Connect with us

Kabar Sumsel

Gubernur Support Penuh PWI Sumsel

Published

on

AUDENSI : Ketua PWI Sumsel terpilih Firdaus Komar dan dewan kehormatan daerah (DKD) PWI Sumsel audiensi dengan Gubernur Sumsel.

REL, Palembang – Penuh keakraban Gubernur Sumsel H Herman Deru menyambut hangat pengurus PWI Sumsel periode 2019-2024, yang bakal dilantik pada Selasa (5/3). “Selamat untuk dinda Firdaus Komar yang terpilih pada Konferprov PWI pada tanggal 26 Januari lalu, Pemprov sepenuhnya akan mendukung program program PWI ke depan ,” tegas Deru di hadapan pengurus PWI Sumsel saat audiensi di ruang kerja Gubernur Sumsel , Senin (25/2).

Firdaus dipilih secara sangat demokratis melalui proses pemilihan yang alot, tentu saja siapa pun harus menghormati hasil pilihan anggota PWI Sumsel ini.
Pada kesempatan itu, Firdaus Komar melaporkan rencana pelantikan yang akan dilaksanakan pada Selasa (5/3), mohon bantuannya untuk menggunakan fasilitas di Griya Agung dan mohon kehadiran Gubernur pada acara itu.

Deru menyambut baik rencana pelantikan di Griya Agung dan Gubernur siap hadir. Gubernur menyambut baik ada sesi diskusi yang bakal menghadirkan Ketua PN IKA Unsri Agung Firman Sampurna.

Apalagi yang akan dibahas soal revolusi industri 4.0, Deru berharap agar dari tema itu akan dianalisis terkait media dan wartawan saat ini.
Herman Deru berpesan dan mengingatkan agar PWI Sumsel lebih solid dari sebelumnya.

“Saya itu dari kecil sudah tahu dengan PWI , oleh karena itu kita harus terbuka. Jadi kami terbuka dan PWI juga harus terbuka. Dan pemprov akan mengakomodir semua yang dibutuhkan oleh PWI. Ke depan kalau boleh saya sarankan , PWI harus lebih inten mengadakan uji kompetensi agar marwah wartawan terjaga,” terangnya.

Ditambahkan Deru, agar organisasi ini antinya bisa menjadi holding. Disinggung tentang kantor PWI yang kini tengah dipakai oleh Bawaslu, gubernur akan ngecek dahulu dengan pihak terkait. Agar nanti bisa dipakai oleh PWI Sumsel lagi.

Jika memang harus disiapkan kantor PWI yang baru, dari Pemprov akan membantu.
Gubernur Sumsel Herman Deru mengucapkan terima kasih atas audensi  para pengurus PWI Sumsel dan dia mengaku akan berupaya hadir dalam acara pelantikan kepengurusan PWI Sumsel pada 5 Maret 2019 mendatang.

“Saya mengharapkan organisasi profesi Wartawan ini  akan memberikan  kontribusinya  terhadap pemerintah  di dalam menjalankan roda pembangunan di Sumatera Selatan,” harap Herman Deru.

Gubernur juga meminta agar para pengurus PWI Sumsel dapat kembali bersatu dengan merangkul  pihak lain yang tidak sejalan pada saat pemilihan ketua PWI Sumsel beberapa waktu lalu.

“Saya minta  PWI Sumsel memiliki program yang terencana  dan lebih baik lagi dimasa mendatang,” tandasnya. (rel)

Empat Lawang

Jubir Covid-19 Muratara Angkat Bicara, Kasus PDP di Muratara Masih Menunggu Hasil Lab

Published

on

Caption : Teks foto: Jubir GugusTugas Covid-19 Muratara Susyanto Tunut

 

REL,Muratara – Simpang siur pemberitaan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) 01 Muratara, pihak Kabupaten Muratara belum menerima hasil laboratorium, baik dari Provinsi maupun dari pihak Rumah Sakit Siloam Lubuklinggau.

Hal tersebut di ungkapkan oleh Juru Bicara (Jubir) Gugus Tugas Covid-19 Muratara Susyan Tunut, sampai saat ini masih menunggu hasil pemeriksaan dari laboratorium Sumsel, dan terus upayakan agar hasil lab tersebut bisa segerah di publikasikan, apakah memang terjangkit atau tidaknya.

Juru bicara (Jubir) Gugus tugas Covid-19 menggadakan konferensi pers, terhadap berita yang beredar di metroTV tentang informasi yang di sampaikan oleh jubir Sumsel, terkait pemakaman PDP 01 yang ada di Muratara, dalam pemakamannya tidak sesuai dengan protokoler, karena bukan penolakan dari keluarga, melainkan gugus tugas Covid-19 Muratara tidak siap, berita tersebut tidak benar bahkan kebalikannya.

“Dari gugus tugas Covid-19 sudah menyiapkan mulai dari ambulans penjemputan sampai dengan pemakaman secara protokoler,”ujarnya, Kamis (16/4/2020)

Sambungnya, dan kita menyiapkan skenario penjemputan jenaza PDP 01 yang ada di rumah sakit Siloam Lubuklinggau, tiba-tiba di tengah perjalanan jenaza di pulang paksa oleh pihak keluarga untuk segerah di makamkan.

