Connect with us

Bisnis

Belasan Pol PP Tongkrongi Jembatan Pulo Emass

Published

on

TURUN : Anggota Pol PP stand by di jembatan Pulo Emass dan langsung memindah dagangan milik pedagang untuk tidak berjualan di sepanjang jembagan, Kamis (12/7).

REL, Empat Lawang – Keluhan pedagang dipasar Tebibg tinggi akhirnya ditanggapi langsung oleh Dinas Pol PP dan Linmas Empat Lawang.

Buktinya guna melakukan penertiban pedagang yang berjualan di jembatan Pulo Emass Pol PP di kerahkan sedikitnya belasan personil. Sekitar pukul pukul 01.00 WIB personil sudah ada di Jembatan Pulo Emass.

“Alhamdulillah anggota semangat,  jam 01.00 WIB kawasan jembatan pulo emas yang dijadikan lapak pedagang sidah di tongkrongi anggota,” kata Kepala Dinas  Pol PP Empat Lawang Chandra SH,  kemarin.

Candra menjelaskan kehadiran pihaknya dilokasi disambut baik para pedagang laen, bahkan tindak menyangkah upaya negosiasi dengan pedagang berjalan lancar serta tidak ada halangan,  bahkan tidak ada pedagang yang bongkar apalagi menjajakan dagangan di jembatan ser TTS a pelataran Pulo Emass.

“Semua menanggapi baik, semalaman kawasan jembatan kami tongkrongi, anggota baru kami pulangkan sampai jam 10.00 wib siang,” imbuhnya

Sisi lain Candra menjelaskan kedepan pihaknya akan menurunkan sebanyak 125 personil untuk melakukan penjagaan di kawasan pasar di Empat Lawang,  sehingga upaya penertiban yang selama ini berjalan tidak sia sia saja. “125 personil itu akan melakulan patroli setiap hari bahkan 35 diantaranya anggota polisi,” jelas Chandra.

Lebih jauh mantan Kabag Umum ini menegaskan, patrobli dibagi tiga regu dengan lokasi jaga sepanjang jalan Abu Bakar Din Pasar Tebing tinggi,  Lorong Talang Padang serta kawasan Pasar Pulo Emass. “mereka akan bertugas sejak pagi hingga jam 15.00 WIB.dengan harapan berjalan lancar dan tidak ada hambatan berati dilapangan,” pungkasnya.

Sementara itu, Indah salah satu pedagang ikan di Kawasan Pulo Emass merasa sangat berterima kasih kepada anggota Pol PP yang telah melakukan tindakan kepada pedagang untuk tidak berjualan di sepanjang jembagan Pulo Emass.

“Kami pedagang sangat berterima kasih kepada anggota Pol PP yang telah turun kepasar,” kata dia. (12)

Bisnis

Petani Karet Merasa Belum Merdeka

Published

on

By

KARET : Nampak salah satu pengepul karet di Tebing tinggi sedang membeli karet dari petani, Selasa (20/8/2019).

REL, Tebing Tinggi – Petani Karet Kabupaten Empat lawang semakin menjerit, pasalnya pasca Idul Adha kemarin harga jual di tingkat petani semakin anjlok.

Seperti yang dikeluhkan Subhan petani karet Sesa Mekar Jaya kecamatan Tebing Tinggi, yang tak menyangka harga jual karet semakin hari semakin tidak menentu.

“Bukannya naik, malahan semakin hari semakin menurun harga jual karet ini,” keluhnya.

Dikatakannya, dirinya tidak mengetahui pasti penyebab dari semakin hari semakin anjloknya harga tersebut.

“Entahlah di daerah atau kabupaten lain apakah semakin anjlok juga atau hanya di Empat lawang saja yang kian hari kian tak berharga,” katanya.

Masih dikatakan Subhan, selain harga karet sangat tidak berimbang dengan harga sembako di pasaran seperti beras, cabe dan telur apalagi ayam, saat ini juga petani mengeluh karena sedang musim kemarau.

“Mano saat ini sedang musim kemarau, jangankan getah sungai pun ikut kering,” ungkapnya.

Senada dengan Lan petani lainnya juga mengeluhkan harga jual tersebut, dirinya bersama petani – petani yang lain sangat berharap kepada pemerintah untuk kembali menstabilkan harga jual karet sebab sebagian besar mata pencarian warga di Bumi Saling Keruani Sangi Kerawati adalah bergantung dengan hasil bumi juga yaitu Kopi dan karet.

“Harapan kami pemerintah kabupaten segera memberikan solusi untuk mensejahterakan kami para petani karena kalau tidak salah sektor pertanian menjadi salah satu program dari pemerintahan Empat lawang ke depan, saat inilah momen yang tepat kalau ingin membantu para petani. Kalau seperti ini terus kami petani merasa belum merdeka walaupun saat ini sedang perayaan Hut RI,” tuturnya.

