Connect with us

Empat Lawang

Dishub Dirikan Tiga Posko Mudik

Published

on

Rapani

REL, Empat Lawang – Menjelang hari raya, H-7 hingga H+7, Dinas Perhubungan (Dishub) Empat Lawang akan mendirikan posko mudik. Setidaknya, ada tiga titik posko, diantaranya, satu pos di Jalan Lintas Provinsi Lahat-Bengkulu dan dua pos di sekitaran Jalan Lintas Tengah Sumatera (Jalintengsum).

Kadishub Empat Lawang, Rapani beberapa waktu lalu mengatakan, seperti biasanya untuk memantau serta memberikan pertolongan kepada pemudik sejak arus mudik H-7 hingga arus balik H+7 akan didirikan posko mudik. Rencananya, posko tersebut akan didirikan di dua titik Jalintengsum, yakni simpang tiga kawasan Talang Gunung dan pertigaan jalan poros, Kecamatan Tebing Tinggi, sementara satu unit lagi di simpang tiga Desa Tanjung Raya, sekitaran Jalan Provinsi penghubung Lahat-Bengkulu.

“Rencananya tiga posko dulu, tapi kita lihat lagi nanti kalau masih memerlukan akan kita tambah. Untuk titiknya, kita pilih di pertigaan jalan, sehingga bisa membantu pemudik menunjukan arah jalan, untuk di pusat kota, yakni simpang tiga Talang Gunung dan jalan poros dan di Kecamatan Pendopo simpang tiga Tanjung Raya,” ungkapnya.

Pendirian posko itu sendiri, lanjut Rapani, pihaknya sudah berkoordinasi dengan pihak ataupun instansi terkait, seperti Polres, Dinas Kesehatan dan instansi lainnya. Sehingga nantinya, di posko bersama itu juga tidak hanya petugas Dishub, tapi ada anggota kepolisian, petugas medis berikut ambulance dan perlengkapan lainnya, serta pihak lainnya.

“Ya, kita sudah koordinasikan, mulai dari petugasnya hingga peralatannya, salah satunya mobil ambulance disiagakan. Selain petugas, ada juga pihak lainnya, seperti Tagana, PMI, Pramuka dan lainnya,” paparnya.

Ditambahkannya, tujuan pendirian posko ini tidak hanya memantau, tapi memberikan pertolongan kepada pemudik, seperti membantu memberikan petunjuk arah, membantu bila ada kecelakaan. Posko ini juga bisa menjadi tempat beristirahat pemudik ketika sudah lelah berkendara atau ngantuk.

“Ya, itu tadi petugas yang stanby lengkap dariberbagai instansi, sehingga mudah memberikan bantuan. Selain mobil ambulance dari pihak rumah sakit, kita stanby-kan satu unit mobil derek Dishub untuk membantu bila kejadian yang tak diinginkan terjadi,” katanya.

Dalam kesempatan itu juga Rapani mengimbau agar pemudik nantinya tetap mengutamakan keselamatan berkendara, karena kendaraan yang melintas pastinya ramai. Tidak memaksakan diri dalam berkendara, artinya bila sudah lelah atau ngantuk meski istirahat. Usahakan memilih tempat yang bagus bila beristirahat, jangan di tempat sepi, karena membahayakan keamanan.

“Keselamatan, keamanan saat mudik perlu perhatian dari pemudik itu sendiri hal yang pertama, sehingga mereka bisa sampai tujuan. Ya, hati-hatilah dalam berkendara agar selamat dalam perjalanan,” imbaunya. (12)

Empat Lawang

ODGJ Resahkan Masyarakat ,Instansi Terkait Saling Lempar Tanggung Jawab

Published

on

Caption : Nampak ODGJ yang berkeliaran di Pasar Tebing Tinggi meresahkan Masyarakat

REL,Empat Lawang – Permasalahan penertiban orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) di Bumi saling kruani sangi krawati menjadi perhatian srius bagi pemerintahan kabupaten Empat Lawang.

