Connect with us

Empat Lawang

Bandit Pecah Kaca Gasak Mobil Jama’ah Shalat Magrib

Published

on

REL, Empat Lawang – Kendaraan milik jama’ah shalat Magrib di Masjid al-Muhajirin Talang Banyu, Kelurahan Tanjung Kupang Kecamatan Tebing Tinggi, Kabupaten Empat Lawang, menjadi korban bandit pecah kaca, Senin (5/2) sekitar jam 18.45 WIB.

Akibat kejadian ini, kaca mobil milik M Reza, warga Talang Banyu, Kelurahan Tanjung Kupang, mengalami pecah kaca di bagian belakang samping kiri. Korban juga kehilangan tas warna hitam yang berisi sejumlah surat-surat berharga dan uang sebesar Rp1,1 juta.

Informasi yang berhasil dihimpun, saat kejadian, sejumlah jama’ah masjid sedang melaksanakan shalat Magrib berjama’ah. Pada saat shalat masih berlangsung, tiba-tiba terdengar suara seperti pelepah kelapa yang jatuh sebanyak dua kali.

Kejadian baru diketahui jama’ah, setelah shalat usai dan jama’ah keluar dari dalam masjid serta mendapati kondisi mobil Honda Freed berplat nomor BG 1659 EA tersebut sudah dalam kondisi pecah di bagian kacanya.

Dari keterangan sejumlah jama’ah, pelaku diduga berjumlah dua orang mengendarai satu unit sepeda motor merk Honda Vario, warna biru-putih. Hal tersebut berdasarkan keterangan salah seoarang jama’ah yang kebetulan agak terlambat mengikuti shalat Magrib berjama’ah di masjid tersebut.

“Sebelum masuk masjid, ada dua di parkiran masjid. Satu masih di motor, satunya lagi pergi ke arah tempat ngambil wudhu,” ujar Iqbal, salah seorang jama’ah.

Karena buru-buru masuk ke masjid, Iqbal mengaku tidak begitu memperhatikan kedua orang tersebut. “Aku tuh buru-buru, setelah parkirkan sepeda motor, langsung masuk masjid, pakai kain saja sudah di dalam masjid. Namun, jelas kedua orang itu yang ada di parkiran gerak-geriknya mencurigakan, satunya tetap di motor, satunya pura-pura ngambil wudhu, tapi tidak terlihat masuk masjid,” ungkapnya.

Baru setelah beberapa saat shalat, dirinya mendengar dengan jelas suara cukup keras sebanyak dua kali. “Kami tidak menyangka jika mobil ini pecah kacanya,” jelas dia.

Sementara itu, Kanit Pidum Satreskrim Polres Empat Lawang, Amran Supardi mengatakan, pihaknya sedang menyelidiki kasus ini dan saat ini saksi dan korban sedang dimintai keterangannya terkait kejadian ini.

“Laporannya masuk ke Polsek Tebing Tinggi dan saat ini, kami sedang menyelidiki kasus ini,” ungkapnya. (12)

Empat Lawang

Kabur Ketika Tim Gabungan Gerebek Gelanggang Sabung Ayam

Published

on

Foto : Polres For REL Caption : Arena gelanggang sabung ayam di Desa Muara Semah dirobohkan dan di bakar.

REL,Empat Lawang – Tim gabungan Tni -Polri serta polisi pamong praja Kabupaten Empat Lawang menggerebek arena gelanggang sabung ayam di Desa Muara Semah Kecamatan Muara Pinang.Selasa (24/11).

Hal tersebut dikarenakan dari informasi masyarakat,bahwa lokasi tersebut sering dijadikan tempat perjudian sabung ayam yang selama ini telah meresahkan masyarakat.

Kapolres Empat Lawang AKBP.Wahyu,S.IK melalui kasatreskrim polres Empat Lawang AKP.Mursal Mahdi,S.H,.M.H mengatakan Diduga pemilik gelanggang sabung ayam sudah mengetahui bahwa hari ini akan ada penggerebekan oleh tim gabungan.

“Diduga kedatangan tim gabungan sudah diketahui oleh pemilik gelanggang sabung ayam, sehingga arena gelanggang sabung ayam sudah kosong tidak Ada orang,”Kata AKP.Mursal Mahdi.

Namun lanjutnya ,setelah didapati dilokasi sudah tidak ada lagi pelaku sabung ayam, tim gabungan langsung membongkar dan membakar arena tempat sabung ayam

“Tim langsung merobohkan dan membakar tempat perjudian di Arena gelanggang sabung ayam yang bertempat di Desa Muara Semah Kecamatan Muara pinang tersebut,”Jelasnya(Mg20).

