Connect with us

Empat Lawang

Diterjang Banjir, Kerugian Ditaksir Capai Angka Rp 350 Juta

Published

on

FOTO: IST/REL SEKOLAH: Kondisi SMP N 3 Desa Talang Padang Kecamatan Pasemah Air Keruh (Paiker).

Diterjang Banjir, Kerugian Ditaksir Capai Angka Rp 350 Juta

REL, Empat Lawang – Curah hujan tinggi membasahi Bumi Saling Keruani Sangi Kerawati diperkirakan sejak jam 16.00 WIB, bahkan sekarang sudah jam 19.35 WIB namun hujan masih ramai mengeroyok beberapa bagian di belahan bumi Empat Lawang.

Hujan bisa menjadi rahmat bagi alam, namun juga bisa menjadi bencana. Salah satu yang terkena dampak hujan deras hari ini, Senin (9/11) yakni SMP N 3 Pasemah Air Keruh (Paiker) Kabupaten Empat Lawang, tepatnya di Desa Talang Pandang.

Kepala SMP N 1 Paiker, Yenni Juniarti mengatakan akibat banjir yang menerjang Lab IPA sekolahnya yang juga dipakai untuk ruang belajar dikarenakan kurang ruang kelas kerugian ditaksir mencapai Rp 350 juta. Posisi Lab persis bersebelahan dengan sungai yakni sekitar setengah meter. Juga posisi tanah yang lebih rendah dari gedung-gedung lain menjadi faktor utama penyebab lab terkena banjir.

“Lab itu dibangun 2017 dan dana membangun lab itu sekitar Rp 350 juta,” kata Yenni saat diwawancarai melalui telepon, Senin (9/11).

Pada tahun ini SMP N 3 Paiker sudah tiga kali terkena banjir. Tahun-tahun sebelumnya sekolahnya tak pernah terkena banjir. Banjir menerpa sekolah dikarenakan posisi aliran sungai yang berpindah. Waktu gedung dibangun, posisi air di sebelah kanan, jauh ke arah kebun. Tahun sekarang posisi air berpindah sebelah kanan dekat dengan sekolah.

Menurut keterangan Yenni, sekitar jam 16.00 WIB di desanya sudah hujan deras, dan sekolahnya mulai diterjang Banjir sekitar pukul 17.00 WIB. Ketinggian air sudah mencapai dada orang dewasa.

Untuk saat ini, lanjut Yenni, dirinya masih dilema mengajukan DAK untuk memperbaiki bangunan sekolah. Mengingat posisi tanah bangunan yang kecil dan masih menumpang.

“Bingung juga kami, kalau mau ngajukan DAK untuk membangun sekolah posisi tanah tidak ada, kalau mau direhab khawatir diterjang banjir lagi. Kalau seandainya mau dibangun ya solusinya dibangun bertingkat,” ujarnya.

Untuk membersihkan sisa-sia banjir, Yenni meminta bantuan murid-murid dan guru untuk berkerjasama membersihkan sekolah.

“Besok kalau kondisi sudah memungkinkan, guru beserta murid dimintai tolong untuk membersihkan sekolah,” tutup Yenni. (Mg15

Advertisement

Empat Lawang

Telah Beredar Uang Palsu

Published

on

FOTO : IST/REL PALSU: Tiara anak pemilik toko baju dipasar Tebing Tinggi menerima uang palsu

REL,Empat Lawang – Uang palsu sudah beredar di tangan masyarakat, terkhusus dikabupaten Empat Lawang, salah satu warga Bumi Saling Keruani Sangi Kerawati telah menjadi korban.

Pedagang toko baju di Pasar Tebing Tinggi, Tiara (21), mengetahui mendapatkan satu lembar uang palsu pecahan Rp50 ribu saat ingin menyetor uang ke bank Sumsel Babel Cabang Tebing Tinggi.

