Connect with us

Empat Lawang

Atlit Berprestrasi Ditarik Kembali Kampung Halaman

Published

on

ATLET : Acen Yukarda atlet lari asli Kabupaten Empat Lawang

REL, Empat Lawang – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Empat Lawang saat ini terus berusaha memajukan olahraga di Kabupaten Empat Lawang. Atlet-atlet yang berasal dari “Bumi Saling Keruani Sangi Kerawati” didata dan diajak kembali ke kampung halaman.

Salah satunya atlet berprestasi di cabang olahraga (cabor) lari, Acen Yukarda. Atlet kelahiran Desa Bandar Aji, Kecamatan Sikap Dalam, Kabupaten Empat Lawang 18 Juni 1996 ini sempat mengikuti kejuaraan lari di China pada Oktober 2018 lalu.

“Acen merupakan atlet lari asli Empat Lawang dan sudah mengikuti beberapa kejuaraan,” kata Bupati Empat Lawang, Joncik Muhammad melalui Kasubag Protokol, Joko Surono, kemarin (13/12).

Dijelaskan Joko, prestasi yang diraih atlet tersebut antara lain, lari 100 meter meraih juara 2, lari 400 meter juara 2 dan  lari estafet 4 x 100 meter juara 1. Saat ini kesibukannya sedang kuliah di Universitas Bengkulu.

“Acen siap mengabdi untuk Kabupaten Empat Lawang di bidang olahraga. Dan nanti bisa membawa nama Empat Lawang pada ajang kejuaraan berikutnya,” jelasnya.

Ketua Koni Kabupaten Empat Lawang, Chandra menambahkan, para atlet yang berasal dari Kabupaten Empat Lawang akan diupayakan untuk kembali ke tanah kelahiran, dalam rangka memajukan olahraga.

Pihaknya sekarang masih mendata para atlet yang berprestasi di cabor mana pun yang diambil daerah lain untuk kembali ke Empat Lawang. Untuk sementara, atlet yang diupayakan kembali ke Empat Lawang, yakni Rakasa Dewa alias Dewa Buek, Crosser nasional peraih medali emas dalam ajang Kejurnas Grasstrack 2017.

“Satu lagi, Acen yang merupakan atlet lari. Semuanya diajak kembali untuk memajukan olahraga di Empat Lawang. Para atlet ini nanti juga akan mendapat fasilitas dan bonus,” tukasnya. (12)

Empat Lawang

Kades Semprot Cairan Disinfektan

Published

on

Caption : Kades sedang meracik cairan disinfektan

 

REL,Empat Lawang – Tak ingin warga nya terpapar virus covid Nineteen atau virus corona yang saat ini tengah mewabah di segala penjuru wilayah indonesia

Berbagai upaya telah dilakukan pemerintahan Desa Padu Raksa Kecamatan Sikap Dalam agar penyebaran wabah virus covid nineteen tidak masuk ke wilayah desanya.

Dari mensosialisasikan bahayanya virus corona maupun menyemprotkan cairan disinfenktan.

Kepala Desa Padu Raksa Alex Xander Hek mengatakan hari ini bersama unsur terkait melaksanakan penyemprotan cairan disinfektan di wilayah desaanya.

“Tujuannya memberantasan penyebaran wabah viru covid 19,mulai dari kadus satu sampai kadus tiga di wilayah setempat,karena mencegah lebih baik dari pada mengobati,”Ungkapnya.Jum’at (3/3/20).

Iapun menghimbau kepada warganya agar kiranya yang baru pulang dari luar kota dapat melaporkan diri ke pemerintah setempat.

“Ada beberapa warga yang baru pulang kampung dari plau jawa disemprot seluruh dalam rumah dan tamu yang datang dari luar daerah dikarangtina terlebih dahulu dengan jangka waktu 14 hari,”Ujarnya.

Sementara Heral (25) warga Desa Padu Raksa mendukung apa yang telah dilakukan kepala desanya terkait untuk memutuskan mata rantai penyebaran wabah virus covid19 ini.

“Ini salah satu bentuk tanggung jawab kades kepada warganya,kami sangat mendukung hal tersebut,kalau bukan mulai dari kita siapa lagi,”Tuturnya.(Mg20).

Baca Selengkapnya

Empat Lawang

Cek Posko Pemantauan Covid19

Published

on

Caption : Polisi Satuan Lalulintas mengecek posko pemantauan covid19

 

REL,Empat Lawang – Polisi satuan lalulintas polres Empat Lawang mengecek posko pemantauan covid19 di perbatasan kabupaten Empat Lawang.

Adapun posko yang di cek antaranya posko pemantauan covid19 di perbatasan Kecamatan Tebing Tinggi dengan Kabupaten Lahat.

Sedangkan KBO Lalulintas bersama anggota mengecek posko pemantauan covid19 di Kecamatan Ulu Musi menuju Kabupaten Kepahiyang.

