Connect with us

Empat Lawang

Empat Lawang Termasuk Daerah Belum Cetak KIA

Published

on

SUMSEL – Kartu Identitas Anak (KIA) menjadi tanda pengenal bagi anak 0-17 tahun. Diatur dalam Permendagri No 2 Tahun 2016. Untuk anak dibawah 5 tahun pada kartunya tidak dicantumkan foto. Sedang untuk yang usianya 5-17 tahun harus mencantumkan foto.

Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Provinsi Sumsel, Reinhard Nainggolan menjelaskan, sudah ada 13 daerah di Sumsel yang telah melakukan perekaman dan pencetakan KIA.

“Empat daerah belum melakukan itu yakni Prabumulih, Muara Enim, Muratara dan Empat Lawang. Kabupaten/kota ini baru mulai tahun depan (2019),” katanya. Untuk daerah yang sudah jalan, pihaknya juga belum punya rekapitulasi data anak yang sudah memiliki KIA.

Untuk Palembang, Disdukcapil memastikan masyarakat tidak perlu repot karena pembuatan KIA bisa dilakukan di setiap kecamatan. “Mulai tahun depan (2019), akan disediakan alat cetaknya,” ujar Kepala Disdukcapil Kota Palembang, Edwin Effendy.

Karena pelayanan ini menyangkut kebutuhan masyarakat banyak, maka tugas penting ini tidak bisa dibebankan pada satu kantor Disdukcapil saja. “Karena itu tahun depan akan ada UPTD juga. Kalau mengandalkan kami, akan sulit maksimal. Apalagi permintaan banyak,” ungkapnya.

Penyebaran tugas ini juga untuk mempermudah masyarakat sehingga tidak perlu terlalu jauh dan repot untuk datang ke kantor Disdukcapil. “Rencananya, satu kecamatan akan punya dua unit mesin cetak, plus alat foto. Jadi kalau satu rusak, ada cadangan.” Imbuh Edwin.

Saat ini, di kantor Disdukcapil hanya ada dua alat cetak. “Data yang tercatat pada kami, sudah ada sekitar 4.000 anak di Palembang yang punya KIA,” tukasnya. Kepala Disdukcapil OKI, Cholid Hamdan mengatakan, pihaknya sudah menerbitkan sekitar 4.000 KIA. “KIA ini diterbitkan bersamaan dengan penerbitan akta kelahiran,” ujarnya.

Syarat pembuatannya, fotokopi akta kelahiran dan menunjukan akta kelahiran asli. Kemudian, kartu keluarga (KK) asli orang tua/wali, KTP asli orang tua/wali. “Bagi yang tidak punya KIA saat ini belum ada sanksinya,” ujar dia.

Dijelaskan, banyak manfaat dengan anak punya KIA. Andai terjadi sesuatu yang tidak diinginkan di jalan ketika tidak bersama anggota keluarganya, asal usul anak akan mudah ditelusuri.Termasuk bila mungkin terjadi kecelakaan atau hilang.

“Bisa dicek pada identitas di KIA, karena yang dicantumkan adalah alamat rumah si anak,” jelas Cholid. Di Kabupaten PALI, sudah 28.427 anak memiliki KIA dari total 56.485 anak yang akan dilakukan pencetakan kartunya.
“Capaian ini sudah lebihi target kami tahun ini karena mencapai 50,32 persen,” kata Kepala Disdukcapil PALI, Rismaliza SH. Dan capaian itu akan terus bertambah hingga akhir Desember nanti.

Sementara itu, Disdukcapil Muba telah melayani pembuatan dan pencetakan KIA sejak 2017 lalu. “ KIA sangatlah dibutuhkan anak sekarang ini,” kata Kepala Disdukcapil Muba, Hj Asmarani SSos MSi.

Tak hanya sebagai identitas bagi anak, tapi juga syarat untuk berbagai hal seperti pendidikan, perbankan, perlindungan anak dan lainnya. Kerena itu, pada KIA tercantum nama lengkap, tempat tanggal lahir, nomor KK, nama kepala keluarga, nomor akta kelahiran, agama serta alamat.

“Setelah anak berusia 17 tahun ke atas, baru berlaku e-KTP,” jelasnya. Saat ini, pencetakan KIA dilakukan di Disdukcapil. Pihaknya menargetkan, seluruh anak dan bayi yang baru lahir mengurus kartu identitas itu.

Seiring bertambahnya penduduk yang berusia 17 tahun ke atas, perekaman dan pencetakan e-TKP tak kunjung tuntas. Disdukcapil Muba hingga kini mencatat, sudah 379.191 warga yang merekam identitas diri dari total 399.000 wajib KTP.

