oleh

Asuransi Pertanian di Empat Lawang Kurang Diminati

REL, Tebing Tinggi – Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) di Kabupaten Empat Lawang kurang diminati para pengusaha pertanian, khusunya usaha tani padi. Padahal, sektor pertanian dihadapkan pada resiko ketidakpastian yang cukup tinggi.

Kegagalan panen yang disebabkan perubahan iklim seperti banjir, kekeringan, serangan hama dan Organisme Penggangu Tumbuhan (OPT) kerap melanda pertanian di Kabupaten Empat Lawang, hingga menyebabkan kerugian bagi pelaku usaha tani.

“Ya memang benar, masih sedikit sekali petani yang mendaftar ke AUTP. Padahal ansuransi ini sangat banyak manfaatnya bagi petani,”kata Kepala Dinas Pertanian, Ir Dadang Munandar, Kamis (10/6).

Padahal lanjut Dadang, pemerintah sudah memberikan subsidi bagi pelaku usaha tani yang mendaftar asuransi. Sehingga pelaku usaha tani hanya membayar Rp36 ribu per-hektar, setiap kali tanam.

“Tadinya pelaku usaha tani harus banyar asuransi Rp180 ribu, karena ada subsidi dari pemerintah sebesar Rp144 ribu sehingga pelaku usaha tani hanya bayar Rp36 ribu per hektar satu kali tandur,” jelasnya. Untuk pelaku usaha tani padi yang sudah mendaftar asuransi, bakal mendapat bantuan ganti rugi ketika gagal panen. Bantuan ganti rugi itu bisa langsung dicairkan oleh PT Asuransi Jasa Indonesia (Jasindo). “Ya kalau gagal panen bisa mendapat ganti rugi sebesar Rp6 juta,” ungkapnya.

Komentar

BACA JUGA