembentukan GP Ansor Empat Lawang bertempat di pendopoan rumah dinas bupati empat lawang dan yang terpilih menjadi ketua yakni Defi Abusyairi.

Selain memilih ketua GP Ansor Empat Lawang puluhan anggota langsung dikukuhkan dan diambil sumpah janji sebagai pemuda ansor.

“GP Ansor Empat Lawang dibentuk pada 3 Februari tahun 2020 dan semua anggota langsung dikukuhkan,”Ungkap ketua GP Ansor Empat Lawang Defi Abusyairi

Masih dikatakan Defi,GP Ansor Empat Lawang sangat bangga atas terpilihnya Yaqut Kholil Qoumas (Gus Yaqut) sebagai menteri agama di Kabinet Indonesia Maju untuk periode 2020-2025.

Diketahui Yaqut Kholil Qoumas resmi diumumkan Presiden Joko Widodo menjabat Menteri Agama Menggantikan Fakhrul Razi, lewat kanal Youtube Sekretariat Presiden Selasa Sore,Kemarin ( 22 Desember 2020 ).

“GP Ansor Empat Lawang optimis bahwa Gus Yaqut dapat menjalankan amanah sebagai Menag dengan sebaik-baiknya,”Ucap Defi.Kamis (24/12).

Lebih lanjut Defi mengatakan bahwa sebagai Menag, diyakininya Gus Yaqut dapat menciptakan suasana beragama yang lebih kondusif, aman, dan tentram.

“Dengan terpilihnya Gus Yaqut sebagai Menag, kami yakin bahwa akan terciptanya suasana beragama di republik ini yang lebih kondusif, aman, tentram, dan mengedepankan prinsip-prinsip berketuhanan skaligus prinsip kemanusiaan,”Jelasnya.

Dijelaskan Defi,Menag yang baru ini, tumbuh dan dibesarkan di lingkungan Pesantren, sudah barang tentu kehidupan yang mewarnainya sangat religius. Pondok Pesantren Raudhatut Thalibin tempat menempa ilmu agamanya di bawah bimbingan langsung oleh ayahanda K.H. Cholil Bisri, ulama terkemuka Rembang, kakak dari K.H. Ahmad Musthofa Bisri.

Dikutip dari berbagai sumber, Gus Yaqut muda menyelesaikan pendidikan formalnya di sekolah umum mulai dari tingkat Dasar sampai ke Perguruan Tinggi. Universitas Indonesia menjadi pilihan Gus Yaqut untuk menyelesaikan Sarjananya, selama menjadi Mahasiswa beliau aktif di organisasi ekstra kampus yaitu Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) dan bahkan Ketum GP Ansor ini menjadi pendiri PMII di Depok pada waktu itu.(Mg20).

Baca Selengkapnya

Trending