Connect with us

Empat Lawang

Desa Harus Kreatif, DD Tidak Selama Masuk Desa

Published

on

  • ADD Mengalami Penurunan
  • DD Berdasarkan Angka Mengalami Penurunan

 

REL, Empat Lawang – Kepala Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPKAD) Empat Lawang Leo Efriansyah melalui Sekretaris Hendra Lezi menerangkan, Anggaran Dana Desa (ADD) untuk Kabupaten Empat Lawang pada tahun ini (2018) mengalami penurunan.

“Memang berdasarkan angka dari tahun lalu (2017) ADD 2018 mengalami penurunan, Rp 52.956.636.800 menjadi Rp 37.783.940.180. yang perlu diketahui bersama oleh semua Pemerintahan di Desa ADD bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Empat Lawang bukan berasal dari dana Pemerintah Pusat seperti Dana Desa (DD),” jelasnya, Selasa (13/3).

Namun masih kata Hendra Lezi, besaran ADD ini sesuai dengan APBD Empat Lawang, apabila APBD besar tentu saja besar, hanya saja anggaran APBD Empat Lawang terbatas belum lagi dana untuk pembangunan dan untuk Pilkada.

“ADD ini bersumber dari APBD, kalau APBD kita besar seperti Kabupaten dan Kota lain mungkin saja tidak turun, namun karena dana terbatas sehingga mengalami penurunan,” katanya.

Tidak hanya itu, untuk DD 2018 ini juga sedikit mengalami penurunan apabila dilihat berdasarkan angka yang masuk ke daerah, namun pihaknya tidak begitu pasti kenapa mengalami penurunan karena yang lebih jelas atau teknis ada di Dinas Pemberdayan Masyarakat, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPMDP3A) Empat Lawang karena itu leading sektornya.

“Kalau angka yang masuk di kita untuk DD tahun 2017 RP 113.585.059.000, sedangkan untuk 2018 Rp 112.223.919.000. memang menurun kisaran 1 Milyar,” ujarnya.

Beda halnya yang disampaikan oleh Plt Kepala DPMDP3A Empat Lawang Bambang Irawan melalui Kabid Pemdes Agusman Mulyadi. ia menerangkan, DD untuk tahun 2018 yang masuk Empat Lawang ini bukan mengalami penurunan namun mengalami kenaikan sesuai dengan apa yang pernah disampai oleh Kementrian Keuangan.

“Berdasarkan angka memang turun DD untuk Empat Lawang, tapi yang perlu di garis bawahi adalah waktu 2017 tersebut ada Enam Kelurahan di Empat Lawang masih bersatus Desa di Kementrian sehingga Enam Kelurahan tersebut menerima DD, tapi dananya tidak diambil sehingga dikembalikan,” terangnya.

Maka itulah lanjutnya, pada 2018 status Enam Kelurahan yang berstatus desa di Kementrian tersebut sudah dihapuskan dan resmi menjadi Kelurahan, termasuk Desa Pancur Mas yang dulu statusnya di Kementrian adalah Kelurahan sekarang sudah resmi menjadi Desa Definitif.

“Jadi DD yang masuk di Empat Lawang itu memang benar mengalami kenaikan hanya saja dulu ada Enam Kelurahan maish berstatus Desa sekarang kelurahan itu sudah resmi sehingga DD tidak ditranfer lagi oleh Pemerintah Pusat,” ungkap Agusman didampingi Stafnya Alpianto SH, Selasa (13/3).

ia mengakui, belakangan ini ada beberapa Kades yang menanyakan kenapa plapon DD di desanya mengalami penurunan sedangkan informasinya DD yang ditranfer ke daerah mengalami kenaikan, bahkan Kades juga menanyakan kenapa ADD mengalami penurunan.

“Yang perlu dipahami oleh semua Kades, tentu saja ada indikator yang membuat kenapa desa tersebut mengalami penurunan Plapon DD, salah satu berdasarkan indeks kemiskinan di desa sehingga diharapkan desa-desa yang ada di Empat Lawang memperbarui profil desa,” jelasnya lagi.

Tidak hanya itu saja masih kata Agusman dan Alpian, yang harus jadi perhatian oleh Kades adalah apa yang telah dihasilkan oleh Desa melalui DD, sebab belum tentu DD ini masuk kembali ke desa.

“Sehingga kita menghimbau desa harus kreatif dalam mengelola DD, sebab yang jadi pertanyaan apa yang telah dihasilkan desa melalui DD seperti mendirikan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) tujuannya tidak lain untuk pendapatan asli desa (PAD),” tambahnya.

Karena lanjutnya, Pemerintah menginginkan masyarakat di desa sejahtera dengan adanya DD, paling tidak jangan sampai DD tidak ada lagi namun kemiskinan tambah banyak di desa. “Dengan adanya DD lebih mempermudah masyarakat di desa untuk kreatif di desa serta membangun masyarakat desa yang sejahtera,” ucapnya.

