Connect with us

Empat Lawang

Hanya 18 LSM yang Aktif

Published

on

  • 8 Diantaranya tak Miliki Kantor

REL, Empat Lawang – Dari sekitar 35 Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang pernah terdaftar di Badan Kesatuan Bangsa Politik (Bankesbangpol) Kabupaten Empat Lawang, ternyata hanya 18 LSM saja yang masih aktif. Namun demikian, dari 18 LSM yang aktif, hanya 10 LSM saja yang memiliki kantor sekretariat di Kabupaten Empat Lawang, sisanya tidak memiliki kantor sama sekali.

Kepala Bankesbangpol Kabupaten Empat Lawang, Agusni Effendi melalui Kepala Bidang (Kabid) Ormas dan LSM, Zulian SIP mengatakan, data tersebut merupakan hasil monitoring dan evaluasi (Monev) LSM di Kabupaten Empat Lawang tahun 2018 oleh pihaknya, yang dilakukan selama beberapa bulan terakhir.

“Itu data yang benar-benar kami cek ke lapangan dan kevalidannya bisa kami pertanggungjawabkan,” ungkap Zulian saat dibincangi wartawan di Tebing Tinggi, Selasa (8/5).

Dipaparkannya, 10 LSM yang dinyatakan aktif dan memiliki kantor di Kabupaten Empat Lawang, antara lain, LSM Gerakan Masyarakat Peduli Kebijakan Pelaksanaan Pembangunan (LSM-GMPKPP), LSM Gabungan Ruang Publik (LSM-Garpu) Kabupaten Empat Lawang, LSM Lembaga Independen Coruption Watch Empat Lawang (ICW4L), LSM Aliansi Indonesia dan LSM Merah Putih.

“Selanjutnya, LSM National Coruption Watch atau NCW, LSM Kriksi, Sumatera Coruption Watch atau SCWC, LSM Gerakan Nasional Pencegahan Korupsi Republik Indonesia atau GNPKRI dan Lembaga Komunitas Pengawas Korupsi atau LKPK,” urainya.

Lebih lanjut disebutkannya, LSM yang aktif namun tidak memiliki kantor antara lain, LSM Genpar, NGO Revolutioner, LSM Team Operasional Penyelamatan Aset Negara Republil Indonesia (TOPAN-RI), LSM Citra Empat Lawang Bersatu dan LSM Puskokatara. “Ada lagi, LSM Pekat, Lembaga Pemantau Pembangunan dan Keuangan Negara Republik Indonesia atau LPPKN-RI dan Palembang Coruption Watch Indonesia,” tandasnya.

Lebih lanjut dijelaskanya, dari hasil Monev LSM di Kabupaten Empat Lawang tersebut, total 18 LSM yang masih aktif, terdapat di tiga kecamatan, antara lain 14 LSM di Kecamatan Tebing Tinggi, di Pasemah Air Keruh (Paiker) 1 LSM dan di Kecamatan Muara Pinang 3 LSM. “Data ini akan kita serahkan ke Bupati Empat Lawang, dalam waktu dekat,” pungkasnya. (12).

Bisnis

Masih dalam Proses Pendataan

Published

on

Kabid Perdagangan Yeni Novita

 

 

REL,Empat Lawang – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disprindag) Kabupaten Empat Lawang belum dapat memastikan kenaikan harga sembako di pasar tradisional di Kabupaten Empat Lawang.

Hal tersebut dikatakan Kepala Dinas Perindustrian dan perdagangan (Disprindag) Almutholib melalui kabid perdagangan Yeni Novita dikompirmasi melalui Via Whatshapp mengatakan.

“Maaf sebelumnya,karena saat ini disperindag masih dalam proses pendataan,Tunggu kompirmasi lwbih lankutnya,” Kata Yeni Novita.Selasa (21/1/20).

Masih dikatakan Yeni Novita,untuk pendistribusian beras bulog itu bukan rana dari dinas perdagangan dan perindustrian.

“Kayaknya bukan kami,kalau masalah beras bulog mungkin dengan dinas ekobang atau dinsos,”Jelasnya.

Sementara Pantauan dilapangan Harga sembako di pasar tradisional Tebing Tinggi mengalami kenaikan walaupun mengalami kenaikan tapi tidak terlalu signifikan,seperti harga cabe,bawang,
,gula,minyak sayur,cabe setan dan abe merah.(Mg20).

Baca Selengkapnya

Empat Lawang

Petugas Parkir Dilengkapi Atribut

Published

on

MONITORING : Kabid Lalu Lintas dan Angkutan RM Sobri Dishub Empat Lawang bersama petugas parkir yang resmi dari Dishub, Selasa (21/1).

 

 

 

/// Tak Ada Atribut dan Surat Resmi Petugas Liar

REL, Empat Lawang – Personil Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Empat Lawang turun langsung kelapangan dalan rangka monitoring petugas parkir yang ada di Pasar Tebing Tinggi.

