Connect with us

Empat Lawang

Disdukcapil Sambangi SD, TK dan PAUD

Published

on

JEMPUT BOLA : Disdukcapil Jemput Bola di sekolah di tiga Kecamatan Paiker,Ulu Musi dan Sikap Dalam.

REL, Empat Lawang – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Empat Lawang,mulai melaksanakan penjemputan Bola pembuatan Kartu Indentitas Anak yang biasa di Sebut (KIA).

Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Empat Lawang .Peterson Okki Bial melalui Kabid sistem informasi administrasi kependudukan (Siak) Alpianto yang didampingi Kasi Sistem Informasi Administrasi Kependudukan Hary Truman pada awak media menuturkan, jemput bola mendata anak untuk pembuatan KIA sudah dilaksanakan beberapa waktu lalu dan saat ini sedang berjalan

“Mulai Selasa Kita sudah Jemput Bola,Bulan ini Kita jemput bola ke tiga kecamatan Di Empat Lawang yakni Kecamatan Paiker,Sikap Dalam dan Ulu Musi,dan untuk bulan kedepan kita agendakan lagi,Kalau bisa akhir tahun ini kita Cover semua tapi tidak mungkin semua karena terbatas waktu,”Kata Hary Truman.Kamis (19/9/19).

Dilanjutkan Hary,penjemputan bola, kartu Indentitas Anak (KIA) ,langsung ke Sekolah sekolah yang ada di tiga Kecamatan tersebut.

“Ada surat dari dinas kami langsung ke sekolah-sekolah, SD, TK dan PAUD, terget 85 Siswa SD dari kelas 1 Sampai Kelas 6 sudah cetak Kia untuk siswa SD dahulu,” ungkapnya.

Kegunaan kartu Indentitas Anak, meliputi berbagai macam keperluan diantaranya mengenai transfortasi yang saat ini di perlukan indentitas dari penumpang.

“Kegunaan nya banyak, salah satunya transfortasi, Biasanya kalau naik kereta api itu diperlukan indentitas penumpang yang selama ini menggunakan kartu keluarga,tapi kalau sudah ada kartu kia bisa di gunakan,” jelasnya. (mg20).

Empat Lawang

Sudah 4,046 Anak Punya KIA

Published

on

KANTOR : Suasana depan Kantor Disdukcapil Kabuoaten Empat Lawang.

REL, Empat Lawang – Sekitar 4,046 anak di Kabupaten Empat Lawang, telah memilki Kartu Identitas Anak (KIA). Hal ini disampaikan Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Empat Lawang, Okki Bial Peterson melalui Kasi Penggelolaan Data, Harry Trauman kepada wartawan, Kamis (17/10).

Menurut Harry, data tersebut merupakan data dari Februari 2019 hingga saat ini,  termasuk hasil ‘jemput bola’ pihaknya ke sejumlah kecamatan di Bumi Saling Keruani Sangi Kerawati.

“KIA sudah 4,046 kita terbitkan dari Februari hingga sekarang. Ya, termasuk hasil jemput bola dan yang datang sendiri ke Disduk Capil Kabupaten Empat Lawang,” akunya kepada wartawan.

Saat ini kata dia, terdata sekitar 72 ribuan jumlah anak di Kabupaten Empat Lawang. Pihaknya menargetkan setidaknya 80 persen anak di Kabupaten Empat Lawang, memiliki KIA. “Target kita 80 persen anak di Kabuapaten Empat Lawang, punya KIA,” katanya.

Pembuatan KIA lanjut dia, ditujukan untuk anak berusia 0 sampai 17 tahun kurang satu hari. Kegunaan dari KIA itu sendiri sangat banyak bagi anak, salah satunya memudahkan anak dalam pengaksesan pelayanan umum.

“Salah satunya ketika dia ingin berpergian menggunakan layanan kereta api, cukup bawa KIA untuk membeli tiket kereta api dan banyak manfaat lain lagi yang sebelumnya harus menggunakan Kartu Keluarga, setelah ada KIA, cukup bawa KIA saja,” jelasnya. (12)

Baca Selengkapnya

Empat Lawang

Anggota Pol PP Dapat Pembinaan Langsung dari Bupati

Published

on

PEMBINAAN : Bupati Empat Lawang saat memberikan arahan kepada anggota Pol-PP.

REL, Empat Lawang  – Ratusan Anggota Sat Pol PP Empat Lawang mendapatkan pembekalan langsung oleh Bupati Empat Lawang H Joncik Muhammad, dilapangan Kantor Bupati Empat Lawang, Kamis (17/10). Dalam amanatnya Bupati Empat Lawang H Joncik Muhammad mengatakan, mulai hari ini semuanya sudah ditetapkan sebagai anggota Sat Pol PP Empat Lawang.

