Connect with us

Kabar Sumsel

Gubernur : Saya akan Balas Surat Siswa

Published

on

TERIMA : Gubernur Sumsel H Herman Deru menerima langsung piagam Rekor Museum Rekor Indonesia (MuRI) di Griya Agung, Senin (13/5).

* Terima Sertifikat Rekor MURI

 

REL, Palembang – Grand Final Menulis Surat untuk Gubernur Sumsel terbanyak memecahkan Rekor MuRI, yang berlangsung kemarin (13/5) di Griya Agung, berlangsung meriah dan Sukses. Gubernur Sumsel H Herman Deru menerima langsung piagam Rekor Museum Rekor Indonesia (MuRI).

Orang nomor satu di Provinsi Sumsel ini pun terlihat sangat antusias melihat siswa-siswa se-Sumsel bertanding mengungkapkan isi hatinya melalui surat. Bahkan saking senangnya, Gubernur berencana akan membalas surat-surat dari siswa yang juara.

“Nanti saya akan balas. Saya memang berencana akan membalas beberapa surat dari siswa karena isinya sangat kritis dan menarik,” ujar Gubernur.

Dia mengatakan sangat mengapresiasi kegiatan yang diadakan oleh Sumeks Grup ini. Sebab, dengan adanya ajang seperti ini maka siswa dilatih untuk lebih berani lagi mengemukakan pendapat. “Dengan adanya kegiatan seperti ini maka siswa di ajarkan untuk lebih inisiatif dan membangkitkan semangat keberanian siswa,” jelasnya.

Menurut Deru, dari surat yang telah dia baca banyak hal menarik yang sudah dikirim oleh siswa. mulai dari mengkritik masalah jalan dan menceritakan tentang keluarganya. “Saya baca, suratnya diawali kepada Bapak Gubernur Sumsel Herman Deru. Untung kepada Gubernur, coba kalau kepada Papa,” canda Deru yang diringi tepuk tangan siswa-siswa.

Gubernur berharap kegiatan positif ini akan terus dilaksanakan rutin setiap tahunnya. “Semoga kegiatan ini rutin diadakan setiap tahunnya akan saya tahu apa saja saran yang ada di benak siswa-siswa Sumatera Selatan,” tegasnya.

Pada kesempatan ini juga Gubernur menerima langsung sertifikat dari MURI sebagai penerima surat terbanyak melalui media koran.

Senior Manager MuRI Awan Raharjo mengatakan, capaian dari Gubernur Sumsel sepertinya akan sulit dilalui pihak lain. “Kami sudah melakukan verifikasi, dan mencatat pengiriman surat untuk gubernur melalui kertas koran ini memecahkan rekor lama. Sekali lagi kami ucapkan selamat kepada siswa-siswa, sekolah, dan pihak lain yang sudah berpatisipasi. Penghargaan khusus juga kami berikan kepada Gubernur Sumsel Bapak Herman Deru,” ujarnya saat menyampaikan sambutan.

Pelaksanaan grand final surat untuk gubernur yang diikuti 150 peserta pun belangsung sangat sengit.  Finalis yang berdatangan dari 17 kabupaten/kota se-Sumsel sudah siap sejak pukul 07.00 WIB di Griya Agung.

Panitia hanya menyiapkan waktu 15 menit untuk menulis surat secara langsung. Guru-guru pendamping tidak diperkenankan membantu. Mereka duduk terpisah. Hebat, setelah waktu habis, tak ada satu pun siswa yang terlambat atau tidak selesai menulis surat.

Dari 150 peserta yang masuk babak grand final, Dewan Juri memutuskan 80 pemenang baik tingkat SMP/MTs dan SMA/SMK/MA. “Alhamdulillah berlansung sukses. Kami ucapkan banyak terima kasih kepada pihak-pihak yang sudah membantu perhelatan ini. Pihak sponsor dan khusunya dari Kominfo Sumsel yang all team membantu, serta dari Diknas Provinsi Sumsel,” ujar Ketua Panitia Purwadi.

Kadiskominfo Sumsel Jon Kennedy yang ditemui terpisah mengatakan, kegiatan yang merupakan bagian dari rangkaian HUT Provinsi Sumsel ke-73 tahun Kategori MURI tersebut yakni pengiriman surat terbanyak melalui kertas koran. Untuk diketahui dari sekitar 149 ribu surat yang ditulis pelajar SMP/MTs dan SMA/SMK/MA se-Sumsel, tim juri sudah memilih sebanyak 150 siswa pemenang di tingkat kabupaten/kota.

