oleh

Belum Sepenuhnya Dinikmati Warga

REL, Muratara -Jembatan desa Pauh Kecamatan Rawas Ilir Kabupaten Muratara yang menjembrangi sungai Rawas dibangun tujuh tahun silam, sejak usai dibangun jembatan tersebut belum sepenuhnya bisa dinikmati oleh masyarakat. Dimana jembatan tersebut dibangun sebagai akses jalan masyarakat yang hendak berpergian ke kota Palembang maupun kota Lubuklinggau. Karena jalan itu lebih dekat dibandingan jalan yang ada.

Namun kondisi pangkal jembatan amblas akibat terjangan air Sungai rawas saat banjir, dengan begitu pastinya tidak bisa dilalui kendaraan roda empat. Akan tetapi sayangnya sudah hampir empat tahun pangkal jembatan itu rusak belum ada perhatian atau tanda-tanda akan diperbaiki oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Muratara.

Ade Candra (36) warga desa Pauh menceritakan hembatan otu dibangun pada saat masih bergabung dengan Kabupaten Musi Rawas, dengan tujuan agar mempermudah masyarakat untuk berpergian ke Kota Palembang, dan ke Kota Lubuklinggau. Sebab jalan itu tembusnya ke Muara Lakitan Kabupaten Musi Rawas.

“Ya Jembatan itu dibangun sewaktu masih gabung dengan Musi Rawas, untuk mempermudah masyarakat berpergian keluar desa. Namun belum terlalu dirasakan betul oleh masyarakat pangkal jembatan sudah amblas akibat terjangan air sungai rawas pada saat banjir dulu,”ujarnya.

Dijelaskannya kerusakan tersebut sudah hampir empat tahun, akan tetapi hingga sekarang belum ada tanda-tanda dari pemerintah ingin memperbaikinya. Dengan kondisi seperti itu, pastinya tidak bisa dilalui kendaraan roda empat. Sedangkan untuk kendaraan roda dua bisa, namun harus melalui papan yang dipasang oleh masyarakat.

“Sayang disayangkan sekali, sudah hampir empat tahun belum juga diperbaiki oleh pemerintah. Padahal jembatan itu lebih memperdekat masyarakat yang hendak berpergian ke Palembang dan Lubuklinggau karena tembus ke Muara Lakitan Kabupaten Musi Rawas,”jelasnya.

Menurutnya kalau dilihat sekarang jembatan tersebut hanya sebagi pajangan saja, sebab tidak bisa dimanfaatkan oleh masyarakat. “Bisa dikatakan hanya pajangan, karena tidak bisa dimanfaatkan oleh masyarakat,”tuturnya.

Senada, Ali (50) warga desa Pauh I menuturkan dulu Bupati Muratara sempat melakukan peninjauan jembatan itu, akan tetapi hingga saat ini belum ada rehalisasi untuk melakukan perbaikan.

“Kami sangat berharap kepada pemerintah agar dapat memperbaiki pangkal jembatan, karena itu akses jalan lebih dekat jika hendak berpergian ke Palembang dan Lubuklinggau dibandingan dengan jalan yang ada,” pungkasnya. (16).

BACA JUGA