Connect with us

Empat Lawang

Berkarya Sebagai Bentuk Pengabdian Pada Bangsa

Published

on

Aldiwan Haira Putra, S. STP

Luar biasa! Setelah mendengar kisahnya, Itu kata yang tepat untuk menggambarkan sosok Aldiwan Haira Putra, S.STP, pemuda kelahiran Kerinci, 05 April 1995 silam ini merupakan seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) yang sejak agustus 2018 ditugaskan negara melalui Kementerian Dalam Negeri untuk mengabdi di Kabupaten Empat Lawang. Meskipun sebagai pendatang dan bertugas di daerah yang sama sekali tidak ia kenal sebelumnya tidak menjadikannya apatis dan malas-malasan.

“Pertama kali dengar nama Empat Lawang itu pas terima SK (Surat Keputusan), belum taju sama sekali apa dan di mana Empat Lawang itu, awalnya takut karena tanya sama orang-orang dan browsing di internet yang keluar horor semua ” ceritanya sambil tertawa.

Cerita tentang sepak terjangnya berawal dari informasi Melina, warga Pancur Mas yang mengatakan bahwa ada pemasangan internet gratis untuk desanya, maka jurnalis Rakyat Empat Lawang penasaran untuk menggali informasi lebih jauh tentang hal itu. Ternyata kegiatan tersebut merupakan program Aldiwan yang bekerjasama dengan dealer net1 cabang Empat Lawang yang spesial dilaksanakan menyambut kemederkaan RI ke 74 yang diberi nama “ITIK KECIL” Internet gratis untuk masyaraKat terpencil. Desa Pancuran Mas dipilih karena sesuai dengan kriteria yang ditentukan yaitu letaknya yang jauh, terpencil dan tidak terjangkau oleh jaringan seluler apapun. Penyerahan diterima lansung oleh perangkat desa Pancuran Mas.

“Dengan hal ini diharapkan masyarakat Pancuran Mas dapat merasakan kemerdekaan teknologi,” ucapnya.

Ternyata bukan kali ini saja suami dari Irda Mutiari Dinita, SH ini berkarya di Empat Lawang, bahkan jauh sebelum ini ternyata dia adalah otak di balik tersedianya jaringan internet di komplek perkantoran pemerintah di KM.7 Jalan Poros. Ia bercerita sejak awal bertugas di Empat Lawang, waktu itu pada bidang perbendaharaan yang mengurusi pencairan keuangan OPD, ia kesulitan untuk berkomunikasi dengan bendahara OPD yang berada di kantor Jalan Poros. Sejak itu aktif berkoordinasi dengan dinas terkait untuk mencari solusi namun terkendala keterbatasan APBD yang dananya bisa mencapai milyaran rupiah.

“Ya, namanya pemerintah kita kan gak bisa begitu ada uang lansung beli saja, prosedurnya panjang dan biayanya juga sangat besar,” imbuhnya.

Namun ia tidak menyerah, sepertinya lulusan cumlaude IPDN/STPDN angkatan XXIV tahun 2017 ini paham betul konsep good governance di mana peran swasta dalam pemerintahan. Berkat kegigihannya itulah ia mampu meyakinkan net1 Indonesia yaitu penyedia jaringan internet yang fokus pengembangan jaringan di wilayah pelosok untuk hadir di Empat Lawang, setelah dilakukan serangkaian survei oleh tim dari perusahaan, Alhasil kurang dari 5 (lima) bulan ia ditugaskan di Empat Lawang, tepatnya januari 2019 ia berhasil memecahkan masalah blankspot di komplek perkantoran Jalan Poros yang sudah belasan tahun terjadi.

“Ya senang dan bangga, karena permohonan kami dikabulkan, kan manfaatnya bisa dirasakan ratusan masyarakat, memberi pekerjaan ke puluhan warga dan yang paling penting menghemat APBD hingga milyaran rupiah, kan lumayan bisa digunakan untuk keperluan lain,” ucapnya dengan sumringah.

