Connect with us

Kabar Sumsel

HD Nantikan Sumbangsih Pemikiran Pengurus ADI Sumsel

Published

on

AUDENSI : Gubernur Sumsel Herman Deru saat menerima audiensi Pengurus Asosiasi Dosen Indonesia (ADI) Sumsel, Kamis (3/1) pagi di Griya Agung.

REL, Palembang – Sumbangsih pemikiran para ilmuwan, cendikiawan, hingga dosen, ulama dan tokoh agama penting dan sangat diperlukan bagi percepatan pembangunan Sumsel. Pernyataan itu dikatakan Gubernur Sumsel Herman Deru saat menerima audiensi Pengurus Asosiasi Dosen Indonesia (ADI) Sumsel, Kamis (3/1) pagi di Griya Agung.

Menurut HD, sebagai Kepala Daerah ia butuh masukan dan sumbang saran pemikiran secara ilmiah dari para dosen, cendikiawan dan lainnya untuk membuat suatu kebijakan. Karena kebijakan yang baik hanya dapat dilahirkan dari pengetahuan yang mumpuni.

Untuk itulah Mantan Bupati OKU Timur itu mengaku sangat menantikan audiensi dengan para dosen dari asosiasi ini sejak dirinya dilantik 1 Oktober 2018.

“Saya harus akui, sebagai gubernur dan Pemprov sangat butuh masukan-masukan seperti ini. Contohnya waktu saya mau mencabut Pergub soal batubara, waktu itu mau final saya minta masukan dari profesor Erika yang memang ahli di bidang transportasi,” jelasnya.

Lebih jauh dikatakannya mengenai mekanisme masukan dan sumbangsih pemikiran itu bisa dilakukan lebih fleksible, sehingga tak harus selalu dengan cara yang formal. ” Kalau ada yang perlu didiskusikan silahkan datang ke saya. Atau ke Dinas terkait misalnya pendidikan atau terkait artikel bisa menghubungi staf khusus bidang media. Ayo kita bicarakan yang penting ini bermanfaat untuk masyarakat. Apalagi ini organisasi non profit apa yang bisa pemprov bantu akan kita berikan.,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu HD juga mengimbau kepada ADI Sumsel untuk menggelar kegiatan yang bisa merumuskan suatu rekomendasi. Apalagi kegiatan para dosen ini menurutnya merupakan salah satu kegiatan yang elit.

“Itu wajib, jadi jangan hanya seminar, dikusi dan pertemuan saja. Harus menghasilkan rekomendasi jadi ada manfaatnya. Itu yang sangat saya tunggu,” ujarnya.

Sementara itu Ketua Umum ADI Sumsel, Prof. Dr. Abdullah IDI, M.ED mengaku sangat senang pengurus ADI bisa beraudiensi setelah 3 tahun lalu berdiri. Saat ini menurutnya ADI masih merintis organisasi, dan saat ini mulai banyak dosen di Sumsel yang berminat bergabung dalam ADI Sumsel.

Selain melaporkan rencana ADI mengirim anggotanya pada konfrensi internasional di Vietnam, kedatangan pengurus ADI ini juga sekaligus perkenalan diri.

“Setelah 3 tahun baru ini kami bisa audiensi. Tentu kami senang sekali. Dalam kesempatan ini kami juga ingin meminta restu mengirim beberapa pengurus ini ke Vietnam,” jelasnya.

Selanjutnya kedatangan mereka ini juga untuk mengenalkan beberapa visi utama ADI Sumsel. Di antaranya untuk mengembangkan hal yang berkaitan dengan Perguruan Tinggi (PT), pendidikan dan pengajaran kemudian penelitian dan pengabdian masyarakat.

“Itu yang kami kembangkan termasuk masalah karier dosen dan bantuan hukumnya. Maksud kedatangan ini juga untuk mendapatkan arahan Gubernur selaku Pelindung asosiasi,” jelas Abdullah.

