Connect with us

Kabar Sumsel

HD: Keselamatan Kerja Harus jadi Prioritas

Published

on

HADIRI : Gubernur Sumatera Selatan H. Herman Deru menghadiri pembukaan Rapat Pimpinan Daerah (Rapimda).

REL, Palembang – Gubernur Sumatera Selatan H. Herman Deru menghadiri pembukaan Rapat Pimpinan Daerah (Rapimda) dan Pelatihan Ahli Muda K3 (Kontruksi), Dewan Pimpinan Daerah Kontraktor Nasional (DPD Askonas) dan Himpunan Ahli Teknik Kontruksi Indonesia (DPD Hatsindo) Provinsi Sumsel. Acara yang berlangsung di Hotel Amaris (27/11).

Hadir dalam kesempatan tersebut yakni Ketua Umum DPP Askonas Rahmatullah, S.E., S.Ip, Ketua Umum DPP Hatsindo Bambang Widiatmo, Ketua DPRD Kota Palembang H. Darmawan, SH, Ketua LPJK Provinsi Sumsel Satra Suganda, Ketua DPD Askonas Provinsi Sumsel Rusmin Manai Gani, Ketua DPD Hatsindo Provinsi Sumsel H. Iskandar SH.

Menurut Gubernur Sumsel Herman Deru (HD), Rapat ini merupakan sebuah bukti bahwa Asosiasi Kontruksi Nasional (Askonas) dan Himpunan Ahli Teknik Konstruksi Indonesia (Hatsindo) tidak hanya berorientasi pada profit.

Ia menilai kegiatan tersebut merupakan sebuah profesi dan wadah yang berkomitmen terhadap zero accident yakni salah satunya menyiapkan asuransinya dan K3 nya.

“Bahwa tidak semua organisiasi ada yang seperti ini kadang ada yang sibuk, maka di kesempatan ini para peserta untuk benar-benar mengikuti jalanya rapat ini sehingga mendapatkan masukan dan bimbingan dari ahlinya. Yang hadir disini adalah orang-orang yang sangat berkompeten di bidangnya,” ungkapnya

“Saya sudah berapa kali hadir ini juga sudah ada merupakan wujud dari keinginan kita untuk tidak terbelenggu dalam tata organisasi. Para anggota ingin di tempat yang paling nyaman, ingin di wadah yang bisa membawa anggotanya kepada profesionalisme yang seadil-adilnya,” katanya

Lanjut HD, rapat ini pula akan melahirkan sebuah kemufakatan untuk organisasi, untuk kebaikan anggota juga untuk kebaikan untuk daerah ini. Selain itu juga dalam Rapimda ini akan dilaksanakan Pelatihan ahli muda K3 kontruksi, dimana kontruksi merupakan sektor yang memiliki resiko tinggi terkait keselamatan dan kesehatan bagi pekerja maupun masyarakat.

“Pelatihanya agar keselamatan kerja dapat diikuti dengan seksama karena keselamatan kerja menjadi poin  penting dan prioritas bahkan orientasi profit bahwa dalam setiap usaha itu, keselamatan kerja ditempatkan di tempat yang paling aman,” pungkasnya. (reles)

Kabar Sumsel

Meski anggota Polri keduanya tetap diproses sesuai hukum

Published

on

Caption : Barang Bukti (BB) yang diamankan

 

 

REL,Lubuklinggau – Diduga terlibat dalam jaringan narkoba lintas kabupaten/kota dua oknum polisi yang bertugas di salah satu Polres di wilayah Polda Sumsel, Bripda H (23), dan Brigpol I (40), diciduk Tim Sat Res Narkoba Polres Lubuk Linggau, yang dipimpin langsung Iptu Sofyan Hadi. Bersama keduanya polisi juga mengamankan Barang Bukti (BB) berupa sabu-sabu 5,14 gram dan sebutir pil ekstasi warna merah jambu.

Kedua oknum Bripda H dan Brigpol I, disergap di Jalan Patimura, Kelurahan Sukajadi, Lubuklinggau Barat I, Senin (20/1), sekitar pukul 12.30 WIB.

Informasi yang dihimpun menyebutkan bahwa penyergapan terhadap kedua oknum tersebut berawal dari pengembangan kasus yang ditangani Sat Narkoba Polres Lubuk Linggau. Belakangan diketahui ternyata kedua oknum tersebut merupakan polisi aktif.

Hal itu rupanya tak menyurutkan langkah Sat Narkoba Polres Lubuk Linggau untuk memberantas narkoba di wilayah hukumnya. Terbukti, meski oknum tersebut rekan seprofesinya, hukum tetap ditegakan.

Kapolres Lubuk Linggau, AKBP Dwi Hartono, melalui Kasat Narkoba, Iptu Sofyan Hadi, menjelaskan keduanya ditangkap saat melintas di Jalan Patimura. Saat itu keduanya dicegat Tim Satres Narkoba ketika akan membawa pesanan D dengan menggunakan mobil Brio warna orange dari arah Kabupaten Muratara menuju Kota Lubuk Linggau.

“D merupakan berusia 23 tahun, warga Jalan Kenanga II, Kota Lubuk Linggau yang diduga memiliki hubungan asmara dengan Oknum H,” jelasnya.

