Connect with us

Bisnis

Harga Karet tak Kunjung Membaik, Sopir Angkot Rasakan Dampaknya

Published

on

NGETEM : Salah seorabg sopir "ngetim) di depan Tugu Emass Tebing Tinggi menunggu calon penumpang yang hendak ke Lubuklinggau, Selasa (28/8/2018).

REL, Empat Lawang – Harga komoditas perkebunan karet sangat berpengaruh pada aktivitas perekonomian di Kabupaten Empat Lawang. Tidak hanya bagi petani karet itu sendiri, bagi para sopir angkutan antar kota dalam provinsi juga merasakan dampaknya denga kondisi harga getah karet yang tidak kunjung membaik pada saat ini.

Seperti yang diungkapkan Ujang (38), salah seorang sopir angkutan kota (angkot) jurusan Tebing Tinggi – Lubuklinggau saat dibincangi wartawan mengaku, saat ini kondisi penumpang baik yang hendak ke Lubuklinggau atau arah sebaliknya dari Lubuklinggau ke Tebing Tinggi, saat ini sangat sepi. Berbeda saat harga getah karet di atas Rp10 ribu per kilogram (kg), penumpang yang akan berpergian cukup banyak.

“Saat ini harga getah karet itu hanya bekisar Rp6 ribu per kg. Baik di daerah Musirawas atau di daerah Saling Kabupaten Empat Lawang, dengan kondisi harga karet seperti itu, jangankan para petani, kami yang sopirpun sangat berdampak,” ujar Ujang dibincangi saat “ngetem” di kawasan depan Tugu Emass Tebing Tinggi, Selasa (28/8).

Pria yang ber-KTP kota Lubuklinggau dan mengaku menjadi sopir angkot jurusan Lubuklunggau – Tebing Tinggi sudah 10 tahun lebih tersebut, saat harga karet di masa kejayaannya yang pernah tembus di atas Rp15 ribu per kg, para sopir angkot juga merasakan bagaimana tingginya aktivitas ekonomi yang berjalan saat itu. “Setiap berangkat selalu full penumpang, berbeda saat ini sangat jarang kita dapatkan kondisi full penumpang,” akunya.

Warga yang rata-rata petani karet asal Empat Lawang timpal Brin (40) sopir angkot lain, hampir rata-rata tujuan ke Lubuklinggau saat musim harga karet mahal dulu, berbelanja barang-barang yang tidak banyak dijual di Tebing Tinggi. “Saat pulang, mereka bawa barang banyak dan itu sangat menguntungkan bagi kita sebagai sopir angkot,” kenang Brin.

Ditanya ongkos angkutan penumpang dari Tebing Tinggi ke Lubuklinggau, baik Brin maupun Ujang kompak menyebut saat ini ongkos yang harus dibayar penumpang baik dari Tebing Tinggi ke Lubuklinggau atau arah sebaliknya, itu cuma Rp30 ribu per penumpang. “Karena bahan bakar yang kita gunakan itu masih bensin biasa (premium, red). Kalau Pertalite atau Pertamax, tentu tidak mungkin bisa harga segitu, minimal Rp35 ribu lebih per penumpang,” jelas mereka.

Hanya saja lanjutnya, Premium tidak bisa lagi didapat Tebing Tinggi, karena SPBU di Tebing Tinggi sudah tidak lagi menyediakan bahan bakar minyak (BBM) jenis Premium. Dirinya bersama sopir angkot lain, biasa mengisi di SPBU dalam Kota Lubuklinggau. “Kalau SPBU di Lubullinggau, selalu menyediaka BBM jenis Premium, jadi ongkos angkot masih bisa Rp30 ribu. Jika sudah tidak ada lagi, ya terpaksa ongkos angkot naik,” tukasnya. (12)

Bisnis

BRI Berbagi Berkah Untuk Mengurangi Sedikit Beban Masyarakat

Published

on

Caption : Tim BRI saat hendak membagikan sembako

 

REL,Empat Lawang – Bank BRI KCP Tebing Tinggi dan BRI Unit Tebing Tinggi membagikan sebanyak 100 sembako kepada masyarakat yang membutuhkan. Lokasi pembagian bantuan sembako dibagi di Depan Kantor BRI Unit Tebing Tinggi sebanyak 100 Paket sembako, pembagian sembako dilaksanakan pada Senin (18/5) dari jam 16.00 WIB sampai dengan selesai.