Pasalnya,masih banyak ODGJ yang berkeliaran di pasar Tebing Tinggi baik odgj perempuan maupun laki laki, membuat pedagang maupun pembeli merasa resah dan ketakutan dengan keberadaanya

Namun sangat disayangkan,instansi terkait seolah olah tutup mata hingga saling lempar tanggung jawab untuk menuntaskan permasalahan ini yang mana seharusnya saling bekerjasama untuk memberikan rasa nyaman kepada masyarakat

Seperti yang diungkapkan Dodi salah satu pedagang mengatakan kalau di depan toko miliknya hampir setiap hari ada ODGJ yang sering nongkrong dan meminta uang kepada pelanggan yang berbelanja .

“Ia kurang waras, sering minta minta dan juga sering menghadang jalan tentunya kami agak resah di buatnya,”kata Dodi,Rabu (13/01)

Ia juga menjelaskan , kalau ODGJ setiap tahunnya semakin bertambah di Pasar Tebing Tinggi tidak tau datang dari mana asalnya.

“Banyak, kalau di hitung mungkin puluhan orang baik laki – laki maupun perempuan ODGJ yang sering berkeliaran,”ungkapnya

Senada dengan Ija, salah seorang pembeli mengaku kalau dirinya sering takut kalau sedang berbelanja berpapasan dengan ODGJ,”kami ibu – ibu ini terkadang takut melihat ODGJ berkeliaran sambil ngoceh – ngoceh,”katanya

Sementara, Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Empat Lawang Eka Agustina melalui Kabid Rehabilitasi Rendra Ardiyansyah mengungkapkan kalau masalah ODGJ itu pihaknya hanya menampung dan merehab saja kalau yang lapangan itu urusan POL – PP.

“Masalah ODGJ itu seharusnya Pol PP nanti kalau sudah di tangkap baru ke Dinsos untuk pembinaan,”katanya

Terpisah Kasat Pol PP Empat Lawang Taufik menanggapi banyaknya ODGJ Mengatakan kalau masalah itu bukan hanya di bebankan ke Pol PP melainkan melibat banyak instansi terkait.

“Operasi penertiban ODGJ melibatkan banyak Instansi, giatnya bisa siapa saja, dan Jika dinas terkait meminta kami siap membantu. Karena harus ada tindak lanjut jika ditertibkan. Dibawa ke mana Dan lain-lain,”terangnya (Mg20).

Baca Selengkapnya

Empat Lawang

Warga Keluhkan Lalat Peternakan Ayam

Published

on

Foto : PADRI / REL Caption : Kandang peternakan ayam yang berada di jalan poros noerdin pandji tidak jauh dari jalan aspal.

REL,Empat Lawang – Warga keluhkan peternakan ayam yang berada di jalan poros noerdin pandji Desa Mekar Jaya (3a) Kecamatan Tebing Tinggi Kabupaten Empat Lawang

Pantauan dilapangan,diketahui peternakan ayam itu sudah lama beroperasi dan bertempat dipinggir jalan kurang lebih 100 meter dari badan jalan serta dekat dengan pemukiman warga.

“Sangat mengganggu karena kotor ayam itu mengakibatkan atau mengundang banyak lalat,jadi lalat nya beterbangan yang dapat menimbulkan penyakit,”Kata T warga setempat yang tidak mau namanya dimuat dimedia, mengeluhkan adanya peternakan ayam

Masih dikatakan T ,kalau peternakan ayam itu mengantongi izin alangkah baiknya dilakukan penyemprotan agar lalat lalat yang beterbangan tidak mengganggu warga sekitar.

“Untuk instansi yang berkompeten agar dapat memberitahukan kepada pemilik peternakan untuk melakukan penyemprotan,supaya lalatnya tidak beterbangan kemana mana,”Jelasnya.

