Connect with us

Kabar Sumsel

DRA Berikan Fasilitas Terbaik dan Gratis bagi Santri Yatim Piatu

Published

on

 

REL, Sekayu – Bupati Musi Banyuasin (Muba) H Dodi Reza Alex Noerdin sungguh menempatkan para yatim piatu dan dhuafa di posisi yang mulia. Sebuah pondok pesantren khusus bagi mereka yang kurang beruntung ini resmi beroperasional. Semuanya gratis bagi santri dhuafa dan para anak yatim-piatu.

Adalah ponpes IT Salamun Aitam Islamic Idol yang berdiri diatas lahan seluas 6 hektar yang secara khusus mendidik dan menggratiskan semua biaya untuk peserta didik yang mondok. Semua santri bahkan hanya terdiri dari yatim, piatu, dan dhuafa.

“Semua biaya kita tanggung. Dan Ponpes ini hanya diperuntukkan bagi anak-anak yatim piatu dan dhuafa. Selama mondok, semua biaya kebutuhan hidup akan ditanggung Pemkab Muba. Ini merupakan bagian dan salah satu pelaksanaan visi misi “Membangun Umat Berbasis Agama,” ungkap Dodi Reza Alex Yang Juga Sebagai peraih Penghargaan Bapak santri dari Forpes thn 2017 lalu
di sela Halal bi halal bersama Anak Yatim dan Dhuafa serta Peresmian Gedung dan Murid Ponpes IT Salamun Aitam Islamic Idol, Senin (25/6), kala itu.

Dodi Reza Alex Noerdin yang juga duduk sebagai Dewan Pembina GP Ansor Sumsel ini menyebutkan bahwa program pembangunan Ponpes IT Salamun Aitam di Kecamatan Sekayu ini bertujuan untuk memenuhi pembinaan umat di kawasan Muba Barat. Selama ini, kata Dodi, pembangunan Pondok pesantren sudah menyebar di wilayah Muba bagian lain.

“Selain itu, perlu lebih memperbanyak keberadaan tempat pendidikan berbasis Islam sehingga ilmu agama anak-anak di Kabupaten Muba semakin lebih baik,” tuturnya.

Ponpes sementara difokuskan pada jenjang MTs dan untuk tahap pertama baru santri putra. Pada tahun ajaran 2018 akan dibuka kesempatan untuk 240 siswa secara bertahap. Sedangkan tahun 2019 telah dialokasikan 60 tempat bagi santri baru. Santri yang berminat untuk menjadi dokter nantinya setelah tamat akan mendapatkan prioritas untuk menerima program SJD,” tukasnya.

Pondok Pesantren (ponpes) Islam Terpadu (IT) Salamun Aitam Islamic Idol, alhamdullilah Ikhtiar ini sudah satu tahun beroperasional, sejak diresmikan pada Juni tahun 2018 yang lalu.

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Ponpes Salamun Aitam Islamic Idol tahun ajaran baru 2019 ini sejumlah 60 santri dari seluruh wilayah Kabupaten Muba. Adapun program kegiatan pagi yang dilaksanakan sebagaimana peserta didik SMP IT dibawah binaan Dikdikbud Muba, kemudian program sore dan malam dilaksanakan kegiatan pesantren atau pembinaan keagamaan.

“Ponpes ini hanya diperuntukkan bagi anak-anak yatim piatu dan dhuafa. Selama mondok, semua biaya kebutuhan hidup akan ditanggung Pemkab Muba. Ponpes Salamun Aitam ini ponpes pertama di Provinsi Sumsel yang mengratiskan semua tanpa terkecuali
mulai dari biaya sekolah, sarana dan prasarana guru, pakaian makanan. Tempat belajar mengajar anak-anak yatim dan dhuafa di Ponpes Salamun Aitam ini kita buat senyaman mungkin. Pesan saya agar mereka, anak-anak kita yang selama ini hidup sebagai yatim piatu dan dhuafa dapat dibina dengan baik, fasilitas jangan dikurangi, berikan gizi serta pakaian terbaik bagi para santri,” tegas Dodi.

