Connect with us

Bisnis

HD Ingatkan Peserta Bawa Pulang Pempek Palembang

Published

on

BUKA : Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) H. Herman Deru membuka secara resmi Seminar Nasional, Konferensi, Workshop dan Pengabdian Kepada Masyarakat gelaran Forum Manajemen Indonesia (FMI) di Hotel Horison Ultima, Rabu (07/11).

REL, Palembang – Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) H. Herman Deru membuka secara resmi Seminar Nasional, Konferensi, Workshop dan Pengabdian Kepada Masyarakat gelaran Forum Manajemen Indonesia (FMI) di Hotel Horison Ultima, Rabu (07/11).

Dalam kesempatan itu HD mengaku bangga dan berterimakasih kepada FMI yang telah mempercayakan Sumsel menjadi tuan rumah. Ia berharap dari seminar nasional ini nantinya FMI tidak hanya berdampak untuk kemajuan organisasi saja, melainkan berdampak untuk Indonesia khususnya Provinsi Sumsel.

“Mudah-mudahan seminar ini menghasilkan sebuah kemufakatan bagi para anggota FMI, ini untuk tidak hanya sukses untuk organisasinya melainkan juga berdampak untuk Indonesia mengenai implementasi manajemen,” ungkapnya

Menurutnya, manajemen dalam bahasa awamnya adalah aturan yang berisikan kajian-kajian untuk mencapai tujuan yang diharapakan. Sangat penting pula dikatakannya saat ini manajemen komunikasi, dimana mengatur apapun kalimat yang keluar dari mulut bisa diatur agar tidak menimbulkan hal yang tidak diinginkan.

“Kita ini untuk berujar mengungkap sesuatu harus diatur sedemikian rupa agar tidak menjadi hoax yang berkembang. Oleh sebab itu pula, seminar ini menjadi sebuah kehormatan bagi kami (Masyarakat Provinsi Sumsel) dimana akan mendapat ilmu dalam me-manage apapun,” katanya

Dalam kesempatan yang sama orang nomor satu di Provinsi Sumsel ini pula, menuturkan banyak hal positif diterima dari terselenggaranya seminar nasional ini, termasuk UMKM karena dari peserta yang hadir dari seluruh Indonesia akan membawa pulang oleh-oleh. Terlebih makanan khas kota Palembang yakni pempek.

“Mengajak Bapak- Ibu yang datang dari seluruh Indonesia meyakinkan bahwa kalau beli pempek di Palembang ini pasti asli. Saya harap jangan satu kilo belinya, belilah dua atau tiga kilo, ini manejemen pempek Palembang ini dalam komunikasi. Jangan lupa meskipun bercanda, ini manajemen saya bahwa pempek itu harus dibawa sebanyak-banyaknya,” jelasnya.

Ketua Panitia Seminar Nasional Forum Manajemen Indonesia Koordinator Wilayah Sumsel Dr. Sunda Ariana, M.Pd dalam laporannya, mengucapkan terimakasih kepada Pemerintah Provinsi Sumsel yang telah mendukung penuh kegiatan FMI di Provinsi Sumsel. Tema dari ini seminar ini adalah innovation, technology, and social science in disruption era.

“Peserta yang mengikuti seminar nasional berjumlah 634 peserta dari 156 perguruan tinggi swasta dan perguruan tinggi negeri. Alhamdullilah ini jumlah peserta yang terbesar FMI, untuk itu kami berterimakasih kepada bapak Gubernur dan seluruh peserta FMI yang telah berpartisipasi,” tambahnya

Hadir pula dalam kesempatan ini Anggota BPK RI Dr. Agung Firman Sampurna S.E., M. Si, Guru Besar Universitas Airlangga Prof. Bodri Munir Sukoco S.E MBA., Phd, Ketua Firum Manajemen Indonesia Pusat Sri Gunawan DBA. (ril/FIN)

 

Bisnis

Kurangnya Pengawasan Harga Sembako Melonjak

Published

on

Caption : Lapak pedagang Pulo Mas Tebing Tinggi di semprot cairan disinfektan

 

REL,Empat Lawang – Masyarakat Empat Lawang di buat khawatir terkait beredarnya kabar pasar Tebing Tinggi Kabupaten Empat Lawang yang akan di tutup selama 3 hari.

Padahal diketahui pasar pulo mas Tebing Tinggi hanya di lakukan penyemprotan cairan disinfektan oleh pihak gugus tugas penanganan Covid 19 Empat Lawang  untuk mengantisipasi penyebaran virus corona.

Kurangnya pengawasan intansi terkait terhadap para pedagang ,mengakibat beredar nya kabar tersebut, dan dimanfaatkan sejumlah pedagang nakal dipasar Pulo Emas Tebing Tinggi Empat Lawang dengan menikan harga sembako dan kebutuhan sayur mayur dipasar, ber kali kali lipat.

Seperti hal nya dengan harga cabe yang semula di satu kg nya 30 ribu, melonjak naik menjadi 80 ribu per kg nya.

“Harga ini cabe naik mulai hari ini, karena besok sampe tiga hari , pasar tutup,” ungkap salah satu pedagang cabe di lapak pasar Pulo mas.
(27/3/20).

Sama hal nya dengan pedagang bawang putih dan bawang merah, yang mengatakan bahwa harga bawang naik, karena stok sedikit.

” Bawang semula harga nya 30 ribu, naik jadi 40 ribu per kg nya, ini karena stok nya nipis, sudah dua hari harga bawang ni naik, ungkap ana, pedagang
Bawang di lapak pasar tebing tinggi.

Di konfirmasi hal terkait kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Empat Lawang Almutholib Mengatakan, pihak nya tidak pernah mengeluarkan surat edaran resmi terkait penutupan pasar Pulo Emas.