Kepala Dinas Perhubungan Empat Lawang H M Taufik melalui Kabid Lalu Lintas dan Angkutan RM Sobri kepada wartawan mengatakan, sengaja turun kepasar kali ini tidak lain pelaksanaan monitoring lapangan tugas bidang lalu lintas dan angkutan, juga dalam rangka pencapaian peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Empat Lawang.

“Monitoring ini rutin kita lakukan untuk mendukung kerja Dishub Empat Lawang sekaligus mengecek petugas parkir yang ada di pasar Tebing Tinggi,” ungkapnya, Selasa (21/1).

Tidak hanya itu Sobri menghimbau kepada masyarakat bahwa petugas ataubjuru parkir yang resmi dari Dishub Empat Lawang disertai dengan surat tugas dan kelengkapan atribut parkir.

“Apabila petugas parkir tidak ada surat resmi dari Dishub Empat Lawang atau atribut parkir maka itu adalah liar,” tegas Sobri.

Tentunya hal ini perlu diketahui oleh kalangan masyarakat, kendati demikian Sobri menjelaskan, saat ini Dishub Empat Lawang masih terus mengevaluasi titik-titik parkir yang ada di Empat Lawang.

“Untuk lokasi parkir kita masih evaluasi,” ucapnya. (12).

Baca Selengkapnya

Empat Lawang

Mgs Muhammad Azzam Bocah 2 Tahun yang Sangat Butuh Bantuan

Published

on

Mgs Muhammad Azzam terbaring ditempat tidur

 

 

 

REL,Empat Lawang – Mgs Muhammad Azzam, seorang bocah berumur 2 tahun 3 bulan ini hanya bisa berbaring lemah di tempat tidur, bahkan untuk duduk saja harus dibantu dikarenakan penyakit yang dideritanya. Sungguh menyakitkan, bocah yang seharusnya menikmati masa kanak-kanak justru harus menahan sakit luar biasa.

Pantauan wartawan Rakyat Empat Lawang (REL) saat menghubungi ibunya yakni Puspita Sari melalui via telepon, mengatakan Azzam menderita penyakit anemia, gizi buruk, dan Hydrosefalus.

Puspita mengatakan tanda-tanda tidak sehat memang sudah terlihat sejak awal kelahiran. Ditandai dengan kulit Azzam yang berwarna kuning. Lalu beberapa kali melakukan pengobatan ke Puskesmas dan sampai sekarang kondisinya semakin memprihatinkan.

Berat badan Azzam hanya 7,4 Kg. Hal tersebut dikarenakan kurangnya porsi makan. Puspita mengatakan porsi makan Azzam hanya sebanyak 3 sendok makan orang dewasa per sekali makan.

“Makannya alhamdulillah lancar tapi porsinya hanya 3 sendok makan orang dewasa,” kata Puspita saat diwawancarai via telepon, Kemarin (21/1/2020).

Puspita dan suaminya bernama Abdul Rahim kesehariannya berkerja sebagai petani kecil di Desa Tanjung Raye Kecamatan Pendopo Barat. Penghasilan mereka tak cukup untuk menanggung biaya pengobatan Azzam. Mereka sangat berharap uluran tangan dari orang-orang dermawan yang punya hati untuk bersimpati dan berempati kepada mereka.

Azzam sudah beberapa kali dibawa ke rumah sakit bahkan sampai dirujuk ke salah satu Rumah Sakit yang ada di kota Palembang. Namun saat ini, mereka sedang berada di kampung halaman.

Miris, hingga saat ini, Puspita mengaku belum pernah sekalipun mendapatkan bantuan dari pemerintah setempat. Padahal penyakit Azzam terbilang sangat lama dari umur 4 bulan hingga umurnya 2 tahun 3 bulan ini. Dan hari ini, Senin (20/1/2020) ada salah seorang guru Puspita ketika SMA memberikannya sedikit bantuan, hasil dari gurunya meminta sumbangan kepada orang-orang.

“Kecuali hari ini, dari pemerintah setempat belum ada yang memberikan bantuan,” ucapnya.

Bahkan saat Puspita dan suaminya membawa Azzam ke Puskesmas Pendopo Barat, ia mengaku dari pihak Puskesmas Pendopo Barat tak ada respon sama sekali.

Pengakuan mengagetkan terucap dari bibir Puspita. Ia mengatakan telah sampai ke telinganya beredar kabar bahwa penyakit yang diderita Azzam sengaja ditutupi oleh salah satu Puskesmas agar tidak terekspos ke media. Dengan alasan pihak Puskesmas tidak mau disalahkan dan dicap tidak peduli terhadap Azzam.

“Saya tidak tahu Puskesmas yang mana. Tapi ada terdengar sampai ke telinga kami bahwa kondisi Azzam sengaja ditutupi. Pihak Puskesmas takut disalahkan dan dan dicap tidak peduli,” tutur Puspita. (Mg15)

Baca Selengkapnya

Trending