Teroboson Terbaik, Selain Pendidikan Agama dan Kemandirian Ekonomi Juga di Berikan

Ketua Asosiasi Dosen Indonesia (ADI) Provinsi Sumsel Prof. Dr. Abdullah Idi, M.Ed Menurutnya, program ponpes yang diperuntuhkan bagi anak yatim piatu dan fakir miskin sangat baik dan bermanfaat. “Itu terobosan terbaik. Kita apresiasi sekali dan dukung,” katanya

Apalagi, hal itu upaya Pemkab Muba dalam mengentaskan kemiskinan.

“Jadi nantinya mereka (pelajar,red) tidak hanya pendidikan agama saja diberikan tapi diberikan pembinaan ekonomi kemandirian. Sehingga, setelah selesai mengenyam pendidikan bisa mandiri,” pungkas pria yang pernah menjabat sebagai Direktur Pascasarjana UIN Raden Fatah Palembang periode 2012-2016 lalu.

Secara teripisah Ketua Badan Amal Zakat Nasional (Baznas) Provinsi Sumsel Drs H Najib Haitami MM, Mengatakan, satu hal yang luar biasa dan ini dilihat mungkin pertama kali pemerintah kabupaten di Sumsel yang mana membangun ponpes diperuntuhkan bagi anak-anak yatim piatu dan dhuafa di Kabupaten Muba.

“Kita apresiasi ponpes khusus anak yatim piatu dan dhuafa. Jadi mereka diberikan pendidikan yang layak baik dibidang agama maupun umum,” tandasnya.

Dia juga menambahkan, Kabupaten Muba sendiri salah satu kabupaten yang telah menerapkan perda zakat, itulah salah satu daerah yang memang peduli dengan keagamaan.

“Mengingat zakat merupakan
kewajiban yang diperintahkan Allah SWT,  kepada kita semua sebagai kaum muslimin dan tercantum dalam Rukun Islam yang ketiga,” tandasnya. (Rls).

Empat Lawang

BPJS Ketenagakerjaan Gelar FGD Bersama 4 Kabupaten/Kota

Published

on

DISKUSI : Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan Kantor Cabang Perwakilan Lubuklinggau menggelar Focus Group Discussion (FGD) dengan 4 Kabupaten dan Kota.

REL, Lubuklinggau – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan Kantor Cabang Perwakilan Lubuklinggau menggelar Focus Group Discussion (FGD) dengan Pemerintahan Daerah Kabupaten Musi Rawas, Musi Rawas Utara, Empat Lawang dan Kota Lubuklinggau di Ballroom Emelia Hotel Palembang, Rabu (18 September 2019).

FGD BPJS Ketenagakerjaan tersebut dihadiri oleh seluruh Sekda, Kadisnaker, Kepala BPKAD dan Kepala BKPSDM. Juga hadir sebagai narasumber Plt Asdatun Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan, Budi Hartono, yg didampingi Kasi TUN Ramliansyah dan Kasi PH Adi Kadir. Kepala BPJS Lubuklinggau Agus Theodorus Marpaung menjelaskan, Kegiatan itu untuk mendorong kebijakan Pemerintah Daerah dalam penyelenggaraan program Jasa Konstruksi, Kepesertaan Penerima Upah, dan Bukan Penerima Upah di wilayah Kabupaten Musi Rawas, Musi Rawas Utara, Empat Lawang dan Kota Lubuklinggau. “Pelaksanaan program jaminan sosial ketenagakerjaan merupakan amanat undang-undang, dibutuhkan keseriusan seluruh stakeholders khususnya pemerintah daerah untuk mengimplementasikannya dengan menyusun regulasi turunan dalam bentuk peraturan Bupati (Perbup) dan Surat Edaran.

Dilanjutkannya, sampai dengan saat ini kepesertaan di 4 wilayah operasional Cabang Lubuklinggau sudah mencapai sekitar 21ribu tenaga kerja yang terdaftar, tetapi masih banyak juga yang belum terlindungi, seperti pekerja pada sektor jasa konstruksi, pekerja harian lepas (PHL), pekerja bukan penerima upah dan pekerja non asn.

“Apresiasi kami kepada Pemda yang sudah sangat mendukung dalam pelaksanaan program bpjs ketenagakerjaan, harapan kami, program ini dapat dijalankan secara konsisten dan berkesinambungan sehingga menjadi salah satu kandidat penerima Penghargaan Paritrana Award tahun 2019 ini” ujarnya.

