Connect with us

Empat Lawang

Dua Warga Ditemukan Tergeletak Pinggir Jalan

Published

on

DITEMUKAN : Kedua Laki-Laki warga Kecamatan Pendopo di temukan tergeletak di Pinggir jalan Talang Spadel Desa Tanjung Eran Kabupaten Empat Lawang

* Satu Tewas dan Satu Pingsan Belum Sandarkan Diri

 

REL, Empat Lawang – Warga Desa Tanjung Raman dan Tanjung Eran Kecamatan Pendopo Kabupaten Empat Lawang dihebohkan penemuan dua sosok laki laki yang tergeletak di pinggir Jalan Talang Spadel (Tunggul Hitam ) perbatasan Desa Tanjung Raman dan Desa Tanjung Eran Kecamatan Pendopo Kabupaten Empat Lawang Sekira pukul 11.00 WIB pada Hari Minggu (1/9/19) dalam keadaan 1 Meninggal Dunia dan 1 Pingsan.

Adapun identitas dari kedua orang tersebut yakni Rules (31) Bin Darwis warga Kelurahan Pagar Tengah Kecamatan Pendopo ( Belakang Pasar ) dan Yudi (35) Bin Den Warga Desa Bayau Kecamatan Pendopo Kabupaten Empat Lawang.

Rules ditemukan di TKP dengan kondisi mengalami luka robek pada kepala,luka robek pada lengan kiri, luka robek pada pergelangan tangan kiri, luka robek pada paha kiri atas, luka robek pada paha kiri bawah dengan keadaan sudah tak bernyawa

sedangkan Yudi di temukan dengan kondisi mengalami luka robek pada kepala samping kiri atas dan bawah, mengalami luka robek pada kepala bagian belakang dengan keadaan pingsan belum sadarkan diri.

Kapolsek Pendopo Iptu. Haryanto melalui Kanit Res setelah mendapatkan laporan dari warga bahwa telah di temukan dua orang laki laki yang tergeletak di pinggir jalan Talang Spadel Desa Tanjung Eran Kecamatan Pendopo melakukan cek TKP/olah TKP (Tempat Kejadian Perkara).

“Korban dibawah ke RS Pratama Pendopo untuk dilakukan perawatan medis,setelah selesai korban yang meninggal Dunia RULES diserahkan kepada keluarga korban sedangkan Yudi dirujuk ke Rumah Sakit Besema Pagar Alam,” ungkap Iptu Haryanto saat di Hubungi Via Pesan Whatsapp.Minggu (1/9/19).

Masih dikatakan Haryanto belum diketahui dengan jelas kejadian ditemukannya dua sosok laki laki tersebut.

“Kejadian sebenarnya belum diketahui dengan jelas,pihak kepolisian masih dalam melakukan penyelidikan,”Ujarnya.

Sementara Kepala Desa Tanjung Raman Ali amin Saat di kompirmasi melalui Via Telepon membenarkan bahwa di Wilayah Desanya Di temukan Dua Sosok Laki laki yang di temukan warga.

“Ya benar,tadi aku dapat informasi dari warga bahwa ada penemuan dua sosok laki lako yang tergeletak di Perbatasan wilayah tanjung eran dgn Tanjung Raman tepatnya di tunggul hitam,”katanya.

Dilanjutkan Ali, belum bisa memastikan haltersebut dikarenakan diri sedang berada di Luar kota,
“Belum tau pasti kejadian tersebut karena saya pagi tdi lagi ke luar kota dan mendapat kabar sudah siang,Yang pasti memang ada penemuan dua sosok laki laki,” tukasnya. (Mg20).

Empat Lawang

Muzaiana Hanyut Hendak Ambil Rebung

Published

on

Caption : Puluhan Warga Desa Suka Dana Saat mencari korban yang hanyut di Sungai Lintang.

 

*Sampai saat ini korban belum ditemukan

REL,Empat Lawang – Nasib naas yang dialami Muzaiana (35) Bin Bidin warga Desa Suka Dana Kecamatan Muara Pinang yang terjatuh disungai lintang hendak mengambil rebung.

Pantauan wartawan Rakyatempatlawang lapangan kronologi kejadian sekitar pukul 15 : 00 Wib.Minggu (23/2/20).

Nampak dilokasi puluhan warga bersama pihak polisi dan tni mencari korban hingga sampai malam hari.

Caption : Warga saat mencari korban di siang hari disungai lintang.

 

Diceritakan oleh Riduan salah satu keluarga korban,mengatakan Korban bersama anak nya Cindy (9) mengambil rebung,ketika korban mencabut rebung,korban terpelesat hingga jatuh ke sungai lintang dan hanyut terseret deras arus sungai lintang.

“Pas korban hanyut Anaknya sempat melihat dan ibunya melambaikan tangan menyuruh anaknya pulang meminta bantuan ke warga dan setiba nya warga di lokasi korban sudah tidak ada dan sampai saat ini pukul 23 : 00 Wib korban belum juga di temukan,”Kata Riduan.Minggu (23/2/20).

Namun,dirin nya berharap kepada pemerintah untuk memberikan bantuan ,mencari korban yang saat belum juga di temukan

Sementara Camat Muara Pinang Sapardina Joli saat dikompirmasi wartawan mengatakan membenarkan bahwa salah satu warga nya hanyut terseret arus deras sungai lintang dan pihaknya telah menghubungi BPBD empat Lawang untuk mencari korban yang hanyut.

