oleh

Buang Sampah Dapat Uang

REL, Lahat – Sampah rumah tangga masih menjadi persoalan serius saat ini. Aktifitas masyarakat Kota Lahat saja menghasilkan 48 ton sampah perhari, atau 0,8 kilogram perhatian perrumah tangga. Atas sampah yang dihasilkan itu, setiap rumah tangga dibebani biaya kebersihan dari Pemda Lahat, untuk membersihkan sampah.

Namun ternyata sampah yang dihasilkan ini memiliki nilai ekonomis. Bahkan, kedepan masyarakat buang sampah akan dibayar. “Kita ingin merubah pola hidup masyarakat. Saat ini buang sampah dipungut bayaran. Na kedepan buang sampah dapat uang,” kata Ketua Bank Sampah DP Patner Lahat, Bripka Dodi Purnama, ditemui, Rabu (21/2).

Kedepan masyarakat dapat menjual sampah yang dihasilkan, sehingga tidak terbuang percuma, dan tentu saja menghasilkan uang. Sebagai langkah pengelolahan sampah, Bank Sampah DP Patner, memberikan edukasi terhadap kelompok pemulung dalam mengelola sampah di TPA. Sehingga sampah organik maupun non organik, dapat terpilah dan bernilai ekonomis. “Tabungannya berbentuk sampah. Sampah kaleng kita hargai Rp 500 perkilo, sampah plastik Rp 1200 periode,” jelas Dodi.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Lahat, Ir H Misri MT, melalui Kepala Bidang (Kabid) Pengolahan Limbah B3, H Budi Utama SIP mengatakan, isu tentang sampah ini memang tak habis untuk diulas. Sehingga kedepan persoalan sampah berlangsung tidak lagi jadi momok menakutkan.

“Mengingatkan masyarakat, jangan hanya bersih hari ini saja, tapi setiap hari,” tukas H Budi Utama, saat peringatan Hari Peduli Sampah Nasional 2018. (32)

BACA JUGA