oleh

Berharap Pemerintah Memprioritaskan Tenaga Honorer

REL, Empat Lawang –  Rabu 26 September 2018 lalu telah dibuka pendaftaran Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2018 untuk beberapa kementrian dan juga Kabupaten/kota salah satunya Kabupaten Empat Lawang yang di fokuskan untuk jabatan-jabatan teknis dan spesialis, salah satunya kesehatan dan tenaga pendidik/guru.

Formasi untuk Tenaga Kependidikan atau guru bukan para tenaga kerja honorer melainkan utnuk katagori umum meskipun ada untuk guru hononer namun batas usianya dibatasi dan jumlahnya juga dibatasi.

Hal ini mengakibatkan banyaknya guru honorer di Empat Lawang yang mengeluh dengan bijakan dari tes CPNS yang kurang memprioritaskan tenaga honorer yang sudah bekerja bertahun-tahun mengabdi untuk negeri.

Salah satunya, Sari guru honorer SMP di di Kabupanten Empat Lawang yang sudah bekerja 7 tahun mengatakan, pemerintah khususnya kabupaten Empat Lawang bisa membuka CPNS dengan memprioritaskan tenaga honorer.

“Kalau bisa pemerintah kita memprioritaskan kami selaku guru honorer yang sudah bertahun-tahun mengabdi dengan gaji yang kecil ini untuk mendapatkan haknya,”keluhnya pada warta REL, Kamis (27/9).

Selain itu salah satu guru honorer SD Esi, mengungkapkan kekecewahannya dengan adanya pembukaan CPNS 2018 dengan beberapa persyaratan yang ada.

“Kami guru honor sebenarnya tidak keberatan dengan adanaya tes cpns ini, tapi kami meminta keadilan dengan membuka peluang dan harapan dengan ketidak jelasan status kami. Seperti diadakanya pengangkatan seperti di kabupaten sebelah, mengingat banyaknya guru honorer yang sudah berumur diatas 35 tahun dan sudah tidak memenuhi persyaratan untuk mengikuti guru honorer,” jelasnya.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Empat Lawang, Dra. Rita Purwaningsih, MM, mengatakan, guru honorer yang ada di tingkat SD sebanyak 1035 guru honorer dan untuk tingkat SMP sebanyak 519 guru honorer.

“Itu berdasarkan data hononer yang ada di Dinas, mengenai honor komite datanya ada disekolah masing-masing,” katanya.

Terpisah, Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Empat Lawang Januarsyah Hambali menjelaskan BKPSDM telah menerima surat dari Kemenpan-RB mengenai kuota formasi CPNS tahun 2018.

“Formasi yang disetujui 301 orang, terdiri dari tenaga guru 160, tenaga kesehatan 100 dan sisanya tenaga tekhnis 41,” jelas Januasyah.

Lanjut Januarsyah, tenaga guru SD dan kesehatan yang paling diperioritaskan penerimaan CPNS tahun ini. Hal ini dikarenakan guru SD dan tenaga kesehatan di desa-desa atau kecamatan masih sangat minim.

“Khusus untuk honorer K2 ada tapi hanya 5 formasi tergabung di formasi tenaga guru. Namun persyaratannya ketat diantaranya maksimal usai 35 tahun per 1 Agustus 2018 dan harus S1. Sementara kebanyakan honorer sudah berusia 35 tahun keatas dan belum S1,” tuturnya.

Diakui oleh Januarsyah, banyak sekali desa-desus perihal penerimaan CPNS untuk honorer K2, sejatinya sampai dengan saat ini BKPSDM Empat Lawang belum menerima sama sekali surat resmi peenerimaan CPNS untuk K2. yang ada saat ini formasi penerimaan CPNS untuk umum meskipun didalamnya formasi tersebut ada untuk hononer K2.

“Memang benar sekali banyak sekali informasi yang masuk kepada saya perihal penerimaan CPNS lain dengan formasi yang telah kita umumkan. saya himbau bagi semua masyarakat di Empat Lawang apabila memang ada informasi terkait untuk K2 jelas akan kita sampaikan,” himbaunya.

Tidak hanya itu saja Januarsyah mengatakan, ada juga informasi bahwa honorer K2 bisa mengikuti Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). mengenai hal tersebut Januarsyah menegaskan, memang benar perihal tersebut namun untuk aturanya saat ini masih digodok dalam Peraturan Pemerintah (PP).

“Sejauh ini PPPK ini belum bisa dijalan di Kabupaten dan Kota baru sebatas di Kementrian, bahkan saat ini di DPR dan Pemerintah tengah mengatur kembali PP untuk PPPK, kalau sudah jelas PP nanti jelas Bupati akan diundang oleh Kemenpan RB,” pungkanya. (12/15)

BACA JUGA