oleh

Ayah Bejat Perkosa Anak Tiri

REL, Empat Lawang – Polres Empat Lawang, mengamankam seorang warga Desa Nibung Kecamatan Lintang Kanan, Kabupaten Empat Lawang, Selasa (26/2/2019) sekitar jam 3.00 WIB.

Warga tersebut diketahui bernama Jhon Heri (42), dia diduga telah tega memperkosa anak tirinya sendiri, sebut saja Mekar (nama samaran) yang masih berumur 11 tahun.

Informasi yang berhasil dihimpun, kejadian pemerkosaan anak dibawah umur tersebut terjadi pada 6 Februari 2019 lalu di Desa Jarakan Kecamatan Pendopo.

Saat itu korban hendak mengganti pakaian selepas mandi, tiba-tiba ayah tiri korban mendekap dan menutup mulut korban lalu melepaskan handuk yang dipakai korban, hingga selanjutnya terjadi pemerkosaan yang dialami korban tersebut. Setelah melampiaskan napsu iblisnya, terduga menyuruh korban untuk tidak berbicara atas kejadian tersebut kepada orang lain.

Korban yang tentu saja mengalami trauma, hinga akhirnya memberitahukan kejadian yang dialaminya itu kepada nenek korban.

Mendapat laporan cucunya, nenek korban akhirnya melaporkan perbuatan bejat itu kepada Polres Empat Lawang dan ditindaklanjuti dengan penyelidikan oleh pihak kepolisian hingga akhirnya tersangka berhasil ditangkap dan dibawa ke Mapolres Empat Lawang untuk diperiksa.

Kapolres Empat Lawang, AKBP Eko Yudi Karyanto melalui Kasatreskrim, AKP Muhammad Ismail membenarkan adanya penangkapan itu. Tersangka saat ini kata Ismail, masih dalam pemeriksaan pihaknya.

“Iya benar. Tersangka berhasil kita tangkap dan masih dalam pemeriksaan,” katanya.

Dijelaskan Kasat, saat terjadi pemerkosaan yang dilakukan Jhon Heri (42), warga Desa Nibung Kecamatan Lintang Kanan, terhadap korbannya Mekar (11) yang merupakan anak tiri pelaku, saat kejadian kondisi rumah sedang sepi. Korban saat itu, hendak ganti baju setelah mandi untuk berangkat ke sekolah.

“Mulanya, korban mengganti pakaian hendak sekolah, tiba-tiba ayah tiri korban mendekap dirinya dan menutup mulut lalu melepaskan handuk yang dipakai korban,” jelas Ismail.

Kemudian lanjut Ismail, korban disetubuhi dan setelah itu korban diancam pelaku agar tidak menceritakan kejadian itu kepada siapapun. “Namanya korban, pasti mengalami trauma. Hingga akhirnya korban menceritakan kejadian yang dialaminya itu ke nenek korban,” imbuhnya.

Oleh nenek korban, kejadian yang menimpah cucunya itu dilaporkan ke SPKT Polres Empat Lawang dan setelah itu, Unit Perlindungan Perempuan dan Anak Satreskrim Polres Empat Lawang, melakukan penyelidikan di lapangan.

“Setelah lokasi pelaku ini kita ketahui, lalu tim Elang bersama unit PPA, melakukan penangkapan terhadap pelaku,” jelasnya.

Lebih lanjut dijelaskanya, saat dilakukan penangkapan, pelaku tidak melakukan perlawanan. Pelaku akhirnya dibawa ke Mapolres Empat Lawang, untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

“Tersangka akan kita jerat dengan Pasal 81 Undang-undang Nomor 35/2014, tentang persetubuhan anak dibawah umur. Ancamannya, maksimal 15 tahun penjara,” pungkasnya. (14).

BACA JUGA