Itu artinya tidak ada lagi golongan, tidak ada lagi persaingan, semuanya sama, semuanya merupakan anggota Sat Pol PP Empat Lawang. Yang memiliki tugas pokok dan tanggung jawab yang sama.

“Dan harus respek dan royalitas kepada atasan, pimpinan dimana pun tempat bertugas, dan yang penting harus disiplin. Bagi anggota yang tidak disiplin Dinas Pol PP silahkan memberikan pembinaan, teguran, sanksi dan jika perlu pemberhentian,” kata Joncik dihadapan ratusan anggota Pol PP Empat Lawang.

Dirinya sengaja mengumpulkan seluruh anggota Sat Pol PP, untuk memberikan pembinaan kepada anggota sat pol PP Empat Lawang.

“Kepada Dinas Pol PP saya percayakan untuk memberikan pembinaan kepada mereka dalam rangka mewujudkan Empat Lawang yang Madani,” ungkapnya.

Joncik juga mengajak kepada seluruh anggota Pol PP Empat Lawang, untuk memberikan yang terbaik, tunjukan sikap yang baik, taat dan patuh kepada pimpinan dan laksanakan tugas dengan baik.

Dan kepada yang tidak disiplin, tidak taat dan patuh pada pimpinan sesuai aturan yang berlaku silah diberikan teguran, bahkan jika perlu pemecatan sebagai anggota sat Pol PP.

“Saya ingin dari hari kehari semakin lebih baik lagi, apelnya semakin tertib dan yang hadir juga begitu, dan mari kita sama-sama bersinergi dalam mewujudkan Empat Lawang yang Madani,” ujarnya. (12)

Baca Selengkapnya

Empat Lawang

Harga Kebutuhan Pokok di Paiker Melambung

Published

on

SEBERANG : Aktifitas warga pasca jembatan Musi (jembatan ponton) di Desa Padang Tepong Kecamatan Ulu Musi, ambruk. Foto diabadikan beberapa waktu lalu

* Pasca Jembatan Ponton Tersapu Sungai Musi

 

REL, Empat Lawang – Semenjak jembatan ponton tersapu oleh luapan sungai Musi beberapa pekan lalu ternyata membawa dampak bagi kalangan masyarakat Pasemah Air Keruh (Paiker), pasalnya harganya kebutuhan pokok mengalami kenaikan dari harga biasanya, seperti harga Gas melon (3 Kg) biasanya Rp 25 Ribu sekarang menjadi 30 Ribu.

Hal ini dirasakan oleh Sumina warga Desa Air Mayan Kecamatan Paiker. Menurutnya, harga gas melon dan kebutuhan pokok lainnya mengalami kenaikan. Kenaikan tersebut semenjak jembatan ponton roboh.

“Semenjak jembatan ponton itu roboh jelas kami merasakan betul dampaknya seperti harga manisan (Kebutuhan pokok) mengalami kenaikan dari harga biasanya,” ujarnya, Kamis (17/10).

Memang diakui Sumina, untuk kebutuhan beras tergolong mudah didapat bahkan harganya sendiri tergolong murah karena Kecamatan Paiker tersebut merupakan sentral penghasil padi.

“Cuma beras itulah yang berubah harganya katena memang kita sentral padi, tapi harga lainnya diluar beras naik semua,” ungkapnya.

Akses untuk menuju Kecamatan Paiker memang bukan hanya melintasi jembatan ponton semata, ada beberapa akses lain namun akses jembatan ponton itulah merupakan akses utama baik untuk masyarakat maupun mobil pedagang yang sengaja mengantar barang ke Paiker.

“Akses utama kami lewat jembatan ponton itu, lewat jembatan Multi fungsi akses jalannya jelek,” katanya.

Sementara itu, Jana warga Desa Padang Bindu juga mengeluhkan kenaikan bahan pokok seperti gas melon 3 Kg, sebab sebelumnya harga gas tersebut hanya 25 Ribu tingkat eceran, namun sekarang sudah Rp 30 ribu, kemungkinan di Paiker inilah harga gas melon Rp 30 ribu.

“Mungkin cuma di Paiker ini harga gas paling tinggi,” ucapnya.

Dampak kenaikan harga bahan pokok sangat dirasakan betul oleh semua kalangan masyarakat terutama para ibu-ibu rumah tangga (IRT). Dirinya berharap jembatan pengganti jembatan bisa dibangun agar keluhan bagi (IRT) berkurang.

“Kami bisa berharap saja jembatan bisa dibangun oleh pemerintah supaya akses bagi kami mudah,” harapnya. (12).

Baca Selengkapnya

Trending