Connect with us

Empat Lawang

Fisik dan Non Fisik Dana Desa Dicek

Published

on

PERIKSA : Pengendali Teknis Irban II Yunidi, Ketua Tim Zaina Imla, anggota Tim Eka , Nini ST dan Raino Wismoyo ST turun langsung mengecek fisik dana desa Lubuk Puding Kecamatan ulu Musi, Senin (9/2).

 

REL, Empat Lawang – Tim Inspektorat Kabupaten Empat Lawang turun langsung kelapangan mengecek langsung fisik dan non fisik dana desa 2019 di Kecamatan Ulu Musi,

pemeriksaan fisik dan non fisik akan dilaksanakan selama lima (5) hari.
Pengendali Teknis Irban II Inspektorat Empat Lawang Yunidi Nuzli kepada wartawan mengatakan, dana desa tahun 2019 di Kecamatan Ulu Musi baik itu fisik dan non fisik atau pemberdayaan diperiksa, dengan melibatkan Pengendali Teknis Irban II, Ketua Tim Zaina Imla, anggota Tim Eka, Nini ST dan Raino Wismoyo ST.

“Bukan hanya mengecek sekilas melainkan kita turun dan kita ukur langsung bahkan kami untuk fisik pembangunan kita cek betul-betul sesuai dengan spesifikasi dan ukuran,” ungkapnya, Senin (10/2).

Seperti halnya lanjut Yunidi, pembangunan jalan batan beton dicek betul ketebalan, lebar dan panjangnya bahkan untuk ketebalan dicek dengan digali tanahnya sehingga kelihatkan pekerjaan dana desa.

“Kita cek ini dan turun langsung secara transparan bahkan kita minta Pemerintah Desa dan pihak kecamatan untuk ikut mengecek,” ujarnya.

Selama pemeriksaan di Desa Lubuk Puding Kecamatan Ulu Musi untuk pengerjaan fisik sudah sesuai spsifikasi dan RAB, Pemeirntah Kecamatan, Kepala Desa, BPD dan warga menyambut baik pemeriksaan oleh Inspektorat.
“Pengerjaan fisik sudah sesuai Spek RAB,” ucapnya.

Kedepan masih dikatakan Yunidi, pemeriksaan fisik dan non fisik di desa tidak ada tebang pilih, semuanya diperiksa sesuai dengan spek RAB.
“Saya juga minta kepada tim tadi untuk periksa betul dan ukur betul mulai besi, pagar maupun volume,” katanya. (12),

Empat Lawang

Usai Bunuh Kekasih,Hengki Lari Ke Kampung

Published

on

Caption : Hengki menyerahkan diri di Mapolres Empat Lawang

 

RELEmpat Lawang – Setelah Sempat Kabur selama 5 hari pulang ke desanya, Hengki (36) buruh bangunan, seorang pria berstatus duda, warga desa Batu Raja Baru, Kecamatan Tebing Tinggi Kabupaten Empat Lawang, dengan diantar pihak keluarga menyerahkan diri ke Mapolres Empat Lawang, Rabu (01/04/20).

Dihadapan Polisi, Hengki mengaku bahwa dirinya telah melakukan pembunuhan terhadap seorang wanita bernama Nia Paramitha (40) janda, warga kota Banjarmasin Propinsi Kalimantan Selatan, yang tak lain merupakan kekasihnya, pada Jumat (27/03/20) lalu disebuah kontrakan di kawasan jalan Kemuning 3 babakan Mustika Sari 1 kecamatan Bekasi Timur Kota Bekasi.

Pengakuannya, sebelum terjadinya peristiwa pembunuhan itu, korban Nia Paramitha datang ke kontrakannya sekitar pukul 16.00 WIB, dengan maksud meminta sejumlah uang, karena tidak ada uang pelaku tidak bisa memenuhi permintaan korban, merasa permintaannya tidak dipenuhi tiba tiba korban langsung menampar dan menendang pelaku hingga membuatnya emosi.

“Saat itu saya lagi makan dikontrakan, Dia (Nia Paramitha) datang bermaksud meminta uang sebesar 1 juta rupiah, karena tidak ada uang saya pun tak bisa memenuhi permintaannya, tiba tiba dia (korban) langsung menampar dan menendang, karena emosi dan khilaf saya ambil kain yang dipakai korban dan langsung saya lilitkan kelehernya, hingga korban tewas,”akunya.

Menyadari kekasihnya tewas ditangannya, pelaku pun panik dan pada hari sabtu (28/03/20), sekitar pukul 05.00 pagi pelaku kabur pulang ke desanya di kabupaten Empat Lawang.

Namun sebelum kabur pelaku sempat meninggalkan secarik kertas bertuliskan nomor telepon keluarga korban.

“Semalaman aku menangis di samping jenazahnya, menyesali apa yang sudah terjadi, sebelum pulang ke desa aku tuliskan nomor telepon keluarganya di secarik kertas disamping jenazah korban,”sesal Hengki

Diceritakan pelaku awal mula berkenalan dengan korban Nia Paramitha lewat media sosial facebook, sekitar bulan maret 2019 lalu.
Dari seringnya chating di medsos akhirnya keduanya bersepakat untuk bertemu dan dengan dibiayai pelaku pada bulan agustus 2019, korban pun pergi bertolak dari banjarmasin menuju jakarta.