Ketua Dewan Juri Prof Hj Isnawijayani PhD, Sekretaris Dewan Juri H Agus Srimudin SPdI MIKom, dan anggota H Subki Sarnawi, Firdaus Komar MSi, dan Linny Oktavianny MPd, membacakan nama-nama pemenang secara bergantian.

Adapun 80 pemenang se-Sumatera Selatan rinciannya, 10 Pemenang Utama tingkat SMP/MTs, 10 Pemenang Utama tingkat SMA/SMK/MA dengan hadiah Studi Wawasan Kebangsaan.

Kemudian, 10 Pemenang Kedua tingkat SMP/MTs, 10 Pemenang Kedua tingkat SMA/SMK/MA dengan hadiah dengan masing-masing uang tunai dari Bank SumselBabel sebesar Rp 2.500.000.

Lalu, 10 Pemenang Ketiga tingkat SMP/MTs, 10 Pemenang Ketiga tingkat SMA/SMK/MA dengan hadiah dengan masing-masing uang tunai sebesar Rp 500.000. Diambil juga, 10 Pemenang Ketiga tingkat SMP/MTs, 10 Pemenang Ketiga tingkat SMA/SMK/MA dengan hadiah masing-masing mendapat bingkisan. (spt/fin)

Empat Lawang

Jubir Covid-19 Muratara Angkat Bicara, Kasus PDP di Muratara Masih Menunggu Hasil Lab

Published

on

Caption : Teks foto: Jubir GugusTugas Covid-19 Muratara Susyanto Tunut

 

REL,Muratara – Simpang siur pemberitaan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) 01 Muratara, pihak Kabupaten Muratara belum menerima hasil laboratorium, baik dari Provinsi maupun dari pihak Rumah Sakit Siloam Lubuklinggau.

Hal tersebut di ungkapkan oleh Juru Bicara (Jubir) Gugus Tugas Covid-19 Muratara Susyan Tunut, sampai saat ini masih menunggu hasil pemeriksaan dari laboratorium Sumsel, dan terus upayakan agar hasil lab tersebut bisa segerah di publikasikan, apakah memang terjangkit atau tidaknya.

Juru bicara (Jubir) Gugus tugas Covid-19 menggadakan konferensi pers, terhadap berita yang beredar di metroTV tentang informasi yang di sampaikan oleh jubir Sumsel, terkait pemakaman PDP 01 yang ada di Muratara, dalam pemakamannya tidak sesuai dengan protokoler, karena bukan penolakan dari keluarga, melainkan gugus tugas Covid-19 Muratara tidak siap, berita tersebut tidak benar bahkan kebalikannya.

“Dari gugus tugas Covid-19 sudah menyiapkan mulai dari ambulans penjemputan sampai dengan pemakaman secara protokoler,”ujarnya, Kamis (16/4/2020)

Sambungnya, dan kita menyiapkan skenario penjemputan jenaza PDP 01 yang ada di rumah sakit Siloam Lubuklinggau, tiba-tiba di tengah perjalanan jenaza di pulang paksa oleh pihak keluarga untuk segerah di makamkan.

Untuk saat ini kita semuanya sepakat , untuk mengetahui jika seseorang memang betul-betul terjangkit Covid-19 atau tidaknya itu kita sedang menunggu hasil dari laboratorium provinsi dan hasil lab Rumah Sakit Siloam, kemudian di berikan kepada gugus tugas Covid-19 kota lubuklinggau, sebab merekala yang mengambil Sempel dari pasien tersebut, tambahnya

Ia menyebutkan, pihaknya menunggu hasil yang benar-benar murni, untuk kedepannya langkah apa saja yang nantinya akan ambil, jika hasil tersebut sudah di keluarkan.

“kita semua berharap dari hasil lab tersebut Negatif, dan tidak ada simpang siur masala pemberitaan di tengah-tengah masyarakat muratara, terkait Covid-19.(16)

Baca Selengkapnya

Kabar Sumsel

Kemenag Terapkan Pelayanan Tanpa Tatap Muka

Published

on

Teks foto:Kankemenag Muratara H Iksan Baijuri

 

 

Rel Muratara–Untuk menjaga dari terjangkit dan menyebar Corona Virus Disease (Covid-19) Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Musi Rawas Utara menerapkan pelayanan publik tanpa tatap muka langsung.

