Connect with us

Membangun Desa

Bangun SPAL Jaga Kebersihan Lingkungan Desa

Published

on

REL, Empat Lawang – Setelah usai membangun jalan setapak kini kembali membangun Saluran Pembuangan Air Limbah (SPAL). Hal inilah yang dilakukan Kepala Desa Aur Gading, guna kepentingan warganya dan juga kebersihan bagi lingkungan Desa Aur Gading Kecamatan Tebing Tinggi Kabupaten Empat Lawang.

 

Dengan dibangunnya SPAL tersebut maka segala macam limbah rumah tangga dari setiap rumah yang ada di Desa Aur Gading dapat mengalir sesuai pada tempat nya, selain itu juga kebersihan di lingkungan dapat terjaga dari berbagai macam penyakit yang disebabkan oleh limbah rumah tangga tersebut.

 

Dari pantauan Wartawan REL dilokasi diketahui bahwa Pembangunan SPAL ini dengan Volume 807 yang dibangun mulai dari permukiman warga sampai ke aliran Sungai Musi di Kabupaten Empat Lawang ini.

 

“Banyak sekali manfaatnya SPAL ini, misalnya saat ada hajatan pasti selesai acara itu banyak limbah, nah kalo kita sudah bangun SPAL inikan limbahnya bisa mengalir ke sungai. Jadi warga gak akan sembarang untuk membuang limbah,” ujar Kepala Desa Aur Gading Iskandar, saat di bincangi wartawan REL di lokasi pembangun SPAL tersebut, Selasa (2/1)

 

Iskandar juga berujar bahwa pembangunan SPAL ini atas permintaan dari pada warganya sendiri dan pembangunan ini bersumber sari Dana Desa (DD) bagi Desa Aur Gading Kecamatan Tebing Tinggi Kabupaten Empat Lawang

 

“Kita baru tiga hari ya mulai membuat SPAL ini dan sumber dananya dari Dana Desa,” Ungkapnya ketika di dampingi para pekerja pembuat SPAL

 

Dijelaskan Iskandar melalui Dana Desa yang diperuntukan untuk seluruh Desa ini sangat membantu pembangunan Desa Aur Gading, banyak bangunan-bangunan yang dapat dimanfaatkan bagi para warganya dalam kehidupan sehari-hari

 

“Sangat membantu, sebelumnya kitakan membangun jalan setapak, dan skrg ini kita bangun SPAL ini sangat bermanfaat bagi warga kita,” jelasnya

 

Iskandar juga berharap dengan dibangun nya SPAL ini, para warganya dapat menjaga nya dengan baik sehingga dapat berfungsi dengan lama dan manfaatnya dapat dirasakan bersama demi menciptakan kebersihan lingkungan desa dan juga kemajuan Desa Aur Gading

 

“Mari sama-sama menjaganya (SPAL, red), jika nantinya ada yang tersumbat kita gotong-royong membersihkan nya, itu salah satu cara menjaganya,” tukasnya (Mg14)

Empat Lawang

Diduga Pemicu Kebakaran Akibat Korsleting Listrik

Published

on

Caption : Warga bergotong royong memasukan kopi yang sudah terbakar ke dalam karung

REL,Empat Lawang – Kebakaran menghanguskan satu rumah warga desa Muara Lintang Lama Kecamatan Pendopo Barat Kabupaten Empat Lawang,jumat ( 22 / 1) sekitar pukul 07.00 wib.

Kobaran api menghanguskan satu buah rumah atas nama Arman Baiti ( 60) dan satu rumah rusak berat atas nama Sairul.

Menurut Norman selaku pendamping Pemberdayaan desa (PDP) Kecamatan Pendopo Barat menuturkan kejadian sekitar pukul 18 : 10 Wib yang mana pemilik rumah sedang tidak berada ditempat.

“Saat kejadian pemilik rumah sedang ke sawah,alhamdulillah tidak ada korban jiwa,belum diketahui penyebab terjadinya kebakaran namun kerugian ditafsir mencapai ratusan juta dan saat ini korban diungsikan dirumah keluarganya,”Jelasnya

Sementara Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD ) Empat Lawang Sahrial Podril melalui Sekretaris BPBD Rupi Faizal membenarkan telah terjadi kebakaran di Desa Muara Lintang Lama.

