Connect with us

Kabar Sumsel

Deru : Jangan Ikut-Ikutan Sensasi “Menggaruk yang Dak Gatal”

Published

on

SAMBUTAN : Gubernur Sumsel H.Herman Deru menyampaikan sambutan saat menghadiri Silaturahmi Kapolda Sumsel dengan tokoh masyarakat dan tokoh agama se-Sumsel tahun 2019, Senin (28/1) di Ballroom Hotel Swarnadwipa.

REL, Palembang – Menjelang Pileg dan Pilpres 2019, Gubernur Sumsel H.Herman Deru mewanti-wanti warganya untuk menjaga kedewasaan sikap dan tidak mudah ikut-ikutan terpancing sensasi yang disebutnya dengan istilah “Menggaruk yang Dak Gatal”. Pernyataan itu ditegaskannya saat menghadiri Silaturahmi Kapolda Sumsel dengan tokoh masyarakat dan tokoh agama se-Sumsel tahun 2019, Senin (28/1) di Ballroom Hotel Swarnadwipa.

Diwawancarai usai acara, Herman Deru mengatakan kedewasaan sikap masyarakat saat ini sangat penting untuk menjaga Sumsel dari usikan yang datang dari luar. Meskipun Sumsel sendiri diakuinya sejak dulu memang tak punya bakat terpecah belah karena masyarakatnya sudah terbiasa dengan perbedaan dengan kehadiran 9 suku yang ada.

“Sumsel ini sudah aman katek yang gatel, tapi kalo digaruk-garuk lecet jadinyo. Jadi saya mintak nian janganlah ikut-ikutan sensasi menggaruk yang idak gatal itu. ” ujarnya mengumpamakan.

Istilah yang digunakannya itu menurutnya memiliki pengertian yang sangat luas yang ditujukan pada oknum-oknum yang suka mencari kesalahan-kesalahan yang tidak penting untuk memecah belah persatuan.

“Di medsos ada banyak yang seperti itu. Mereka minta benerin jalan ini dan itu padahal mereka  paham bahwa semua itu butuh proses sementara saya baru dilantik 1 Oktober. Mereka ini memancing jadi seolah-olah kita ini tidak bekerja. Saya cek itu mereka ini kadang dari kaum intelektual,” jelasnya.

Mengingat banyaknya oknum seperti itu, iapun meminta warga Sumsel harus mewaspadai setiap informasi yang masuk. Sedapat mungkin informasi itu harus disaring lebih dulu dengan sebaik-baiknya, karena tak menutup kemungkinan di balik itu ada kepentingan bisnis yang hanya menguntungkan sebelah pihak.

” Tadi ada dua yang saya contohkan misalnya Abu Tour, First travel itukan mereka menjadikan umroh sebagai komoditas untuk keuntungan mereka sendiri. Juga broadcast-broadcast lainnya jangan mudah dipercaya yang seperti itu,” jelasnya.

Terkait cara silaturhami itu sendiri Herman Deru mengatakan sangat mengapresiasi apa yang dilakukan Kapolda Sumsel Irjen Pol Zulkarnain Adinegara. Mengingat manfaatnya yang sangat banyak dia berharap silaturahmi yang melibat tokoh agama dan tokoh masyarakat ini tidak hanya digelar di Palembang tapi juga ke seluruh Kabupaten dan Kota se Sumsel.

“Saya ingin resonansi acara ini menyebar ke Polres dan Kodim di daerah. Tujuannya menyamakan orang-orang dengan niat dan arah yang sama. Pada moment ini saya juga mengajak semua tokoh agama dan masyarakat untuk menyatukan kembali pemikiran. Kita sepakat dasar negara Pancasila jadi tidak usah sibuk mempersoalkan keimanan orang lain. Saya yakin kita tidak akan terpancing konflik karena masyarakat Sumsel sudah sangat dewasa,” bebernya.

Sementara itu, Kapolda Sumsel Irjen Pol Zulkarnain Adinegara, dalam sambutannya mengajak semua elemen masyarakat  bersama menjaga ketertiban masing-masing. Termasuk kerukunan beragama, suku, ras, adat dan budaya.

