oleh

Baju Adat Empat Lawang Akan Dipatenkan

Baju Adat Empat Lawang Akan Dipatenkan

REL, Empat Lawang – Empat Lawang akan memiliki baju adat resmi, yang mana baju adat ini akan dipakai bertepatan dengan HUT Empat Lawang tahun 2021 mendatang.

Hj. Hepy Safriani Joncik, selaku Ketua TP PKK Kabupaten Empat Lawang mengatakan desain baju adat Empat Lawang dibuat langsung oleh ahlinya, bukan asal-asalan. Baju adat sudah menjadi kebutuhan yang merupakan simbol dari Kabupaten Empat Lawang.

“Seperti yang diketahui kabupaten lain sudah punya baju adat, hanya kita yang belum. Padahal usia Empat Lawang sudah hampir memasuki 14 tahun, tapi baju adat saja belum punya. Sempat sedih juga kemarin. Alhamdulillah berkat kerjasama yang baik didukung oleh Diknas dan para ahli di bidangnya akhirnya kita juga punya baju adat,” kata Hepy saat diwawancarai oleh Rakyat Empat Lawang, Selasa (15/12).

Hepy berharap ke depannya, baju adat tersebut menjadi simbol Kabupaten yang menjadi kebanggaan bagi masyarakat Empat Lawang.

“Karena baju adat ini merupakan aset bagi Empat Lawang yang harus kita jaga dan kita lestarikan,” ucapnya.

Senada dengan itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Empat Lawang, Rita Purwaningsih mengatakan baju adat Kabupaten Empat Lawang akan segera dipatenkan.

“Secepatnya baju adat ini akan dipatenkan dan inshaa Allah dipakai pada peringatan HUT Empat Lawang di tahun 2021,” ujar Rita.

Sementara itu, Saudi Berlian selaku seniman Empat Lawang yang membuat desain baju adat tersebut mengatakan motivasinya membuat baju adat yakni untuk menampilkan kebersamaan dan kekayaan budaya daerah dalam wujud simbol visual berupa perangkat pakaian adat, dan motif batik daerah.

“Ini juga dimaksudkan sebagai pelestarian identitas budaya kabupaten kita,” tutur Saudi.

Saudi menjelaskan deskripsi visual dan makna simbolis di setiap bagian desain baju adat yang ia buat.

Terdapat Rumpak untuk Laki-Laki, meliputi dua jenis yaitu menyertai Pakaian Adat dan Pakaian yang Sesuai Adat, yaitu: pertama, bahan Songket sebagai simbol Kebesaran Sriwijaya dengan menggunakan warna standar yakni warna merah marun dan warna emas. Kedua, bahan Kain Gebeng/Tajung motif kotak-kotak dominasi garis vertikal, sebagai simbol menjaga akhlak mulia dan sikap taat. Warna dominan biru sebagai simbol cita-cita mulia.

Kemudian bagian celana adat untuk laki-laki yakni jenis celana panjang, casual sebagai wujud sopan santun dan adab bermasyarakat. Warna hitam, lambang keabadian. Lalu, rok untuk Perempuan yakni
jenis rok panjang, casual sebagai wujud sopan santun dan adab bermasyarakat. Warna hitam, lambang keabadian.

Kemudian terdpat lencana yang mana lencana ini merupakan visualisasi lambang Empat Lawang berwarna emas lambang kemuliaan.

Terdapat juga tutup kepala laki-Laki, ada 2 jenis tutup kepala yaitu berupa tanjak yang berbahan songket sebagai simbolisasi kebesaran Sriwijaya, dan peci sebagai lambang Nasionalisme Religius. Tanjak dipakai menyertai pakaian adat, sedangkan peci dipakai untuk pakaian sesuai adat.

Adapun di bagian tutup kepala perempuan adalah jilbab dengan tambahan hiasan gandik untuk perempuan belum bersuami.

Ada juga motif batik. Motif yang diangkat adalah bunga cempaka yang bersumber dari kain pusaka dari Putri Siak Kembak, yang disusun secara repetitif bersama lambang kabupaten Kabupaten Empat Lawang Penggunaan unsur pusaka adalah mengangkat kembali vitalitas leluhur sebagai warisan yang memberi semangat bagi masa kini. Sementara penggunaan lambang kabupaten adalah untuk menampilkan identitas kabupaten Empat Lawang dalam bahasa rupa. (Mg15)

BACA JUGA