Beberapa pengurus ADI Sumsel lainnya juga tampak hadir dalam audiensi tersebut seperti Sekretaris Jendral ADI Sumsel Prof.Dr.Alfitri, M.SI, Sekretarus I ADI Sumsel, Dr.Tien Yustini, Bendahara Umum ADI Sumsel,De Yulia Tri Samiha,Koordinator ADI Kab/Kota, Dr. Husniyati M.Kes, Ketua Divisi Bidang Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat Dr.Novi M.SI, Koordinator ADI Kampus STIPADA Dr.Windi. (reles)

Kabar Sumsel

Kemenag Terapkan Pelayanan Tanpa Tatap Muka

Published

on

Teks foto:Kankemenag Muratara H Iksan Baijuri

 

 

Rel Muratara–Untuk menjaga dari terjangkit dan menyebar Corona Virus Disease (Covid-19) Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Musi Rawas Utara menerapkan pelayanan publik tanpa tatap muka langsung.

Alasan penerapan pelayanan tersebut tertuang dalam edaran Kemenag Muratara nomor 77 tahun 2020 tentang pelaksanaan protokol penanganan Covid-19 dan surat edaran Kantor Wilayah Kementetian Agama Propinsi Sumatera Selatan nomor 494 tahun 2020 pertanggal 26 Maret tentang pelayanan publik tanpa tatap muka.

Kankemenag Muratara H Ikhsan Baijuri mengatakan, ditengah hangatnya masalah Covid pelayanan publik di kantor kemenag dilakukan tanpa tatap muka.

“Nanti setiap pelayanan akan dilakukan melalui hand phone, whatshap dan surat elektronik,”katanya, Kamis (26/3)

Lanjutnya, pelayanan tanpa tatap muka akan berlansung dari tanggal 26 Maret hinggga 30 Maret atau menunggu perkembangan selanjutnya. Jika kondisi Covid sudah benar benar steril dari muka bumi, maka aktivitas akan seperti biasa.

Ia mengatakan, pelayanan tanpa tatap muka, sudah disampaikan surat edaran di setiap Kantor Urusan Agama (KUA) pada Tujuh Kecamatan dalam wilayah Muratara.

“Silakan nanti, Kepala KUA masing masing menyampaikan edaran ini pada setiap kepala desa, atau menyampaikan langsung kepada masyarakat,”ujarnya

Ditambahnya, bagi masyarakat yang ingin melakukan urusan dengan kemenag tidak parlu datang ke kantor, karena di surat edaran sudah di sediakan atau melalui surat elektronik atau email kabmuratara@kemenag.go.di. (16)

Baca Selengkapnya

Kabar Sumsel

Cegah Masuk Covid-19 di Muratara, Pemda Mendirikan Posko GTPP

Published

on

BERSAMA:Bupati, Sekda Foto bersama petugas posko GTPP

 

 

REL,Muratara – Guna Penanganan secara intensif, Pemerintah Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) mendirikan dan meresmikan posko Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Corona Virus Disease (Covid-19) di perbatasan Kabupaten Surulangun Jambi, tepanya di simpang Nibung Rawas, Kecamatan Rawas Ulu, Muratara. Selasa (24/3)

Juru Bicara GTPP Kabupaten Muratara Siswanto Tunut menyampaikan pendirian dan peresmian posko ditengah hangatnya masalah Covid-19 tersebut adalah upaya pencegahan dari pemerintah.

“Ia, hari ini bersama Bupati, TNI, Polisi meresmikan dan mulai bergerak melakukan pengecekan secara menyeluruh pengendara yang masuk ke Kabupaten Muratara,”katanya

Sambungnya, terutama bagi pengendara yang datang dari jauh, jambi, batam. Dan orang tersebut singah, pulang kampung atau menginap di Kabupaten kita.

Ia menyebutkan, jika ada orang, warga atau pengendara yang kategori tidak aman, menunjukan suhu badan pada 38 keatas, maka yang bersangkutan masuk dalam Orang Dalam Pengawasan (ODP).

