Connect with us

Empat Lawang

Dua Kantor Dinas Diserbu Ribuan Ekor Lalat

Published

on

LALAT : Salah satu meja kerja staf di Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Empat Lawang, dihinggapi ratusan ekor lalat," Kamis (25/4/2019).

REL, Empat Lawang – Dua kantor milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Empat Lawang, yakni kantor Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) dan Kantor Dinas Koperasi, UMMKM, Ketenagakerjaan Kabupaten Empat Lawang, diserang ribuan ekor lalat, Kamis (25/4/2019).

Fenomena ini membuat pegawai di kedua kantor dinas tersebut, kewalahan dan terganggu. Pasalnya, ribuan ekor lalat yang menyerang secara bersamaan belum pernah terjadi di kantor itu sejak kantor itu berdiri dan difungsikan beberapa tahun lalu.

Menurut sejumlah pegawai, ribuan ekor lalat yang menyerang kedua kantor itu, diduga berasal dari penangkaran ayam yang tak jauh dari kedua kantor itu. Karena sebelum ada penangkaran ayam yang hanya berjarak ratusan meter dari kedua kantor dinas tersebut, tidak pernah ada kejadian fenomena seperti ini.

“Masih perlu pembuktian. Yang pastinya, sebelum ada kandang ayam di sekitar kantor, tidak pernah ada kejadian serbuan ekor lalat seperti hari ini,” ungkap sejumlah pegawai yang berdinas di dua kantor tersebut.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Empat Lawang, Munfazir Ghozali saat dikonfirmasi di ruang tugasnya mengaku telah mengetahui adanya penangkaran ayam cukup besar di kawasan sekitar dua kantor dinas tersebut.

“Terkait apakah ada izinnya atau tidak, bukan ranah DLH untuk mengetahui,” ujar Munfazir.

Menurut dia, untuk meninjau keberadaan penangkaran ayam tersebut, banyak pihak yang harus dilibatkan. Contohnya saja sebut dia, untuk lokasi adalah ranah Bidang Penataan Ruang pada Dinas PU dan Penataan Ruang apakah menyalahi tata ruang wilayah atau tidak dan aspek lain untuk pengelolaan lingkungan baru dilakukan DLH.

“Intinya, keluarnya izin suatu usaha, bukan ranah DLH, tapi ranah Dinas Perizinan. DLH hanya mengeluarkan rekomendasi saja, sepenuhnya keputusan ada di perizinan,” sebut dia.

Meski demikian sebut Munfazir, rekomendasi dari DLH jika seandainya sudah diterbitkan, dapat saja pihaknya lakukan pencabutan, melalui mekanisme yang tidak bertentangan dengan aturan yang ada. “Karena kebetulan pada hari ini bidang yang menangani itu sedang bertugas di lapangan, nanti saja saya akan tanyakan,” tukasnya. (12)

Empat Lawang

Kapolres Berjanji Membedah Rumah Nenek Rismawati

Published

on

Caption : Kapolres Empat Lawang bertemu dan berbicara langsung dengan nenek Rismawati di Kediamannya.

REL,Empat Lawang – Jajaran Polres Empat Lawang menyambangi rumah nenek Rismawati (62) yang beralamatkan di Desa Padang Tepong Kecamatan Ulu Musi Kabupaten Empat Lawang.Sabtu (6/3).

Kedatangan orang nomor satu di wilayah Hukum Polres Empat Lawang ini,melihat kondisi kediaman nenek Rismawati dan kedua putranya yang mengalami keterbelakangan mental sekaligus memberikan bantuan berupa sembako.

Diketahui,Nenek Rismawati tinggal bersama dua anak laki lakinya di rumahnya yang terbilang tidak layak huni dan nenek Rismawati juga mengidap penyakit katarak di dua belah matanya sehingga mengakibatkan nenek Rismawati tidak bisa melihat orang orang sekelilingnya baik dari jarak dekat maupun jauh,

Kapolres Empat Lawang AKBP. Wahyu,S.IK didampingi wakapolres Empat Lawang Kompol Indarmawan mengatakan akan memberikan bantuan pengobatan operasi mata kepada nenek Rismawati.

“Insyah allah kedepan kami dari kepolisian atas izin bapak kapolda sumsel akan mengobati mata nenek Rismawati agar bisa melihat kembali,”Kata Kapolres

Bukan hanya operasi mata saja ,Kapolres juga berjanji akan membedah rumah nenek Rismawati agar menjadi layak huni.