Alasan penerapan pelayanan tersebut tertuang dalam edaran Kemenag Muratara nomor 77 tahun 2020 tentang pelaksanaan protokol penanganan Covid-19 dan surat edaran Kantor Wilayah Kementetian Agama Propinsi Sumatera Selatan nomor 494 tahun 2020 pertanggal 26 Maret tentang pelayanan publik tanpa tatap muka.

Kankemenag Muratara H Ikhsan Baijuri mengatakan, ditengah hangatnya masalah Covid pelayanan publik di kantor kemenag dilakukan tanpa tatap muka.

“Nanti setiap pelayanan akan dilakukan melalui hand phone, whatshap dan surat elektronik,”katanya, Kamis (26/3)

Lanjutnya, pelayanan tanpa tatap muka akan berlansung dari tanggal 26 Maret hinggga 30 Maret atau menunggu perkembangan selanjutnya. Jika kondisi Covid sudah benar benar steril dari muka bumi, maka aktivitas akan seperti biasa.

Ia mengatakan, pelayanan tanpa tatap muka, sudah disampaikan surat edaran di setiap Kantor Urusan Agama (KUA) pada Tujuh Kecamatan dalam wilayah Muratara.

“Silakan nanti, Kepala KUA masing masing menyampaikan edaran ini pada setiap kepala desa, atau menyampaikan langsung kepada masyarakat,”ujarnya

Ditambahnya, bagi masyarakat yang ingin melakukan urusan dengan kemenag tidak parlu datang ke kantor, karena di surat edaran sudah di sediakan atau melalui surat elektronik atau email kabmuratara@kemenag.go.di. (16)

Baca Selengkapnya

Kabar Sumsel

Cegah Masuk Covid-19 di Muratara, Pemda Mendirikan Posko GTPP

Published

on

BERSAMA:Bupati, Sekda Foto bersama petugas posko GTPP

 

 

REL,Muratara – Guna Penanganan secara intensif, Pemerintah Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) mendirikan dan meresmikan posko Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Corona Virus Disease (Covid-19) di perbatasan Kabupaten Surulangun Jambi, tepanya di simpang Nibung Rawas, Kecamatan Rawas Ulu, Muratara. Selasa (24/3)

Juru Bicara GTPP Kabupaten Muratara Siswanto Tunut menyampaikan pendirian dan peresmian posko ditengah hangatnya masalah Covid-19 tersebut adalah upaya pencegahan dari pemerintah.

“Ia, hari ini bersama Bupati, TNI, Polisi meresmikan dan mulai bergerak melakukan pengecekan secara menyeluruh pengendara yang masuk ke Kabupaten Muratara,”katanya

Sambungnya, terutama bagi pengendara yang datang dari jauh, jambi, batam. Dan orang tersebut singah, pulang kampung atau menginap di Kabupaten kita.

Ia menyebutkan, jika ada orang, warga atau pengendara yang kategori tidak aman, menunjukan suhu badan pada 38 keatas, maka yang bersangkutan masuk dalam Orang Dalam Pengawasan (ODP).

“Melalui rekan tim, Dinas kesehatan memantau secara berkalah yang masuk dalam ODP itu,”ujarnya

Kesempatan yang sama, Bupati Muratara H M Syarif Hidayat menyampaikan posko tersebut sebagai antisipasi Kabupaten Muratara, sebagai bentuk kepedulian pemda terhadap Covid-19.

“Posko ini adalah posko kemanusiaan. Kita harus ada tindakan yang tegas terhadap Covid-19. Ini bukan rahazia terhaadap surat menyurat kendaraan pengendara atau yang lain. Saya mintak yang melintas untuk membantu, berhenti dan turun untuk dilakukan pengecekan,”ajaknya

Lanjutnya, Posko GTPP akan berdiri dan melayani lebih kurang selama tiga bulan. kita pantau sampai kondisi di Muratara umumnya indonesia benar benar bersih dari Covid-19 ini.

Untuk diketahui, petugas pokso terdiri dari tim Kesehatan, BPDB, dibantu pihak kepolisian, Pol PP, Dishub dan TNI yang berjumlahkan sebanyak 33 orang. (16)

Baca Selengkapnya

Trending