Saat dicegat Bripda H membuang sabu-sabu dalam bungkusan plastik dan Brigpol I membuang BB inex warna merah jambu. “Ketika akan diamankan I sempat melakukan perlawanan,” ujarnya.

Mendapat perlawanan dari teman seprofesi mereka, Tim dari Sat Narkoba tidak tinggal diam. Sehingga Tim terpaksa melakukan kekerasan dengan memukul knum I dengan tangan kosong. Alhasil, perlawanan tersangka berhasil dipatahkan.

“Meski anggota Polri keduanya tetap diproses sesuai hukum yang berlaku,”Tukasnya.(*)

Baca Selengkapnya

Kabar Sumsel

Pemilik atau penunggu kebun

Published

on

Kapolres Pagaralam AKBP Dolly Gumara,

 

 

REL,Pagar Alam – Kapolres Pagaralam AKBP Dolly Gumara, didampingi Kasat Narkoba Iptu Regan dan Kapolsek Dempo Tengah Ipda Ramsi mengatakan, pihaknya melakukan pengintaian mulai pukul 00.00 WIB dan lewat tengah malam baru bisa masuk lokasi sekitar pukul 04.00 WIB dini hari. Kemudian dilakukan pengepungan untuk melakukan penggerebekan.

“Proses penemuan ladang ganja setelah berhasil menangkap bandar dan pengembangan dengan penyelidikan di lokasi penemuan ladang,” kata dia.

Berdasarkan hasil penggerebekan diamankan tiga orang dan 300 batang ganja ukuran 50 centimeter.

Penemuan ladang ganja di kawasan Bukit Mendare perbatasan Dempo Tengah dan Dempo Selatan tepatnya Bukit Talang Padi Ampe Kelurahan Penjalang Dempo Selatan. “Penemuan ladang ganja, 3 hektar dan 300 batang ganja dengan umur bervariasi,” tukasnya.(17).

Baca Selengkapnya

Kabar Sumsel

Gunakan Jimat Saat Beraksi

Published

on

Ketiga Tersangka saat press rilis

 

REL,Lubuklinggau – Gila, ternyata Gunawan (34), Kusuma (32) dan Dika (28), komplotan tersangka spesialis pencurian dengan kekerasan (curas) dan pencurian dengan pemberatan (curat), yang dilumpuhkan polisi Minggu (12/1) lalu, terlibat lebih dari 40 kasus serupa di sebagian wilayah Polres Lubuklinggau. Hal itu terungkap setelah dilakukan pengembangan kasusnya di sejumlah Polsek dalam wilayah Polres Lubuklinggau.

“Mereka terlibat 40 kasus curas dan curat, di Polsek Utara, Polsek Barat dan Polsek Selatan, itu belum termasuk yang di Polsek Timur,” demikian diungkapkan Kapolres Lubuklinggau, AKBP Dwi Hartono, didampinhi Wakapolres, Kompol Raphael B Jaya Lingga, dan Kasat Reskrim, AKP Alex Andrian, Jumat (17/1), sekitar pukul 15.00 WIB.

Dari jumlah itu, 7 diantaranya Laporan Polisi (LP) di Polres Lubuklinggau, 8 LP di Polsek Utara, 13 LP di Polsek Barat, sisanya  12 LP di Polsek Selatan.

“Sedangkan untuk di Polsek Timur baru akan diteliti hari ini, dan total LP bisa berkembang lebih dari 40 kasus,” katanya.

Uniknya dalam aksi curas dan curatnya, komplotan tersangka yang menggunakan banyak jimat dan raja ini, selalu meninggalkan jejak dengan membuang air besar di kediaman korbannya tanpa disiram. “Semua itu diduga berkaitan dengan ritual sirep dan jimat yang mereka gunakan,” jelas Dwi.

Seperti yanh diberitakan Palembang Pos sebelumnya, Berkahir sudah sepak terjang tiga dari enam komplotan spesialis pembobol rumah yang meresahkan warga Kota Lubuklinggau. Pasalnya ketiga tersangka Gunawan (34), warga Kelurahan Talang Muara Enim, Kusuma (32), dan Dika (28), warga yang sama berhasil diringkus Sat Reskrim Polres Lubuklinggau. Sedangkan tiga lainnya KML, WR dan TIT, masih dalam Daftra Pencarian Orang (DPO).

Ketiga tersangka (Gunawan, Kusuma dan Dika) diringkus polisi, di Jalan Wirakarya, Kelurahan Karya Bakti, Kecamatan Lubuklinggau Timur II, Minggu (12/1), sekitar pukul 22.00 WIB. Ketiganya terpaksa dilumpuhkan karena melakukan perlawanan saat akan ditangkap.

Dari ketiga tersangka  polisi juga berhasil mengamankan, kotal handpone vivo Y95, tiga unit sepeda motor. Masing-masing, motor Honda Beat warna biru putih, otor Yamaha Mio warna Silver, dan Suzuki Satria, serta Mobil Cary warna hitam.

Selain itu, polisi juga mengamankan belasan Handpone beragam merk, kartu unit Kartu Ajungan Tunai Mandiri (ATM) dan sejumlah dompet serta dua selongsong peluru. Diantara BB tersebut ada juga sejumlah jimat berupa raja, jimat kebal dan lainnya.(*)

Baca Selengkapnya

Trending