oleh

Gudang SMP N 4 Pobar Dilahap Si Jago Merah

Gudang SMP N 4 Pobar Dilahap Si Jago Merah

REL, Empat Lawang – Gudang SMP N 4 Kecamatan Pendopo Barat (Pobar) Kabupaten Empat Lawang dilahap si jago merah. Akibatnya hampir separuh bangunan gudang ludes berserakan menjadi puing-puing. Peristiwa tersebut terjadi sekitar jam 08.00 WIB.

Salah seorang warga yang menyaksikan kebakaran tersebut, Soni Permata Subuh mengatakan tiba-tiba saja ia dan warga lainnya yang sedang masak-masak untuk persiapan sedekahan salah seorang warga dikagetkan dengan kobaran api yang sudah besar dari dalam gudang sekolah. Menurutnya, diduga penyebab kebakaran adalah akibat puntung rokok yang dibuang ke dalam gudang.

“Kebetulan warga di sini sedang sedekah. Nah lokasi gudang sekolah yang kebakaran itu dekat dengan rumah yang nak sedekah ini,” kata Soni kepada Rakyat Empat Lawang, Minggu (15/11).

Soni beserta warga lainnya, sigap mengambil ember, selang air, dan apapun yang bisa digunakan untuk memadamkan api. Butuh waktu sekitar satu jam agar api bisa padam.

“Kami padamkan apinya pakai peralatan seadanya yang ada di tempat orang sedekah,” ucapnya.

Salah seorang warga lainnya yang ikut menyaksikan kebakaran, Riko mengatakan yang dilalap si jago merah hanya gudang sekolah saja.

“Yang kena api cuma gudang sekolah saja. Ruangan yang lainnya tidak kena,” tutur Riko.

Sementara itu, Kepala SMP N 4 Pobar, Rusdi mengatakan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut namun kerugian sebanyak 40 kursi dan 40 meja belajar siswa yang ludes terbakar.

Rusdi menambahkan, tahun depan sekolah tersebut memang akan mendapatkan bantuan Dana Alokasi Khusus (DAK) dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Empat Lawang.

“Kita ajukan DAK ke pihak Disdikbud, dan tahun depan memang sekolah kita akan dapat DAK,” ucap Rusdi.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabuaten Empat Lawang, Rita Purwaningsih melalui Kabid SMP, Jon Heri mengatakan di 2021 ini memang direncanakan untuk dibangun lewat kelebihan dari alokasi anggaran sekolah-sekolah SMP tahun ini. Hal itu dikarenakan dapodik sekolah ini masih tidak sesuai dengan keadaan sesungguhnya di lapangan. Sehingga tahun 2021 ini masih belum teralokasi. Namun demikian kita akan berusaha untuk melakukan perbaikan dengan solusi di atas.

“Nanti Kasi Sanpras yang akan ke lokasi untuk memantau kondisi sekolah,” tutur Jon. (Mg15)

BACA JUGA