Connect with us

Empat Lawang

Diduga Kelelahan, Petugas PPS Meninggal Dunia

Published

on

KEBUMIKAN : Tampak warga membawa jenazah Yusan (54) menuju ke pemakaman untuk dikebumikan, Rabu (24/4)

REL, Empat Lawang – Seorang petugas panitia pemungutan suara (PPS) di Desa Padu Raksa Kecamatam Sikap Dalam, Kabupaten Empat Lawang dikabarkan meninggal dunia, karena sakit, Senin (22/4/2019) sekitar jam 23.00 WIB.

Petugas tersebut bernama Yusan (54), almarhum sudah dikebumikan pihak keluarga pada Selasa (23/4/2019), di tempat pemakamam umum (TPU) desa setempat.

Informasi yang berhasil dihimpun, almarhum mengalami tekanan darah tinggi, diduga kelelahan pasca pemungutan suara pada pemilu serentak, Rabu (17/4/2019) lalu.

Ketua KPU Empat Lawang Ali Amin melalui Komisioner divisi hukum dan pengawasan, Hendra Gunawan saat dikonfirmasi wartawan membenarkan adanya petugas di PPS meninggal dunia. Menurut dia, almarhum meninggal dunia karena sakit.

“Iya benar adanya, anggota PPS di Kecamatan Sikap Dalam. Almarhum sudah dikebumikan kemarin,” ungkap Hendra saat dihubungi via handphone, Rabu (24/4/2019).

Pihaknya sebut Hendra, mengutus dua komisioner untuk melayat ke rumah duka, untuk menyampaikan bela sungkawa kepada pihak keluarga. “Kemarin, ada komisioner ke rumah duka, untuk menyampaikan ucapan bela sungkawa, sembari berharap ada perhatian pemerintah untuk menurunkan tim medis memeriksa kesehatan semua petugas penyelenggara, baik itu PPS maupun KPPS dan PPK,” kata Hendra.

Apalagi lanjut Hendra, dalam waktu-waktu dekat ini bakal ada agenda yang cukup menguras tenaga dan pikiran penyelenggara di lapangan, yakni rapat pleno berjenjang hasil pemungutan suara.

“Kita selalu berharap, tahapan yang masih tersisa tidak terganggu dan sejauh ini Insyaallah tetap berjalan lancar,” tukasnya.

Terpisah, Kepala Desa Paduraksa Kecamatan Sikap Dalam Aleksander saat dikonfrimasi membenarkan ada salah satu warga meninggal, menurut kades, setelah pelaksanaan Pemilu Yusan berus dan memang Yusan pernah darah tinggi.

“Kelelahan ngurus Pemilu dan memang almarhum pernah mengidap darah tinggi setelah Pileg dan PIlpres begadang terus dan meninggal,” katanya. (12/mg20)

Empat Lawang

Kabur Ketika Tim Gabungan Gerebek Gelanggang Sabung Ayam

Published

on

Foto : Polres For REL Caption : Arena gelanggang sabung ayam di Desa Muara Semah dirobohkan dan di bakar.

REL,Empat Lawang – Tim gabungan Tni -Polri serta polisi pamong praja Kabupaten Empat Lawang menggerebek arena gelanggang sabung ayam di Desa Muara Semah Kecamatan Muara Pinang.Selasa (24/11).

Hal tersebut dikarenakan dari informasi masyarakat,bahwa lokasi tersebut sering dijadikan tempat perjudian sabung ayam yang selama ini telah meresahkan masyarakat.

Kapolres Empat Lawang AKBP.Wahyu,S.IK melalui kasatreskrim polres Empat Lawang AKP.Mursal Mahdi,S.H,.M.H mengatakan Diduga pemilik gelanggang sabung ayam sudah mengetahui bahwa hari ini akan ada penggerebekan oleh tim gabungan.

“Diduga kedatangan tim gabungan sudah diketahui oleh pemilik gelanggang sabung ayam, sehingga arena gelanggang sabung ayam sudah kosong tidak Ada orang,”Kata AKP.Mursal Mahdi.

Namun lanjutnya ,setelah didapati dilokasi sudah tidak ada lagi pelaku sabung ayam, tim gabungan langsung membongkar dan membakar arena tempat sabung ayam

“Tim langsung merobohkan dan membakar tempat perjudian di Arena gelanggang sabung ayam yang bertempat di Desa Muara Semah Kecamatan Muara pinang tersebut,”Jelasnya(Mg20).

