Connect with us

Empat Lawang

Dua Perusahaan Diduga tak Kantongi Izin Amdal

Published

on

REL, Empat Lawang – Operasional perkebunan PT Eka Jaya Sari Mas yang berada di wilayah Kecamatan Tebing Tinggi, Kabupaten Empat Lawang, dipertayakan. Pasalnya, perusahan perkebunan sawit ini diduga tidak mengantongi dokumen izin analasis dampak lingkungan (Amdal).

Tidak hanya perusahan perkebunan itu yang diduga tidak memiliki kelengakapan dokumen amdal, salah satu perusahaan lain yakni PTPN 7 Unit Senabing, Afdeling III Sungai Berau, juga diduga tidak memiliki kelengkapan dokumen amdal. Ini artinya, kedua perusahaan itu kuat dugaan tidak memiliki izin perkebunan di wilayah Kabupaten Empat Lawang, padahal kedua perusahaan ini sudah lama beroperasi di wilayah Bumi Saling Keruani Sangi Kerawati.

“Hampir setiap sore, kendaraan milik Sari Mas, membawa hasil perkebuna sawit keluar melalui Jalan Poros yang notabene-nya jalan di wilayah Kabupaten Empat Lawang. Menggunakan fasilitas jalan di kabupaten ini namun tidak ada kontribusinya bagi kabupaten kita,” ungkap Doni, salah seorang warga, Rabu (20/2).

Dikatakan warga tersebut, keberadaan kedua perusahaan itu memang sudah ada jauh sebelum Kabupaten Empat Lawang berdiri dan izin perkebunan kedua perusahaan itu dibuat saat wilayah Kecamatan Tebing Tinggi, masih menjadi bagian dari Kabupaten Lahat.

“Namun seharusnya pemerintah Kabupaten Empat Lawang harus menegaskan ke mereka, saat ini Kecamatan Tebing Tinggi merupakan wilayah Kabupaten Empat Lawang, bukan wilayah Kabupaten Lahat lagi. Mereka harus memperbaharui dokumen perizinan, karena sudah berada di dua wilayah kabupaten, tidak lagi satu kabupaten,” urainya.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Empat Lawang, Lukman Panggarbessy melalui Kasubid Perencanaan dan Kajian Dampak Lingkungan DLH Kabupaten Empat Lawang, Jalin Elsaprike saat dikonfirmasi mengatakan, hingga saat ini memang benar pihaknya belum pernah mengeluarkan rekomendasi penerbitan dokumen amdal kedua perusahaan tersebut.

“Iya, PT Eka Jaya Sarimas dan PTPN 7 belum pernah kita keluarkan rekomendasi penerbitan dokumen amdalnya. Kalau PT SMS mereka sudah ngurus dan dalam proses,” ungkap Jalin saat ditemui di ruang tugasnya.

Dikatakannya, karena kedua perusahaan tersebut, yakni PT Eka Jaya Sari Mas dan PTPN 7 berada dalam dua wilayah kabupaten, yakni Kabupaten Lahat dan Empat Lawang, kewenangan penerbitan dokumen amdalnya itu merupakan pihak DLH Provinsi Sumsel sedangkan DLHD Empat Lawang hanya mengeluarkan rekomendasi.

“Kita hanya mengeluarkan rekomendasinya saja, yang punya kewenangan mengeluarkan dokumen amdalnya itu pihak provinsi. Namun jelas, kalau sejauh ini kita belum pernah mengeluarkan rekomendasi yang dimaksud,” tukasnya. (12)

Empat Lawang

Desa Ulak Dabuk Salurkan BLT DD Tahap II

Published

on

Caption : Kades berikan BLT kepada warga yang disaksikan Camat Talang Padang

REL,Empat Lawang – Pemerintahan Desa Ulak Dabuk Kecamatan Talang Padang Kabupaten Empat Lawang kembali menyalurkan BLT dana Desa tahap II (Kedua,Red) yang sebelumnya tahap I (Satu) sudah 100 persen di salurkan kepada warga yang terkena dampak covid-19.