Baca Selengkapnya

Empat Lawang

Saat Hendak Memikat Burung,Dua Remaja Tewas Mengenaskan

Published

on

Caption : Korban ditemukan tergeletak di rel kereta api desa Sawah Kecamatan Saling

REL,Empat Lawang – Warga Desa Sawah Kecamatan Saling Kabupaten Empat Lawang digegerkan penemuan dua sosok mayat laki laki remaja tewas tergeletak di jalan rel kereta api dengan kondisi yang mengenaskan.

Dari informasi yang didapat identitas korban yakni Nopri (16) Bin Hatta Warga Desa Suka Kaya Kecamatan Saling dan Pebriansyah (14) warga Desa Tanjung Gelang Kecamatan Kota Padang Kabupaten Rejang Lebong .

Adapun kronologis kejadian yang dijelaskan oleh Dodi (20) kakak korban (Nopri) berawal pada hari Senin tanggal 23 November sekitar pukul 10 : 00 wib adiknya berpamitan keluar rumah untuk memikat burung bersama temannya.

Hingga sampai larut malam,adik korban juga tidak kunjung pulang kerumah,lalu kakak korban berusaha mencari keberadaan korban dan alhasil korban juga tidak ditemukan.

Namun ke esokan harinya sekitar pukul 07 : 00 wib kakak korban mendapatkan kabar bahwa adiknya ditemukan tewas ditabrak kerta api (Kereta tanki) dengan kondisi yang sangat mengenaskan.

Dan kedua korban dibawa ke RSUD Empat Lawang untuk dilakukan VER.

Kepala Desa (Kades ) Suka kaya Hernaen dikompirmasi wartawan membenarkan kejadian tersebut

“Ya benar itu warga saya,pagi tadi saya mendapatkan informasi bahwa warga saya meninggal di tabrak kereta api,”Tukasnya.(Mg20)

Baca Selengkapnya

Empat Lawang

H. Joncik Muhammad dan Istri Tercinta Dinyatakan Sembuh

Published

on

Foto : RATI / REL CAPTION : Bupati H. Joncik Muhammad Dan Istri Tercinta

REL,Empat Lawang – Beberapa pekan yang lalu bupati kabupaten Empat Lawang dan istri dinyatakan terkompirmasi positif virus covid -19 (Virus Corona), kini Bupati Empat Lawang beserta istri dalam keadaan sehat.

Hal tersebut diungkapkan oleh sang istri tercinta orang nomor satu di bumi saling kruani sangi krawati Hj. Hepy Safriani Joncik ketika dihubungi awak media melalui via seluler.

“Alhamdulillah kondisi kesehatan kami berdua sekarang sudah sangat baik, setelah isolasi selama dua pekan,” Ungkapnya, Senin (23/11).

Lanjut Hepy, bapak bupati Empat Lawang sudah menjalani 4 kali swab, dengan hasil yang berbeda dan Alhamdulillah hasil swab terakhir sudah dinyatakan negatif dan sudah bisa pulang kerumah.

“Swab ke2 Negatif, swab ke3 positif lagi, subhanallah hasil swab ke 4 sudah negatif, dan sudah boleh pulang, namun bapak masih harus istirahat total untuk pemulihan kondisi, sebelum pulang kembali ke Kabupaten Empat Lawang,” Ujarnya.

Iapun menjelaskan, ketika virus corona menerjang tubuhnya. ia tidak merasakan atau memiliki gejala apapun, dikarenakan bapak bupati dinyatakan positif,lanjutnya ia berinisiatif untuk memeriksa dirinya dan dinyatakan positif covid-19 juga.

Kendati demikian, Belajar dari pengalamannya, dirinya mengimbau kepada masyarakat untuk benar-benar serius waspada terhadap virus covid-19 dan tetap selalu menerapkan protokol kesehatan.

“Kalau dibilang covid itu tidak ada, covid itu benar ada. Jadi bukan hoax, Jadi saya tetap berpesan untuk semua jangan menganggap ini enteng. Karena saya sudah ngerasain banget kemarin seperti apa. Mungkin karena kekuatan doa, berkat doa semua yang sayang dan cinta sama saya dan keluarga. Alhamdulillah dengan izin Allah saya dan bapak bupati masih bisa dikasih kesehatan” jelasnya. (Mg24).

Baca Selengkapnya

Trending