Connect with us

Empat Lawang

Bawaslu : Dana Saksi Dibebankan Parpol

Published

on

REL, Empat Lawang – Pemilihan umum pada tahun 2019 mendatang yakni pesta demokrasi ajang pemilihan presiden dan juga pemilihan legislatif akan segera berlangsung.

Dimana beban anggaran biaya bersumber dari APBN seutuhnya, tak terkecuali juga anggaran dana yang diperuntukan bagi petugas saksi pada saat pelaksanaan Pilpres dan Pileg tahun 2019 nanti.

Sumber dana untuk petugas saksi saat pelaksanaan pesta demokrasi rakyat tersebut tentunya harus dipersiapkan pihak penyelenggara sendiri dan dapat dipastikan tidak akan melalui APBN yang dikucurkan dari pusat sejumlah wilayah dan daerah di Indonesia.

Terkait hal ini. Ditegaskan langsung oleh Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Empat Lawang Rudiyanto, bahwa sumber dana untuk petugas saksi dalam Pemilu Pilpres dan Pileg di Tahun 2019 mendatang tidak akan dibiayai oleh pihak pemerintah atau APBN karena memang tidak masuk di APBN Tahun 2019.

“Untuk dana petugas saksi Pemilu Tahun 2019 nanti, dipastikan tak akan dibiayai oleh APBN, oleh karenanya anggaran dananya akan dibebankan kepada seluruh para partai politik yang mengikuti,” ungkapnya. Selasa (23/10).

Dikatakan pihak Bawaslu, berdasarkan hasil keputusan Direktorat Jenderal Kementrian Keuangan yang telah dikeluarkan belum lama ini.

“Dana petugas saksi pemilu nantinya itu memang tidak akan didanai melalui APBN. Iya, karena sesuai dengan undang undang pemilu,” katanya.

Terpisah, Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Daerah Empat Lawang Ali Amin melalui Kepala Sekretariat KPUD Empat Layang Rasydi saat dikonfirmasi via seluler menyampaikan bahwa saat ini pihaknya belum bisa memastikan mengenai anggaran dana yang diperuntukan bagi para petugas saksi pada Pemilu Pileg dan Pilpres tahun mendatang.

“Saat ini masih digodok dan diperdebatkan oleh pemerintah pusat terkait dana untuk petugas saksi di Pemilu tahun 2019 tersebut, apakah akan dibiayai oleh APBN atau tidak akan dibiayai APBN, dan mungkinkah benar-benar akan di bebankan oleh para Parpol,” ujarnya.

Sementara itu, tanggapan dari salah satu Parpol yakni PDI Perjuangan yang sisampaikan langsung oleh Wakil Sekretaris Partai DPC PDI Perjuangan Kabupaten Empat Lawang Saukani terkait mengenai sumber dana bagi petugas saksi ini.

“Kami memang sudah mengantisipasi mengenai dana bagi petugas saksi ini sudah sejak jauh hari. Oleh sebab itu kamipun telah melakukan penggalangan dana untuk sumber pembiayaan untuk petugas saksi pada Pilpres dan Pileg di tahun 2019 mendatang,” katanya.

Ditambahkannya, pada saat pelaksanaan Rakorda DPD PDI Perjuangan yang berlangsung belum lama ini di Palembang. Pihaknya sudah mensiasati dan mulai menyiapkan melalui penggalangan dana tersebut.

Tentunya hal itu dilakukan karena pihaknya sudah mengetahui kabar bahwa nantinya sumber dana mengenai para petugas saksi Pemilu 2019 dapat dipastikan akan dibebankan kepada partai politik masing masing.

“Alhamdulillah, kami pihak DPC PDI Perjuangan Kabupaten Empat Lawang telah dari awal melakukan penggalangan dana untuk itu. Dan dana tersebut di akomodir atau hasil gotong royong dari semua elemen partai kita sendiri,” tukasnya. (14).