” ini silaturahim ada dari Kepolisian Daerah Sumsel, Kodam II Sriwijaya, kemudian seluruh tokoh masyarakat dan pemuda. Ada juga tokoh agama serta Kakanwil Agama. Tujuannya untuk senantiasa kita bersatu dan mengamankan pelaksanaan Pileg dan Pilpres. Semua diikutkan untuk menjalin silaturahim bersama dalam keberagaman,” tutupnya. (Reles)

 

Kabar Sumsel

PC PMII Pagar Alam Berikan Bantuan ke Pada Penderita Tumor

Published

on

Caption : PC PMII Pagar Alam berpose bersama seusai memberikan bantuan

REL,PAGARALAM – Pengurus Cabang (PC) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kota Pagaralam melakukan penggalangan dana untuk membantu ibu Emilia Susanti, penderita penyakit tumor dalam usus yang bertempat tinggal di Desa Nusa Indah, Rt 03 Rw 04, Kelurahan Tebat Giri Indah, Kecamatan Pagar Alam Selatan, Kota Pagaralam, Jum’at (19/02).

Ketua PC PMII Kota Pagar Alam Anwar melalui Sekretaris PC PMII Pagar Alam Wahyu Al Ichsan S,Psi mengatakan, alhamdulillah kita hari ini sudah melakukan penggalangan dana sekaligus sudah memberikan bantuan, dengan adanya bantuan ini kami berharap bisa meringankan beban Ibu Emilia, “semoga beliau diberikan kekuatan dan kesabaran untuk menjalaninya,” tutur Wahyu.

“Ibu Emilia ini mempunyai anak 3 dan masih sekolah semua, suaminya sekarang sedang mengalami depresi,” jelas Wahyu.

Serta, lanjut Wahyu, kami ucapkan terimakasih kepada masyarakat kota Pagar Alam yang telah menitipkan bantuannya kepada kami untuk disalurkan kepada beliau.

Wahyu juga menjelaskan penggalangan dana ini baru dilaksanakan tadi pagi, dan alhamdulillah dana yang terkumpul mencapai Rp, 1.300.000 sudah kami serahkan kepada beliau.

“Saya ucapkan ribuan terimakasih kepada adik-adik mahasiswa PMII kota Pagar Alam yang telah membantu. Semoga apa yang telah adik-adik lakukan hari ini akan diberikan pahala oleh Allah swt,”pungkasnya.

Sementara itu, penderita penyakit tumor mengatakan, terimakasih kepada adik-adik PC PMII Kota Pagar Alam yang telah membantu dengan cara menggalang dana, “semoga apa yang dilakukan adik-adik sekalian akan mendapatkan imbalanya di syurga nanti,” pungkasnya.(*)

Baca Selengkapnya

Empat Lawang

Jika Ada Jual Beli Dan Perburuan Hewan Langka Bisa di OTT

Published

on

Caption : Kanit Pidana Khusus (Pidsus) Reskrim Polres Kota Pagar Alam Ipda Eka Herli saat berpose bersama

REL,Pagaralam – Polres Pagar Alam mengungkap bahwa hingga saat ini belum ada laporan ataupun temuan adanya kasus perdangangan (jual-beli) hewan langka atau hewan yang dilindungi di wilayah hukum Kota Pagar Alam.

Hal ini diungkapkan Kanit Pidana Khusus (Pidsus) Reskrim Polres Kota Pagar Alam Ipda Eka Herli ketika dikonfirmasi, Jum’at (18/2).

Dirinya tak menampik, jika memang ada beberapa jenis hewan langka yang dulunya sempat booming lantaran memiliki harga jual yang cukup tinggi sehingga memicu terjadinya perburuan liar terhadap jenis hewan-hewan yang dilindungi tersebut.

“Contohnya teringgiling,yang dulu kulitnya sampai berharga jutaan rupiah,” tuturnya.

Namun, lanjut Eka, pihakanya belum menemukan atau menerima laporan adanya aksi jual beli segala macam hewan langka ini, dan kalaupun ada,jelas ada Undang-undang yang mengatur serta ada sanksi pidana baik itu penjual maupun penadah atau pembeli.

Eka juga menjelaskan, sebenarnya yang berkompeten dalam hal ini adalah Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA), karena Polres hanya menindak jika ada laporan, namun bisa menindak langsung jika kedapatan melakukan jual beli hewan langka tersebut.

“Artinya kita bisa menindak tanpa harus ada delik aduan jika memang itu ada di wilayah hukum Kota Pagar Alam,” cetusnya.

Dikatakanya, begitu juga dengan hewan langka yang dirumahkan atau dipelihara,harus mengantongi izin dari BKSDA dan izin itu juga diteruskan ke Polres Pagar Alam.