Tim Bank BRI KCP Tebing Tinggi dan BRI Unit Tebing Tinggi Berfose Bersama

Tim Bank BRI KCP Tebing Tinggi dan BRI Unit Tebing Tinggi Berfose Bersama

Pemimpin Bank BRI KCP Tebing Tinggi, Rizki Hafif mengatakan bagi bagi sembako bertujuan untuk berbagi kepada masyarakat yang terdampak covid 19 dan yang membutuhkan.

 

Suasana pemberian bantuan sembako didepan kantor BRI Unit Tebing Tinggi

Suasana pemberian bantuan sembako didepan kantor BRI Unit Tebing Tinggi

“Jadi kita bagikan sembakonya kepada masyarakat yang memang sangat membutuhkan dan terkena dampak covid 19 seperti petani, pedagang, tukang ojek gandeng, dan masyarakat yang kurang mampu ada disekitar tempat tinggal karyawan Bank BRI” kata Hafif kepada awak media, Kemarin (21/5).

Penyerahan bantuan dari BRI KCP Tebing Tinggi, Rizky Hafif dan BRI Unit Tebing Tinggi, Zulfikar kepada perwakilan desa

Penyerahan bantuan dari BRI KCP Tebing Tinggi, Rizky Hafif dan BRI Unit Tebing Tinggi, Zulfikar kepada perwakilan desa

Untuk di desa-desa, lanjut Hafif, bantuan diserahkan kepada kepala desa yang bersangkutan, namun terlebih dahulu sudah melakukan survei bagi masyarakat yang layak menerima bantuan sembako.

Foto simbolis pemimpin BRI KCP Tebing Tinggi, Rizky Hafif kepada penerima bantuan sembako

 simbolis pemimpin BRI KCP Tebing Tinggi, Rizky Hafif kepada penerima bantuan sembako

“Selain kita bagikan sendiri di depan e kantor BRI Unit Tebing Tinggi, kita juga menyalurkan bantuan melalui RT dari desa setempat yang ada di Kabupaten Empat Lawang”pungkasnya, (Mg24).

Baca Selengkapnya

Bisnis

Kurangnya Pengawasan Harga Sembako Melonjak

Published

on

Caption : Lapak pedagang Pulo Mas Tebing Tinggi di semprot cairan disinfektan

 

REL,Empat Lawang – Masyarakat Empat Lawang di buat khawatir terkait beredarnya kabar pasar Tebing Tinggi Kabupaten Empat Lawang yang akan di tutup selama 3 hari.

Padahal diketahui pasar pulo mas Tebing Tinggi hanya di lakukan penyemprotan cairan disinfektan oleh pihak gugus tugas penanganan Covid 19 Empat Lawang  untuk mengantisipasi penyebaran virus corona.

Kurangnya pengawasan intansi terkait terhadap para pedagang ,mengakibat beredar nya kabar tersebut, dan dimanfaatkan sejumlah pedagang nakal dipasar Pulo Emas Tebing Tinggi Empat Lawang dengan menikan harga sembako dan kebutuhan sayur mayur dipasar, ber kali kali lipat.

Seperti hal nya dengan harga cabe yang semula di satu kg nya 30 ribu, melonjak naik menjadi 80 ribu per kg nya.

“Harga ini cabe naik mulai hari ini, karena besok sampe tiga hari , pasar tutup,” ungkap salah satu pedagang cabe di lapak pasar Pulo mas.
(27/3/20).