Sebab ungkapnya,disekitaran kandang peternakan ayam itu berdampingan dengan pemukiman warga,selain bisa menimbulkan penyakit juga dapat mengganggu warga sekitar.

“Disekitaran kandang ayam itu banyak pemukiman warga,prumnas maupun ada perkantoran,”Ucapnya.

Sementara Kepala Dinas Lingkungan Hidup Irtansi,SE melalui kasi Penataan dan Pentaatan Lingkungan Hidup (PPLH ) Yulias mengatakan pihaknya sudah melakukan pengawasan terhadap pemilik peternakan.

“Tahun kemarin Kami mendapatkan laporan dari kantor dinas koperasi sudah ditanggapi sudah dikasihkan komitmen dan teguran untuk melakukan pengelolaan penyiraman kotoran dibawa kandang dan aliran limbahnya dialirkan kekolam untuk dibersihkan setiap hari,”Kata Yulias

Masih dikatakan Yulias,kalau izin SPPL nya sudah ada akan tetapi untuk izin lainnya peternakan ayam itu belum memiliki izin,

“Kalau SPPL nyo sudah keluar sebab sudah memenuhi syarat,kalau izin yang lain tidak di setujui,”Sambungnya

Kalau mengikuti prosedurnya ,bagi masyarakat yang ingin melaporkan keluhannya bisa langsung mengirimkan surat resmi ke dinas dan akan di tanggapi oleh kepala langsung.

“Tapi tetap kami tanggapi dari bidang kami untuk pengawasannya,nanti kami akan lakukan pengawasan lagi dan akan berikan teguran kedua kepada pemilik ternak ayam itu,kalau memang tidak lagi taat atau mau ikuti aturan maka kami akan mencabut izin SPL-nya,”Tukasnya.(Mg20).

Baca Selengkapnya

Empat Lawang

Gedung Kosong Jadi Tempat Transaksi Narkoba

Published

on

Diduga Kedua Pelaku saat diamankan di Mapolsek Pendopo

REL,Empat Lawang – Dua orang pemuda warga Desa Nanjungan Kecamatan Pendopo, Kabupaten Empat Lawang. Diciduk oleh unit Reskrim Polsek Pendopo, lantaran kedapatan sedang bertransaksi Narkoba jenis Sabu.

Keduanya yakni Af (19) dan PN (19) ditangkap disebuah gedung kosong di Desa Lubuk Layang, Kemarin (7/1/2021).

Kapolsek Pendopo AKP Heri Widodo didampingi Kasubag Humas AKP Hendri Antonius mengatakan, penangkapann kedua pelaku itu, berawal dari informasi masyarakat bahwa diwilayah itu kerap dijadikan tempat transaksi narkoba.

Benar saja setelah melakukan pengintaian dan penyelidikan bersama unit Reskrim langsung melakukan pengerbekan.

Dari pengerbekan itu, polisi mendapatkan barang bukti 10 paket narkoba siap edar, dua buah alat hisap (bong) dua buah hp, 50 plastik bening klip dan Uang tunai sebanyak 350 ribu.

“Dari tangan kedua pelaku didapati 10 paket narkoba jenis sabu, maka dari itu langsung kami amankan ke Mapolsek untuk dimintai keterangan lebih lanjut,” kata Heri.

Ditambahkanya, kedua pelaku saat digerbek lalu ditangkap tanpa perlawanan sama sekali.

Akibat perbuatannya kedua pelaku dikenakan Pasal 114 Ayat (1) Subs Pasal 112 Ayat (1) dan Pasal 112 Ayat (1) Jo Pasal 132 Ayat (1) UU. RI. No. 35 Tahun 2009, tentang Narkotika.

“Kami akan terus kembangkan mencari tahu dari mana asal norkoba jenis sabu ini,” tandasnya.(Mg20).

Baca Selengkapnya

Trending