“Iya , kejadiannya sekitar pukul 08:00 Wib dan satu jam berhasil di padamkan oleh petugas menggunakan dua unit mobil pemadam yaitu damkar Pendopo dibantu Damkar Muara Pinang serta warga sekitar ,”kata Sekretaris BPBD Rupi Faizal

Dijelaskan Rupi, dugaan sementara Api berasal dari Korsleting listrik sehingga mengakibatkan rumah warga yang masih berbahan papan kayu itu terbakar hebat.

“Di wilayah sana memang mayoritas rumah masih berbahan kayu sehingga sangat rawan apabila terkena api,”jelasnya

Dirinya menghimbau kepada masyarakat khususnya rumah yang terbuat dari papan untuk selalu berhati – hati apabila hendak keluar rumah seperti ke kebun ataupun ke sawah .

“Jangan tinggalkan rumah sebelum dicek dan di pastikan tidak ada korsleting listrik seperti magicom yang selalu terhubung ke aliran listrik ataupun kompor ,”himbaunya

Masih di katakannya, dengan kejadian musibah itu pihaknya akan langsung berkoordinasi ke Dinas Sosial untuk segera memberikan bantuan bagi korban kebakaran.

“Bantuan akan segera kita salurkan bersama Dinsos, baik berupa Sembako , makanan cepat saji dan pakaian,”Tukasnya.(Mg20).

Baca Selengkapnya

Empat Lawang

Camat Paiker Pantau Kegiatan Tahun Baru,Serta Memberikan Piagam Penghargaan

Published

on

Caption : Camat Memberikan penghargaan kepada kades yang memenangkan perlombangan desa terbaik

REL,Empat Lawang – Noperman Subhi camat Pasemah Air Keruh bersama Kepala Seksi Ketentraman dan Ketertiban dan Pol-PP Desa kecamatan Pasemah Air Keruh melaksanakan patroli keliling desa untuk memantau kegiatan menyambut tahun baru oleh masyarakat yang berpotensi menyebarkan covid-19.

“Sejauh pemantauan hanya ditemukan kumpulan 3 – 6 orang diteras rumah masyarakat dengan membakar jagung dan beberapa anggota Linmas yang berjaga di pos siskamling,”Kata Noperman Subhi Camat Paiker

Dikatakan Noperman ,Tim sempat mampir kebeberapa rumah penduduk yang sibuk membakar jagung dan mengingatkan mereka untuk tetap mematuhi protokol kesehatan walau acara didepan rumah sendiri.

“Sebelum tim turun kelapangan, di pendopoan kecamatan diadakan evaluasi 1 tahun kepemimpinan Noperman Subhi di Pasemah Air Keruh,”Ucapnya

Dalam sambutannya camat yang dilantik tanggal 31 Desember 2019 mengucapkan terima kasih kepada semua komponen, khususnya staf dikantor camat yang berjuang bersama-sama memajukan daerah disaat Indonesia lagi dilanda virus corona.

Camatpun sangat berterima kasih dengan Bupati, wakil Bupati Empat Lawang yang perhatiannya terhadap Pasemah Air Keruh sangat besar dan menjadi prioritas utama,

“terbukti lebih dari 20 persen dana pembangunan Empat Lawang mengalir kebumi yang mendapat julukan lumbung pangan Empat Lawang,”Jelasnya.

Noperman Subhi pun meminta maaf kepada masyarakat apabila dalam melayani kebutuhan publik ada yang kurang atau belum memadai dan ini akan menjadi catatan untuk diperbaiki kedepannya.

Fauzan Sodri yang didaulat menjadi perwakilan staf dan masyarakat menilai kehadiran Noperman Subhi sebagai camat membawa suasana baru, khususnya dalam memimpin.