Yang belum melakukan perekaman e-KTP ada 19.819 orang. “Kami terus jemput bola agar semua warga punya identitas diri,” kata Asmarani. Caranya, dengan mengoperasikan mobil pelayanan e-KTP keliling, mendatangi dan melayani perekaman pelajar SMA sederajat hingga menyambangi pasien rawat inap di rumah sakit.

Di Lahat, sudah sekitar 10.000 dari total 20.000 anak di atas 5 tahun yang memiliki KIA. “Akan terus dilakukan perekaman dan pencetakan hingga semua anak punya kartu tersebut,” imbuh Kepala Disdukcapil Lahat, Yhon Tito.
Untuk e-KTP, pihaknya optimis perekaman e-KTP mencapai 100 persen diakhir Desember ini. “Sekarang sudah 95 persen,” ucapnya. Dari 430.698 jiwa warga Lahat, ada 220.286 laki-laki dan 210.412 perempuan yang wajib KTP. “Upaya yang dilakukan, melakukan perekaman di kecamatan bahkan ke sekolah – sekolah,” tuturnya.

Kepala Disdukcapil Ogan Ilir, Akh Lutfi SSos MSi menuturkan, pihaknya mensosialisasikan pentingnya KIA dengan mengunjungi siswa di sekolah. Termasuk Taman Kanak-Kanak (TK). “Program pembuatan KIA kita sudah berjalan,’’ katanya.

Upaya jemput bola untuk menuntaskan perekaman e-KTP juga dilakukan di Ogan Ilir. Tim GISA yang terdiri dari jajaran Disdukcapil dan operator kecamatan) bahkan mendatangi desa-desa untuk melakukan perekaman dan pencetakan e-KTP. “Pada 5 Desember kemarin, tim menyambangi kecamatan Kandis,” tandas Lutfi.

Pencetakan Kartu Identitas Anak (KIA) di Muara Enim masih terkendala fasilitas. Oleh karena itu hingga saat ini belum ada KIA yang dicetak. “Karena belum ada kesepakatan untuk format foto, apakah langsung atau bisa ditempel saja,” ujar pelaksana tugas (plt) Kepala Disdukcapil Muara Enim, Untung Susilo. Jajarannya sedang fokus menyelesaikan perekaman dan pencetakan e-KTP guna menghadapi Pemilu 2019.

“Bukan berarti KIA tidak dipikirkan, tapi ada skala prioritasnya untuk saat ini,” bebernya.

Menurut dia, KIA cukup penting bagi anak mengingat akan memudahkan dalam adminstrasi berbagai keperluan. “Ke depan kalau sudah ada, kami akan bekerja sama dengan toko buku sehingga bila anak memiliki KIA bisa dapat diskon,” tukasnya.

Mengenai e-KTP yang belum bisa mencapai target 100 persen, itu karena jumlahnya terus bertambah. Terutama yang baru berusia 17 tahun. “Rata rata yang sudah dewasa sudah merekam, jadi sebenarnya sudah mendekati 100 persen,” beber dia. (uni/ebi/gti/yud/way/ce1)

Empat Lawang

Kemenag Doa Bersama,Kesembuhan Menag

Published

on

Caption : Tampak suasana Dzikir dan Doa bersama kemenag Empat Lawang

REL,Empat Lawang – Menteri agama indonesia,positif terpapar wabah covid -19.

Maka dari itu Kepala Kantor Kementrian Agama (Kemenag) Empat Lawang bersama jemaah menggelar dzikir dan doa bersama,dimusholah al madani kemenag Empat Lawang.Selasa (22/9).

Dzikir dan Doa bersama ini di tujukan untuk kesembuhan menteri agama yang terpapar wabah covid-19.

“Doa bersama untuk kesembuhan menteri agama dari covid yang dilanjutkan dengan membaca yasin dan dzikir,”Kata H Muhammad Makki S. Ag, M. Pd. I Kakankemenag Empat Lawang.Kamis (24/9).

Dzikir dan doa bersama langsung di kordninatori oleh Kasubag T.U H.M Syaifullah M.M dilanjutkan dengan pembacaan surah yasin dan dzikir serta dilanjutkan dengan doa bersama

Dengan harapan,digelarnya dzikir dan doa bersama ini ,bisa memberikan kekuatan ilahi untuk kesembuhan kepada menteri agama.

“Semoga beliau diberikan kekuatan serta ketabahan dalam menghadapi semua ujian ini,dan beliau segera sembuh dari wabah covid-19,”Ucapnya.(Mg20).

