Connect with us

Kabar Sumsel

HD Ingatkan Tidak Ada Jual Beli Jabatan

Published

on

SAMPAIKAN : Gubernur Sumsel Herman Deru saat menyampaikan sambutan sekaligus membuka Rapat Koordinasi Teknis Manajemen ASN se Provinsi Sumsel yang diselenggarakan KPK RI, di Auditorium Bina Praja, Rabu (5/12).

REL, Palembang – Gubernur Sumsel Herman Deru didampingi Wakil Gubernur Sumsel Mawardi Yahya dan Sekretaris Daerah (Sekda) Nasrun Umar membuka Rapat Koordinasi Teknis Manajemen ASN se Provinsi Sumsel yang diselenggarakan KPK RI, di Auditorium Bina Praja, Rabu (5/12). Rapat ini diharapkannya dapat meningkatkan pencegahan korupsi di lingkungan Sumsel.

“Saya bukan Mr Clean.  Sebagai Kepala Daerah saya juga tidak sempurna tapi ayo kita mulai sedikit demi sedikit melakukan perbaikan.

Saya ingin ajak wong sumsel ini menjadi masyarakat baik dan apa yang didapat dari rapat ini bisa ditularkan ke daerah,” jelas HD.

Menurut HD rapat yang digelar KPK RI ini adalah wujud sayang lembaga anti rasuah itu pada penyelenggara pemerintah dan pegawai di daerah. Karena dengan rapat ini para ASN akan mendapatkan banyak ilmu mengenai apa-apa saja yang boleh dilakukan dan apa saja yang tidak boleh dilakukan supaya tidak terjerumus dalam tindakan korupsi.

“Hampir setiap Minggu bagai nonton sinetron di televisi banyak pejabat yang tersangkut kasus korupsi. Ini tentu semakin membuat kita hati-hati. Tapi kehati-hatian ini juga jangan menjadi perlambatan. Makanya sayang sekali kalau ada kabupaten kota yang tidak mengirim wakilnya,” jelas dia.

Dalam kesempatan itu HD kembali mengajak agar para ASN di lingkungan untuk tetap komitmen menjalankan program pemerintah dengan baik tanpa mengecewakan rakyat. Terkait hal itu HD mengaku telah berdiskusi dengan perwakilan KPK soal pemberian TPP yang memadai bagi penyelenggara pemerintah termasuk pegawai di daerah sebagai upaya pencegahan.

Lebih jauh HD mengimbau agar penyelenggara pemerintah jangan pernah sekali-kali ikut dalam kegiatan jual beli jabatan. Karena sebagai Bupati dua periode, dan sebagai gubernur saat ini dia paham betul konsekuensinya jika hal itu dilakukan.

“Pengalaman saya sebagai kepala daerah dan di Pemprov seperti itu. Jangan pernah menawarkan jual beli jabatan. Sebab jika sewaktu-waktu ada tugas yang kita berikan kepada yang bersangkutan dan tidak diselesaikan dengan baik saya pasti tidak bisa marah, tidak bisa menegur. Karena itu tadi bagaimana mau marah karena yang bersangkutan sudah beli jabatan itu,” jelasnya.

Untuk itu HD mengajak para ASN yang hadir untuk menjadikan setiap pekerjaan apapun jenisnya menjadi lahan untuk mengabdi sehingga tidak mengecewakan rakyat.

Sementara itu Koordinator Wilayah Sumatera II Supervisi dan Pencegahan KPK, Adlinsyah M Nasution mengaku sangat bangga karena rapat ini dihadiri sekaligus oleh 3 pejabat tinggi di Sumsel yakni Gubernur, Wakil Gubernur dan Sekda.

“Tiga jagoannya datang semua. Ini benar-benar penghormatan bagi kami,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu Adlin tak bosan menghimbau agar para ASN yang hadir mewanti-wanti dengan kata-kata jual beli jabatan karena membuat jabatan terkesan memiliki tarif. ” Pemberian itu selalu dari atas ke bawah. Tidak ada ceritanya dari bawah ke atas. Satu rupiah pun itu gratifikasi namanya,” tegas Adlin.

Kepada penyelenggara pemerintah dan pegawai di daerah, Adlin menghimbau agar tegas dalam menerapkan aturan. Dia tak ingin apa yang terjadi di Cirebon terjadi juga di Sumsel. ” Harus berani nolak. Saya sengaja doktrin itu karena walaupun kejadiannya di Cirebon tapi berpengaruh juga,” jelasnya.

Pada rapat tersebut Adlin juga berdiskusi dengan perwakilan tiap daerah mengenai mekanise pemberian Tunjangan Penghasilan Pegawai (TPP). Untuk soal ini Adlin meminta semua daerah sudah menggunakan mekanisme baru berbasis kinerja bukan berpatokan pada absensi saja.

” Ini masuk dalam 5 aksi yang direncanakan KPK untuk pencegahan korupsi selain penerapan perizinan online,” jelas Adlin.

Sementara itu Plt Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Sumsel Ismail Fahmi mengatakan untuk TPP Sumsel sendiri tahun 2018 masih ada dan menggunakan sistem lama. Namun demikian untuk tahun 2019 mereka sudah membentuk tim guna menyelesaikan mekanisme pemberian TPP dengan mekanisme kinerja. (reles)

 

Kabar Sumsel

Masyarakat Jangan Mudah Ambil Kesimpulan

Published

on

Caption : Kapolsek : Kompol Hardiman saat di menjelaskan laporan masyarakat menganai pelaku penculikan anak.

 

REL,Empat Lawang – Kapolsek Tebing Tinggi Kompol Hardiman memastikan sejauh ini tidak ada laporan mengenai isu penculikan anak yang sempat meresahkan masyarakat di Bumi saling Keruani Sangi Kerawati.

