Connect with us

Pendidikan

Cari Sinyal, Mahasiswa Ini Rela Belajar di Tengah Sawah

Published

on

FOTO: ANITA REL SAWAH: tampak salah seorang mahasiswa Universitas Bengkulu (UNIB) sekaligus putra asli Empat Lawang, Muhammad Bagus sedang kuliah daring di tengah sawah, Rabu (30/9)

Cari Sinyal, Mahasiswa Ini Rela Belajar di Tengah Sawah

REL, Empat Lawang – Selama pandemi ini, dunia pendidikan terpaksa menerapkan sistem belajar Dalam Jaringan (Daring). Belajar jarak jauh menjadi solusi untuk saat ini demi mencegah penyebaran Virus Corona.

Ada banyak kisah yang terjadi selama poses belajar daring, baik kisah yang dialami oleh tenaga pendidik maupun kisah yang dialami oleh peserta didik.

Terkhusus di Empat Lawang, belajar daring menjadi problematika. Hal ini dikarenakan tidak semua tempat terjangkau oleh sinyal, dan tidak semua orang mempunyai handphone. Sehingga tak jarang siswa ataupun mahasiswa yang lokasinya di desa terpencil harus berjuang mati-matian untuk bisa belajar daring.

Seperti halnya yang dirasakan oleh Muhammad Bagus dari Desa Tanjung Beringin Kecamatan Pasemah Air Keruh (Paiker) Kabupaten Empat Lawang.

Sejak pandemi melanda, UNIB menerapkan sistem belajar daring sehingga Muhammad Bagus dan mahasiswa lainnya berinisiatif untuk pulang kampung. Belajar Daring tak seindah yang dibayangkan, bukannya mudah malah susah.

Pasalnya, di desanya sering mati lampu dan itu mengakibatkan jaringan internet terganggu. Akhirnya Bagus harus membawa laptop dan peralatan kuliah lainnya ke tengah sawah untuk mencari sinyal. Malangnya, sudah jauh-jauh ke sawah, sinyal internet pun hanya dua batang. Namun, laki-laki yang memiliki jiwa humoris itu menanggapinya dengan santai, meski sebenarnya kuliahnya terhambat gara-gara sinyal lemah.

“Seru sekali, rasanya seperti anda menjadi Airon Men. Itu bae minta hotspot kek adik. Dua batang tu 3G,” kata Bagus kepada Rakyat Empat Lawang, Rabu (30/9).

Ketika kuliah melalui aplikasi zoom atau google meet, Bagus kerap keluar masuk aplikasi dan disangka bolos oleh Dosen. Bahkan Dosen pun tak percaya kalau setiap hari di tempatnya sering mati lampu.

“Susah untuk menemui titik stabil jaringan, laju pas kuliah 2 jam keluar masuk zoom, 2 menit sebelum absen sinyal tidak stabil ya dikira bolos sama Dosen. Dijelaskan sama Dosen dibilang alasan, masa tiap hari mati lampu. Padahal nyatanya seperti itu,” ucapnya.

Tak hanya berhenti di sinyal saja, tantangan Bagus kuliah Daring masih terus berlanjut. Laptop yang ia bawa ke sawah ternyata habis batre dan kondisinya sedang mati lampu. Lengkaplah sudah perjuangan.

“Kebanyakan alasan padam listrik kan karena pohon roboh, nah di situ harusnya ada tindakan penanggulangan sebelum terjadi. Kan lebih baik merawat daripada memperbaiki,” tutur Bagus.

Bagus menjelaskan, sudah dua hari terakhir listrik di tempatnya terus-terusan mati. Hal itu sangat mengganggu aktivitas kuliahnya. Disampaikan oleh Bagus, Mahasiswa sudah kesusahan dengan belajar dari rumah, dan ini harus ditambah lagi dengan keseringan mati lampu.

“Listrik padam terus akhir-akhir ini. Ada yang bisa beri alasan? PLN, Pemerintah? Tolong! kami sudah kesulitan menuntut ilmu dari rumah! Jangan ditambah kendala lagi. Kuliah, belajar, ujian kami sangat terganggu Banyak keluh kesah Mahasiswa yang terkendala dengan keadaan,” tegas Bagus.

Mewakili Mahasiswa lainnya, Bagus berharap pihak terkait bisa cepat tanggap menanggulangi masalah kelistrikan.