Sementara itu, Sekda Lubuklinggau Drs H A.R Rahman Sani, M.Si menambahkan, bahwa dirinya sangat mendukung upaya perlindungan terhadap tenaga kerja dan Pemkot siap menerbitkan regulasi tentang pelaksanaan program BPJS Ketenagakerjaan di kota Lubuklinggau. Maka dari itu, dirinya menghimbau kepada seluruh perusahaan yang melakukan kegiatan usaha di Kota Lubuklinggau agar turut menyelenggarakan program perlindungan dan kesejahteraan bagi seluruh tenaga kerja melalui sistem jaminan sosial dalam Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan sebagai mana diamanatkan dalam Undang-Undang No. 24 Tahun 2011 tentang BPJS. “Dalam waktu dekat, kami juga akan mendaftarkan seluruh Ketua RT utk dapat perlindungan melalui BPJS Ketenagakerjaan”, pesannya.

Dalam kesempatan itu, Sekda Empat Lawang H. Edison Jaya, SH, M.Hum juga sependapat bahwa Pemkab Empat Lawang juga siap mendukung pelaksanaan jaminan sosial ketenagakerjaan di wilayahnya. “Seluruh perangkat desa dan BPD di kabupaten empat lawang sudah ikut bpjs ketenagakerjaan, kedepan pekerja non asn dan pekerja informal juga kita himbau utk ikut.”

Tidak ketinggalan, Sekda Muratara Alwi Roham, S.Sos menyampaikan dukungannya untuk memberikan jaminan sosial kepada seluruh masyarakat pekerja di wilayahnya. OPD yg memiliki pekerja non asn yg beresiko tinggi seperti Damkar, Satpol PP, Dinas LH, Tenaga Medis, Guru honor akan menjadi prioritas untuk diikutkan program bpjs ketenagakerjaan. Dan secara bertahap OPD lain juga akan didaftarkan, sesuai dengan kemampuan APBD. “Iurannya kecil, tapi manfaatnya besar untuk mereka dan keluarga,” tambahnya.

Untuk Kabupaten Musi Rawas sendiri, seluruh perangkat desa, tenaga non asn sudah di daftarkan dalam program bpjs ketenagakerjaan. Hanya saja, masih ada beberapa perusahaan yang mendaftarkan tenaga kerjanya di daerah lain, sehingga menyulitkan dalam hal pengawasannya. Padahal sesuai Peraturan Menteri Tenaga kerja Nomor 11 Tahun 2019 didalam Pasal 27 disebutkan Setiap Perusahaan Penyedia Jasa Pekerja/Buruh Wajib membuat perjanjian kerja secara tertulis dan harus dicatatkan pada instansi yang bertanggung jawab di bidang ketenagakerjaan kabupaten/kota tempat pekerjaan dilaksanakan dan mendaftarkan seluruh tenaga kerjanya ke BPJS Ketenagakerjaan setempat.

Dalam pemaparannya, Plt. Asdatun Kejati Sumatera Selatan Budi Hartono, menyebutkan bahwa Program Jaminan Sosial merupakan program perlindungan yang bersifat dasar bagi tenaga kerja yang tertuang dalam Undang-undang nomor 40 tahun 2004, Undang- undang 24 tahun 2011 beserta Peraturan Pemerintah dan turunannya, sehingga wajib untuk dipatuhi, “Ada sanksi bagi yang tidak menjalankannya.” tutupnya. (*)

Baca Selengkapnya

Kabar Sumsel

Gunung Dempo Diselimuti Kabut Asap

Published

on

KABUT : Gunung Dempo Kota Pagaralam diselimuti kabut asap.

REL, Pagaralam – Sejak pagi, kabut asap mulai menyelimuti kawasan puncak perkantoran Pemerintah Kota (Pemkot) Pagaralam. Bahkan gumpalan kabut asap, yang membumbung tertiup angin, membuat view punggungan Gunung Dempo nyaris tidak terlihat mata, akibat tertutup kabut, kemarin.

Hingga siang hari, gumpalan kabut itu pun masih tetap menutupi sekitaran kawasan Gunung Dempo. Sementara kondisi cuaca di sekitar, terasa sedikit mendung disebabkan sinar matahari tertutupi awan.

