Connect with us

Empat Lawang

Dua Rumah Rusak Berat Dihantam Longsor

Published

on

LONGSOR : Warga Bersama Pihak Damkar Gotong Royong Membersihkan Eks Longsor

REL, Empat Lawang – Curah Hujan yang semakin tinggi mengguyuri Kabupaten Empat Lawang dalam beberapa bulan terakhir ini mengakibatkan struktur tanah menjadi erosi.

Pantauan dilapangan,Pemukiman warga di lereng tebingan Desa Tanjung Raye Kecamatan Pendopo Barat Kabupaten Empat Lawang longsor dan menghantam 3 buah rumah warga.

Dari data yang di dapat tiga buah rumah tersebut ada yang rusak ringan hingga rusak berat yakni atas nama Faisol Lani Rusak Berat ,Hatam Rusak Berat dan Arlan Rusak Ringan.

Tampak di lokasi warga bergotong royong bersama pihak Damkar kecamatan Pendopo dengan menggunakan alat seadannya dan satu unit Mobil pemadam kebaran yang membersihkan sisa sisa longsor yang menimpah rumah warga.

“Kejadian pada pukul 04 : 00 Wib,sekira pada pukul 02 : 00 Wib Sebelum kejadian hujan deras lalu saya membersihkan rumah karena kebanjiran setelah selesai membersihkan sisa banjir saya tidur lagi,setelah itu saya terbangun dan  mendengar suara gemuruh pas saya lihat ternyata tanah di belakang rumah saya longsor dan saya sempat tertimpah tembok,” kata Mardiana (35) Istri Hatam saat di bincangi Wartawan Rakyat Empat Lawang (REL).Sabtu (21/12/19).

Atas insiden kejadian tersebut warga mengalami kerugian mencapai puluhan juta dan dari salah satu anak warga  mengalami troumah akibat tertimpah reruntuhan longsor.

“Anak saya bernama Okta Nopitasari (12) tertimpah tembok saat tidur,alhamdulilah cuma tergilir bahu nya saja tapi sekarang ini keadaan nya masih troumah,” ungkap Mardiana.

Faisol Lani salah satu korban tanah longsor mengungkapkan bahwa rumah miliknya rusak parah dari pada korban lainnya.

“Ya rumah saya yang paling parah didinding belakang ambruk semua bahkan Isi rumah rusak  semua baik itu kulkas, Tv ,Mesin Cuci ,ginset,mesin air semuanya rusak semua,” ungkap Faisol.

Kendati dirinya berharap kepada pemerintah Kabupaten Empat Lawang agar dapat memberikan bantuan sesegera mungkin

“harapan nya  minta bantuan kepada pemerintah  secepat nya,”Harap Faisol dan Mardiana.

Sementara Pendamping Desa Pemberdayaan (PDP) Kecamatan Pendopo Barat Norman membenarkan,telah terjadinya longsor yang menimpah tiga rumah warga dikecamatan Pobar.

“Yo benar di Desa Tanjung Raye kejadian longsor menimpah tiga buah rumah warga,kejadian sekitar Pukul 04 : 00 Wib,”Benarnya.

Sementara Kabid Pencegahan dan Kesiap siagaan (BPBD) Kabupaten Empat Lawang Hery, saat dikompirmasi wartawan Membenarkan adanya kejadian tanah longsor yang berdampak kepada pemukiman warga.

“Yo, infonyo di Desa Tanjung Raye Kecamatan Pendopo Barat, kami dapat info sekitar jam 8 pagi tadi dan pihak BPBD Sudah mendatangi lokasi  dan sekrang masih bantu bersihkan,” ungkapnya. (Mg20).

Empat Lawang

SMK,SMA Se-Sumsel Serah Terimah Jabatan

Published

on

Foto : PADRI / REL Caption : Penandatanganan serah terimah jabatan

REL,Empat Lawang- Setelah dilakukan pelantikan dan pengukuhan beberapa hari lalu, seluruh Kepala Sekolah (Kepsek) SMA, SMK dan SLB SE Kabupaten Empat Lawang, melakukan serah terima jabatan (Sertijab), Rabu (16/9) di aula gedung SMK Negeri 1 Empat Lawang.

Plt Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Selatan, Riza Pahlevi, melalui Kasi Kurikulum Bidang SMK, Awaludin mengatakan, mutasi jabatan merupakan dinamika yang biasa sebagai abdi negara. Selain itu, mutasi juga dilakukan dalam rangka memperkaya pengalaman bertugas serta penyegaran suasana kerja.

“Dengan potensi dan integritas yang dimiliki oleh masing-masing Kepsek, hendaknya bisa mengembangkan inovasi dan kreatifitas untuk kemajuan sekolah,” ungkap Awaludin saat membacakan sambutan Plt Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Selatan.Rabu (16/9).

Awaludin juga menambahkan, sebagai seorang Kepsek, harus mengedepankan etika moral dan kejujuran serta selalu berkoordinasi dengan pimpinan dan bawahan. “Ciptakan suasana yang kondusif di sekolah, dengan saling menjaga rasa asah, asih dan asuh,” imbuhnya.