“Ya kalau ada yang rusak atau konslet segera diperbaiki lah, jangan terlalu lama dibiarkan. Dan dilakukan pengecekan keamanan arus agar meminimalisir kerusakan yang tak terkira, seperti memotong ranting-ranting yang sudah mengenai kabel PLN gitu,” harapnya. (Mg15)

Advertisement

Empat Lawang

Polri Gandeng PWI Ajak Masyarakat Lawan Corona

Published

on

REL,Empat Lawang – Dalam rangka mengisi hari Sumpah Pemuda tepatnya 28/10/2020 mendatang hendaknya jadi moment bagi masyarakat terutama para Pemuda Empat Lawang, untuk bisa ikut diisi dengan kegiatan-kegiatan positif, terutama berkenaan dengan aksi memutus mata rantai Covid-19.

Kapolres Empat Lawang AKBP.Wahyu,S.IK mengajak Pemuda Empat Lawang yang bergandeng bersama Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di bumi saling kruani sangi krawati. Berbagai cara bisa dilakukan mulai dari moment sekecil apapun.

” Mari kita bersama-sama memutus mata rantai Covid 19. Mulai dari mematuhi anjuran pemerintah yakni melaksanakan protkes covid-19,”ajak Wahyu

Wahyu melanjutkan, dalam waktu dekat ada moment bersejarah bagi seluruh pemuda indonesia yakni peringatan Hari Sumpah Pemuda yang jatuh pada tanggal 28/10/2020 mendatang. Untuk itu pihaknya (Polri/Red) bersama PWI akan menyelenggarakan lomba Fotografy berhadiah. Dimana sasaran fotonya adalah kegiatan polisi dimasa Pandemi. Tentunya kegiatan seperti ini tidaklah melanggar protkes kesehatan sebab acaranya tidak ada perkumpulan massa.

“Kita mengajak para pemuda untuk bisa ikut dalam kegiatan edukasi ini. Dan perlu kita ingat bersama ketika mengambil kegiatan dilapangan tetap memakai masker,”tuturnya

Lebih lanjut Wahyu menyampaikan, melalui moment ini nanti, mampu menciptakan kehangatan komunikasi antara masyarakat dan polri, Yang tak kalah penting semua lapisan masyarakat menyadari bahwa wabah ini jangan dianggap sepeleh.

“Kita berharap hubungan antara masyarakat dan Polri bisa terjalin komunikasi yang baik dan hangat, terutama dimasa pandemi ini,” tutup Wahyu.

Terpisah Ketua PWI Empat Lawang, Beni Syafrin menuturkan, bahwasanya kegiatan lomba Fotografi ini adalah bentuk kebersamaan Polri, PWI , Pemuda dan masyarakat umumnya dalam bersama-sama memutus mata rantai Covid-19. Sehingga wabah ini cepat berlalu.

” Kami (PWI,Red) berharap kegiatan yang baik ini bisa mengajak kita semua untuk sadar dan ikut bersama-sama memutus mata rantai covid-19,”tuturnya

Beni melanjutkan, yang paling penting semua pihak khususnya para pemuda bisa mengenal Polri dari sisi yang paling dekat. Artinya kedepannya bisa terjalin komunikasi yang hangat antara polri dan rakyat. Disisi lain PWI mempunyai peran penting membantu memberikan informasi serta edukasi yang benar dan akurat kemasyarakat terutama berkenaan dengan wabah pandemi,dengan harapan semua pihak menyadari pentingnya menjalankan protkes Covid-19.

“Lomba ini bertujuan menyampaikan edukasi dan informasi kemasyarakat Empat Lawang khususnya, Untuk melawan Covid-19 ini,” harap Beni. (*)

Baca Selengkapnya

Pendidikan

Harus ke Desa Tetangga Untuk Daring

Published

on

FOTO: ANITA/REL DARING: Eva, salah seorang mahasiswa Universitas Bengkulu (UNIB) sekaligus putri asli Empat Lawang sedang kuliah daring di desa tetangga.

Harus ke Desa Tetangga Untuk Daring

REL, Empat Lawang – Setelah sempat diberitakan salah seorang mahasiswa dari Empat Lawang yang rela ke sawah untuk ikut kuliah daring, kini kisah unik menjalani sistem belajar daring juga dialami oleh mahasiswa lainnya.

Eva Halima Tusadia, mahasiswa baru di Universitas Bengkulu (UNIB) sekaligus putri asli Kabupaten Empat Lawang tepatnya di Desa Keban Jati Kecamatan Pasemah Air Keruh (Paiker) juga punya cerita unik perihal sistem belajar daring.

Diceritakan oleh Eva, sejak masa Pengenalan Kehidupan Kampus (PKK) UNIB sudah menerapkan belajar daring. Hal ini dikarenakan kondisi penyebaran Virus Corona yang semakin meningkat setiap harinya.