Kabut asap tipis mulai selimuti, sebagian wilayah Kota Pagaralam. Selain menutupi areal perbukitan, asap tipis ini mulai sedikit banyak terhirup, serta membuat mata menjadi pedih.

“Baru hari ini, kabut asap terasa begitu mengganggu indra penciuman, sebab bau asap sudah sedikit menyengat, hingga ke hidung. Selain itu, penglihatan juga sedikit perih, karena terkena paparan kabut asap yang mengenai wajah,” demikian dikatakan Husni, salah seorang warga Pagaralam.

Meski demikian kata Husni, untuk jarak pandang pengendara dalam mengendarai kendaraan, masih aman dan belum begitu sangat mengganggu. “Buat antisipasi agar tidak menganggu pernapasan, kita pun terpaksa mulai menggunakan masker saat berkendara,” imbuhnya.

Terpisah Kepala Pos Pemantauan Gunung Api Dempo Megian Nugraha mengatakan, tercatat berdasarkan pemantauan alat seismograf sejak sepekan puncak dempo sering terjadi angin kencang disertai badai, sedangkan berdasarkan pemantauan visual kawasan puncak dempo disaat pagi hari dan sore dominan diselimuti kabut asap terkadang cuaca cerah.

“Musim kemarau saat ini dipastikan kondisi cuaca puncak dempo sangat dingin, disertai angin kencang,” pungkasnya. (ald/fin)

Baca Selengkapnya

Kabar Sumsel

KTNA di Muba Harus Jadi Event yang Memorable dan Meriah

Published

on

 

REL, SEKAYU – sana mengejutkan bagi Panitia Minggu (23/6/2019) malam, pasalnya Bupati Muba Dodi Reza sekitar pukul 22.00 WIB melakukan sidak untuk sekaligus mengecek kesiapan pelaksanaan KTNA tingkat Provinsi Sumsel yang ke 13 dipusatkan di bumi Serasan Sekate dan bertindak sebagai Tuan Rumah, Bupati Muba Keliling sambil menyapa para tamu yang hadir dan sekaligus mengecek posko posko kesiapan untuk mempermudah akses layanan dan kebutuhan para peserta KTNA yang dihadiri seluruh Kabupaten Kota Se-Sumsel.

Pelaksanaan KTNA yang digelar 24-28 Juni ini akan mengumpulkan ribuan petani dari 17 Kabupaten/Kota di Sumsel dan dimeriahkan oleh artis-artis ibu kota seperti Siti Badriah dan Cita-Citata. Selain itu banyak pertandingan dan perlombaan bagi para peserta yang akan dipertandingkan dan tentunya yang unik unik, dan asli permainan Indonesia seperti Engrang patok lele dan lainya dan saat acara Pembukaan Siang Hari ini direncanakan Pukul 14.00 ontime Ada Giat Tumbuk lesung tarian tarian khas daerah yang akan menghibur kita semua.

“Pelaksanaan KTNA di Muba ini harus jadi event yang memorable dan meriah,” ucap Dodi Reza dihadapan perwakilan Peserta tadi malam KTNA 17 Kabupaten/Kota.

Dikatakan, dirinya melihat persiapan yang dilakukan panitia sudah baik dan siap. “Saya lihat kesiapan sudah sangat siap, posko kesehatan dan lainnya siaga untuk melayani kebutuhan peserta,” ucapnya.

Dodi Reza Alex menyebutkan, Muba tidak hanya menargetkan untuk suksesnya acara KTNA saja tetapi berusaha semaksimal mungkin menjadi tuan rumah yang baik dan sangat berkesan bagi peserta KTNA dari peserta Kabupaten/Kota di Sumsel.

“Pelayanan prima kepada peserta menjadi prioritas, kita bersama agar KTNA di Muba ini akan menjadi hal yang paling dikenang petani-petani dan Nelayan se-Sumsel,” Mari Kita Sukseskan dan jadikan ajang KTNA ini menjadi ajang silaturahmi dan ajang bertukar informasi dan teknologi Pertanian peternakan perikanan dst sehingga berdampak postif bagi kita semua tutupnya. (Rls).

Baca Selengkapnya

Trending