Hal tersebut dikatakan kepala desa (Kades) Ulak Dabuk Kasmir mengatakan untuk tahap I sudah direalisasikan sepenuhnya diberikan kepada warga.

“Hari ini penyaluran BLT DD tahap II dengan data yang sama dan penyaluran ini tanpa ada potongan apapun 100 persen diberikan kepada warga,”Jelasnya.Kamis (4/6).

Karena lanjutnya penyaluran ini diberikan kepada warga yang terdampak covid19.diberikan selama tiga bulan dengan nominal sebesar 600 perbulannya

“Bulan April sudah di berikan sebesar 600 dan untuk bulan Mei hari ini juga diberikan 600 dan untuk bulan Juni masi menunggu jadwal berikutnya,”Terangnya.

Selaku kepala desa,ia mengharapkan bantuan langsung tunai ini bisa dimanfaatkan warga untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari hari sampai wabah covid19 ini berlalu .

“Gunakan bantuan ini untuk keperluan hidup jangan dipoya poyakan dan semoga wabah virus corona ini cepat berlalu hilang di muka bumi terkhususnya di daerah yang kita cintai,”Harapnya.

Sementara Pendamping Lokal Desa ( PLD ) Eflansah mengatakan penyaluran BLT DD di Desa Ulak Dabuk sudah rampung disalurkan.

“Untuk tahap I dan II alhamdulilah sudah disalurkan semua kepada yang berhak menerima sedangkan untuk tahap III masih menunggu bulan selanjutnya,”Tuturnya.(Mg20).

Baca Selengkapnya

Empat Lawang

Kenal Lebih Dekat dengan Penulis Daerah, Anita Silvia atau Dikenal dengan Nama Pena Malaikat Bersayap

Published

on

Caption : Anita Silvia

 

Menulis adalah hobi dari gadis manis yang bernama lengkap Anita Silvia. Sedari kecil ia sangat suka menulis diary. Awalnya hanya bentuk diary, seiring dengan berjalannya waktu hobi itu menjadi profesi. Ingin tahu kisah perjuangan Anita menjadi penulis tingkat daerah di Kabupaten Empat Lawang? Simak kisahnya di bawah ini.

 

 

>>> Anita – Tebing Tinggi <<<

Semangat Membuatmu Bergairah, Bersyukur Membuatmu Bahagia. Itulah prinsip hidup yang dipegang oleh gadis manis bernama lengkap Anita Silvia atau lebih dikenal dengan nama pena Malaikat Bersayap. Anita merupakan putri asli Empat Lawang, lahir di Tebing Tinggi, 9 Oktober 1993, dari pasangan suami istri bernama Lukman dan Elvi Sukaisi.

Anita mempunyai cita-cita ingin menebar kebaikan melalui tulisan. Menulis adalah satu-satunya hobi yang konsisten ia lakukan, karena hobinya itu juga kini ia menjadi salah satu Jurnalis di Surat Kabar Rakyat Empat Lawang (REL). Selain menjadi Jurnalis, Anita juga menjadi penulis tingkat daerah di Kabupaten Empat Lawang. Kemampuannya menulis dibuktikan dengan dipercayai untuk menulis buku biografi Bupati Empat Lawang periode 2016-2018, Syahril Hanafiah. Waktu itu, Anita baru saja menamatkan pendidikan S1 nya.

Bukanlah hal yang mudah untuk bisa mencapai titik itu, di akhir semester Anita memulai debut karirnya sebagai penulis pemula di kampusnya, IAIN Bengkulu. Sewaktu kuliah, ada dua buku antologi cerpen dan satu buku novel yang ia launchingkan. Antologi cerpen karya tunggalnya berjudul Cahaya di Ujung Kelam dan antologi cerpen bersama teman-temannya berjudul Satu Hati Tujuh Purnama, kemudian satu novel fiksi karya tunggalnya berjudul Putri Empat Lawang Mengawali Mimpi di Bumi Raflesia.