“Melalui rekan tim, Dinas kesehatan memantau secara berkalah yang masuk dalam ODP itu,”ujarnya

Kesempatan yang sama, Bupati Muratara H M Syarif Hidayat menyampaikan posko tersebut sebagai antisipasi Kabupaten Muratara, sebagai bentuk kepedulian pemda terhadap Covid-19.

“Posko ini adalah posko kemanusiaan. Kita harus ada tindakan yang tegas terhadap Covid-19. Ini bukan rahazia terhaadap surat menyurat kendaraan pengendara atau yang lain. Saya mintak yang melintas untuk membantu, berhenti dan turun untuk dilakukan pengecekan,”ajaknya

Lanjutnya, Posko GTPP akan berdiri dan melayani lebih kurang selama tiga bulan. kita pantau sampai kondisi di Muratara umumnya indonesia benar benar bersih dari Covid-19 ini.

Untuk diketahui, petugas pokso terdiri dari tim Kesehatan, BPDB, dibantu pihak kepolisian, Pol PP, Dishub dan TNI yang berjumlahkan sebanyak 33 orang. (16)

Baca Selengkapnya

Kabar Sumsel

Kapolda Sumsel Apresiasi Kinerja Wartawan Masuk Desa

Published

on

Caption : Tampak suasana rapat kerja wilayah IWO

 

 

REL,Palembang – Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Sumatera Selatan Irjen Pol Priyo Widyanto sangat mengapresiasi program wartawan masuk desa yang di gagas oleh Pengurus Wilayah Ikatan Wartawan Online Sumsel sebagai wujud turut mensukseskan program Indonesia membangun dari Desa.

Hal ini di tegaskan Kapolda Sumsel Irjen Pol Priyo Widyanto melalui Direktur Intel Polda Sumsel Kombes Pol Budi Sajodin m, M.Si saat pembukaan Rapat Kerja Wilayah IWO Sumsel di Hotel Swarna Dwipa Palembang Sabtu (14/03/2020).

Menurutnya, hal ini selaras dengan beberapa program.Nasional dianataranya program Internet masuk Desa, PLN Masuk Desa dan program lainnya.

“Dengan adanya program Wartawan Masuk Desa ini semoga dapat nengawal serta memberikan edukasi kepada masyarakat dalam memanfaatkan Program Internet Masuk Desa, agar masyarakat bisa “melek informasi”,”ujar Budi Sajidin.

Disamping itu kata Budi, di Sumatera Selatan sendiri akan ada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) di 7 Kabupaten dan Kota,”Mari bersama – sama menciptakan suasana yang kondusif dengan pemberitaan yang menyejukan, dan sesuai dengan jargon IWO sebagai lokomotif anti hoax,”ujarnya.

Lebih jauh Budi mengatakan, hadirnya media online mampu menjawab tantangan kebutuhan diera digitalisasi yang menyampaikan informasi cepat, tepat dan akurat.

“Media sosial juga tidak kalah cepatnya dalam menyampaikan informasi , dan sebagai bagian dari keberagaman, oleh karena itu, melalui program Wartawan Masuk Desa IWO diharapkan dapat mrmposisikan diri sebagai penyeimbang informasi melalui medsos,”harapnya.

Dia juga berharap IWO dapat bersinergi dengan Polri dalam menjaga suatuasi NKRI terlebih lagi Pengurus Daerah IWO di Sumsel sudah hampir seluruh Kabupaten Kota.

Sementara itu Ketua Pengurus Wilayah IWO Sumatera Selatan Sony Kushardian mengatakan kepengururusan IWO sudah terbentuk di 14 Kabupaten Kota Se-Sumsel.

“Agenda Rakerwil ini salah satunya adalah evaluasi kegiatan pengurus daerah, dan melakukan konsolidasi,
serta lounching Wartawan Masuk Desa,”terang Sony.

Kedepan diharapkan IWO semakin solid dan profesional dalam menjalankan roda organisasi serta menjalankan tugas – tugas jurnalistik,”imbuhnya.(*).

Baca Selengkapnya

Trending