Baginya saat ini penyelenggaraan pemerintahan tidak dapat dipisahkan dari teknologi khususnya internet.

“kan sekarang serba elektronik, mulai dari planing, budgeting, sampai ke evaluating sudah “E” (berbasis elektronik) semua, yang inti dari itu semua kan SDA dan Teknologinya,” ucapnya.

Ditanya terkait motivasinya melakukan hal itu, Aldiwan menyampaikan bahwa ia hanya ingin bermanfaat bagi masyarakat dan tempat tugasnya.

“Saya sekolah dibiayai oleh rakyat, ratusan juta nilainya selama 4 tahun, kemudian tamat diberi pekerjaan dan gaji dari rakyat juga, maka sebenarnya yang saya lakukan ini belum ada apa-apanya dibanding yang rakyat berikan pada saya,” ucapnya haru.

Ternyata diluar itu semua, pemuda yang pernah meraih Sapta Abdi Praja (Rangking terbaik yudisium di kampus IPDN) juga aktif membina forum generasi muda tanpa narkoba dan forum literasi (FLP) bersama Wakapolres Empat Lawang, Dokter Karmi Darso, dan Anita Jurnalis REL.

“Kenal sudah lama, kami sering diskusi tentang pengembangan literasi di sini (Empat Lawang), tapi Aldiwan tidak pernah cerita prestasi lainnya. Semoga makin banyak pemuda pemudi yang peduli terhadap lingkungan sekitar dan memberikan manfaat yang dirasakan oleh banyak orang,” ungkap Anita saat menggambarkan sosok Aldiwan. (Mg15)

Empat Lawang

Ratusan Pemuda, Siswa, dan Mahasiswa Ikuti Pembukaan Jelajah Paiker

Published

on

FOTO: ANITA/REL LAPORAN : Ketua panitia, Fajri Kurniawan sedang menyampaikan laporan kegiatan, Sabtu (11/7).

REL, Empat Lawang – Ratusan Pemuda Siswa, dan Mahasiswa mengikuti acara pembukaan Jelajah Pasemah Air Keruh (Paiker) Bersama Pesona Empat Lawang di Aula Kantor Camat Kecamatan Paiker Kabupaten Empat Lawang, Sabtu (11/7).

Acara pembukaan berlangsung dari jam 14.30 WIB sampai dengan selesai. Kemudian disusul dengan acara jelajah alam Curug Embun Kecamatan Paiker pada tanggal 12 Juli 2020.

Ketua Pelaksana, Fajri Kurniawan yang saat ini menjadi salah seorang mahasiswa di Universitas Bengkulu (UNIB) dalam sambutanya menyampaikan acara jelejah alam dan pertemuan pemuda diharapkan tidak hanya ada di Paiker saja, namun juga bisa dilaksanakan di Kecamatan lainnya.

“Ke depannya kami berharap pelaksanaan acara seperti ini juga bisa diadakan di Kecamatan lainnya yang ada di Empat Lawang,” kata Fajri, Sabtu (11/7).

Fajri menambahkan ada tiga pemateri yang dihadirkan dalam acara pembukaan Jelajah Pasemah Air Keruh Bersama Pesona Empat Lawang yakni Sadirman dari Dinas Pariwisata Empat Lawang, Supriyadi koordinator dari Pesona Empat Lawang, dan Jon Kenedi ketua dari Forum Lingkar Pena (FLP) Cabang Empat Lawang.

Di tempat yang sama, Camat Paiker, Noperman Subhi melalui Sekcam, Walisa mengatakan semua kegiatan pemuda pemudi ialah untuk kemajuan Empat Lawang dari bidang kesenian, pariwisata alam, dan bidang-bidang lainnya.