Untuk saat ini kita semuanya sepakat , untuk mengetahui jika seseorang memang betul-betul terjangkit Covid-19 atau tidaknya itu kita sedang menunggu hasil dari laboratorium provinsi dan hasil lab Rumah Sakit Siloam, kemudian di berikan kepada gugus tugas Covid-19 kota lubuklinggau, sebab merekala yang mengambil Sempel dari pasien tersebut, tambahnya

Ia menyebutkan, pihaknya menunggu hasil yang benar-benar murni, untuk kedepannya langkah apa saja yang nantinya akan ambil, jika hasil tersebut sudah di keluarkan.

“kita semua berharap dari hasil lab tersebut Negatif, dan tidak ada simpang siur masala pemberitaan di tengah-tengah masyarakat muratara, terkait Covid-19.(16)

Baca Selengkapnya

Kabar Sumsel

Kemenag Terapkan Pelayanan Tanpa Tatap Muka

Published

on

Teks foto:Kankemenag Muratara H Iksan Baijuri

 

 

Rel Muratara–Untuk menjaga dari terjangkit dan menyebar Corona Virus Disease (Covid-19) Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Musi Rawas Utara menerapkan pelayanan publik tanpa tatap muka langsung.

Alasan penerapan pelayanan tersebut tertuang dalam edaran Kemenag Muratara nomor 77 tahun 2020 tentang pelaksanaan protokol penanganan Covid-19 dan surat edaran Kantor Wilayah Kementetian Agama Propinsi Sumatera Selatan nomor 494 tahun 2020 pertanggal 26 Maret tentang pelayanan publik tanpa tatap muka.

Kankemenag Muratara H Ikhsan Baijuri mengatakan, ditengah hangatnya masalah Covid pelayanan publik di kantor kemenag dilakukan tanpa tatap muka.

“Nanti setiap pelayanan akan dilakukan melalui hand phone, whatshap dan surat elektronik,”katanya, Kamis (26/3)

Lanjutnya, pelayanan tanpa tatap muka akan berlansung dari tanggal 26 Maret hinggga 30 Maret atau menunggu perkembangan selanjutnya. Jika kondisi Covid sudah benar benar steril dari muka bumi, maka aktivitas akan seperti biasa.

Ia mengatakan, pelayanan tanpa tatap muka, sudah disampaikan surat edaran di setiap Kantor Urusan Agama (KUA) pada Tujuh Kecamatan dalam wilayah Muratara.

“Silakan nanti, Kepala KUA masing masing menyampaikan edaran ini pada setiap kepala desa, atau menyampaikan langsung kepada masyarakat,”ujarnya

Ditambahnya, bagi masyarakat yang ingin melakukan urusan dengan kemenag tidak parlu datang ke kantor, karena di surat edaran sudah di sediakan atau melalui surat elektronik atau email kabmuratara@kemenag.go.di. (16)

Baca Selengkapnya

Kabar Sumsel

Cegah Masuk Covid-19 di Muratara, Pemda Mendirikan Posko GTPP

Published

on

BERSAMA:Bupati, Sekda Foto bersama petugas posko GTPP

 

 

REL,Muratara – Guna Penanganan secara intensif, Pemerintah Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) mendirikan dan meresmikan posko Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Corona Virus Disease (Covid-19) di perbatasan Kabupaten Surulangun Jambi, tepanya di simpang Nibung Rawas, Kecamatan Rawas Ulu, Muratara. Selasa (24/3)

Juru Bicara GTPP Kabupaten Muratara Siswanto Tunut menyampaikan pendirian dan peresmian posko ditengah hangatnya masalah Covid-19 tersebut adalah upaya pencegahan dari pemerintah.

“Ia, hari ini bersama Bupati, TNI, Polisi meresmikan dan mulai bergerak melakukan pengecekan secara menyeluruh pengendara yang masuk ke Kabupaten Muratara,”katanya

Sambungnya, terutama bagi pengendara yang datang dari jauh, jambi, batam. Dan orang tersebut singah, pulang kampung atau menginap di Kabupaten kita.

Ia menyebutkan, jika ada orang, warga atau pengendara yang kategori tidak aman, menunjukan suhu badan pada 38 keatas, maka yang bersangkutan masuk dalam Orang Dalam Pengawasan (ODP).

“Melalui rekan tim, Dinas kesehatan memantau secara berkalah yang masuk dalam ODP itu,”ujarnya

Kesempatan yang sama, Bupati Muratara H M Syarif Hidayat menyampaikan posko tersebut sebagai antisipasi Kabupaten Muratara, sebagai bentuk kepedulian pemda terhadap Covid-19.

“Posko ini adalah posko kemanusiaan. Kita harus ada tindakan yang tegas terhadap Covid-19. Ini bukan rahazia terhaadap surat menyurat kendaraan pengendara atau yang lain. Saya mintak yang melintas untuk membantu, berhenti dan turun untuk dilakukan pengecekan,”ajaknya

Lanjutnya, Posko GTPP akan berdiri dan melayani lebih kurang selama tiga bulan. kita pantau sampai kondisi di Muratara umumnya indonesia benar benar bersih dari Covid-19 ini.

Untuk diketahui, petugas pokso terdiri dari tim Kesehatan, BPDB, dibantu pihak kepolisian, Pol PP, Dishub dan TNI yang berjumlahkan sebanyak 33 orang. (16)

Baca Selengkapnya

Trending