Connect with us

Empat Lawang

Batu Megalit ditemukan di Jarakan

Published

on

MEGALIT : Batu megalit berjenis Batu Belief yang berada di Desa Jarakan Kecamatan Pendopo sangat bagus dijadikan destinasi Wisata baru untuk Kabupaten Empat Lawang, Kamis (13/12).

* Mario : Pemerintah Harus Segera Menindaklanjuti
* Balai Arkeologi : Sudah Kami Tinjau

 

 

REL, Empat Lawang – Ternyata bukan hanya di Kabupaten Lahat dan Kota Pagaralam saja yang terdapat peninggalan batu megalit namun di Kabupaten Empat Lawang juga ada peninggalan batu megalit, salah satunya yang baru saja diketahui oleh Dinas Pariwisata Kabupaten Empat Lawang di Desa Jarakan Kecamatan Pendopo.

Kepala Dinas Pariwisata Empat Lawang Mgs Nawawi saat dikonfirmasi wartawan mengakui pihaknya baru saja mengetahui hal tersebut berdasarkan laporan dari masyarakat Desa Jarakan.” Yah itu di Desa Jarakan Pendopo arah Bukit Gadung, baru dua hari lalu kita menerima laporkan warga dan Komunitas,: kata Wawi, Kamis (13/12).

Masih kata Wawi, batu tersebut menurut informasi yan diterima oleh Dinas Pariwisata merupakan batu dari nenek moyang mereka, namun dalam hal ini Dinas Pariwisata belum mengetahui hal tersbeut karena belum ada penilitian khusus.

“Kita belum tahu apakah itu megalit atau bukan, yang jelas lokasi tidak begitu jauh dari desa sekitar 3 Km dari desa dan berjalan 100 meter dan bisa menggunakan motor,” ujarnya.

Terpisah, Tokoh penggerak Kebudayaan dan Kepariwisataan Sumsel 2016 Mario Adramartik saat dikonfirmasi wartawan menuturkan, batu tersebut termasuk golongan batu megalit atau batu relief, sebenarnya batu di Desa Jarakan tersebut sudah lama bahkan sudah di datangai oleh Balai Arkelogi.

“Balai Arkelogi sudah tahu mengenai batu itu bahkan para ahli sudah tahu, mereka sudah turun, itu termasuk dalam batu megalit, ada lukisan dalam batu tersebut,” ungkap Mario.

Megalit yang ada di Kabupaten Empat Lawang tersebut lanjut Mario, termasuk dalam Megalit Pasemah, dimaksud Megalit Basemah termasuk didalam Kabupaten Lahat, Kota Pagaralam dan Empat Lawang.

“Tinggal bagaiamana Pemerintah Daerah mengembangkan destinasi wisata, Pemerintah Daerah segera menindaklanjutinya agar terkesan terbengkalai karena itu bisa dijadikan sebagai Objek wisata Pendidikan, Budaya dan Sejarah,” jelas Mario

Masih dijelaskan Mario, Megalit di Kabupaten Lahat, Kota Pagaralam dan Empat Lawang merupakan megalit pasemah di kawasan seluas 80 hektar. Menurut Maria Ada 13 bentuk megalit, arca, arca menhir, menhir, lumping batu, lesung batu, bilik batu, likasi dalam bilik batu, batu gelang, batu relief, teralit, tempayan, dolmen dan batu datar.

“Yang di Empat lawang itu termasuk dalam Megalit Batu Relief, lukisan yang berbentuk gambar tersebut merupakan peninggalan lama dizaman megalit,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Balai Arkeologi Sumatera Selatan Budi Wiyana saat dikonfirmasi tim dari Balai Arkeologi sudah pernah ke lokasi batu megalit di Desa Jarakan Kecamatan Pendopo, namun bukan dirinya yang berangkat kesana.