“Aku kenal korban lewat facebook, berawal dari seringnya chating chatingan akhirnya kami berdua sepakat ingin berjumpa dan disepakatilah pada bulan agustus 2019 untuk bertemu di Jakarta, dengan sebelumnya saya transfer uang sebesar 3,3 juta rupiah untuk tiket pesawatnya,”kenang Hengki

Kini sambil menunggu proses hukum selanjutnya karena TKP nya berada di Kota Bekasi, Pelaku untuk sementara waktu diamankan di Mapolres Empat Lawang.(Mg20).

Baca Selengkapnya

Empat Lawang

Masih Menunggu Keputusan Menteri

Published

on

Caption : DAIROBI

 

REL,Empat Lawang – Pihak PLN Rayon Tebing tinggi saat ini masih menunggu peraturan dan keputusan dari kementrian ESDM (Energi Sumber Daya Mineral) untuk mekanisme dan prosedur mengenai penggratisan tagihan Listrik.

Sebelumnya Presiden Joko Widodo dalam Konferensi Pers nya , selasa (31/3) mengumumkan langkah yang diambil oleh Pemerintah mengingat dampak dari wabah virus corona Salah satunya adalah membebaskan kewajiban pembayaran tarif listrik, alias gratis untuk pelanggan di golongan 450 VA dan golongan 900 VA hanya membayar 50 persennya saja dari total tagihan.

“Iya , kita tentunya mendukung kebijakan pemerintah, namun kita masih menunggu peraturan dan keputusan kementrian ESDM untuk mekanisme dan prosedurnya,”kata Dairobi Manager PLN Rayon Tebing Tinggi,Rabu (1/4)

Dikatakannya, dengan adanya kebijakan ini diharapkan dapat meringankan beban masyarakat akibat dampak pandemi global covid – 19 yang mengakibatkan lesunya perekonomian, Program pembebasan tagihan dan keringanan tersebut dimaksudkan untuk melindungi masyarakat.

“Apa yang dilakukan oleh pemerintah itu tidak lain guna meringankan beban dari rakyat Indonesia,jadi kita tunggu saja mekanismenya,”katanya

Sementara, Mar salah seorang ibu rumah tangga di Tebing Tinggi mengaku senang kalau memang benar tagihan listrik akan di gratiskan selama tiga bulan kedepan, karena akan bisa mengurangi beban ekonomi keluarga yang kian hari semakin sulit.

“Alhamdulillah, kalau memang benar digratiskan, biasanya setiap bulan itu tidak kurang dari 100 ribu digunakan untuk membayar listrik tapi kalau gratis tentunya bisa dialihkan untuk mencukupi kebutuhan rumah tangga lainnya, apalagi sekarang ini harga karet anjlok akibat pengepul banyak yang tidak membeli , kami masyarakat kecil tentunya sangat merasa di rugikan,”katanya.(Mg20).

Baca Selengkapnya

Empat Lawang

Jangan Panik,Namun Tetap Waspada

Published

on

Caption : Kades Bersama instansi terkait berfose bersama,

 

REL,Empat Lawang – Untuk memutuskan mata rantai penyebaran wabah virus covid 19,berbagai upaya telah di lakukan pemerintah untuk mencegah masuk nya di wilayah desa.

Bersama pihak kecamatan Sikap dalam, Kapolsek Ulu Musi, Koramil Ulu Musi, Kepala Puskesmas Sikap Dalam, Perangkat desa, BPD, Ketua PKK desa, Linmas, Karang Taruna dan sejumlah tokoh masyarakat lainnya berpartisifasi dalam melaksanakan penyemprotan cairan disinfektan.

“Pemerintah desa dan unsur tripika berserta warga melakukan penyemprotkan cairan disinfektan ditempat yang diduga rawan, seperti rumah ibadah, Sekolah-sekolah, warung sembako, dan rumah-rumah khususnya tempat tinggal warga yang baru pulang dari luar Empat Lawang,”Ungkap Asoni Kepala Desa Tapa Baru.Rabu (1/4/20).

Masih dikatakan Asoni menghimbau warganya agar tetap menjaga kesehatan dan jangan panik namun tetap waspada.

“Masyarakat agar tetap tenang dan tidak panik serta senantiasa selalu menjaga kebersihan dengan mencuci tangan menggunakan sabun, kosumsi gizi seimbang, perbanyak makan sayuran dan buah-buahan, gunakan masker bila sedang batuk atau pilek, hindari bersentuhan kulit, rajin berolahraga dan istirahat yang cukup,”Jelasnya

Asoni juga mengatakan apabila ada gejala seperti batuk,pilek dan sesak nafas segera hubungi puskesmas atau rumah sakit terdekat.

Sementara Camat Sikap Dalam Zulian S,Ip dalam pengarahannya menyambut baik dan berterima kasih pemerintah desa dan masyarakat yang mampu bekerja sama dalam pencegahan berkembangnya covid 19 didesa Tapa Baru ini.

“Diharapkan agar masyarakat tidak melakukan pembelian dan menimbun kebutuhan masyarakat secara berlebihan yang bisa bersampak kelangkaan dan kenaikan harga yang tidak signifikan,”Pintanya.(Mg20).

Baca Selengkapnya

Trending