oleh

Dibanding Daerah Lain, Tunggakan BPJS Masih Tinggi

REL, Empat Lawang – Sepanjang tahun 2019, baru 40 persen masyarakat Empat lawang yang membayar Iuran Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) kesehatan .

Hal tersebut diungkapkan Kepala BPJS Empat lawang Jery Ardhan saat di bincangi  diruang kerjanya, kemarin (1/9/19).

“Empat lawang ini termasuk kabupaten yang masih besar tunggakannya, di bandingkan dengan daerah lain yaitu baru sekitar 40 persen dari jumlah yang terdaftar di BPJS dengan kategori Mandiri perbulan juli 2019,”katanya

Sedangkan lanjut Jery, iuran yang tanggung oleh perusahaan (Pt) dan Pegawai Negeri Sipil (PNS) tidak terlalu banyak yang menunggak.

“Kalau swasta dan PNS diEmpat lawang cukup lancar tidak ada tunggakan,”jelasnya.Kemarin (1/9/10/9).

Dikatakannya, selain banyaknya tunggakan , diEmpat lawang juga masih sangat banyak masyarakat yang belum sama sekali menjadi peserta yaitu dikisaran 49.2 persen.

“Kesadaran masyarakat kita ini masih sangat rendah, berdasarkan data yang kami miliki per tanggal 1 agustus  baru 168.954 orang peserta sekabupaten atau baru 50.8 persen dari total keseluruhan masyarakat kita dibumi saling keruani sangi kerawati yang sudah terdaftar,dan masih sangat rendah untuk ukuran Sumsel karena di daerah lain sudah ada yang mencapai 100 persen, “ungkapnya

Dia menuturkan, berbagai upaya sudah pihaknya lakukan untuk menagih para peserta BPJS yaitu dengan cara menelpon atau SMS dan juga dengan cara jemput bola kerumah – rumah masyarakat oleh kader BPJS .

Masih dikatakan Jery, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Empat lawang sendiri di tahun 2019 sudah berupaya menganggarkan bagi masyarakat kategori menengah kebawah  yang memenuhi syarat untuk menjadi peserta BPJS kelas III secara gratis atau di bebankan ke Pemerintah.

“Iya, tahun ini pemkab mengangarkan 18.000 peserta BPJS yang ditanggug ikeh Pemkab, dan upaya tersebut cukup membantu meningkatkan keikut sertaan masyarakat,”imbuhnya

Sementara, Mulkan salah seorang peserta BPJS madiri mengungkapkan dirinya dan keluarga sempat beberapa kali menunggak karena ketidak mampuan untuk membayar

“Kami bukannya tidak mau membayar tetapi kondisi perekonomian saat ini tidak sesuai antara penghasilan dan kebutuhan sehari- hari,” tukasnya. (Mg20).

BACA JUGA