“yan benar warga Desa Suka Dana Kecamatan Muara Pinang hanyut disungai lintang dan kita sudah hubungi BPBD Empat Lawang untuk meminta bantuan mencari korban yang hanyut dan Tim BPBD saat ini sedang meluncur ke lokasi,”Ujarnya.

Sementara Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Empat Lawang Kuswinarto memgatakan,sudah berkoordinasi dengan tim sar Sumsel satuan tugas pagar Alam dan mereka akan turun untuk mencari korban.

“Kendalanya jarak tim sar ke lokasi lumayan jauh jadi mereka sesuai SOP nya pencarian dilakukan disiang hari pada pukul 6 pagi dan malam ini tim sar sedang meluncur ke sekretariat BPBD dan akan di teruskan kelokasi korban hanyut,”Tuturnya.(Mg20).

Baca Selengkapnya

Empat Lawang

Wakapolres : Jangan Gunakan Kenalpot Racing

Published

on

Caption : Tampak Suasana Razia KRYD yang di Pimpin Wakapolres Empat Lawang

 

REL,Empat Lawang – Menertibkan masyarakat untuk mentaati peraturan lalulintas dan kelangkapan berkendara bukan semudah membalikan telapak tangan.

Memang ada sebagian juga yang patuh akan aturan lalulintas dan berkendara dan ada juga sebagian enggan mentaati peraturan tersebut

Melalui kegiatan rutin yang ditingkatkan yang sering disebut KRYD.Mapolres Empat Lawang mengerahkan puluhan personil gabungan untuk melaksanakan giat razia rutin setiap malam minggu dan malam libur di simpang tiga tugu duren Empat Lawang,Sabtu malam (22/2/20).

Kapolres Empat Lawang AKBP Eko Yudi Karyanto SIK, melalui Wakapolres Empat Lawang Kompol Dwi Utomo mengatakan,untuk mengantisipasi tindak kriminalitas dijalanan dan angka Laka lantas serta merazia kelengakapan berkendara pihak nya rutin melaksanakan giat KRYD di malam minggu dan hari libur

“Kita rutin razia setiap malam minggu dan malam ini kita mendapati tujuh unit R2 dan satu unit R4 jenis pick up warna hitam, Semuanya kita tilang,”Ungkap Kompol Dwi Utomo.Sabtu (22/2/20).

Dan lanjut Dwi,menegaskan bagi kendaraan R2 maupun R4 untuk tidak menggunakan kenalpor racing apabila terjaring razia maka pihak nya tak segan segan mencopot kenalpot tersebut.

“Saya tegaskan bagi pengendara jangan menggunakan kenalpot besar (Racing,Red),kalau nanti terjaring razia saya tidak segan segan melepas kenalpot nya,”Tegasnya.

Namun selaku Wakapolres Empat Lawang dirinya tetap menghimbau masyarakat agar melengkapi surat menyurat dan kelengkapan berkendara demi kenyamanan serta keamanan saat berkendara.

“Lengkapi Surat surat kendaraan,seperti STNK,SIM dan gunakan Helm saat berkendara yang berstandart Nasional Indonesia (SNI),demi keselamatan anda sendiri,”Tuturnya.(Mg20).

Baca Selengkapnya

Empat Lawang

Giat Patroli,Dua Laki Laki Bawah Sajam

Published

on

Caption : Kedua Laki laki saat diaman kan personil Sat Sabhara Polres Empat Lawang ya g mendapati membawa Sajam.

 

REL,Empat Lawang – Untuk menjaga Keamanan di wilayah hukum polres Empat Lawang,personil Sat Sabhara Polres Empat Lawang melaksanakan giat patroli rutin jarak jauh.

Dalam patroli rutin jarak jauh,setiba di Jalan Lintas Desa Lingge KecamatanPendopo Barat Kabupaten Empat Lawang,personil Sat Sabhara melihat dua laki laki yang sedang duduk di Pinggir Jalan Lintas Desa Lingge

Kapolres Empat Lawang AKBP.Eko Yudi Karyanto Melalui Kepala Satuan Sabhara
(kasat Sabhara) IPTU Hermanto mengatakan kedua laki laki tersebut pada saat dilakukan penggeledahan membuang 2 (dua) bilah Senjata Tajam jenis Pisau di pinggir jalan Lintas Desa Lingge.

“Kedua laki laki tersebut Yakni atas nama Hendra (20) Bin Iskandar dan Kosasi (35) Bin Jon keduanya warga Desa Lingge Kecamatan Pendopo Barat,”Kata Hermanto.Jum’at (21/2/20).

Selanjutnya Lanjut Hermanto, kedua laki laki tersebut berserta Barang Bukti 2 (dua) buah senjata tajam jenis pisau langsung dibawa dan diamankan ke Mapolres Empat Lawang.

“Guna penyidika dan penyelidika lebih lanjut kedua laki laki tersebut dibawah ke Mapolres Empat Lawang dan Kedua laki laki tersebut dikenakan undang-undang darurat nomor 12 tahun 1951,”Tukasnya.(Mg20).

Baca Selengkapnya

Trending