Lagi-lagi persoalan sama yang dihadapi oleh mahasiswa di Empat Lawang lainnya yakni soal sinyal yang lemah sehingga menyebabkan terkendalanya kuliah daring. Demi bisa ikut PKK, Eva harus wara wiri naik turun rumah tetangga untuk mencari posisi sinyal yang kuat.

“Au yuk PKKnye juge daring, ya itu tadi yuk kendalanye di sinyal padahal PKK hari pertame itu seru, sampai aku naik turun gumah acek an guma pemamak an cuman nak cari sinyal yuk. Nah pas lah dapat sinyal daring lah lancar tibe-tibe sinyal ilang di pertengahan acara, ya kulu kilir lagi ke dapur ke depan ke belakang guma cari sinyal lagi,” kata Eva kepada Rakyat Empat Lawang.

Tak jarang ketika sudah susah payah mencari sinyal namun tak dapat juga, akhirnya kuliah pun ditinggal makan hingga sampai ketiduran.

Lebih menantang lagi, ketika di tempatnya diterpa mati lampu ditambah lagi dengan hujan lebat. Sinyalpun mati total. Terkdang juga Eva bersama teman-temannya harus rela pergi ke sawah mencari sinyal, namun sesampainya di sawah ternyata sinyalpun tak ada.

“Jadi cuman pacak absen bae atau tuh izin same komti untuk dide ngikut kegiatan kuliah hari itu. Namenye juge di sawah yuk kadang ade kadang dide bie, kadang nyambung kadang dide, nikmatii bae lah walaupun tugas menunggu,” ucapnya.

Alternatif lainnya, Eva harus ke desa tetangga tepatnya ke Desa Lawang Agung untuk mendapatkan sinyal.

“Dari Keban Jati ke Lawang Agung ade jarak 2 dusun. Kalau pakai motor sekitar 10 menit sampai,” jelas Eva.

Eva berharap di tempatnya listrik bisa memadai. Bukan hanya mahasiswa saja yang pusing karena listrik mati tapi ibu-ibu juga pusing.

“Harapanye listrik memadai yuk, pecaknye sinyal di sini tergantung samo listrik,” harapnya. (Mg15)

Baca Selengkapnya

Empat Lawang

SMK,SMA Se-Sumsel Serah Terimah Jabatan

Published

on

Foto : PADRI / REL Caption : Penandatanganan serah terimah jabatan

REL,Empat Lawang- Setelah dilakukan pelantikan dan pengukuhan beberapa hari lalu, seluruh Kepala Sekolah (Kepsek) SMA, SMK dan SLB SE Kabupaten Empat Lawang, melakukan serah terima jabatan (Sertijab), Rabu (16/9) di aula gedung SMK Negeri 1 Empat Lawang.

Plt Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Selatan, Riza Pahlevi, melalui Kasi Kurikulum Bidang SMK, Awaludin mengatakan, mutasi jabatan merupakan dinamika yang biasa sebagai abdi negara. Selain itu, mutasi juga dilakukan dalam rangka memperkaya pengalaman bertugas serta penyegaran suasana kerja.

“Dengan potensi dan integritas yang dimiliki oleh masing-masing Kepsek, hendaknya bisa mengembangkan inovasi dan kreatifitas untuk kemajuan sekolah,” ungkap Awaludin saat membacakan sambutan Plt Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Selatan.Rabu (16/9).

Awaludin juga menambahkan, sebagai seorang Kepsek, harus mengedepankan etika moral dan kejujuran serta selalu berkoordinasi dengan pimpinan dan bawahan. “Ciptakan suasana yang kondusif di sekolah, dengan saling menjaga rasa asah, asih dan asuh,” imbuhnya.

Masih menurut Awaludin, tugas dan tanggungjawab kita saat ini semakin berat. Makanya fighting spirit harus dilakukan, dengan memberdayakan SDM staf yang ada. “Kita tidak bisa sendirian atau One Man Show dalam melaksanakan amanah ini, staf yang ada harus diberdayakan semaksimal mungkin,” ujarnya seraya berharap, seluruh Kepsek yang ada di Empat Lawang bisa membawa perubahan yang lebih baik, dalam dunia pendidikan di Provinsi Sumatera Selatan.

Ditempat yang sama, Ketua MKKS SMK Kabupaten Empat Lawang, Saipul Efendi, mengajak seluruh Kepsek yang ada supaya memegang teguh amanah yang diberikan tersebut untuk membangun sekolah.

“Kita sama-sama menyadari dan yakin, amanah yang diberikan ini adalah salah satu bentuk ibadah. Untuk itu, mari kita jalankan amanah ini dengan baik,” ungkap Saipul.(Mg20).

Baca Selengkapnya

Trending