“Jadi kalau hewan itu sudah ada izin dari pihak yang berkompeten ada semacam sertifikat yang dipegang oleh pemilik atau pemelihara,”ujarnya.

Sementara Kepala UPTD KPH X Dempo Heryy Mulyono menambahkan, apapun namanya hewan atau binatang yang ada didalam kawasan hutan lindung (Hutlin) semuanya termasuk hewan yang dilindungi.

Sehingga, lanjut Herry, jika terjadi adanya perburuan didalam kawasan hutlin mau itu burung atau sejenis lainya tetap tidak diperkenankan sesuai dengan Undang-undang BKSD nomor 5 tahun 1990 tentang Sumber Daya Hayati dan Ekosistemnya.

“Dan kita bisa melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) jika memang ada yang kedapatan melakukan perburuan didalan kawasan Hutlin,” jelas Hery.

Lebih jelas Herry, untuk itu mengantisipasi terjadinya perdagangan bebas hewan-hewan dilindungi ini, pihaknya selalu memaksimalkan personel seperti Polisi Hutan (Polhut) untuk mencegah adanya aksi perburuan di hutan lindung termasuk dititik rawan terjadinya aksi perburuan seperti di kawasan kampung IV Gunung Dempo.

“Kalau memang ada dan tidak bisa lagi diberikan teguran maka kita bisa menindak langsung sesuai dengan SOP,”pungkas Herry

Sementara Ketua LSM Jaga Rawat Lingkungan (Jaring) Jefriadi mengatakan, bahwa mendukung sepenuhnya pihak berkompeten untuk menindak siapa saja yang kedapatan melakukan perburuan atau sampai memperjual belikan hewan-hewan yang dilindungi sesusai dengan UU.

“Hal ini tak lain untuk tetap menjaga ekosistem hutan, khususnya Kota Pagar Alam yang 80 persen adalah kawsan hutan lindung,”pungkasnya.(*)

Baca Selengkapnya

Empat Lawang

Kapolda Sumsel Pimpin Apel Pagi Di Halaman Polres Pagaralam

Published

on

Foto: Reri Alfian/REL Caption: Berfose bersama Kapolda Sumsel

REL,PAGARALAM – Dalam Rangka Percepatan penanganan pandemi Covid-19 dan mewujudkan pemulihan ekonomi Nasional dikesempatan kali ini Polres Pagaralam melaksanakan Kegiatan Apel Serentak Kesiapan Bhabinkamtibmas dan Tenaga Kesehatan sebagai Tracer dan Vaksinator Covid-19, Kamis (11/02).

Apel yang dilaksanakan di Halaman Mapolres Pagaralam yang dipimpin langsung oleh Kapolda Sumatera Selatan Irjen. Pol. Prof. DR. Eko Indra Heri, M.M, juga dihadiri Oleh Unsur Forkopimda Kota Pagaralam diantaranya Wakil Wali Kota Pagaralam M Fadli SE, Wakil Ketua II Dprd Kota Pagaralam Efsi SE, DanDim 0405 Lahat Letkol Kav Syawaf Al Amien SE, Kapolres Pagaralam Akbp Dolly Gumara, S.IK, MH dan, Sekda Kota Pagaralam Drs. Samsul Bahri Burlian, M.Si serta Ketua Kejaksaan Negeri Kota Pagaralam M. Zuhri, SH MH.

Dalam Apelnya Kapolda Sumatera Selatan, Irjen. Pol. Prof. DR. Eko Indra Heri, MM, membacakan Amanat Kepala Kepolisan Republik Indonesia dan berpesan kepada Para Bhabinkamtibmas dan Tenaga kesehatan Polri.

“Selamat Bertugas tetap patuhi dan indahkan Protokol kesehatan sebagai Tracer dan Vaksinator Covid-19,” ucap Kapolda.

Kegiatan yang diikuti seluruh Bhabinkamtibmas Polres Pagaralam,1 Pleton Tenaga Kesehatan, 1 Pleton Pol PP Kota Pagaralam, dan 1 Pleton Dinas Perhubungan Kota Pagaralam kemudian bapak Kapolda menyerahkan Bantuan Alat kesehatan secara Simbolis Kepada Perwakilan Tenaga Kesehatan Polri Polres Pagaralam.

Menurut pantauan dilapangan durasi kegiatan Hanya 30 Menit ini Bapak Kapolda langsung meninggalkan Mapolres Pagaralam guna menuju Kecamatan Pasemah Air Keruh, Kabupaten Empat Lawang.

Baca Selengkapnya

Trending