Baca Selengkapnya

Empat Lawang

Bung Ben Programkan 3M Untuk PWI

Published

on

Foto : PADRI / REL Caption :Beni Syafrin berfose bersama ketua PWI Sumsel dan anggota.

REL,Empat Lawang – Ber-Visi misikan 3 M ,Beni Syafrin terpilih menjadi ketua definitif Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Empat Lawang.Rabu (23/9).

Beni Safrin terpilih dengan memenangi 7 suara berselisih satu suara,dengan total pemilih sebanyak 13 orang yang tergabung dari anggota PWI Kabupaten Empat Lawang

“Alhamdulilah terima kasih teman teman,kemenangan ini adalah kemenangan kita bersama,”Lanjut Beni

Dengan,Mewujud Sumber Daya Manusia Yang Unggul, Profesional, Berkualitas dan Bermartabat. Mendukung Terwujudnya Empat Lawang MADANI,ia pun mempunyai program program unggulan yang di rangkum menjadi 3M

“Yang pertama, Memperkuat Sinergitas Dengan Pemerintah Empat Lawang untuk membangun Bergening Kuat Dengan Pihak Swasta,Meningkatkan Profesionalisme Seluruh Anggota PWI, Yang Berbasis Digitalisasi ,melalui Peningkatan Uji Kompetensi dan Penguatan bimtek terkait tata kerja Jurnalis, termasuk juga aturan dan perundang-undangan yang terupdate,”Sambung Bung Beni

Menciptakan perlindungan hukum bagi seluruh anggota PWI dan Peningkatan Kesejahteraan,membentuk koperasi PWI Empat Lawang,menciptakan usaha kreatif sebagai pendapatan PWI,membangun solidaritas antar seluruh anggota PWI melalui arisan keluarga , menyiapkan asuransi tenaga kerja gratis untuk seluruh anggota PWI dan PWI mempunyai kantor sendiri.

“Tentunya semua ini perlu kerjasama dan dorongan dari kita semua,mari kita bersama sama memajukan PWI Empat Lawang,”Ucap Bung Beni

Dengan harapan PWI Empat Lawang kedepannya dapat lebih konsisten dan profesional dalam bekerja untuk mewujudkan Empat Lawang MADANI.(Mg20).

Baca Selengkapnya

Empat Lawang

Tingkatkan Kemanunggalan TNI Dengan Rakyat

Published

on

Foto : PADRI / REL Caption : Tampak Dandim 04-05 lahat tinjau lokasi pembukaan jalan

REL,Empat Lawang – Dandim. 04-05 Lahat melaksanakan kegiatan TNI Manunggal Masuk Desa (TMMD) ke-109 di tahun 2020.Selasa (22/9).

Dandim 04-05 lahat menaungi 3 wilayah yakni .kabupaten Empat Lawang,kota Pagar Alam dan Kabupaten Lahat.

Namun,pantauan dilapangan ,yang menjadi titik lokasi giat tersebut yakni di Kabupaten Empat Lawang tepatnya di Kecamatan Pendopo Desa Tanjung Raman.

Dandim 04-05 Lahat Letkol Kav Syawaf Al Amien,SE.M.Si mengatakan ada 2 kegiatan dari TMMD yakni giat fisik dan non-fisik diantarannya pembukaan jalan kurang lebih 1,120 meter dengan lebar kurang lebih 5 meter dan gorong gorong sebanyak 10 unit.

“Sedangkan non-fisik mempunyai 8 program diantaranya,yang pertama penyuluhan kesadaran bela negara,penyuluhan tentang hukum,penyuluhan tentang bahaya narkoba,penyuluhan tentang pertanian,penyuluhan tentang wawasan kebangsaan,penyuluhan tentang kesehatan,penyuluhan tentang pemberdayaan masyarakat dan penyuluhan tentang kebakaran hutan dan lahan (Karhutla),”Lanjut Syahwab

Sasaran yang dicapai,membantu mempercepat pembangunan di daerah memperlancar perhubungan/transfortasi darat,membantu tingkatkan kesejahteraan rakyat di daerah,tanamkan kesadaran bela negara dan meningkatkan kemanunggalan TNI dengan rakyat.

“Jadi capaian yang di inginkan ada 5 point tersebut di kegiatan TMMD ke 109 ditahun 2020,”Jelasnya.

Terpisah Shanti warga Tanjung Raman merasa senang dengan adannya TMMD di Desanya,karena menurutnya dengan adanya pembukaan jalan ini bisa memperlancar aktivitas warga sehari hari.

“Senang,semoga kedepannya lebih maju lagi dan bisa dirasakan oleh masyarakat langsung,”Tuturnya.(Mg20).

Baca Selengkapnya

Trending