oleh

Harga Karet di Sumsel Menghawatirkan

REL, Empat Lawang – Seperti nya pemerintah saat ini memang betul-betul ingin mensejahterakan para petani di Indonesia terkhusus nya para petani karet.

Pasal nya, harga karet di Empat Lawang saat ini sudah di level paling terbawah 5 ribu sampai 6 ribuan, bahkan pernah menginjak di angka terendah sebesar 4500 rupiah.

Hal tersebut membuat mantan gubernur 2 periode sumatera selatan Alex Noerdin mengambil langkah hilirisasi dengan menjadikan karet alam sebagai bahan baku aspal.

” Harga karet di Sumsel ini sangat menghawatirkan kan, terutama di kabupaten empat Lawang, Saya mendapatkan kan informasi ini dari masyarakat bahwa harga karet skrg berada di titik terlemah yaitu 5 ribu sampai 6 ribuan saja, bagai mana masyarakat mau maju, jika mata pencarian mereka hanya di harga 5 ribuan saja,” Kata nya saat melakukan kunjungan silaturahmi, pada masyarakat Empat Lawang, kecamatan Tebing Tinggi, Tanjung beringin, Kamis(20/03/2019).

Sebagai upaya untuk menyerap semua hasil kebun karet yang telah direplanting, Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan mengambil langkah hilirisasi dengan menjadikan karet alam menjadi bahan baku aspal.

Menurut Alex Noerdin,mengungkapkan, dengan melakukan hilirisasi percampuran bahan baku aspal dari karet dapat memperbaiki penghasilan petani di Empat Lawang.

“Seperti hal nya jika pemerintah provinsi membeli karet untuk bahan baku aspal dengan harga tinggi, sekitar 10 ribu saja per kilo, rakyat sudah makmur, petani-petani karet di Empat Lawang tidak lagi menjerit, karena harga tinggi, dan itu berkelanjutan kedepannya,”Terangnya

Selain itu, menurut Alex Noerdin, implementasi pelaksanaan hilirisasi sudah di lakukan dan di terapkan di Sumsel,  tekstur yang padat dan tahan air, membuat aspal jalan tahan lama.

“Tekstur dari pada aspal jalan itu padat empuk, dan tidak mudah hancur, karena berbahan dasar karet, dan itu juga di pastikan tahan lama, tahan air , di Palembang sendiri sudah ada beberapa jalan nasional terealisasi,”Jelasnya.

Sementara itu ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Empat Lawang Windra safri, Menurut nya program alek , itu sesuatu yang bagus terutama bagi petani karet.

” Tinggal lagi kebijakan dari kepala daerah, karena itu juga harus atas dasar izin kepala daerah, tentu jika di serahkan pada pemerintah  tinggal lagi payung hukum harus di cari sehingga  legal dan formal,” pungkasnya. (Mg20).

BACA JUGA