Connect with us

Kabar Sumsel

Buka Safari Ramadhan, Dodi Reza Launching Perda Zakat

Published

on

SERAP : Safari Ramadhan Momentum Serap Aspirasi masyarakat Muba

REL, Sekayu– Pembukaan safari ramadhan 1440 H Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin resmi dibuka secara langsung Bupati Muba Dodi Reza Alex Noerdin, Selasa (7/5/2019) Masjid Jami An’nur Sekayu.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Muba Dodi Reza memaparkan banyak hal, salah satunya dirinya bersama jajaran pemkab Muba bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah Musi Banyuasin akan memanfaatkan safari ramadhan ini menjadi momentum silaturahmi dan sekaligus untuk menyerap aspirasi dari Masyarakat yang berada di Kecamatan yang ada di Muba

“Safari Ramadhan bukan hanya untuk kegiatan ceremonial belaka, tetapi kita harus menyerap aspirasi warga Muba ini. Apa yang belum dilakukan dan apa yang harus dilakukan, semuanya kita tampung dan akan kita jadikan program percepatan pembangunan sesuai visi misi pemeritah kabupaten Musi Banyuasin dan inj semua tujuannya semata-mata untuk meberikan pelayanan terbaik  bagi  masyarakat Muba,” ujar Bupati Muba Dodi Reza di sela Pembukaan Safari Ramadhan 1440 Hijriah Pemkab Muba dan Launching Perda No 1 Tentang pengelolaan Zakat dan Infaq di Masjid Jami An’nur Sekayu.

Saat ini, lanjut Dodi Reza persoalan pokok prioritas yang digencarkan tidak hanya percepatan pembangunan infrastruktur tetapi juga untuk Membangun Umat Berbasis Agama di Bumi Serasan Sekate yang kita banggakan dalam hal ini  kita pemerintah kabupaten Musi Banyuasin  bersama DPRD Musi Banyuasin telah mengeluarkan Perda No 1 tahun 2018 tentang Larangan Pesta Malam Hari dan Perda No 1 Tahun 2019 Tentang Zakat yang tentunya 2 perda ini untuk menjalankan program membangun umat berbasis Ahlak, selain itu  dengan perda Zakat ini salah satu upaya kita sebagai umat muslim bergotong royong bersama membantu  warga kurang mampu di Kabupaten Muba yang kesemuanya akan kita salurkan melalui baznas Muba sebagai prioritas kita juga  mengentaskan kemiskinan

“Alhamdulillah upaya pengentasan kemiskinan ini terus digencarkan, dan salah satu upaya konkrit yang kita lakukan yakni telah menerapkan Perda Zakat yang seluruh ASN beragama Muslim akan mematuhinya dan saya yakini  akan diikuti oleh perusahaan-perusahaan yang beroperasi di Musi Banyuasin, Pegawai BUMN dan BUMD yang berada di Muba dan tentunya bagi seluruh orang mampu di Musi Banyuasin sehingga ini menjadi salah satu motor penggerak percepatan menuju Muba Muba Maju Berjaya tuturnya.

Dalam kesempatan tersebut, Dodi Reza Alex yang juga merupakan Bapak Santri Sumsel ini  melakukan penyerahan zakat  secara simbolis kepada Baznas Muba dan dilanjutkan memberikan bantuan dari Baznas kepada pengurus masjid,

Bantuan seragam sekolah SDN 1 Lumbajaya, dan bantuan kepada Panti Asuhan El Nusa.

Sementara itu, Sekda Muba Drs Apriyadi MSi mengatakan Safari Ramadhan dalam Kabupaten Muba akan dipimpin langsung Bupati Muba bersama Wakil Bupati Muba dan Tim Safari Ramadhan pemkab Musi banyuasin keseluruh kecamatan yang ada di Musi Banyuasin

“Kegiatan ini untuk syiar agama Islam dan sekaligus menyerap aspirasi masyarakat, disamping safari ramadhan kita juga mulai menerapkan Perda Zakat ini Merupakan salah satu upaya kongkrit percepatan program   pengetasan kemiskinan di Musi Banyuasin ,” katanya. (rls/rel)

Empat Lawang

Jubir Covid-19 Muratara Angkat Bicara, Kasus PDP di Muratara Masih Menunggu Hasil Lab

Published

on

Caption : Teks foto: Jubir GugusTugas Covid-19 Muratara Susyanto Tunut

 

REL,Muratara – Simpang siur pemberitaan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) 01 Muratara, pihak Kabupaten Muratara belum menerima hasil laboratorium, baik dari Provinsi maupun dari pihak Rumah Sakit Siloam Lubuklinggau.

Hal tersebut di ungkapkan oleh Juru Bicara (Jubir) Gugus Tugas Covid-19 Muratara Susyan Tunut, sampai saat ini masih menunggu hasil pemeriksaan dari laboratorium Sumsel, dan terus upayakan agar hasil lab tersebut bisa segerah di publikasikan, apakah memang terjangkit atau tidaknya.

Juru bicara (Jubir) Gugus tugas Covid-19 menggadakan konferensi pers, terhadap berita yang beredar di metroTV tentang informasi yang di sampaikan oleh jubir Sumsel, terkait pemakaman PDP 01 yang ada di Muratara, dalam pemakamannya tidak sesuai dengan protokoler, karena bukan penolakan dari keluarga, melainkan gugus tugas Covid-19 Muratara tidak siap, berita tersebut tidak benar bahkan kebalikannya.