“Semoga acara ini berlangsung sukses dan aman,” ucap Walisa. (Mg15)

Baca Selengkapnya

Empat Lawang

Pasien 02 Masih Menunggu Hasil Swab

Published

on

Ilustrasi

REL,Empat Lawang – Hasil swab tes ke tiga untuk pasien 02 Covid -19 Kabupaten Empat Lawang saat ini belum keluar sehingga masih diisolasi.

Jubir Covid 19 Empat Lawang Arga Sena dikonfirmasi mengatakan, untuk pasien 02 swab tes ke tiganya memang belum keluar masih menunggu hasil dari laboratorium litbangkes di Palembang.

“Iya,pasien 02 swabtes ketiganya belum keluar kita masih menunggu hasilnya,” kata Arga, Jumat (10/7).

Ia menuturkan, hingga saat ini, pasien 02 beserta empat OTG kerabatnya itu  masih diisolasi di rumah karantina jalan lingkar Kota Tebing Tinggi.

“Pasien masih diisolasi, dia akan dinyatakan sembuh setalah Dua kali Swab Negatif,” ucapnya

Juga, OTG yang dari Saling, yang kontak sama pasien asal Palembang masih menunggu hasil swab tes keduanya.

“Tanggal 8 Juli kemarin kita ambil swab tes kedua untuk empat OTG itu, kita berharap mudah – mudahan hasilnya kembali Negatif, jadi selesai pemantauan untuk mereka,” ungkapnya

Untuk diketahui, kata Arga, saat ini kasus positif covid-19 di Kabupaten Empat Lawang ada 2 orang, 1 sudah dinyatakan sembuh. Sedang untuk PDP ada 4 orang semuanya sudah selesai dalam pengawasan.

“ODP 107 orang selesai pemantauan 107 orang, OTG 165 yang di swab 121 orang. Proses 1 kali Swab 61 orang, selesai 2 kali Swab 60 orang. Nah untuk PJ ada 4095 senuanya selesai pemantauan 4069,” katanya.(Mg20).

Baca Selengkapnya

Empat Lawang

Banyak Petugas Kebersihan Yang Tidak Pakai Masker

Published

on

SIDAK : Kabid Pengolahan Sampah limbah B3 dan Peningkatan Kapasitas Sukarno , saat melakukan sidak terhadap petugas Sapu Jalan.

REL,Empat Lawang – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Empat Lawang, melalukan sidak masker kepada petugas kebersihan.

Sidak dilakukan untuk memastikan semua petugas kebersihan memakai masker untuk melindungi diri serta orang lain.

Kadis DLH Irtansi melalui Kabid Pengelolaan Sampah, Limbah B3 dan Peningkatan Kapasitas, Sukarno kepada wartawan mengatakan, kegiatan sidak masker kepada para petugas kebersihan itu bertujuan untuk memastikan semua petugas memakai masker.

“Meski new normal, namun kita harus tetap mematuhi protokol kesehatan, ya seperti para petugas kebersihan ini juga diwajibkan untuk memakai masker,” kata Sukarno, Jumat (10/7)

Menurutnya, dengan adanya sidak ini, diharapakan para petugas kebersihan di Kabupaten Empat Lawang taat mematuhi protokol kesehatan, demi menjaga kesehatan bersama.

“Ternyata masih ada yang belum memakai masker, padahal, manfaat kegunaannya sangat banyak,” terangnya.

Untuk diketahui, kegiatan sidak masker kepada para petugas kebersihan ini dimulai pagi hari dan dibagi beberapa titik lokasi, seperti dikawasan Pasar Tebing Tinggi, terlihat para penyapu jalan itu banyak belum memakai masker saat berkerja.

Sementara, Jepri salah seorang warga menuturkan, kegiatan sidak masker bagi petugas kebersihan itu menurutnya bagus sekali. Karena ia menilai sebuah edukasi tentang kebersihan bersama.

“Iya, bagus itu, contoh buat masyarakat, dimulai dari pejabatnya, hingga petugas kebersihan,”katanya.(Mg20).

Baca Selengkapnya

Trending