oleh

Batu Megalit Akan Didaftarkan Sebagai Cagar Budaya

REL, Empat Lawang – Rombongan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Empat Lawang turun langsung ke Desa Jarakan Kecamatan Pendopo guna memasikan temuan dari warga Desa terkait peninggalan kebudayaan megalit.

Rombongan dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan bukan hanya datang sendiri melainkan dibantu juga dari Dewan Kesenian Palembang yang merupakan putras asli Empat Lawang Febri Alintani.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Rita Purwaningsih kepada wartawan mengatakan, berdasarkan hasil peninjauan tadi dirinya meyakini batu yang berbentuk seperti topeng tersebut merupakan batu megalit, namun tentu saja butuh orang ahli yang menyatakan apabila batu tersebut benar-benar peninggalan zaman purbakala.

“Kita meyakini kalau batu ditemuan warga Desa Jarakan itu batu megalit, namun perlu kajian atau orang yang ahli,” katanya.

Masih dikatakan Rita, bahwa pihak pemerintah menindaklanjuti penemuan tersebut dengan akan mendatangkan Arkeolog dari Pusat, Jakarta.

“Kami akan mendatangkan Arkeologi langsung dari Pusat untuk menindaklanjuti ini. Karena Batu Kumbang ini merupakan salah satu situs sejarah yang perlu dijaga dan dilestarikan keberadaannya. Ini akan menjadi salah satu potensi sejarah Kabupaten Empat Lawang,” kata Rita, Kamis (20/12).

Hasil dari tinjauan ini lanjut Rita, akan disampaikan kepada Bupati Empat Lawang karena secara tidak langsung ini merupakan kawasan cagar budaya sedangkan di Empat Lawang ini belum ada sama sekali cagar budaya.

“Setelah dari peninjauan ini akan kita sampaikan dengan Bupati Empat Lawang,” jelasnya.

Sementara itu, Dewan Kesenian Palembang yang merupakan putras asli Empat Lawang Febri Alintani mengatakan, batu di Desa Jarakan tersebut sudah pernah didatangi oleh Tim Arkeologi pada tahun 2003, namun belum ada tindak lanjuti usai dari peninjauan dari Tim Arkeologi.

“Tadi sudah menghubungi balai arkeologi, bahwa mereka sudah kesini namun sayangnya belum ada tindak lanjut setelah berkunjung ke Empat Lawang sewaktu zaman masih gabung dengan Kabupaten Lahat,” ujarnya. (12)

BACA JUGA