“Dibawah tahun 2010 lalu sudah ada yang kesana tapi bukan saya, memang benar itu batu peninggalan zaman megalit, itu sudah kita tinjau karena lukisan yang tampak dibatu itu terbentuknya dizaman megalit,” ujarnya.

Batu megalit di Empat Lawang lanjut Budi, sama halnya dengan yang ditemukan di Kota Pagaralam dan secara umum batu megalit di Empat Lawang masuk dalam Megalit Pasemah.

“Kita dukung apabila itu dijadikan tempat objek wisata,” ucapnya. (12).

 

Empat Lawang

Kemendagri Bahas Tapal Batas Empat Kabupaten

Published

on

RAPAT : Suasana pembahasan rapat koordinasi penyelesaian batas wilayah Administrasi antara Kabupaten dalam Provinsi Sumsel di Kantor Dinas PUPR Empat Lawang, Kamis (24/10).

REL, Empat Lawang – Bertempat di Ruang Rapat Kantor Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Empat Lawang, Tim dari Kemendagri menyambangi Empat Lawang guna membahas sekaligus penyelesaian tapal batas antara Empat Lawang dan Kabupaten Lahat.

Bukan hanya membahas tapal batas dengan Kabupaten Lahat dan Empat Lawang saja melainkan juga membahas batas antar Kabupaten OKU dengan OKU Selatan.

Sekda Empat Lawang H Edison Jaya kepada wartawan mengatakan, rapat koordinasi penyelesaian batas wilayah ini bukan membahas tapal batas antar Empat Lawang dengan Lahat saja melainkan juga membahas tapal batas OKU dengan OKU Selatan.

“Kebetulan tempatnya di Empat Lawang. Ada dua agenda pembahasan yang pertama Empat Lawang dengan Lahat dan OKU dan OKU Selatan,” ujar Sekda disela rapat berlangsung, Kamis (24/10).

Khusus untuk Empat Lawang sendiri dikatakan Sekda, masih ada tapal batas yang belum clear yakni Tapal Batas Kabupaten Empat Lawang dengan Lahat, sedangkan dengan Kabupaten Musi Rawas dan Kepahiang Provinsi Bengkulu sudah jelas secara administrasi.

“Dalam rapat koordinasi ini dibahas langsung dan ditemukan antar Kabupaten bahkan dibahas juga secara administrasi bersama Tim dari Kemendagri,” ungkapnya.

Nanti sambung Sekda, akan timbul hasil maupun kesempatan apalagi semua pihak dihadiri baik dari Provinsi maupun Kabupaten berbatas dan ditengahi langsung oleh Kasubdit batas Daerah Wilayah I Kemendagri.

“Kalau batas wilayah antar Empat Lawang dan Lahat sudah clear artinya tidak ada kendala lagi persoalan batas wilayah khusus untuk Kabupaten Empat Lawang,” tambahnya.

Taurat hadir dalam Rapat koordinasi penyelesaian batas wilayah administrasi antar kabupaten dalam provinsi Sumsel, Kasubdit Batas Daerah Wilayah I Kemendagri Siti Metrianda, Sekda Empat Lawang, Kajari Empat Lawang Ronaldwin, Kapolres Empat Lawang AKBP Eko Yudi Karyanto, Staf Ahli, Plt Asisten I sekaligus Kabag Tapem Empat Lawang H Muzakar, Pemkab OKU/Bagian Tapem, Asisten I, BPN OKU Selatan dan perwakilan Pemkab OKU Selatan. (12)

Baca Selengkapnya

Empat Lawang

Cari Bibit yang Berjiwa Seni

Published

on

AKUSTIK: peserta sedang menampilkan musik akustik, Kamis (24/10/2019).

REL, Empat Lawang – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Empat Lawang menggelar acara Festival pelajar Madani 2019 yang di ikuti oleh seluruh pelajar mulai dari tingkat SD, SMP dan SMA sederajat se-Kabupaten Empat Lawang di aula Hotel Kito, Kamis (24/10).