Empat Lawang

Desa Ulak Dabuk Salurkan BLT DD Tahap II

Published

on

Caption : Kades berikan BLT kepada warga yang disaksikan Camat Talang Padang

REL,Empat Lawang – Pemerintahan Desa Ulak Dabuk Kecamatan Talang Padang Kabupaten Empat Lawang kembali menyalurkan BLT dana Desa tahap II (Kedua,Red) yang sebelumnya tahap I (Satu) sudah 100 persen di salurkan kepada warga yang terkena dampak covid-19.

Hal tersebut dikatakan kepala desa (Kades) Ulak Dabuk Kasmir mengatakan untuk tahap I sudah direalisasikan sepenuhnya diberikan kepada warga.

“Hari ini penyaluran BLT DD tahap II dengan data yang sama dan penyaluran ini tanpa ada potongan apapun 100 persen diberikan kepada warga,”Jelasnya.Kamis (4/6).

Karena lanjutnya penyaluran ini diberikan kepada warga yang terdampak covid19.diberikan selama tiga bulan dengan nominal sebesar 600 perbulannya

“Bulan April sudah di berikan sebesar 600 dan untuk bulan Mei hari ini juga diberikan 600 dan untuk bulan Juni masi menunggu jadwal berikutnya,”Terangnya.

Selaku kepala desa,ia mengharapkan bantuan langsung tunai ini bisa dimanfaatkan warga untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari hari sampai wabah covid19 ini berlalu .

“Gunakan bantuan ini untuk keperluan hidup jangan dipoya poyakan dan semoga wabah virus corona ini cepat berlalu hilang di muka bumi terkhususnya di daerah yang kita cintai,”Harapnya.

Sementara Pendamping Lokal Desa ( PLD ) Eflansah mengatakan penyaluran BLT DD di Desa Ulak Dabuk sudah rampung disalurkan.

“Untuk tahap I dan II alhamdulilah sudah disalurkan semua kepada yang berhak menerima sedangkan untuk tahap III masih menunggu bulan selanjutnya,”Tuturnya.(Mg20).

Baca Selengkapnya

Empat Lawang

Kenal Lebih Dekat dengan Penulis Daerah, Anita Silvia atau Dikenal dengan Nama Pena Malaikat Bersayap

Published

on

Caption : Anita Silvia

 

Menulis adalah hobi dari gadis manis yang bernama lengkap Anita Silvia. Sedari kecil ia sangat suka menulis diary. Awalnya hanya bentuk diary, seiring dengan berjalannya waktu hobi itu menjadi profesi. Ingin tahu kisah perjuangan Anita menjadi penulis tingkat daerah di Kabupaten Empat Lawang? Simak kisahnya di bawah ini.

 

 

>>> Anita – Tebing Tinggi <<<

Semangat Membuatmu Bergairah, Bersyukur Membuatmu Bahagia. Itulah prinsip hidup yang dipegang oleh gadis manis bernama lengkap Anita Silvia atau lebih dikenal dengan nama pena Malaikat Bersayap. Anita merupakan putri asli Empat Lawang, lahir di Tebing Tinggi, 9 Oktober 1993, dari pasangan suami istri bernama Lukman dan Elvi Sukaisi.

Anita mempunyai cita-cita ingin menebar kebaikan melalui tulisan. Menulis adalah satu-satunya hobi yang konsisten ia lakukan, karena hobinya itu juga kini ia menjadi salah satu Jurnalis di Surat Kabar Rakyat Empat Lawang (REL). Selain menjadi Jurnalis, Anita juga menjadi penulis tingkat daerah di Kabupaten Empat Lawang. Kemampuannya menulis dibuktikan dengan dipercayai untuk menulis buku biografi Bupati Empat Lawang periode 2016-2018, Syahril Hanafiah. Waktu itu, Anita baru saja menamatkan pendidikan S1 nya.

