oleh

Bagikan Kelulusan, UPT SMA N 11 Empat Lawang Terapkan Prokes

REL, Empat Lawang – Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 3 Tebing Tinggi yang kini menjadi Unit Pelaksana Teknis (UPT) SMA N 11 Empat Lawang melaksanakan pengumuman kelulusan untuk 88 siswa kelas XII, Senin (3/5).

Herlinah selaku Kepala UPT SMA N 11 Empat Lawang mengatakan bahwa sekolahnya melakukan teknis pengumuman kelulusan dengan cara memanggil para wali murid. Hal ini bertujuan untuk menghindari kerumunan dan yang terpenting untuk mencegah siswa kelas XII melakukan hal-hal yang tak diinginkan seperti coret-coret seragam sekolah, konvoi, dan lain sebagainya yang bisa mengundang keramaian.

“Ya, pengumuman kelulusannya dengan cara memanggil wali murid agar anak tak bisa coret-coret seragam, konvoi, dan lain sebagainya yang bisa mengundang kerumunan,” kata Herlinah kepada Rakyat Empat Lawang.

Ditambahkan olehnya, wali murid yang datang untuk mengambil amplop berisi surat kelulusan wajib menerapkan protokol kesehatan seperti memakai masker, mencuci tangan pakai handsanitizer, menjaga jarak dan menghindari kerumunan.

“Untuk pemberian amplop berisi surat kelulusan murid, kami bagi sistemnya menjadi 4 sesi. Jumlah ruangan kelas XII ada 4 ruangan, nah masing-masing ruangan kelas diberikan waktu satu jam kepada wali muridnya untuk menerima amplop kelulusan yakni mulai dari jam 10.00 WIB sampai dengan selesai,” jelasnya.

Tahun kemarin, lanjut Herlinah, sekolahnya sudah mencoba untuk melakukan pengumuman kelulusan secara online namun ada kendala yang terjadi seperti jangkauan sinyal kurang kuat dan banyak siswa yang tidak mengerti sehingga menyebabkan pengumuman kelulusan secara online tidak efektif.

“Tahun kemarin sudah kita coba pengumuman kelulusan secara online, tapi tidak efektif. Siswa tidak mengerti masih banyak pertanyaan seperti menanyai tentang tanda kelulusan dan sebagainya. Karena itulah sekolah ambil kebijakan pengumuman kelulusan dengan cara memanggil wali muridnya,” tutur Herlinah.

Pada saat mengambil amplop kelulusan kepada guru yang bersangkutan, wali murid diberikan wejangan dan nasihat oleh guru agar memantau anak-anaknya untuk tidak mencoret-coret seragam sekolah dan konvoi di luar lingkungan sekolah.

“Harapan yang sudah lulus bisa melanjutkan ke perguruan tinggi, menjadi dirinya sendiri, jangan lagi menyusahkan orang tua. Mau bekerja silakan ijazah sudah ada. Apabila ada yang ingin lanjut kuliah, itulah yang diharapkan,” tutup Herlinah. (Ian/Arl)

Komentar

BACA JUGA