Kapolres Empat Lawang AKBP.Eko Yudi Karyanto,S.IK melalui Kepala Satuan Lalulintas (Kasatlantas) polres Empat Lawang IPTU M.Yusuf Lubis mengatakan diri bersama anggota mengecek langsung posko pemantauan yang ada di perbatasan perbatasan.

“Ya kita cek posko posko pemantauan di setiap perbatasan di Empat Lawang ,”Ungkap Lubis.Kamis (3/4/20).

Masih dikatakan Lubis,selain mengecek pihak nya pun juga memantau langsung kesiapan diposko posko dan Lubis juga menambahkan sejauh ini setiap kendaraan angkutan umum maupun lintas kota dicek.

“Kita cek satu persatu penumpang yang turun ke Empat Lawang,baik itu dari penumpang luar kota maupun lokal,”Jelasnya.

Meski demikian,iapun menghimbau masyarakat terutama yang baru pulang dari luar kota agar kira nya memeriksakan dan/ melaporkan diri ke tim gugus tugas covid19.

“Tetap jaga kesehatan serta kebersihan ,untuk masyarakat yang baru pulang dari kota di harapkan melaporkan diri ke pemerintah setempat guna mencegah masuk dan menyebarnya wabah covid19 ini,”Tuturnya.(Mg20).

Baca Selengkapnya

Empat Lawang

Usai Bunuh Kekasih,Hengki Lari Ke Kampung

Published

on

Caption : Hengki menyerahkan diri di Mapolres Empat Lawang

 

RELEmpat Lawang – Setelah Sempat Kabur selama 5 hari pulang ke desanya, Hengki (36) buruh bangunan, seorang pria berstatus duda, warga desa Batu Raja Baru, Kecamatan Tebing Tinggi Kabupaten Empat Lawang, dengan diantar pihak keluarga menyerahkan diri ke Mapolres Empat Lawang, Rabu (01/04/20).

Dihadapan Polisi, Hengki mengaku bahwa dirinya telah melakukan pembunuhan terhadap seorang wanita bernama Nia Paramitha (40) janda, warga kota Banjarmasin Propinsi Kalimantan Selatan, yang tak lain merupakan kekasihnya, pada Jumat (27/03/20) lalu disebuah kontrakan di kawasan jalan Kemuning 3 babakan Mustika Sari 1 kecamatan Bekasi Timur Kota Bekasi.

Pengakuannya, sebelum terjadinya peristiwa pembunuhan itu, korban Nia Paramitha datang ke kontrakannya sekitar pukul 16.00 WIB, dengan maksud meminta sejumlah uang, karena tidak ada uang pelaku tidak bisa memenuhi permintaan korban, merasa permintaannya tidak dipenuhi tiba tiba korban langsung menampar dan menendang pelaku hingga membuatnya emosi.

“Saat itu saya lagi makan dikontrakan, Dia (Nia Paramitha) datang bermaksud meminta uang sebesar 1 juta rupiah, karena tidak ada uang saya pun tak bisa memenuhi permintaannya, tiba tiba dia (korban) langsung menampar dan menendang, karena emosi dan khilaf saya ambil kain yang dipakai korban dan langsung saya lilitkan kelehernya, hingga korban tewas,”akunya.

Menyadari kekasihnya tewas ditangannya, pelaku pun panik dan pada hari sabtu (28/03/20), sekitar pukul 05.00 pagi pelaku kabur pulang ke desanya di kabupaten Empat Lawang.

Namun sebelum kabur pelaku sempat meninggalkan secarik kertas bertuliskan nomor telepon keluarga korban.

“Semalaman aku menangis di samping jenazahnya, menyesali apa yang sudah terjadi, sebelum pulang ke desa aku tuliskan nomor telepon keluarganya di secarik kertas disamping jenazah korban,”sesal Hengki

Diceritakan pelaku awal mula berkenalan dengan korban Nia Paramitha lewat media sosial facebook, sekitar bulan maret 2019 lalu.
Dari seringnya chating di medsos akhirnya keduanya bersepakat untuk bertemu dan dengan dibiayai pelaku pada bulan agustus 2019, korban pun pergi bertolak dari banjarmasin menuju jakarta.

“Aku kenal korban lewat facebook, berawal dari seringnya chating chatingan akhirnya kami berdua sepakat ingin berjumpa dan disepakatilah pada bulan agustus 2019 untuk bertemu di Jakarta, dengan sebelumnya saya transfer uang sebesar 3,3 juta rupiah untuk tiket pesawatnya,”kenang Hengki

Kini sambil menunggu proses hukum selanjutnya karena TKP nya berada di Kota Bekasi, Pelaku untuk sementara waktu diamankan di Mapolres Empat Lawang.(Mg20).

Baca Selengkapnya

Trending