Adapun perlombaan yang diikuti seluruh pelajar diantaranya juz’amma,lomba lomba melukis destinasi wisata yang ada di Empat Lawang,melukis Kaligrapi,dan lomba music akustik yang terbagi dua yaitu menyanyikan lagu berjung dan lagu religi yang diikuti kurang lebih 280 peserta.

Kepala Dinas Pendidikan dan kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Empat Lawang Rita Purwaningsih, mengatakan lomba tersebut bertujuan mencari bibit siswa-siswi yang mempunyai potensi baik seni maupun kebudayaan.

“Perlombaan ini adalah guna untuk mencari bibit pelajar yang mumpuni, berpotensi dan berbakat yang ada di Kabupaten Empat Lawang,guna untuk mewujudkan Empat Lawang yang MADANI,” katanya.

Dirinya berharap, agar para peserta nantinya bisa mengikuti perlombaan dengan sportif dan tidak ada interpensi, namun memang benar – benar menunjukkan kemampuannya masing – masing.

“Harapan kami para peserta bisa mengikuti lomba dengan sportif karena kedepan akan ada pembinaan, untuk disiapkan keperlombaan jenjang yang lebih tinggi yaitu mewakili kabupaten ke Provinsi,” tukasnya. (mg15)

Baca Selengkapnya

Bisnis

Kesadaran Membayar Pajak Meningkat

Published

on

REWORD : Tiga Kecamatan di Empat Lawang mendapatkan Reword,

REL, Empat Lawang – Para Kepala Desa, Lurah dan Camat di Bumi saling Kruani sangi krawati menghadiri acara Realisasi pencapaian Desa dan kelurahan dengan persentase 0, berlokasi di lapangan pemkab Empat Lawang.Kamis (24/10/19) sekira pukul 09 : 00 Wib.

Melalui Bulan Bakti Pelunasan  PBB-P2  kita tingkatkan  kesadaran membayar pajak untuk Empat Lawang madani

Bupati Empat Lawang H Joncik Muhammad melalui Sekda Empat Lawang H Edison Jaya, mengatakan capaian PAD PBB-P2 tahun 2019 mengalami peningkatan dibandingkan capaian target PAD PBB-P2 tahun 2018 dimana dari target Rp 911.831.941 juta.

“Target penerimaan PAD Tahun 2019, dari sektor PBB-P2 pada tahun 2019 adalah Rp 911. 831. 941 juta. Dari target tersebut sampai bulan September, realisasi penerimaan PAD dari sektor PBB-P2 adalah Rp 918.639.696 juta atau 100,57 persen ini cukup membanggakan, sudah oper target,” kata Edison saat dibincangi wartawan usai membuka bulan bakti pelunasan PBB -P2 tahun 2019 dilapangan Pemkab Empat Lawang, Kamis (24/10/19).

Dan acara realisasi pencapaian Desa dan kelurahan dengan persentase 0,berjalan sebagaimana mestinya dan bagi kades lurah serta camat yang mencapai target di berikan penghargaan secara simbolis oleh Sekretaris Daerah.

Masih dikatakan Edison, menyakini jika sampai bulan Desember nanti, capaian PAD Empat Lawang dari sektor PBB-P2 tahun 2019 diatas Satu (1) Miliyar.

“Ini baru sampai September sudah oper target  dan saya berkeyakinan sampai bulan Desember capaian PAD dari sektor PBB-P2 bisa sampai diatas 1 Miliyar. Dan mudah-mudahan tahun depan lebih meningkat lagi,” ujarnya.

Untuk yang masih nol persen sambung Edison, dirinya menghimbau, agar segera melunasi kewajiban pajaknya di Desanya masing-masing.

“Untuk yang masih nol persen, kita himbau kepada Camat dan Kades nya, untuk mengajak masyarakat agar bersama-sama untuk melunasi kewajiban membayar pajak di Desanya masing-masing,” tukasnya. (Mg20).

Baca Selengkapnya

Trending