oleh

Buronan Bandar Sabu Berakhir di Penjara

REL, Empat Lawang – Setelah kurang lebih empat bulan menjadi Daftar Pencarian Orang (DPO) karena menjadi bandar Narkoba jenis Sabu Herman (46) warga jalan Pagar Alam Kecamatan Pendopo Empat lawang berhasil diamankan Tim  Sat Res Narkoba Polres Empat lawang, Senin (21/10/19) sekira pukul 16:30 wib.

Kapolres Empat lawang AKBP Eko Yudi Karyanto melalui Kasat Narkoba Ipti Rusdi membenarkan adanya penangkapan DPO bandar Sabu tersebut.

“Iya, tersangka Herman ini sudah menjadi DPO sejak juli 2019 lalu, dan berkat laporan dari masyarakat yang kami terima tersangka ini sedang berada di salah satu pondok sawah di Kecamatan Pendopo, saya lalu perintahkan kanit beserta sepuluh anggota melakukan lidik  dengan mendatangi langsung lokasi yang di informasukan oleh masyarakat tersebut dan benar saja TSK di temukan dam langsung dilakukan penangkapan,”jelasnya

Masih dikatakannya, saat ini TSK sudah diamakan di Malolres Empat lawang guna dilakukan pengembangan lebih lanjut  mengenai kasus Narkoba jenis sabu yang dimiliki oleh TSK.

“Tersangka diamankan ke kantor Sat Resnarkoba Polres Empat Lawang untuk di mintai keterangan lebih lanjut,” terangnya.

Dari tangan TSK Herman lanjut Rusdi pihaknya berhasil mengamankan sepuluh jenis  Barang bukti (BB) yaitu diantaranya 7 (Tujuh) Paket kecil yang diduga narkotika golongan I jenis shabu didalam plastik klip transparan dengan berat bruto 1,13 gram, 2 (dua) Paket kecil yang diduga narkotika golongan I jenis shabu didalam plastik klip transparan dengan berat bruto 0,37 gram,1 (satu) helai celana pendek warna merah bermotif gambar,1 (satu) buah kantong plastik warna hitam, 2 (dua) buah plastik klip besar, 1 (satu)  paket yang diduga narkotika golongan I jenis shabu yang dibungkus plastik klip transparan dengan berat bruto 1,13 gram,1 (satu)  paket kecil yang diduga narkotika golongan I jenis shabu yang dibungkus plastik klip transparan dengan berat bruto 0,25 gram,1 (satu)  lembar uang kertas Rp.  50.000 (lima puluh ribu Rupiah),1 (satu)  buah dompet warna coklat dengan merk HORSE IMPERIA,1 (satu)  buah tas bewarna hitam.

Masih diakatakn Rusdi, guna mempertanggung jawabkan perbuatannya TSK akan di kenakan pasal berlapis dengan ancaman kurungan penjara minimal 6 rahun sampai 20 tahun penjara

“Kita kenakan dua pasal sebagaimana dimaksud dalam pasal 114 ayat (1), pasal 112 ayat (1) UU Nomor 35 Tahun 2009, dengan ancaman minimal 6 tahun dan maksimal 20 tahun kerangkeng,” tukasnya. (Mg20).

BACA JUGA