Masih menurut Awaludin, tugas dan tanggungjawab kita saat ini semakin berat. Makanya fighting spirit harus dilakukan, dengan memberdayakan SDM staf yang ada. “Kita tidak bisa sendirian atau One Man Show dalam melaksanakan amanah ini, staf yang ada harus diberdayakan semaksimal mungkin,” ujarnya seraya berharap, seluruh Kepsek yang ada di Empat Lawang bisa membawa perubahan yang lebih baik, dalam dunia pendidikan di Provinsi Sumatera Selatan.

Ditempat yang sama, Ketua MKKS SMK Kabupaten Empat Lawang, Saipul Efendi, mengajak seluruh Kepsek yang ada supaya memegang teguh amanah yang diberikan tersebut untuk membangun sekolah.

“Kita sama-sama menyadari dan yakin, amanah yang diberikan ini adalah salah satu bentuk ibadah. Untuk itu, mari kita jalankan amanah ini dengan baik,” ungkap Saipul.(Mg20).

Baca Selengkapnya

Empat Lawang

Dinsos : Belum Terima Surat Resmi Kemensos

Published

on

Foto : Ilustrasi

REL,Empat Lawang – Pasien positif corona atau covid-19,baik yang meninggal dunia maupun yang telah sembuh dari virus corona,mendapatkan santunan dari pemerintah pusat melalui kementrian sosial Republik Indonesia.

Dikutip dari situs resmi kemensos RI ,kemensos ri memberikan santunan kepada pasien yang meninggal dunia positif corona sebesar 15 juta kepada ahli waris sedangkan pasien yang sembuh akan diberikan santunan jaminan hidup.

Dengan persyaratan menyertakan surat keterangan dari rumah sakit/puskesmas atau dinas kesehatan setempat bahwa yang bersangkutan adalah korban covid-19.

Untuk diketahui, saat ini pasien positif corona di kabupaten Empat Lawang berjumlah 11 orang dengan rincian 2 orang meninggal dunia ,8 orang dinyatakan sembuh dan 1 orang masih dalam proses isolasi mandiri

Sementara itu,Plt.Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Empat Lawang Eka Agustina mengatakan,Sampai saat ini belum mendapatkan info atau pun surat resmi dari kemensos.

“coba tanya BPBD ( sekretariat tim gugus ) atau Dinkes,sebab belum dapat info atau surat resmi dari kemensos dan saya telpon kadinsos provinsi (Palembang) juga belum pernah dapat,”Ungkapnya saat di hubungi melalui pesan singkat whatsapp.Senin (7/8).

Mungkin lanjutnya,kabid perlimbansos yang mendapatkan info tersebut.

“Untuk sampai saat ini saya belum,saya tanya kabid perlimbansos dulu mungkin di kabidnya ada info tentang ini karena saya masuk menjadi PLT kadinsos itu terhitung mulai bulan Mei,”Katanya.(Mg20).

Baca Selengkapnya

Empat Lawang

Masyarakat Keluhkan Isu yang Beredar

Published

on

Foto : Ilustrasi 

REL,Empat Lawang – Masyarakat dikeluhkan beredarnya informasi yang menyatakan bahwa penggunakan orgen tunggal dan pelaksanaan resepsi pernikahan dilarang kembali oleh pemerintah daerah Kabupaten Empat Lawang.

Sebelumnya,melalui surat edaran bupati nomor : 360 /254/SE/BPBD/2020, telah memperbolehkan masyarakat yang ingin menggelar acara resepsi pernikahan dan penggunaan orgen tunggal.

Namun,dalam sepekan ini,beredarnya isu yang menyatakan penggunaan OT dan pelaksanaan resepsi pernikahan ditutup (Tidak diperbolehkan lagi ) kembali.

“Yang saya dengar minggu kemarin,kabarnya itu sekitar bulan 9 dan bulan 10 tidak diperbolehkan lagi,”Ungkap AA yang tak ingin namanya dimuat di media,Minggu (6/8).

Kalau memang ditutup kembali,ia merasa kasihan kepada pemilik usaha OT maupun pelaminan,sedangkan pendapatan mereka hanya mengandalakan masyarakat yang ingin melaksanakan hajatan,dengan menyewa orgen tunggal dan pelaminan.

“Kalau ditutup kembali mereka mau makan apa,sementara ingin berkebun mereka tidak punya lahan,”tuturnya.

Iapun berharap agar pemerintah bisa mempertimbangkan hal tersebut.

Sementara Ketua gugus tugas covid-19 Empat Lawang H.Joncik Muhammad melalui Sekretariat gugus tugas covid-19 Kuswinarto,SE.M.Si mengatakan masyarakat jangan termakan isu isu yang belum jelas kebenarannya.

“berpedoman dengan surat edaran (SE) bupati Empat Lawang,bagi masyarakat yang melaksanakan pelaksanaan resepsi pernikahan dan penggunaan orgen tunggal harus memenuhi prosedur serta mematuhi syarat syarat dari surat edaran bupati tersebut,”Kata Kuswinarto.

Yang mana masih dikatakan Kuswinarto,pelaksanaan dan penggunaan orgen tunggal harus menerpkan protokol kesehatan dan mematuhi semua prosedur prosedur yang tertera di surat edaran bupati.

“Di point 13 dalam surat edaran bupati ,bagi masyarakat yang melanggar serta tidak mematuhi surat edaran tersebut dapat dikenakan sanksi yakni teguran oleh pihak berwajib dan penghentian pelaksanaan acara oleh pihak berwajib,”Tukasnya.(Mg20).

Baca Selengkapnya

Trending