Pasalnya masyarakat sempat di hebohkan dengan kejadian penangkapan seorang wanita yang tidak diketahui identitasnya berkeliaran di sekitaran Desa Seguring Kecil dan Desa Terusan Baru Kecamatan Tebing Tinggi, yang sempat diamankan oleh warga karena di anggap mencurigakan, pada Rabu (22/2) malam.

“Iya, benar anggota kami yang jaga tadi malam menerima penyerahan oleh masyarakat sekira pukul 23 : 30 Wib seorang ibu yang diduga oleh masyarakat sebagai pelaku penculik anak, Namun setelah di mintai keterangan dan di periksa oleh anggota dipastikan ibu – ibu tersebut kurang waras karena keterangan yang disampaikannya banyak yang tidak nyambung,”kata Hardiman.

Dikatakannya, setelah di geladah memang benar ibu – ibu tersebut membawa tiga kantong kresek yang berisikan makanan sisa jenis ciki – ciki atau makanan anak – anak, serta pakaian seperti baju anak – anak.

Namun untuk Motif , mengenai dia itu pelaku penculikan atau segala macam pihak Polsek belum bisa memastikan karena tidak ada laporan masyarakat yang merasa kehilangan anak.

Dirinya menghimbau dengan adanya kejadian seperti itu agar masyarakat lebih meningkatkan lagi kewaspadaan masyarakat dan segera melaporkan ke pihak berwajib apabila ada indikasi Pidana .

“Masyarakat jangan terlalu cepat mengambil kesimpulan , segera lapor ke Polisi kalau ada yang mencurigakan , pasti akan di tindak lanjuti,” jelasnya.(Mg20).

Baca Selengkapnya

Kabar Sumsel

Meski anggota Polri keduanya tetap diproses sesuai hukum

Published

on

Caption : Barang Bukti (BB) yang diamankan

 

 

REL,Lubuklinggau – Diduga terlibat dalam jaringan narkoba lintas kabupaten/kota dua oknum polisi yang bertugas di salah satu Polres di wilayah Polda Sumsel, Bripda H (23), dan Brigpol I (40), diciduk Tim Sat Res Narkoba Polres Lubuk Linggau, yang dipimpin langsung Iptu Sofyan Hadi. Bersama keduanya polisi juga mengamankan Barang Bukti (BB) berupa sabu-sabu 5,14 gram dan sebutir pil ekstasi warna merah jambu.

Kedua oknum Bripda H dan Brigpol I, disergap di Jalan Patimura, Kelurahan Sukajadi, Lubuklinggau Barat I, Senin (20/1), sekitar pukul 12.30 WIB.

Informasi yang dihimpun menyebutkan bahwa penyergapan terhadap kedua oknum tersebut berawal dari pengembangan kasus yang ditangani Sat Narkoba Polres Lubuk Linggau. Belakangan diketahui ternyata kedua oknum tersebut merupakan polisi aktif.

Hal itu rupanya tak menyurutkan langkah Sat Narkoba Polres Lubuk Linggau untuk memberantas narkoba di wilayah hukumnya. Terbukti, meski oknum tersebut rekan seprofesinya, hukum tetap ditegakan.

Kapolres Lubuk Linggau, AKBP Dwi Hartono, melalui Kasat Narkoba, Iptu Sofyan Hadi, menjelaskan keduanya ditangkap saat melintas di Jalan Patimura. Saat itu keduanya dicegat Tim Satres Narkoba ketika akan membawa pesanan D dengan menggunakan mobil Brio warna orange dari arah Kabupaten Muratara menuju Kota Lubuk Linggau.

“D merupakan berusia 23 tahun, warga Jalan Kenanga II, Kota Lubuk Linggau yang diduga memiliki hubungan asmara dengan Oknum H,” jelasnya.

Saat dicegat Bripda H membuang sabu-sabu dalam bungkusan plastik dan Brigpol I membuang BB inex warna merah jambu. “Ketika akan diamankan I sempat melakukan perlawanan,” ujarnya.

Mendapat perlawanan dari teman seprofesi mereka, Tim dari Sat Narkoba tidak tinggal diam. Sehingga Tim terpaksa melakukan kekerasan dengan memukul knum I dengan tangan kosong. Alhasil, perlawanan tersangka berhasil dipatahkan.

“Meski anggota Polri keduanya tetap diproses sesuai hukum yang berlaku,”Tukasnya.(*)

Baca Selengkapnya

Kabar Sumsel

Pemilik atau penunggu kebun

Published

on

Kapolres Pagaralam AKBP Dolly Gumara,

 

 

REL,Pagar Alam – Kapolres Pagaralam AKBP Dolly Gumara, didampingi Kasat Narkoba Iptu Regan dan Kapolsek Dempo Tengah Ipda Ramsi mengatakan, pihaknya melakukan pengintaian mulai pukul 00.00 WIB dan lewat tengah malam baru bisa masuk lokasi sekitar pukul 04.00 WIB dini hari. Kemudian dilakukan pengepungan untuk melakukan penggerebekan.

“Proses penemuan ladang ganja setelah berhasil menangkap bandar dan pengembangan dengan penyelidikan di lokasi penemuan ladang,” kata dia.

Berdasarkan hasil penggerebekan diamankan tiga orang dan 300 batang ganja ukuran 50 centimeter.

Penemuan ladang ganja di kawasan Bukit Mendare perbatasan Dempo Tengah dan Dempo Selatan tepatnya Bukit Talang Padi Ampe Kelurahan Penjalang Dempo Selatan. “Penemuan ladang ganja, 3 hektar dan 300 batang ganja dengan umur bervariasi,” tukasnya.(17).

Baca Selengkapnya

Trending