” Kabar penutupan pasar tersebut hoax, dan tidak benar, memang ada penyemprotan Disinfektan dari pihak gugus tugas Covid 19 Empat Lawang, BPBD, Tapi tidak sampai menutup pasar ,” ungkapnya kepada wartawan.

Almutholib juga menghimbau, bagi masyarakat agar tidak perlu panik terkait ketersediaan sembako di Empat Lawang.

“Untuk stok sembako dua hari kedepan aman, memang ada penutupan lockdown di pengepul yang lokasinya di Curup, dan Linggau, sehingga untuk stok sembako maupun sayur mayur masih aman dua hari kedepan, untuk selanjutnya pihak kami akan melakukan cek lokasi kepasar, guna ketersediaan sembako di hari – hari berikut nya,”Katanya.

Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Empat Lawang Kuswinarto membenarkan bahwa adanya penyemprotan cairan disinfektan disepanjang jalan Abubakardin dan pasar Pulo Mas.

“Kita cuma melakukan penyemprotan, itu pun hanya sebentar tidak ada kami meminta pasar tutup. Sebelumnya pun kami sudah menyampaikan kepada para pedagang,” tegasnya. (Mg20).

Baca Selengkapnya

Bisnis

IWO Empat Lawang Programkan 3 Agenda

Published

on

Caption :Ketua kepengurusan IWO Daerah Kabupaten Empat Lawang menyampaikan paparnya di Hadapan Ratusan Iwo Se-Sumsel

 

 

REL,Empat Lawang – Ketua kepengurusan Daerah Ikatan Wartawan Online (IWO) Daerah Kabupaten Empat Lawang memprogramkan 3 agenda program kerja tahunan.

Dalam paparanya dihadapan ratusan anggota IWO se-Sumsel
yang dihadir sekjen iwo pusat ,dwi Kristianto, ketua iwo wilayah Sumatera Selatan,Sony kushardian
dan seluruh pengurus iwo SE Sumatera Selatan adapun ketiga program tersebut yakni agenda jangka pendek,menegah dan agenda jangka panjang.

Ketua kepengurusan Daerah IWO Kabupaten Empat Lawang Arwin Za menjelaskan agenda Jangka pendek,menengah dan agenda jangka panjang sebagai berikut.

“Pembentukan Kepengurusan Definitif,pengadaan sekretariat dan melaksanakan pelantikan kepengurusan harian,”Paparnya,Sabtu (14/3/20).

Sedangakan Agenda Jangka Menengah Lanjutnya,
melaksanakan pematangan dan peningkatan sumber daya manusia,melakukan sosialisasi kepada kalangan pelajar tentang media siber dan media sosial.

“Dalam rangka menangkal berita hoax yang berkembang ditengah masyarakat saat ini dan agenda ini direncanakan pada bulan agustus 2020 yaang bertepatan dengan peringatan kemerdekaan RI,”Jelasnya.

Sementara untuk agenda jangka panjang Sambungnya, tidak banyak yang direncanakan,namun akan fokus pada pelaksanaan uji kopetensi wartawan online mengingat 60 persen anggota iwo belum mengikuti UKW.

“Untuk Agenda besar ini direncanakan akan dilaksanakan pada bulan Oktober 2020 nanti,apabila sewaktu waktu jadwal ini berubah tergantung kesiapan panitia yang akan kami bentuk nantinya,”Tukasnya.(*).

Baca Selengkapnya

Bisnis

Kenaikan Iuran BPJS Kesehatan Dibatalkan

Published

on

Caption : Suasana Kantor BPJS Kesehatan Di Kecamatan Tebing Tinggi

 

 

REL,Empat Lawang – Keputusan Mahkamah Agung (MA) yang membatalkan kenaikan iuran Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan disambut baik oleh masyarakat Empat Lawang.

Seperti halnya Taswin warga Desa Canggu Kecamatan Talang Padang, mengatakan dirinya merupakan peserta mandiri BPJS Kesehatan yang awal kelas 2 , namun sekarang menjadi peserta kelas 3 karena iuran yang mengalami kenaikan 100 persen pada awal Januari 2020.

“Alhamdulillah, kalau memang benar iuran BPJS sekarang sudah turun kembali normal,”kata Taswin , selasa (10/3)

Dikatakan Taslim , dirinya sejak iuran naik terpaksa mengeluarkan dana Rp.300 ribu lebih setiap bulannya sedangkan mata pencarian hanya petani Kopi.

Senada, Ujang Warga Tebing Tinggi juga mengaku senang karena uang iuran bisa di alih fungsikan untuk menambah memenuhi kebutuhan rumah tangga.

“Sudah seharusnya pemerintah itu mengutamakan kepentingan rakyat, kalau apa – apa mahal kasian kami rakyat kecil, untuk memenuhi kebutuhan sehari – hari saja susah apalagi untuk membayar iuran yang mahal,”katanya.

Sementara, Kepala BPJS Empat Lawang Jery Ardhan, mengaku dirinya belum bisa berbicara banyak karena belum menerima salinan keputusan resmi pembatalan kenaikan BPJS Kesehatan.

Dirinya menghimbau agar masyarakat tidak khawatir apalagi sampai panik karena telah membayar lebih selama tiga bulan terakhir, karena kalau memang benar nantinya iuran kembali normal maka uang masyarakat tersebut akan menjadi saldo .

“Uang masyarakat yang sudah di bayar tidak akan hilang jadi masyarakat di harapkan tetap tenang ,sebab kemungkinan besar kelebihan bayar itu akan otomatis menjadi saldo,”katanya.(Mg20).

Baca Selengkapnya

Trending