oleh

Belum Temukan Titik Terang, Warga Blokir Jalan Tuntut Pembagian Kebun Plasma

REL,Empat Lawang – Pemblokiran jalan akses PT.Galempa (GSB) yang bertempat didua wilayah desa Batu Lintang dan desa Muara Kalangan Kecamatan Ulu Musi Kabupaten Empat Lawang oleh masyarakat belum menemukan titik terang.

Maka dari itu Kepala Desa Batu Lintang dan kepala Desa Muara Kalangan bersama Manager PT GSB mengadakan pertemuan di kantor camat Ulu Musi yang di hadiri oleh Camat,Kapolsek Ulu Musi ,Danramil Ulu Musi serta dua orang dari masyarakat.

Adapun dalam pertemuan tersebut, Kepala Desa Batu Lintang Barlian mengaku,dirinya sebagai kepala desa sudah menyampaikan dan mensosialisasikan ke masyarakat di desanya,terkait persoalan kebun plasma yang diributkan ini.

Karena,sejauh ini bahwa pembagian kebun plasma yang akan dibagikan ke masyarakat ada regulasinya.Namun masyarakat tidak mau mengerti tentang regulasi seperti di daerah lain.

“Kami minta perusahaan tidak menyamakan regulasi pembagian plasma di sini dengan daerah lain,”Jelasnya.Jum’at (10/7).

Karena,menurut masyarakat didesanya jika kebunnya sudah dibuka dan sudah panen,otomatis masyarakat menginginkan kebun plasmanya.

“Masyarakat tidak mau tahu dengan regulasi,kapan harus menerima dan bagaimana regulasinya.Kami meminta pihak perusahaan segeralah mendata mana yang sudah bisa diberikan kebun plasmanya dan mana yang belum dan Kami siap membantu untuk ini,”Ungkapnya.

General Manager PT GSB, Tri Hidayat menyampaikan Bahwa kebun plasma baru dapat dibagikan ke masyarakat jika perkebunan sudah berumur 20 sampai 25 tahun.

Karena lanjut Tri,kalau/jika dibagikan saat ini tentu saja tidak akan ada lagi yang dimiliki oleh pihak perusahaan.

“Kami meminta agar pemblokiran jalan dapat dibuka.kami siap mengakomodasi keinginan masyarakat yang menjadi tuntutan, hanya saja saat ini belum bisa dilakukan dan sebagai gantinya, kami akan melakukan pembinaan termasuk mengurus pembentukan koperasi untuk
masyarakat pemilik kebun yang sudah ada buahnya khususnya. Untuk masyarakat pemilik lahan yang saat ini kebunnya belum jadi, tentu saja belum bisa direalisasikan,”Terangnya.

Sementara Camat Ulu Musi, Zaili mengatakan ,kami selaku pemerintahan dikecamatan tidak bisa membuka blokir jalan yang dilakukan, tanpa ada kepastian realisasi tuntutan dari masyarakat.

karena hal ini untuk mengatisipasi ketidak puassan masyarakat,yang dapat berakibat keributan pada diakhirnya Dan iapun meminta agar dilakukan pertemuan kembali yang langsung melibatkan pihak masyarakat pemblokir jalan itu,agar dapat diketahui secara langsung apa yang menjadi tuntutan mereka.

“Kami juga mengingatkan ke pihak perusahaan agar tidak membenturkan masyarakat dengan aparat, meski diakui hal tersebut bisa saja dilakukan oleh pihak perusahaan,”Imbuhnya.

Sementara Kapolsek Ulu Musi IPTU Hermansyah menyampaikan serta mengingatkan masyarakat agar saat menyampaikan aspirasi dengan kepala dingin.

“Masyarakat boleh menyampaikan aspirasi dengan sesuai prosedur yang berlaku dan memberitahukan kepada pihak yang berwajib dan Kami mengharapkan masyarakat tidak ada keributan dalam setiap menyampaikan aspirasinya,”Tukasnya.(Mg20).

 

Sebagai Informasi tambahan tanggal 13 Juli 2020 akan dilakukan pertemuan lagi ditempat yang sama dan menghadirkan masyarakat yang memblokir jalan.

BACA JUGA