Baca Selengkapnya

Empat Lawang

Saat Hendak Memikat Burung,Dua Remaja Tewas Mengenaskan

Published

on

Caption : Korban ditemukan tergeletak di rel kereta api desa Sawah Kecamatan Saling

REL,Empat Lawang – Warga Desa Sawah Kecamatan Saling Kabupaten Empat Lawang digegerkan penemuan dua sosok mayat laki laki remaja tewas tergeletak di jalan rel kereta api dengan kondisi yang mengenaskan.

Dari informasi yang didapat identitas korban yakni Nopri (16) Bin Hatta Warga Desa Suka Kaya Kecamatan Saling dan Pebriansyah (14) warga Desa Tanjung Gelang Kecamatan Kota Padang Kabupaten Rejang Lebong .

Adapun kronologis kejadian yang dijelaskan oleh Dodi (20) kakak korban (Nopri) berawal pada hari Senin tanggal 23 November sekitar pukul 10 : 00 wib adiknya berpamitan keluar rumah untuk memikat burung bersama temannya.

Hingga sampai larut malam,adik korban juga tidak kunjung pulang kerumah,lalu kakak korban berusaha mencari keberadaan korban dan alhasil korban juga tidak ditemukan.

Namun ke esokan harinya sekitar pukul 07 : 00 wib kakak korban mendapatkan kabar bahwa adiknya ditemukan tewas ditabrak kerta api (Kereta tanki) dengan kondisi yang sangat mengenaskan.

Dan kedua korban dibawa ke RSUD Empat Lawang untuk dilakukan VER.

Kepala Desa (Kades ) Suka kaya Hernaen dikompirmasi wartawan membenarkan kejadian tersebut

“Ya benar itu warga saya,pagi tadi saya mendapatkan informasi bahwa warga saya meninggal di tabrak kereta api,”Tukasnya.(Mg20)

Baca Selengkapnya

Empat Lawang

H. Joncik Muhammad dan Istri Tercinta Dinyatakan Sembuh

Published

on

Foto : RATI / REL CAPTION : Bupati H. Joncik Muhammad Dan Istri Tercinta

REL,Empat Lawang – Beberapa pekan yang lalu bupati kabupaten Empat Lawang dan istri dinyatakan terkompirmasi positif virus covid -19 (Virus Corona), kini Bupati Empat Lawang beserta istri dalam keadaan sehat.

Hal tersebut diungkapkan oleh sang istri tercinta orang nomor satu di bumi saling kruani sangi krawati Hj. Hepy Safriani Joncik ketika dihubungi awak media melalui via seluler.

“Alhamdulillah kondisi kesehatan kami berdua sekarang sudah sangat baik, setelah isolasi selama dua pekan,” Ungkapnya, Senin (23/11).

Lanjut Hepy, bapak bupati Empat Lawang sudah menjalani 4 kali swab, dengan hasil yang berbeda dan Alhamdulillah hasil swab terakhir sudah dinyatakan negatif dan sudah bisa pulang kerumah.

“Swab ke2 Negatif, swab ke3 positif lagi, subhanallah hasil swab ke 4 sudah negatif, dan sudah boleh pulang, namun bapak masih harus istirahat total untuk pemulihan kondisi, sebelum pulang kembali ke Kabupaten Empat Lawang,” Ujarnya.

Iapun menjelaskan, ketika virus corona menerjang tubuhnya. ia tidak merasakan atau memiliki gejala apapun, dikarenakan bapak bupati dinyatakan positif,lanjutnya ia berinisiatif untuk memeriksa dirinya dan dinyatakan positif covid-19 juga.

Kendati demikian, Belajar dari pengalamannya, dirinya mengimbau kepada masyarakat untuk benar-benar serius waspada terhadap virus covid-19 dan tetap selalu menerapkan protokol kesehatan.

“Kalau dibilang covid itu tidak ada, covid itu benar ada. Jadi bukan hoax, Jadi saya tetap berpesan untuk semua jangan menganggap ini enteng. Karena saya sudah ngerasain banget kemarin seperti apa. Mungkin karena kekuatan doa, berkat doa semua yang sayang dan cinta sama saya dan keluarga. Alhamdulillah dengan izin Allah saya dan bapak bupati masih bisa dikasih kesehatan” jelasnya. (Mg24).

Baca Selengkapnya

Trending