Prestasi berkarya di tanah rantau membawanya dipercayai untuk menulis buku biografi orang nomor satu di Empat Lawang kala itu. Sejak melaunchingkan buku biografi Syahril Hanafiah yang merupakan Bupati Empat Lawang pada masanya, nama Anita kian banyak dikenal di Bumi Saling Keruani Sangi Kerawati.

Anita juga kerap memenangkan lomba-lomba menulis fiksi seperti cerpen dan novel dalam skala nasional. Kemudian pengalaman berharga lainnya yakni, Anita diberikan kesempatan membacakan puisi tentang bencana alam di depan Menteri Sosial, Agung Kartasasmita didampingi oleh pimpinan daerah se Sumatera Selatan, serta disaksikan oleh 4.000 peserta seluruh Indonesia.

“Apa yang diraih sekarang belumlah seberapa. Masih banyak mimpi yang harus diwujudkan. Semoga ke depannya bisa menulis dalam skala nasional dan dibaca banyak orang,” kata Anita saat diwawancarai oleh media.

Saat ini, Anita menempuh pendidikan S2 di kampus Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah Palembang. Menurutnya, pendidikan ialah salah satu hal yang terpenting untuk keseimbangan hidup di dunia dan akhirat. Sembari berkerja dan kuliah, Anita tetap konsisten menjalani hobi menulisnya. Semangat menulisnya menggiring Anita menjadi salah satu Duta Literasi Kabupaten Empat Lawang mendampingi bunda Hepy Safriani Joncik untuk menebar virus literasi di tanah kelahirannya.

“Biasanya saya menulis buku fiksi itu dari malam Jumat sampai ke malam minggu setiap minggunya. Sekarang lagi garap novel tentang Empat Lawang yang akan duet bersama seorang teman. Doakan semoga novel kami cepat rampung,” ucapnya. (Mg15)

Baca Selengkapnya

Empat Lawang

Bupati Resmikan Posko Tangkal Covid-19

Published

on

FOTO : PADRI / REL Caption : Bupati Empat Lawang saat tiba di posko tangkal covid19 ,terlebih dahulu mencuci tangan yang telah disediakan.

 

REL,Empat Lawang – Bupati Empat Lawang H Joncik Muhammad, resmi melaunching posko Siaga Covid-19, Selasa (2/6/2020).

Posko siaga Covid-19 ini disiapkan, sebagai kampung covid di Empat Lawang, dalam rangka menuju New Normal atau kehidupan yang baru, dengan menerapkan protokol kesehatan.

“Ini bagian dari menuju New Normal dan kebetulan Empat Lawang masuk dari 102 didaerah yang masuk New Normal, ini sungguh luar biasa,” ungkap Bupati Empat Lawang H Joncik Muhammad, disela-sela launching posko siaga covid-19.

New Normal tersebut dijelaskan Bupati, merupakan kehidupan tatanan yang baru dengan menerapkan protokol kesehatan, yaitu memakai masker, cuci tangan, jaga jarak.

“Saya kaget juga setelah pemerintah pusat menetapkan New Normal, karena New Normal ini di lakukan agar Ekonomi kita tidak ambruk,” jelasnya.

Pihaknya lanjut Joncik, selaku Pemerintah harus memberikan contoh kepada masyarakat, sebab New Normal ini berbeda dengan kehidupan sebelum wabah covid.

” New Normal ini adalah tatanan kehidupan kita yang baru, dengan menerapkan protokol kesehatan, dan kita harus memberikan contoh terhadap masyarakat, kalau kita minta masyarakat pakai masker kita harus pakai masker, kalau kita minta jaga jarak kita yang mulai,”Tuturnya.(Mg20).

Baca Selengkapnya

Trending