Terpisah, Pen salah seorang pengepul karet mengatakan memang benar semenjak Idul Adha sampai saat ini harga karet kian menurun yang awalnya ia mampu membeli karet bersih (TS) dengan harga kisaran 7 ribu sampai 8 ribu perkilo namun sekarang hanya 5 ribu sampai 6 ribu saja dan untuk karet kotor (TJ) dibeli dengan harga 4 ribuan saja.

“Iya, memang dari pabrik tempat kita menjual itu harganya turun dan kita tak bisa berbuat banyak,” tukasnya. (Mg15)

Baca Selengkapnya

Bisnis

Tiket Pesawat Murah Mulai Turun 11 Juli 2019

Published

on

By

REL, Jakarta – Penurunan harga tiket pesawat untuk maskapai berbiaya rendah atau low cost carrier ( LCC) yang menggunakan pesawat jet di waktu tertentu akan efektif berlaku mulai Kamis (11/7/2019).

Nantinya, penurunan harga tiket pesawat itu akan berlaku di hari Selasa, Kamis dan Sabtu pada jadwal penerbangan pukul 10.00 sampai dengan 14.00 WIB.

“Kita akan mulai efektif berlakukan (peraturan) ini mulai Kamis 11 Juli 2019. Kenapa, karena sistem maskapai harus melakukan penyesuaian 2-3 hari,” ujar Sekertaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono Moegiarso di kantornya, Jakarta, Senin (8/7/2019).

Susiwijono menambahkan, penurunan tarif ini hanya berlaku untuk maskapai Citilink dan Lion Air. Keduanya merupakan maskapai penerbangan berbiaya murah. Harga tiket pesawat di kedua maskapai tersebut di waktu yang telah ditentukan itu akan turun sebesar 50 persen dari tarif batas atas yang telah ditetapkan pemerintah sebelumnya.

“Kita akan memberikan penurunan tarif 50 persen dari TBA untuk 30 persen dari total seat pesawat,” kata Susi.

Susi menjelaskan, untuk secara detilnya rute mana saja yang akan diturunkan harganya akan diumumkan sebelum 11 Juli 2019. “Flight ke mana saja, sebelum Kamis kita publish,” ucap dia. (rls/net)

Baca Selengkapnya

Bisnis

Musim Panen, Harga Kopi Turun

Published

on

By

TURUN : Tampka Petani desa Talang Padang Kecamatan Talang Padang tengah memanen kopi di lahannya.

REL, Empat Lawang – Berkebun kopi menjadi salah satu mata pencaharian andalan masyarakat Kabupaten Empat Lawang, dan umumnya petani kopi. Lahan perkebunan kopi ini tersebar di hampir setiap kecamatan.
Namun nasib petani kopi di Empat Lawang belum sepenuhnya membaik, karena pada saat panen kopi justru harganya turun. Seperti halnya pada musim panen kopi tahun ini, harga kopi yang sebelumnya berkisar antara Rp20 ribu sampai Rp25 ribu per kilogram, memasuki musim panen harga kopi turun menjadi Rp17 ribuan.

Diperkirakan pada puncak musim panen, harga kopi bisa saja turun lagi, sebab biasanya jika barang melimpah harga menjadi turun.

Berangsur turunnya harga kopi ini, disayangkan para petani kopi di Empat Lawang, apalagi kebutuhan meningkat saat ini mendekati anak masuk sekolah tahun ajaran baru, banyak kerabat atau tetangga yang menggelar hajatan, serta kebutuhan menjelang lebaran lalu.

Sehingga kebanyakan petani kopi tidak sempat menyimpan lagi hasil panen kopi menunggu harga naik, tetapi langsung menjualnya, untuk memenuhi kebutuhan hidup dan keperluan lainnya.

“Sekarang sedang geliatnya warga di desa menjemur kopi, namun yang sangat disayngkan adalah harga jualnya murah kisaran Rp 17 Ribu,” ujar Ali Murtopo Kepala Desa Talang Padang Kecamatan Talang Padang.

Bahkan lanjut Kades, bukan hanya harga jual yang murah melainkan panen kopi tahun ini mengalami penurunan dari tahun sebelumnya.

“Panen tahun turun bukan cuma harga murah,” ucap Kades.

Tentu saja masih dikatakan Kades, kondisi seperti dialami oleh para petani kopi yang di desa bahkan diseluruh Kabupaten Empat Lawang, kopi sudah kering bagi para petani langsung dijual karena kebutuhan.

“Harga jatuh dan hasil panen turun jelas meajdi obrolan par apetani kopi ditambahkan kebutuhan anak sekolah dan lain-lain membuat para petani usai kering kopi langsung dijual,” pungkasnya. (12).

Baca Selengkapnya

Trending

Graha Rakyat Empat Lawang Jl. Lintas Sumatera Talang Banyu Tebing Tinggi Empat Lawang Sumatera Selatan Telp : 0702 7320044 Fex 0702 7320044