Bukanlah hal yang mudah untuk bisa mencapai titik itu, di akhir semester Anita memulai debut karirnya sebagai penulis pemula di kampusnya, IAIN Bengkulu. Sewaktu kuliah, ada dua buku antologi cerpen dan satu buku novel yang ia launchingkan. Antologi cerpen karya tunggalnya berjudul Cahaya di Ujung Kelam dan antologi cerpen bersama teman-temannya berjudul Satu Hati Tujuh Purnama, kemudian satu novel fiksi karya tunggalnya berjudul Putri Empat Lawang Mengawali Mimpi di Bumi Raflesia.

Prestasi berkarya di tanah rantau membawanya dipercayai untuk menulis buku biografi orang nomor satu di Empat Lawang kala itu. Sejak melaunchingkan buku biografi Syahril Hanafiah yang merupakan Bupati Empat Lawang pada masanya, nama Anita kian banyak dikenal di Bumi Saling Keruani Sangi Kerawati.

Anita juga kerap memenangkan lomba-lomba menulis fiksi seperti cerpen dan novel dalam skala nasional. Kemudian pengalaman berharga lainnya yakni, Anita diberikan kesempatan membacakan puisi tentang bencana alam di depan Menteri Sosial, Agung Kartasasmita didampingi oleh pimpinan daerah se Sumatera Selatan, serta disaksikan oleh 4.000 peserta seluruh Indonesia.

“Apa yang diraih sekarang belumlah seberapa. Masih banyak mimpi yang harus diwujudkan. Semoga ke depannya bisa menulis dalam skala nasional dan dibaca banyak orang,” kata Anita saat diwawancarai oleh media.

Saat ini, Anita menempuh pendidikan S2 di kampus Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah Palembang. Menurutnya, pendidikan ialah salah satu hal yang terpenting untuk keseimbangan hidup di dunia dan akhirat. Sembari berkerja dan kuliah, Anita tetap konsisten menjalani hobi menulisnya. Semangat menulisnya menggiring Anita menjadi salah satu Duta Literasi Kabupaten Empat Lawang mendampingi bunda Hepy Safriani Joncik untuk menebar virus literasi di tanah kelahirannya.

“Biasanya saya menulis buku fiksi itu dari malam Jumat sampai ke malam minggu setiap minggunya. Sekarang lagi garap novel tentang Empat Lawang yang akan duet bersama seorang teman. Doakan semoga novel kami cepat rampung,” ucapnya. (Mg15)

Baca Selengkapnya

Empat Lawang

Bupati Resmikan Posko Tangkal Covid-19

Published

on

FOTO : PADRI / REL Caption : Bupati Empat Lawang saat tiba di posko tangkal covid19 ,terlebih dahulu mencuci tangan yang telah disediakan.

 

REL,Empat Lawang – Bupati Empat Lawang H Joncik Muhammad, resmi melaunching posko Siaga Covid-19, Selasa (2/6/2020).

Posko siaga Covid-19 ini disiapkan, sebagai kampung covid di Empat Lawang, dalam rangka menuju New Normal atau kehidupan yang baru, dengan menerapkan protokol kesehatan.

“Ini bagian dari menuju New Normal dan kebetulan Empat Lawang masuk dari 102 didaerah yang masuk New Normal, ini sungguh luar biasa,” ungkap Bupati Empat Lawang H Joncik Muhammad, disela-sela launching posko siaga covid-19.

New Normal tersebut dijelaskan Bupati, merupakan kehidupan tatanan yang baru dengan menerapkan protokol kesehatan, yaitu memakai masker, cuci tangan, jaga jarak.

“Saya kaget juga setelah pemerintah pusat menetapkan New Normal, karena New Normal ini di lakukan agar Ekonomi kita tidak ambruk,” jelasnya.

Pihaknya lanjut Joncik, selaku Pemerintah harus memberikan contoh kepada masyarakat, sebab New Normal ini berbeda dengan kehidupan sebelum wabah covid.

” New Normal ini adalah tatanan kehidupan kita yang baru, dengan menerapkan protokol kesehatan, dan kita harus memberikan contoh terhadap masyarakat, kalau kita minta masyarakat pakai masker kita harus pakai masker, kalau kita minta jaga jarak kita yang mulai,”Tuturnya.(Mg20).

Baca Selengkapnya

Trending