“Secepatnya akan kita lakukan menjadi rumah layak huni ,mudah mudahan allah mengizinkan,”Tuturnya.

Sementara Saipul tetangga Nenek Rismawati mengatakan sudah banyak para dermawan yang mendatangi kediaman beliau untuk memberikan bantuan.

“Alhamdulillah sudah banyak orang mendatangi kediaman Nenek Rismawati ,Semalam Kapolsek tebing tinggi memberikan sembako dan hari ini Kapolres,”Jelasnya

Memang lanjut Saipul nenek Rismawati pengen bisa melihat lagi namun tidak ada biaya untuk berobat.

“Mudah mudahan dengan adanya bantuan kepolisian polda dan polres nenek bisa melihat lagi karena kasihan kedua anaknya itu juga mengalami keterbelakangan Mental yang hidup bersama nenek Rismawati,”Terangnya.(Dn).

Baca Selengkapnya

Empat Lawang

Telah Beredar Uang Palsu

Published

on

FOTO : IST/REL PALSU: Tiara anak pemilik toko baju dipasar Tebing Tinggi menerima uang palsu

REL,Empat Lawang – Uang palsu sudah beredar di tangan masyarakat, terkhusus dikabupaten Empat Lawang, salah satu warga Bumi Saling Keruani Sangi Kerawati telah menjadi korban.

Pedagang toko baju di Pasar Tebing Tinggi, Tiara (21), mengetahui mendapatkan satu lembar uang palsu pecahan Rp50 ribu saat ingin menyetor uang ke bank Sumsel Babel Cabang Tebing Tinggi.

“kemarin (4/03) saya diminta ibu untuk menyetor uang sebesar Rp 25 jt di Bank Sumsel yang ada di pasar, nah pas di pecahan Rp 50 ribuan kato pihak bank bahwa terdapat satu lembar uang Rp50 ribu yang kami setor palsu. Langsung dicoret uangnya oleh petugas teler banknya, dan dikembalikan ke kami,” jelas Tiara kepada wartawan Harian Rakyat Empat Lawang (REL).

Dituturkan Tiara, ia tidak mengetahui kapan mendapatkannya, tapi uang tersebut dinyatakan palsu oleh pihak bank, karena warnanya yang luntur dan benang pita uangnya tidak ada tulisan angka 50 ribu.

“Kami tidak mengetahui kapan dan siapa yang memberikan uang palsu karena banyak transaksi di toko. Setelah diperhatikan dengan seksama, uang 50 ribu palsu itu ternyata uang Rp 2 ribu,

“Uangnya masih kami simpan, namun sudah dicoret oleh pihak bank, uangnya kami simpan supaya bisa membandingkan uang palsu dengan yang asli, agar tidak tertipu lagi dengan uang palsu tersebut,” tuturnya.

Kepala Bank Sumsel Babel Cabang Tebing Tinggi, Eldika Zainuddin, belum mengetahui hal tersebut, namun pihaknya akan memverifikasi pegawainya. “Nanti saya akan verifikasi,” jelasnya.

Eldika Zainuddin, menghimbau agar masyarakat lebih berhati-hati dalam transaksi atau menerima uang dari pihak manapun, dan harus tau cara membedakan uang asli dengan palsu.

“Himbauan kepada masyarakat, untuk lebih berhati-hati dalam menerima uang dari pihak manapun, cara yang paling simpel untuk membedakan uang asli atau palsu cukup dengan 3D, dilihat, diraba, dan diterawang,” imbauannya (Mus/arl).

Baca Selengkapnya

Empat Lawang

Edi Sugandi Jabat Kasi Datun

Published

on

Caption : Edi Suganti saat dilantik di Kejari Empat Lawang

REL,Empat Lawang – Kepala Kejaksaaan Negeri (Kejari) Empat Lawang, Sigit Prabowo SH MH, melantik Edi Sugandi sebagai Kepala Seksi ( Kasi) Perdata dan Tata Usaha Negara (PTUN), menggantikan Andi Candra.

Sementara Andi Candra kini menjabat Kacabjari Tanjung Jabung Timur, Provinsi Jambi

“Kita berharap Edi Suganda segera menyesuaikan diri di tempat kerja baru ini,” harap Sigit Prabowo.

Ini lantaran, diakuinya, tugas Datun sangatlah penting dalam pendampingan hukum, penegakan hukum serta pelayanan hukum.( Rel)

Baca Selengkapnya

Trending