“kemarin (4/03) saya diminta ibu untuk menyetor uang sebesar Rp 25 jt di Bank Sumsel yang ada di pasar, nah pas di pecahan Rp 50 ribuan kato pihak bank bahwa terdapat satu lembar uang Rp50 ribu yang kami setor palsu. Langsung dicoret uangnya oleh petugas teler banknya, dan dikembalikan ke kami,” jelas Tiara kepada wartawan Harian Rakyat Empat Lawang (REL).

Dituturkan Tiara, ia tidak mengetahui kapan mendapatkannya, tapi uang tersebut dinyatakan palsu oleh pihak bank, karena warnanya yang luntur dan benang pita uangnya tidak ada tulisan angka 50 ribu.

“Kami tidak mengetahui kapan dan siapa yang memberikan uang palsu karena banyak transaksi di toko. Setelah diperhatikan dengan seksama, uang 50 ribu palsu itu ternyata uang Rp 2 ribu,

“Uangnya masih kami simpan, namun sudah dicoret oleh pihak bank, uangnya kami simpan supaya bisa membandingkan uang palsu dengan yang asli, agar tidak tertipu lagi dengan uang palsu tersebut,” tuturnya.

Kepala Bank Sumsel Babel Cabang Tebing Tinggi, Eldika Zainuddin, belum mengetahui hal tersebut, namun pihaknya akan memverifikasi pegawainya. “Nanti saya akan verifikasi,” jelasnya.

Eldika Zainuddin, menghimbau agar masyarakat lebih berhati-hati dalam transaksi atau menerima uang dari pihak manapun, dan harus tau cara membedakan uang asli dengan palsu.

“Himbauan kepada masyarakat, untuk lebih berhati-hati dalam menerima uang dari pihak manapun, cara yang paling simpel untuk membedakan uang asli atau palsu cukup dengan 3D, dilihat, diraba, dan diterawang,” imbauannya (Mus/arl).

Baca Selengkapnya

Empat Lawang

Edi Sugandi Jabat Kasi Datun

Published

on

Caption : Edi Suganti saat dilantik di Kejari Empat Lawang

REL,Empat Lawang – Kepala Kejaksaaan Negeri (Kejari) Empat Lawang, Sigit Prabowo SH MH, melantik Edi Sugandi sebagai Kepala Seksi ( Kasi) Perdata dan Tata Usaha Negara (PTUN), menggantikan Andi Candra.

Sementara Andi Candra kini menjabat Kacabjari Tanjung Jabung Timur, Provinsi Jambi

“Kita berharap Edi Suganda segera menyesuaikan diri di tempat kerja baru ini,” harap Sigit Prabowo.

Ini lantaran, diakuinya, tugas Datun sangatlah penting dalam pendampingan hukum, penegakan hukum serta pelayanan hukum.( Rel)

Baca Selengkapnya

Empat Lawang

Giliran TNI, Polisi serta Guru

Published

on

Caption - Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) memeriksa vaksin gelombang kedua tiba di Dinas Kabupaten Empat Lawang.

/// Sasaran Vaksin Covid Tahap II

REL,Empat Lawang – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Empat Lawang, kembali menerima vaksin covid-19 tahap II di Dinas kesehatan Empat Lawang, kemarin (2/3).

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes ) Empat Lawang Sulni melalui Kabid Pencegahan dan pengendalian penyakit ( P2P), Dr. Ivon Meliyani mengatakan sebanyak 250 vial vaksin covid -19 diterima dengan sasaran 1.741 orang.

“Gelombang dua ini, sasaran TNI-Polri dan tenaga pendidikan,”Kata Ivon saat menerima vaksin.

Masih dikatakan Ivon data yang telah masuk kedinas kesehatan sebanyak 1200 orang yang akan divaksin,

“Data yang sudah masuk ke kita ada 1200 orang sedangkan kita mendapatkan kuota sebanyak 1.741,”Ujarnya.(Pad/rel)

Baca Selengkapnya

Trending