Kenapa BUMDes itu penting ? karena belum tentu DD ini setiap tahun masuk di desa karean setiap tahun desa yang menerima DD dievaluasi. Selain itu, apabila Desa sudah ada BUMDes atau sejenis badan usaha seperti koperasi yang jelas kedepan desa tersebut bisa mendiri dan tidak tergantung dengan DD.

“Tujuan ada DD supaya desa bisa mandiri dan kedepanya tidak menunggu DD serta bisa mengatur pembangunan sendiri dengan PAD itu sendiri,” pungkasnya. (12)

Empat Lawang

Telah Beredar Uang Palsu

Published

on

FOTO : IST/REL PALSU: Tiara anak pemilik toko baju dipasar Tebing Tinggi menerima uang palsu

REL,Empat Lawang – Uang palsu sudah beredar di tangan masyarakat, terkhusus dikabupaten Empat Lawang, salah satu warga Bumi Saling Keruani Sangi Kerawati telah menjadi korban.

Pedagang toko baju di Pasar Tebing Tinggi, Tiara (21), mengetahui mendapatkan satu lembar uang palsu pecahan Rp50 ribu saat ingin menyetor uang ke bank Sumsel Babel Cabang Tebing Tinggi.

“kemarin (4/03) saya diminta ibu untuk menyetor uang sebesar Rp 25 jt di Bank Sumsel yang ada di pasar, nah pas di pecahan Rp 50 ribuan kato pihak bank bahwa terdapat satu lembar uang Rp50 ribu yang kami setor palsu. Langsung dicoret uangnya oleh petugas teler banknya, dan dikembalikan ke kami,” jelas Tiara kepada wartawan Harian Rakyat Empat Lawang (REL).

Dituturkan Tiara, ia tidak mengetahui kapan mendapatkannya, tapi uang tersebut dinyatakan palsu oleh pihak bank, karena warnanya yang luntur dan benang pita uangnya tidak ada tulisan angka 50 ribu.

“Kami tidak mengetahui kapan dan siapa yang memberikan uang palsu karena banyak transaksi di toko. Setelah diperhatikan dengan seksama, uang 50 ribu palsu itu ternyata uang Rp 2 ribu,

“Uangnya masih kami simpan, namun sudah dicoret oleh pihak bank, uangnya kami simpan supaya bisa membandingkan uang palsu dengan yang asli, agar tidak tertipu lagi dengan uang palsu tersebut,” tuturnya.

Kepala Bank Sumsel Babel Cabang Tebing Tinggi, Eldika Zainuddin, belum mengetahui hal tersebut, namun pihaknya akan memverifikasi pegawainya. “Nanti saya akan verifikasi,” jelasnya.

Eldika Zainuddin, menghimbau agar masyarakat lebih berhati-hati dalam transaksi atau menerima uang dari pihak manapun, dan harus tau cara membedakan uang asli dengan palsu.

“Himbauan kepada masyarakat, untuk lebih berhati-hati dalam menerima uang dari pihak manapun, cara yang paling simpel untuk membedakan uang asli atau palsu cukup dengan 3D, dilihat, diraba, dan diterawang,” imbauannya (Mus/arl).

Baca Selengkapnya

Empat Lawang

Edi Sugandi Jabat Kasi Datun

Published

on

Caption : Edi Suganti saat dilantik di Kejari Empat Lawang

REL,Empat Lawang – Kepala Kejaksaaan Negeri (Kejari) Empat Lawang, Sigit Prabowo SH MH, melantik Edi Sugandi sebagai Kepala Seksi ( Kasi) Perdata dan Tata Usaha Negara (PTUN), menggantikan Andi Candra.

Sementara Andi Candra kini menjabat Kacabjari Tanjung Jabung Timur, Provinsi Jambi

“Kita berharap Edi Suganda segera menyesuaikan diri di tempat kerja baru ini,” harap Sigit Prabowo.

Ini lantaran, diakuinya, tugas Datun sangatlah penting dalam pendampingan hukum, penegakan hukum serta pelayanan hukum.( Rel)

Baca Selengkapnya

Empat Lawang

Giliran TNI, Polisi serta Guru

Published

on

Caption - Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) memeriksa vaksin gelombang kedua tiba di Dinas Kabupaten Empat Lawang.

/// Sasaran Vaksin Covid Tahap II

REL,Empat Lawang – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Empat Lawang, kembali menerima vaksin covid-19 tahap II di Dinas kesehatan Empat Lawang, kemarin (2/3).

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes ) Empat Lawang Sulni melalui Kabid Pencegahan dan pengendalian penyakit ( P2P), Dr. Ivon Meliyani mengatakan sebanyak 250 vial vaksin covid -19 diterima dengan sasaran 1.741 orang.

“Gelombang dua ini, sasaran TNI-Polri dan tenaga pendidikan,”Kata Ivon saat menerima vaksin.

Masih dikatakan Ivon data yang telah masuk kedinas kesehatan sebanyak 1200 orang yang akan divaksin,

“Data yang sudah masuk ke kita ada 1200 orang sedangkan kita mendapatkan kuota sebanyak 1.741,”Ujarnya.(Pad/rel)

Baca Selengkapnya

Trending