“Contohnya setiap program, maupun kegiatan kecamatan selalu dikomunikasikan, dikerjakan dan dipecahkan secara bersama. Jadi sebagai staf kami merasa terlibat secara penuh dan merasa ikut bertanggungjawab seutuhnya,”Katanya

Disela patroli dan menghampiri kepala desa guna memantau kegiatan pergantian tahun, camat Pasemah Air Keruh memberikan Piagam penghargaan kepada kepala desa yang dinilai baik melaksanakan tugasnya.

“Untuk Pemenang pertama diraih kepala desa Air Mayan (total nilai 262) Darmawan Arsyad dan di susul terbaik dua yang jatuh pada Al Ashar kepala desa Muara Rungga (total nilai 226),

Abu Bakar Sidik kepala desa Keban Jati (total nilai 181) yang juga mendapatkan Penghargaan kepala desa terbaik merasa surprise dan tidak seperti biasanya cara memberikannya,”Sebutnya.

Gondo sebagai ketua panitia menjelaskan penilaian dilakukan oleh tim penilai dari 12 unsur seperti tokoh masyarakat, agama pendidikan, pemuda, puskesmas, forum BPD, BKKBN perwakilan di Pasemah Air dan kasi-kasi di kecamatan Pasemah Air Keruh,

Lanjut Gondo yang pernah menjabat sekdes dan PLT kepala desa Bandar Agung, dengan kondisi kita yang masih dilanda bencana covid 19 pemberian langsung dilakukan untuk menghindari kerumuhan massa yang punya potensi menyebarkan covid-19 dan guna menjaga status Pasemah Air Keruh tetap di zona hijau atau aman,”Tukasnya.(*)

Baca Selengkapnya

Empat Lawang

12 Ribu Bibit Ikan Dilepas Sungai Betung

Published

on

Caption : Suasana Pelepasan Bibit Ikan Nila dan Ikan Lele di sungai Betung Desa Karang Dapo Lama Sikap Dalam.

REL,Empat Lawang – Guna melestarikan ekosistem sungai di desanya, Kades beserta Perangkat Desa Karang Dapo Lama Kecamatan Sikap Dalam Empat Lawang melepas bibit ikan.

“Iya , hari ini kita bersama – sama melepas bibit ikan lele dan ikan nila sebanyak 12 ribu bibit ke sungai betung, agar ekosistem sungai bisa kembali baik dan ikannya nanti apabila sudah besar bisa di panen bersama dengan masyarakat untuk di makan dan dijual sehingga bisa menambah kesejahteraan ,”kata Kades Karang Dapo Lama Pausu, kemarin (22/12)

Masih dikatakan Pausu,dengan adanya pelepasan bibit ikan bersama tersebut yang juga di hadiri oleh Camat beserta Kapolsek pihaknya sudah mengeluarkan Peraturan Desa (Perdes) sebagai payung hukum larangan menangkap ikan di sungai selama waktu yang di tentukan.

“Perdes nya sudah ada, yaitu setelah bibit dilepas maka masyarakat Desa Karang Dapo Lama di larang untuk menangkap ikan dengan cara apapun baik memancing, meracun ikan / putas , dan men sertrum ikan, bagi yang kedapatan akan dikenakan sanksi,”jelasnya

Dirinya menjelaskan, bibit ikan yang dilepas sudah agak besar jadi ditargetkan satu bulan kedepan sudah bisa dipanen bersama- sama dengan cara gotong royong menangkap ikam dengan alat yang tidak merusak alam seperti jaring dan jala .

“Nanti kalau sudah panen selain mendapat ikan untuk di konsumsi , kekeluargaan dan silaturahmi antar masyarakat akan bisa semakin erat,”katanya

Pausu juga berharap apa yang dilakukannya ini bisa di tiru oleh desa – desa lain yang memiliki sungai , mengingat saat ini masyarakat Empat Lawang masih banyak yang tidak mengerti untuk menjaga sungai , masih saja menangkap ikan dengan cara di racun dan di setrum.

“Empat lawang ini banyak sekali sungai, namun ikannya sangat sedikit karena sering di putas, padahal kalau ekosistem sungai di jaga itu yang dapat manfaatnya kita sendiri,”ungkapnya.(Mg20).

Baca Selengkapnya

Trending