Sama hal nya dengan pedagang bawang putih dan bawang merah, yang mengatakan bahwa harga bawang naik, karena stok sedikit.

” Bawang semula harga nya 30 ribu, naik jadi 40 ribu per kg nya, ini karena stok nya nipis, sudah dua hari harga bawang ni naik, ungkap ana, pedagang
Bawang di lapak pasar tebing tinggi.

Di konfirmasi hal terkait kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Empat Lawang Almutholib Mengatakan, pihak nya tidak pernah mengeluarkan surat edaran resmi terkait penutupan pasar Pulo Emas.

” Kabar penutupan pasar tersebut hoax, dan tidak benar, memang ada penyemprotan Disinfektan dari pihak gugus tugas Covid 19 Empat Lawang, BPBD, Tapi tidak sampai menutup pasar ,” ungkapnya kepada wartawan.

Almutholib juga menghimbau, bagi masyarakat agar tidak perlu panik terkait ketersediaan sembako di Empat Lawang.

“Untuk stok sembako dua hari kedepan aman, memang ada penutupan lockdown di pengepul yang lokasinya di Curup, dan Linggau, sehingga untuk stok sembako maupun sayur mayur masih aman dua hari kedepan, untuk selanjutnya pihak kami akan melakukan cek lokasi kepasar, guna ketersediaan sembako di hari – hari berikut nya,”Katanya.

Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Empat Lawang Kuswinarto membenarkan bahwa adanya penyemprotan cairan disinfektan disepanjang jalan Abubakardin dan pasar Pulo Mas.

“Kita cuma melakukan penyemprotan, itu pun hanya sebentar tidak ada kami meminta pasar tutup. Sebelumnya pun kami sudah menyampaikan kepada para pedagang,” tegasnya. (Mg20).

Baca Selengkapnya

Bisnis

IWO Empat Lawang Programkan 3 Agenda

Published

on

Caption :Ketua kepengurusan IWO Daerah Kabupaten Empat Lawang menyampaikan paparnya di Hadapan Ratusan Iwo Se-Sumsel

 

 

REL,Empat Lawang – Ketua kepengurusan Daerah Ikatan Wartawan Online (IWO) Daerah Kabupaten Empat Lawang memprogramkan 3 agenda program kerja tahunan.

Dalam paparanya dihadapan ratusan anggota IWO se-Sumsel
yang dihadir sekjen iwo pusat ,dwi Kristianto, ketua iwo wilayah Sumatera Selatan,Sony kushardian
dan seluruh pengurus iwo SE Sumatera Selatan adapun ketiga program tersebut yakni agenda jangka pendek,menegah dan agenda jangka panjang.

Ketua kepengurusan Daerah IWO Kabupaten Empat Lawang Arwin Za menjelaskan agenda Jangka pendek,menengah dan agenda jangka panjang sebagai berikut.

“Pembentukan Kepengurusan Definitif,pengadaan sekretariat dan melaksanakan pelantikan kepengurusan harian,”Paparnya,Sabtu (14/3/20).

Sedangakan Agenda Jangka Menengah Lanjutnya,
melaksanakan pematangan dan peningkatan sumber daya manusia,melakukan sosialisasi kepada kalangan pelajar tentang media siber dan media sosial.

“Dalam rangka menangkal berita hoax yang berkembang ditengah masyarakat saat ini dan agenda ini direncanakan pada bulan agustus 2020 yaang bertepatan dengan peringatan kemerdekaan RI,”Jelasnya.

Sementara untuk agenda jangka panjang Sambungnya, tidak banyak yang direncanakan,namun akan fokus pada pelaksanaan uji kopetensi wartawan online mengingat 60 persen anggota iwo belum mengikuti UKW.

“Untuk Agenda besar ini direncanakan akan dilaksanakan pada bulan Oktober 2020 nanti,apabila sewaktu waktu jadwal ini berubah tergantung kesiapan panitia yang akan kami bentuk nantinya,”Tukasnya.(*).

Baca Selengkapnya

Trending