“Dari gugus tugas Covid-19 sudah menyiapkan mulai dari ambulans penjemputan sampai dengan pemakaman secara protokoler,”ujarnya, Kamis (16/4/2020)

Sambungnya, dan kita menyiapkan skenario penjemputan jenaza PDP 01 yang ada di rumah sakit Siloam Lubuklinggau, tiba-tiba di tengah perjalanan jenaza di pulang paksa oleh pihak keluarga untuk segerah di makamkan.

Untuk saat ini kita semuanya sepakat , untuk mengetahui jika seseorang memang betul-betul terjangkit Covid-19 atau tidaknya itu kita sedang menunggu hasil dari laboratorium provinsi dan hasil lab Rumah Sakit Siloam, kemudian di berikan kepada gugus tugas Covid-19 kota lubuklinggau, sebab merekala yang mengambil Sempel dari pasien tersebut, tambahnya

Ia menyebutkan, pihaknya menunggu hasil yang benar-benar murni, untuk kedepannya langkah apa saja yang nantinya akan ambil, jika hasil tersebut sudah di keluarkan.

“kita semua berharap dari hasil lab tersebut Negatif, dan tidak ada simpang siur masala pemberitaan di tengah-tengah masyarakat muratara, terkait Covid-19.(16)

Baca Selengkapnya

Kabar Sumsel

Kemenag Terapkan Pelayanan Tanpa Tatap Muka

Published

on

Teks foto:Kankemenag Muratara H Iksan Baijuri

 

 

Rel Muratara–Untuk menjaga dari terjangkit dan menyebar Corona Virus Disease (Covid-19) Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Musi Rawas Utara menerapkan pelayanan publik tanpa tatap muka langsung.

Alasan penerapan pelayanan tersebut tertuang dalam edaran Kemenag Muratara nomor 77 tahun 2020 tentang pelaksanaan protokol penanganan Covid-19 dan surat edaran Kantor Wilayah Kementetian Agama Propinsi Sumatera Selatan nomor 494 tahun 2020 pertanggal 26 Maret tentang pelayanan publik tanpa tatap muka.

Kankemenag Muratara H Ikhsan Baijuri mengatakan, ditengah hangatnya masalah Covid pelayanan publik di kantor kemenag dilakukan tanpa tatap muka.

“Nanti setiap pelayanan akan dilakukan melalui hand phone, whatshap dan surat elektronik,”katanya, Kamis (26/3)

Lanjutnya, pelayanan tanpa tatap muka akan berlansung dari tanggal 26 Maret hinggga 30 Maret atau menunggu perkembangan selanjutnya. Jika kondisi Covid sudah benar benar steril dari muka bumi, maka aktivitas akan seperti biasa.

Ia mengatakan, pelayanan tanpa tatap muka, sudah disampaikan surat edaran di setiap Kantor Urusan Agama (KUA) pada Tujuh Kecamatan dalam wilayah Muratara.

“Silakan nanti, Kepala KUA masing masing menyampaikan edaran ini pada setiap kepala desa, atau menyampaikan langsung kepada masyarakat,”ujarnya

Ditambahnya, bagi masyarakat yang ingin melakukan urusan dengan kemenag tidak parlu datang ke kantor, karena di surat edaran sudah di sediakan atau melalui surat elektronik atau email kabmuratara@kemenag.go.di. (16)

Baca Selengkapnya

Kabar Sumsel

Cegah Masuk Covid-19 di Muratara, Pemda Mendirikan Posko GTPP

Published

on

BERSAMA:Bupati, Sekda Foto bersama petugas posko GTPP

 

 

REL,Muratara – Guna Penanganan secara intensif, Pemerintah Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) mendirikan dan meresmikan posko Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Corona Virus Disease (Covid-19) di perbatasan Kabupaten Surulangun Jambi, tepanya di simpang Nibung Rawas, Kecamatan Rawas Ulu, Muratara. Selasa (24/3)

Juru Bicara GTPP Kabupaten Muratara Siswanto Tunut menyampaikan pendirian dan peresmian posko ditengah hangatnya masalah Covid-19 tersebut adalah upaya pencegahan dari pemerintah.

“Ia, hari ini bersama Bupati, TNI, Polisi meresmikan dan mulai bergerak melakukan pengecekan secara menyeluruh pengendara yang masuk ke Kabupaten Muratara,”katanya

Sambungnya, terutama bagi pengendara yang datang dari jauh, jambi, batam. Dan orang tersebut singah, pulang kampung atau menginap di Kabupaten kita.

Ia menyebutkan, jika ada orang, warga atau pengendara yang kategori tidak aman, menunjukan suhu badan pada 38 keatas, maka yang bersangkutan masuk dalam Orang Dalam Pengawasan (ODP).

“Melalui rekan tim, Dinas kesehatan memantau secara berkalah yang masuk dalam ODP itu,”ujarnya

Kesempatan yang sama, Bupati Muratara H M Syarif Hidayat menyampaikan posko tersebut sebagai antisipasi Kabupaten Muratara, sebagai bentuk kepedulian pemda terhadap Covid-19.

“Posko ini adalah posko kemanusiaan. Kita harus ada tindakan yang tegas terhadap Covid-19. Ini bukan rahazia terhaadap surat menyurat kendaraan pengendara atau yang lain. Saya mintak yang melintas untuk membantu, berhenti dan turun untuk dilakukan pengecekan,”ajaknya

Lanjutnya, Posko GTPP akan berdiri dan melayani lebih kurang selama tiga bulan. kita pantau sampai kondisi di Muratara umumnya indonesia benar benar bersih dari Covid-19 ini.

Untuk diketahui, petugas pokso terdiri dari tim Kesehatan, BPDB, dibantu pihak kepolisian, Pol PP, Dishub dan TNI yang berjumlahkan sebanyak 33 orang. (16)

Baca Selengkapnya

Trending